NovelToon NovelToon
Cerpen Misteri Dan Horor

Cerpen Misteri Dan Horor

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

cerita pendek misteri dan horor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1_Sosok menyerupai ibuku part1

"Bu... akhirnya Ibu pulang juga?" bisik Nisa lirih sambil berlari menuju pintu depan. Wajahnya berbinar, tetapi kedua matanya dipenuhi rasa lega setelah menunggu sejak sore.

Perempuan yang berdiri di ambang pintu hanya tersenyum tipis.

"Iya... Ibu pulang." Suaranya terdengar pelan, datar, dan serak. Bibirnya nyaris tidak bergerak ketika berbicara, sementara senyumnya terasa begitu kaku.

Nisa memeluk tubuh ibunya erat.

"Ibu dingin sekali..." gumamnya pelan. Keningnya berkerut karena tubuh sang ibu terasa sedingin es.

"Di luar hujan." jawab wanita itu singkat. Tatapannya kosong menembus ruangan.

Nisa mengangguk pelan.

"Ibu pasti capek. Aku sudah masak mi goreng buat Ibu." katanya sambil tersenyum bangga. Matanya berbinar berharap mendapat pujian.

Wanita itu hanya menoleh perlahan.

"Ibu... tidak lapar." jawabnya datar.

Jawaban itu membuat senyum Nisa memudar. Biasanya, ibunya selalu memuji masakannya, walaupun hanya mi instan.

"Aku buat pakai telur kesukaan Ibu..." ucap Nisa lirih. Bibirnya bergetar menahan kecewa.

Wanita itu tetap diam.

Tatapannya justru tertuju ke lorong rumah yang gelap, seolah sedang memperhatikan seseorang yang tidak terlihat.

Buluk...

Buluk...

Buluk...

Terdengar suara tetesan air dari ujung rambut wanita itu.

Aneh.

Padahal hujan sudah berhenti hampir satu jam yang lalu.

"Ibu... rambut Ibu masih basah." kata Nisa pelan sambil hendak mengambil handuk.

"Jangan sentuh Ibu!" bentak wanita itu tiba-tiba. Matanya membelalak lebar, sementara wajahnya berubah pucat mengerikan.

Nisa tersentak. Tubuh kecilnya langsung gemetar.

"I-iya, Bu..." jawabnya ketakutan. Air matanya mulai menggenang.

Beberapa detik kemudian... Wanita itu kembali tersenyum.

"Maaf... Ibu hanya lelah." katanya dengan rasa bersalah.

Senyumnya masih terlihat aneh. Seolah wajah itu sedang dipaksa tersenyum oleh sesuatu yang tidak terlihat.

Malam semakin larut.

Nisa masuk ke kamarnya. Namun sebelum tidur... Ia mendengar suara langkah kaki di atas plafon.

Tok...

Tok...

Tok...

Nisa menutup telinganya menggunakan bantal.

"Mungkin tikus..." bisiknya mencoba menenangkan diri. Napasnya masih memburu.

Namun suara itu semakin keras.

Duk...

Duk...

Duk...

Seolah seseorang sedang berjalan perlahan tepat di atas kepalanya.

"Ibu?" panggil Nisa sedikit keras. Wajahnya pucat.

Tidak ada jawaban.

Beberapa menit kemudian... Suara itu berhenti. Nisa menghela napas lega.

Tetapi...

Krek...

Pintu kamarnya terbuka sendiri.

"Ibu?" panggilnya lagi. Suaranya mulai bergetar.

Di balik pintu...

Terlihat ibunya berdiri. Rambut panjangnya menutupi sebagian wajah.

"Ibu... belum tidur?" tanya Nisa sambil memaksakan senyum.

Wanita itu mengangguk pelan.

"Nisa..." panggil pelan ibunya.

"Iya, Bu?" jawab Nisa. Tatapannya dipenuhi kebingungan.

"Jangan pernah keluar kamar... kalau nanti mendengar suara Ibu memanggil dari luar." lanjutnya

Jantung Nisa seakan berhenti berdetak.

"Maksud Ibu?" tanyanya pelan. Napasnya tercekat.

Wanita itu tidak menjawab. Ia hanya menutup pintu perlahan.

Kreeeek...

Malam kembali sunyi.

Sekitar pukul dua dini hari...

"Nisa..."

Suara ibunya terdengar dari luar kamar.

"Nisa... buka pintunya..."

Mata Nisa langsung terbuka.

"Ibu?" gumamnya pelan.

Ia baru saja melihat ibunya masuk ke kamar sebelah beberapa menit yang lalu.

Lalu...

Siapa yang sekarang memanggil dari luar?

"Nisa... cepat buka..."

Suara itu kini berubah menjadi tangisan.

"Ibu takut..." bisik lirih Nisa ketakutan.

Air mata Nisa menetes.

Ia hampir membuka pintu.

Namun tiba-tiba...

Dari dalam lemari pakaiannya, terdengar suara lain.

"Jangan dibuka..." cegah suara itu mencoba menahannya.

Suara itu... Suara ibunya.

Nisa membeku.

Ia menoleh perlahan ke arah lemari. Pintu lemari bergerak sendiri.

Kreeek...

Di dalamnya...

Ibunya sedang meringkuk sambil menutup mulut dengan kedua tangan. Wajahnya penuh air mata.

"Jangan buka pintunya..." bisik sang ibu dengan tubuh gemetar hebat. Tatapannya dipenuhi ketakutan yang belum pernah Nisa lihat sebelumnya.

Nisa merasakan seluruh darah di tubuhnya membeku.

Kalau ibunya berada di dalam lemari...

Lalu.... Siapa yang sejak tadi berdiri di luar kamar?

Tok...

Tok...

Tok...

Ketukan di pintu berubah semakin keras.

"Nisa..." suara itu kini terdengar berat, serak, dan tidak lagi terdengar seperti manusia.

"Aku tahu... ibumu ada di dalam..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!