NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa.

Keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang. Namun ia memilih tetap rendah hati, menyembunyikan kejeniusannya demi menjaga rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati yang sayangnya disia-siakan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 21.

Pagi datang perlahan di Rumah Sakit Cakrawala.

Sinar matahari menembus jendela kaca besar di koridor, memantulkan cahaya hangat di lantai marmer yang mengilap. Rumah sakit sudah kembali sibuk seperti biasa—dokter berjalan cepat dengan berkas di tangan, perawat keluar masuk ruang pasien, dan suara monitor medis berdenting di beberapa ruangan.

Namun di ruang istirahat dokter, suasananya masih tenang.

Arunika perlahan membuka matanya.

Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit ruangan, mencoba mengingat di mana ia berada. Tubuhnya terasa sedikit kaku karena tidur di sofa semalaman.

Lalu ia menyadari sesuatu.

Sebuah selimut menutupi tubuhnya.

Arunika duduk perlahan, tangannya menyentuh kain selimut itu. Ia jelas ingat semalam ia terlalu lelah hingga tertidur tanpa sempat mengambilnya. Tatapannya berubah sedikit, seseorang pasti masuk ke ruangan ini.

Arunika tidak berkata apa-apa, tetapi instingnya sudah memberikan jawaban. Orang itu... Angkasa. Ia melipat selimut itu rapi lalu berdiri untuk membersihkan diri.

Begitu keluar dari ruang istirahat, beberapa dokter yang lewat langsung menatapnya dengan ekspresi berbeda dari biasanya.

Ada yang kagum.

Ada yang penasaran.

Ada juga yang terlihat canggung.

Bisikan kecil mulai terdengar.

“Itu dia…”

“Dokter yang menyelamatkan Nyonya Wiratama, Ibu Tuan Angkasa tadi malam.”

“Katanya dia yang meracik obat penawar racun itu sendiri…”

Arunika berjalan tanpa memperhatikan bisikan-bisikan itu.

Ia sudah terbiasa.

Ketika ia memasuki ruang observasi, beberapa dokter langsung berdiri dengan sikap lebih formal dari biasanya.

“Dokter Arunika,” sapa salah satu dari mereka.

Arunika mengangguk kecil.

“Kondisi pasien?”

“Stabil sejak dini hari,” jawab dokter itu cepat. “Tidak ada reaksi racun lanjutan.”

Arunika memeriksa monitor medis beberapa saat, angka-angka di layar menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan tadi malam.

Ia mengangguk pelan. “Teruskan observasi selama dua puluh empat jam.”

“Baik, Dokter.”

Saat Arunika berbalik untuk keluar ruangan, ia hampir bertabrakan dengan Angkasa. Pria itu berdiri di depan pintu dengan setelan jas rapi, seolah sudah berada di rumah sakit sejak lama.

“Pagi,” kata Angkasa.

Arunika menatapnya sebentar. “Pagi.”

Angkasa memperhatikan wajah wanita itu beberapa detik.

“Kau tidur di ruang istirahat.”

“Ya.”

“Dan bangun tanpa mengucapkan terima kasih.”

Arunika sedikit mengangkat alis. “Terima kasih untuk apa?”

Angkasa tersenyum tipis.

“Untuk selimutnya.”

Arunika terdiam beberapa detik, ekspresinya tetap tenang seperti biasa. “Kalau begitu… terima kasih.”

Angkasa terkekeh pelan.

Mereka berjalan bersama di koridor rumah sakit, beberapa orang yang melihat langsung berbisik lagi. Rumor tentang kedekatan pemilik rumah sakit dengan kepala tim proyek itu semakin kuat.

Namun Arunika seolah tidak peduli.

“Kita perlu bicara,” kata Angkasa akhirnya.

“Tentang?”

“Racun tadi malam.”

Langkah Arunika sedikit melambat.

Angkasa melanjutkan dengan suara serius.

“Aku sudah meminta tim keamanan memeriksa rekaman kamera pesta, dan..." Ia menoleh pada Arunika. “Ada satu hal yang aneh.”

“Apa?”

“Beberapa menit sebelum ibuku pingsan… seseorang terlihat berada sangat dekat dengan meja minuman.”

Arunika menatapnya. “Siapa?”

Angkasa mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sebuah gambar dari rekaman kamera. Di layar terlihat sosok wanita mengenakan gaun pesta, tapi dia tidak mengenalinya.

“Aku sedang mencarinya, dia seperti lenyap begitu saja.“ Ucap Angkasa.

Namun sebelum Angkasa sempat berkata apa-apa lagi, salah satu perawat datang berlari di lorong.

“Tuan Angkasa!”

Angkasa menoleh. “Ada apa?”

Perawat itu menyodorkan suatu barang.

“Ada paket yang dikirim ke rumah sakit… untuk Dokter Arunika.”

Arunika mengerutkan kening. “Paket?”

“Ya, Dokter. Pengirimnya... tidak mencantumkan nama.”

Beberapa menit kemudian mereka berada di ruang administrasi rumah sakit, di atas meja terdapat sebuah kotak kecil berwarna hitam. Kotak itu terlihat sederhana… tetapi entah mengapa memberi kesan aneh.

Arunika menatapnya beberapa detik sebelum membuka penutupnya perlahan. Saat kotak itu terbuka, tangannya berhenti. Di dalamnya terdapat sebuah kalung perak, kalung dengan liontin kecil berbentuk daun.

Napas Arunika sedikit tertahan, itu adalah kalung milik ibunya. Kalung yang ia kira sudah hilang sejak tragedi dua puluh lima tahun lalu.

Angkasa memperhatikan perubahan ekspresinya. “Kau mengenal benda itu?”

Arunika tidak langsung menjawab, matanya tertuju pada kalung itu dengan tatapan yang jauh lebih dingin dari biasanya.

Di dalam kotak itu ternyata juga terdapat sebuah kartu kecil.

Arunika mengambilnya.

Tulisan di kartu itu hanya satu kalimat.

“Aku tak sabar bertemu langsung denganmu.”

Tanpa nama...

Arunika menutup kotak itu perlahan.

Angkasa menyadari sesuatu dari cara wanita itu menatap benda tersebut. “Orang yang mengirim ini… orang yang sama dengan pesan misteriusmu?”

Arunika menghela napas pelan.

“Aku tidak tahu siapa dia.”

Namun satu hal sangat jelas, orang itu benar-benar mengetahui masa lalunya. Dan kemungkinan, pembunuh orang tuanya.

Arunika menutup kotak itu dengan tenang, tatapannya berubah tajam.

“Siapa pun dia…”

Ia berkata pelan. “…dia sedang mencoba memancingku.”

Angkasa menatapnya serius.

“Apa yang akan kamu lakukan?”

Arunika terdiam, tak ada jawaban pasti.

Jauh di langit di atas lautan, sebuah pesawat pribadi melaju menuju Jepang. Kenzo berdiri di dekat jendela, menatap awan di luar dengan senyum samar.

“Sudah menerima hadiahnya, Arunika?”

Ia berbisik pelan, matanya berkilat aneh. Permainan panjang yang ia tunggu selama dua puluh lima tahun… akhirnya dimulai.

1
Mundri Astuti
masa ga bisa bedain si arunika, mana yg tulus dan mana yg modus, kan kamu pernah sama Simon yg modus itu
Aditya hp/ bunda Lia: bener ...
total 1 replies
Tiara Bella
wow ternyata Kenzo jg menyadar klu selama ini angkasa memburu dia
merry
knp gk ksh tau knp gk mau rujuk sm Simon selain di anggp tek berguna blg ajj Simon selingkh dgn doktr riana 🤣🤣🤣🤣
Titien Prawiro
Diperlakukan Arunika.
Titien Prawiro
Malunya diseluruh dunia diperlukan Arunika, dulu dihina gk punya pekerjaan
Aditya hp/ bunda Lia
si Mirna dasar gak tau malu ...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan terlalu pede Arunika ntar kalo ternyata cinta itu datang gimana?
Tiara Bella
bagus Arunika Simon sm ibunya mending di gituin biar kapok....
Rere💫: Wkwkwk yesss 🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak yakin kali ini kau yang menang Arunika yang selalu waspada ,dan jangan lengah terus selidiki,pasti bisa.Kejahatan akan kalah oleh kebaikan
sunaryati jarum
Nanti kau akan berakhir ditangan orang,- orang yang orang tua atau kerabatnya kau bunuh Kenzo,jangan jumawa
Muft Smoker
Masih byk Teka teki siih ,,
terkadang yg terlalu baik yg Manis tu yg lebih berbahaya ,,
km harus lebih hati2 arunika ,,
musuh jaman sekarang byk yg cosplay jd org baik ,,
org yg peduli ,,
tu yg lebih bahaya dr pda org yg terang2an emnk gx suka sama qta ,,
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tandang aling aling langsung usir
vj'z tri
lah dia dalang nya Mpok /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tiara Bella
ternyata angkasa udh tw tentang Kenzo ini ya plot twist bngt...Vero sadar dong km cm sodara angkat....
Tiara Bella
oh ternyata begono ....
merry
pdhll orgtua vero msh hdp cm di twnn sm Kenzo
Muft Smoker
duuh udh tbc aj niih kak ,,
dtggu next ny yx kak ,,
☺️☺️
Rere💫: okeoke
total 1 replies
sunaryati jarum
Kenzo mungkin akan hancur oleh obat buatannya sendiri,dan Angkasa jika kau berjanji akan melindungi Arunika,itu benar.Untuk jangan menyalahkan Arunika,itu salah kamu sendiri yang abai padanya selama ini
Rere💫: Simon kak yg abai, Angkasa itu bukan suaminya yg abai🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Secara tidak langsung ibu Angkasa yang diracun sebagai uji coba obat penawar racun berbahaya buatan Arunika sendiri.Membuatmu makin dikenal.Kau saja bisa lepas dari niat jahat pemberi racun dan kecelakaan ,semoga selanjutnya selalu selamat
sunaryati jarum
Semoga semua teka- teki yang menghantui Arunika segera terkuak dan Arunika selalu selamat dari semua tindak kejahatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!