NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Douglas

Sudah dua minggu penuh Cecilia mendedikasikan hari-harinya bekerja di toko bunga milik Nyonya Margaret. Selama kurun waktu tersebut, ia berhasil menemukan kembali ritme kehidupan yang jauh lebih tenang, damai, dan terhormat. Tidak ada lagi teror surat perjanjian budak, tidak ada lagi kemewahan palsu yang berbau dosa, dan yang paling penting, ia bisa tidur nyenyak setiap malam dengan hasil keringatnya sendiri.

​Namun, kedamaian itu mulai terusik sejak beberapa hari ke belakang.

​Entah mengapa, Cecilia merasa ada yang tidak beres dengan lingkungan sekitarnya. Gadis itu sering kali diliputi perasaan tidak nyaman, seolah-olah ada sepasang mata tak kasat mata yang terus mengikutinya kemanapun ia melangkah. Puncaknya terjadi kemarin malam, ketika ia pulang bekerja seorang diri. Dengan mata kepalanya sendiri, Cecilia melihat sosok pria misterius berbalut pakaian serba hitam berdiri di seberang jalan, mengikutinya dari kejauhan. Setiap kali Cecilia memperlambat langkahnya, pria itu ikut berhenti. Dan setiap kali Cecilia melangkah cepat, pria berbadan tegap itu turut mempercepat langkahnya seolah ingin mengawasi setiap gerak-gerik kecil yang ia buat.

​Awalnya, Cecilia sempat mencoba berpikir positif, meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanyalah kebetulan semata atau paranoia akibat terlalu lelah bekerja.

​Dan benar saja, hari ini sosok pria mencurigakan itu sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Sepanjang perjalanan pulang dari toko bunga tadi, jalanan tampak normal dan tidak ada yang membuntutinya.

​Merasa bebannya terangkat, Cecilia menghela napas panjang penuh kelegaan.

"Fiuh... syukurlah. Berarti kemarin itu memang cuma perasaan parno-ku saja karena terlalu kecapean," gumamnya pelan sambil tersenyum lebar.

​Dengan langkah riang gembira, Cecilia memasuki area pelataran gedung kos-kosannya. Namun, ada satu hal ganjil yang langsung menyapa indra penglihatannya begitu ia menginjakkan kaki di lantai dasar. Suasana malam ini terasa jauh lebih hening dan senyap dari biasanya.

​Biasanya, pada jam-jam sepuluh malam seperti ini, selalu ada satu atau dua orang penghuni kos yang nongkrong di area lobi atau teras depan sekadar duduk santai sambil merokok atau mengobrol ringan. Namun malam ini? Lobi tampak kosong melompong tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Bahkan sang penjaga kos yang biasanya setia berjaga di pos satpam kecil pun tidak kelihatan batang hidungnya.

​Dahi cantik Cecilia mengernyit bingung. Ia menghentikan langkahnya sejenak, celingukan ke sekeliling ruangan.

​"Kemana ya Pak Satpam? Ah, mungkin beliau sedang melakukan pemeriksaan rutin keliling ke bagian belakang gedung seperti biasa," pikir Cecilia positif, mencoba menepis rasa ganjil yang mulai merayap di dadanya.

​Tidak ingin ambil pusing terlalu lama, Cecilia kembali melanjutkan perjalanannya menaiki anak tangga menuju lantai dua. Sambil berjalan, ia asyik bersenandung kecil dan sesekali terkikik geli sendiri, menikmati tontonan video-video lucu yang berputar di layar ponsel pintarnya.

​Namun, semakin ia menelusuri koridor lantai dua tempat kamar kosnya berada, kejanggalan itu semakin terasa nyata dan mencekam.

​Lorong kosan malam ini tampak sangat lengang, seolah-olah tidak berpenghuni sama sekali. Biasanya, selalu terdengar suara-suara samar dari balik pintu kamar tetangga, entah itu suara televisi, gelak tawa, atau obrolan santai. Malam ini? Sunyi senyap tanpa suara.

"​Atau mungkin mereka semua sudah pada tidur cepat ya?" batin Cecilia mencoba mencari akal sehat.

"Tapi rasanya tidak mungkin deh, ini kan baru jam sembilan malam lewat sedikit."

​Cecilia mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh, memutuskan untuk tidak peduli dengan situasi sekitar meskipun sejatinya hatinya mulai dirundung rasa penasaran bercampur cemas.

​Hingga akhirnya, langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu kamar nomor empat miliknya. Cecilia merogoh tas tangannya, mengeluarkan anak kunci, lalu membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci rapat.

​Begitu pintu terbuka, Cecilia bersiap melangkah masuk ke dalam keselamatan kamarnya yang nyaman. Namun, sebelum tubuhnya sempat melewati ambang pintu, sebuah tangan kekar yang dingin dan bertenaga tiba-tiba menyergap dari arah samping, mendorong tubuhnya dengan kasar ke dalam kamar.

​Bruk!

​Seseorang berhasil menyusup masuk bersamaan dengannya, lalu membanting daun pintu kamar itu hingga tertutup rapat dengan bunyi benturan yang keras.

​Belum sempat Cecilia membuka mulutnya untuk berteriak melayangkan protes, orang tersebut langsung memutar kunci dari dalam dengan gerakan cepat, mengunci pintu tersebut mati-mati. Tanpa membuang waktu, sosok itu melempar anak kunci tersebut begitu saja ke lantai secara sembarangan, menjauhkannya dari jangkauan pintu.

​Jantung Cecilia seketika berhenti berdetak. Darahnya mendesir dingin, dan sekujur tubuhnya langsung lemas seketika dilanda kepanikan luar biasa.

​Dengan tangan gemetar hebat, Cecilia mendongakkan kepalanya, mendapati sosok pria berpostur tinggi tegap berdiri tepat di hadapannya dalam remang-remang cahaya lampu kamar.

​Netra biru sedingin es menatap lurus ke arahnya dengan sorot mata yang siap menerkam mangsa.

​Pria itu... tidak salah lagi. Dia adalah Douglas!

​"K-Kau..." cicit Cecilia tertahan, suaranya tercekat di tenggorokan, matanya membelalak lebar menatap sang mantan sugar daddy yang kini berdiri mengunci pergerakannya di dalam kamarnya sendiri.

Bersambung...

Aduhh... Agak ngeri guys part selanjutnya, kalian yakin mau baca?🙂 Ini novel Angst romance yaa... jadi jangan ada yang komen nanti ngeri banget adegannya.🫠 Tapi bagus karena nantinya banyak sesuatu yang muncul, yang tidak kalian duga, selamat membaca.😊🙏🏻

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!