Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah
Pukul sepuluh pagi AKP Karel Imanuel Barnabas tiba di markas polri. Ternyata rapat kali ini. Ada temuan oknum pengusaha yang melakukan pencucian uang. Dan juga melakukan bisnis gelap. Hasil pantauan intel di lapangan tersangka nya adalah Jack Omar.
Waktu foto Jack terpampang di monitor besar, Karel kaget. Jantungnya berdetak cepat.
"Sa, aku takut terjadi sesuatu dengan Adel."
"Maksud kamu??"
"Di Afrika kamu lihat sendiri bagaimana Jack Omar menatap istriku."
"Ooooo.... I see. Betul. Sepertinya pengamanan terhadap Adel perlu deh."
"Jangan sampai dia tahu siapa saya??"
"Semua orang tahu siapa kamu di Indonesia ini perwira Akademi polisi terbaik. Intel hebat dan interpol yang disegani."
"Aku takut jika kasus ini aku tangani, Adel kembali korban. Mana sekarang Adel lagi mengandung lagi."
"Kamu dipercayai Tuhan lagi bro."
"Iya, makanya aku kuatir."
"Sepertinya kamu dan Adel harus tinggal di kompleks ini."
"Betul. Aku akan permohonan."
Karel langsung membuat permohonan, agar dia bisa menempati salah satu rumah dinas perwira di markas kesatuannya. Setelah surat dia ajukan. Dia ijin untuk bertemu papanya.
"Ada perlu apa nak??"
"Pa, sepertinya Karel dan Adel harus tinggal di kompleks ini."
"Kenapa???"
"Karel ada tangani satu kasus pencucian uang. Dan target ini tahu siapa Adel."
Karel menjelaskan secara lengkap kepada papanya. Dan tentu papanya setuju. Dia tidak mau sesuatu terjadi pada menantunya. Mengingat peristiwa Adel perna di culik. Kasus ini membuat keluarga ini menjadi waspada.
"Kita pakai rumah dinas papa saja. Nanti papa hubungi mama. Biar bersiap - siap."
"Baru rumah kita sekarang."
"Biar tante Nunik yang tempati." Tante Nunik Barnabas, adalah adek bungsu papanya Kaleb dan Karel. Dia ini yang bantu mama mengurus perusahaan keluarga. Sampai usianya sekarang dia belum mau menikah.
Rumah dinas perwira yang akan ditempati sementara di bersihkan oleh anggotanya Karel. Dan perabot rumah tangga sudah mulai berdatangan. Rumah dengan tiga ukuran kamar yang besar ini, ruang tamu, ruang keluarga yang open space dengan ruang makan dan dapur bersih. Serta satu ruangan laundry dan dapur kotor bersampingan dengan kamar asisten rumah tangga.
Hal kepindahan dan penempatan rumah keluarga Barnabas sudah di atur oleh papa. Dan hari ini juga mereka semua pindah. Tante Ninuk sudah pindah ke rumah.
"Kamu yang jaga rumah ini sementara, mungkin weekend baru kita kesini."
"Iya bung."
Tidak semua baju dibawa. Hanya yang di pakai dan sudah di antar ke rumah dinas. Disana sudah ada bibi Nia dan Sari yang mengatur. Hanya Nia dan Sari yang di bawa ke rumah dinas. Yang lain akan dirumah ini membersihkan dan membantu Nunik ade mereka.
"Mas, kita mau kemana??" Karel sadar, bahwa istrinya belum tahu apa - apa. Karel memeluk dan mencium istrinya.
"Kita tinggal di rumah dinas. Biar kamu ke rumah sakit tidak jauh."
"Mas......"
"Mas ngak mau ada yang mencelakai kamu sayang. Mas ada tugas yang berhubungan dengan Jack Omar. Ade kenal??"
"Jack Omar???"
"Laki - laki mata keranjang yang kita ketemu di Afrika. Yang di kritik anaknya."
"Oke ade tahu mas. Dia buat salah??"
"Banyak, dan merugikan negara terutama generasi muda."
"Oke. Ade ikut apa yang sudah mas dan papa atur."
"Terima kasih sayang. (Karel langsung mencium bibir istrinya) Kamu tahu sayang.... Kamu itu prioritas dalam hidup kami. Keselamatan kamu dan calon anak kita." Adel langsung memeluk suaminya.
"Terima kasih mas." Karel tersenyum
"Aku sangat mencintaimu Adel Emanuella Barnabas." Adel tersenyum, mendengar belakang namanya menggunakan nama belakang suaminya. Dia sadar bahwa dia adalah nyonya Barnabas.
Nunik mencium pipi dan perut Adel. Tante Karel ini, orang yang sibuk. Dia ini yang dipercaya untuk mengurus usaha keluarga. Lebih banyak waktu dia berada di Kalimantan. Sedangkan di kantor Jakarta hanya sedikit. Dia lebih sering turun ke lapangan. Perempuan pekerja keras. Itu yang menyebabkan mama dan papa serta kedua keponakannya sangat menyanyangi beliau. Jadi Adel jarang bertemu dengan beliau. Tetapi jika bertemu Adel lah orang yang paling disayangi.
Karel bersama istri dan kedua orangtuanya sudah tiba di rumah dinas. Proses kepindahan Karel bersama keluarganya di lihat oleh orang yang di utus Jack yang bertugas memantau Adel. Dan berita kepindahan mereka sampai di telinga Jack.
"Ada apa ini??? Apakah polisi itu tahu pergerakanku??" Jack langsung memerintahkan anak buahnya untuk menjauh dari lingkaran Keluarga itu terutama Adel. Dia takut ini akan menjadi bom waktu buat dia.