PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 31
Steve mengecup lembut kening istrinya yang kini masih tertidur pulas. Steve memandangi wajah damai Aletta dengan perasaan bersalah karena hal yang terjadi tadi malam, seharusnya semalam mereka merayakan pernikahan mereka yang pertama tapi Steve justru mengacaukannya.
Steve membelai pelan rambut istrinya. Aletta membuka matanya berat ia mengucek-ucek matanya menahan kantuk.
"Mas sudah bangun?" tanya Aletta berusaha membuka matanya menatap suaminya itu.
"Iyaa, kamu tidur saja lagi" ucap Steve masih mengelus rambut istrinya
"Hmm" ucap Aletta perlahan matanya tertutup
Belum sempat 5 detik matanya tertutup, Aletta kembali membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.
"Nggak mas, aku udah nggak ngantuk kok" ucap Aletta mengerjab-ngerjabkan matanya menghilangkan kantuknya.
"Ya sudah, kamu mandi sana biar seger" ucap Steve tersenyum karena tingkah istrinya.
"Mas bangun dari tadi?" tanya Aletta tiba-tiba ketika tidak sengaja melirik kearah jam dinding yang ada di kamarnya.
Steve tersenyum mengangguk, sebenarnya ia berbohong. Ia tidak dapat memejamkan matanya sama sekali karena pikirannya di penuhi oleh Clara dan Aletta.
Saat melihat punggung Aletta yang membelakanginya ia merasakan sesak di dadanya, Aletta begitu polos dan mempercayainya bahkan tidak sedikitpun meragukannya.
Ia benar-benar merasa seperti pengkhianat karena tidak jujur kepada istrinya bahwa ia telah menemui mantan tunangannya itu semalam. Namun, dia juga tidak menyesali perbuatannya semalam karena Clara sangat membutuhkannya dan terlebih lagi hanya dia yang bisa Clara harapkan.
Steve berada di meja makan menunggu istrinya yang tengah memasak sarapan untuk nya. Steve memainkan ponselnya dan ada notifikasi pesan masuk, ia pun membukanya pesan itu membuatnya menegang.
[Clara] - Steve, ada waktu hari ini?
[Clara] - I need you. Really need you
[Steve] - Maaf aku tidak bisa, hari ini aku sangat sibuk.
Steve memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya setelah membalas pesan dari Clara. Dan di waktu yang tepat Aletta juga telah selesai memasak makanan untuk di santap pagi hari ini.
"Makan dulu yuk mas" ajak Aletta
"Hmm, makasih sayang" ucap Steve tersenyum hangat
Mereka menyantap hidangan sarapan dengan lahapnya, setelah selesai sarapan mereka pun bersantai di ruang tengah keluarga. Dan Steve memutuskan untuk menghabiskan weekend kali ini bersama istrinya.
"Mas yakin nggak kemana-mana weekend kali ini? Bukannya kemarin mas bilang pengen hangout bareng teman mas?" tanya Aletta memastikan.
"Iyaa, hari ini aku hanya ingin di rumah bersamamu" goda Steve yanh tentu saja membuat Aletta memerah.
"Thanks for everything" ucap Steve
"Thanks to came to my life" sambungnya sambil mengecup kening istrinya.
Aletta tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Tak di sangka lelaki dingin yang ia nikahi itu berubah drastis menjadi lelaki yang hangat dan perhatian padanya.
Steve menarik tubuh Aletta masuk kedalam pelukannya, ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya "Aku mencintaimu.." ucapnya.
Aletta menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya. Sepertinya sudah cukup lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini, bersantai berdua.
"Maafkan aku..." ucap Steve masih memeluk istrinya
Aletta yang mendengar itu pun mengangkat kepalanya, matanya menatap lekat suaminya. Entah hanya perasaannya saja atau memang benar suaminya dari semalam sudah berkali-kali meminta maaf kepadanya.
"Minta maaf untuk apa mas?" tanya Aletta lembut. Steve tercekat kaget mendengar pertanyaan Aletta.
"Bukankah dari semalam mas terus-terusan meminta maaf seperti ini? Sebenarnya mas kenapa?" tanyanya lagi memastikan.
"Tidak, bukan apa-apa. Hanya saja aku merasa bersalah karena membuatmu menunggu semalam" ucap Steve berbohong sambil kembali mengeratkan pelukannya.
Saat di sore hari, karena bosan hanya berdiam diri di rumah saja. Steve pun menyarankan untuk pergi jalan-jalan bersama istrinya.
"Kamu mau nonton nggak? Aku bosan banget ni di rumah dari pagi, hmm?" ajak Steve pada istrinya.
"Boleh mas, aku juga udah lama banget nggak nonton" ucap Aletta bersemangat
"Ya udah, kamu ganti baju dulu gih" ucapnya
"Dandannya biasa aja, jangan cantik-cantik ntar di lirik orang" sambungnya menggoda istrinya itu.
Setelah 30 menitan bersiap, agak lama karena sebelumnya Aletta memutuskan untuk mandi terlebih dulu biar wangi. Aletta menuruni anak tangga untuk menemui suaminya, namun ruang tengah terasa kosong bahkan saat ia menuju keluar mobil Steve yang awalnya terparkir di halaman rumah sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Ponsel Aletta berbunyi dan ada beberapa pesan masuk ke ponselnya.
[Mas Steve] Maafkan aku sayang, temanku tiba-tiba masuk rumah sakit. Aku harus segera menemuinya.
[Mas Steve] Aku benar-benar minta maaf, kita nonton lain waktu saja yah.
Aletta hanya bisa tertegun membaca pesan singkat yang baru saja ia terima dari suaminya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik