Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 31
31
"Terimakasih untuk Arlan dan Jayden, dan maaf atas semua kekacauan yang sudah aku buat, kalian sekarang bisa melanjutkan kembali kehidupan kalian yang sudah kacau karena aku, semoga kalian bisa menemukan orang yang lebih baik dari pada aku, jika memang aku berjodoh dengan satu dari kalian berdua maka takdir akan mempertemukan kita untuk bersama. Aku harap kalian berdua bisa menghormati keputusan ku, sekali lagi terimakasih atas segalanya" tambah Sinta lagi, kini dia sudah mantap dengan keputusannya.
"Nak... Kamu memang bijaksana, semoga apa yang kamu lakukan ini menjadi keputusan yang terbaik untuk mu nak... Tante bangga padamu" Mirna memeluk Sinta yang kini meneteskan air matanya, dia tidak tahu kenapa dia menangis, entah mengapa ada rasa sakit yang menggigit hatinya.
---------
"Sinta, aku pulang dulu, mungkin setelah ini kita bakalan lama tidak akan bertemu. Tapi tidak apa-apa, aku tahu mungkin kita memang perlu menenangkan diri dan pikiran kita masing-masing, aku cuman mau kamu tahu jika aku tetap sayang padamu." ucap Jayden saat dia akan pergi dari rumah Arlan setelah mereka menyelesaikan masalah mereka semua, dan Mirna sudah kembali ke rumahnya.
"Iya Jay, kamu juga tahu bagaimana perasaanku padamu, tapi aku tidak bisa menjamin jika beberapa tahun kedepan aku masih memiliki perasaan itu atau tidak" jawab Sinta, dia tidak ingin memberikan harapan pada Jayden, biarkan takdir yang menentukan nantinya.
Jayden tersenyum kemudian memeluk tubuh sinta dengan erat.
"Tidak apa-apa, kamu bisa menganggapku sebagai kakakmu jika memang itu yang terbaik, jaga dirimu baik-baik, aku pasti akan sangat merindukanmu. Jika aku sempat, aku akan sering-sering menemuimu disana." kata Jayden dengan terus memeluk Sinta seolah takut untuk melepaskannya.
"Terimakasih Jay"
"Sama-sama Sinta" Jayden melepaskan pelukannya, dia tersenyum menatap wajah cantik Sinta yang nanti akan dia rindukan setengah mati, setelah Sinta pergi menjauh darinya.
Jayden mengecup kening Sinta untuk terakhir kalinya sebelum Sinta pergi meninggalkannya ke Milan-Italia walaupun dia yakin, jika saat Sinta kembali dirinya lah yang akan menjadi kekasihnya lagi.
Sinta tersenyum pada Jayden yang begitu manis, ini pertama kalinya Jayden bertindak dengan sangat lembut, dan begitu manis.
"Aku pergi dulu, kamu hati-hatilah, kita akan segera bertemu lagi." kata Jayden sembari mengacak-acak rambut Sinta.
"Iya, kamu juga hati-hati, jaga diri baik-baik, jangan lupa, bersihkan rumahku ya..." Ledek Sinta sebelum Jayden pergi dari sana.
"Tentu my princess... Bye!" Jayden melambaikan tangannya pada Sinta dan segera pergi dari sana dengan mobilnya.
Sinta kembali masuk kedalam rumah arlan. Setelah itu dia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah Arlan siapkan. Sinta kini sedang berdiri di depan cermin dan merapikan pakaiannya yang baru saja dia pakai.
"Sinta..." Panggil Arlan.
"Iya Lan ada apa?" Tanya Sinta pada Arlan yang sudah berdiri di belakangnya dan memeluknya.
"Berapa lama kamu akan pergi? Aku bukan orang yang memiliki banyak waktu luang untuk sekedar jalan-jalan, aku mungkin tidak bisa menemuimu selama kamu tidak kembali kesini, tapi aku akan selalu mendoakanmu, agar kamu mendapatkan segala yang terbaik disana, jika boleh, biarkan aku menghubungimu." kata Arlan tanpa melepaskan pelukannya.
"Tentu saja, jika aku tidak sibuk aku pasti menerimanya dan membalasnya." jawab Sinta.
Arlan membalikkan tubuh sinta menjadi menghadap padanya.
"aku pasti akan sangat merindukanmu Sinta" ucap Arlan sebelum dia mengecup kening Sinta dengan penuh perasaannya.
Sinta sedikit terkejut dengan apa yang Arlan lakukan, Arlan membawa Sinta naik ke atas ranjangnya, ini pertama kalinya Arlan begitu agresif dan aktif, namun Sinta tahu alasannya, itu karena kepergiannya yang jauh dan pasti akan lama.
"Arlan... Jangan... " jawab Sinta pada permintaan Arlan.
"Sinta.... Aku sudah tidak bisa menahannya lagi" bisik arlan
Sinta menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis padanya, "jika berjodoh, aku pasti akan menjadi milikmu." ucapnya.
Arlan menghela nafasnya, dan membalas senyuman Sinta yang manis.
"semoga saja." jawabnya.
-------------
yuk tap jempol kalian 😉
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem