NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:642.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 21.

Pagi datang perlahan di Rumah Sakit Cakrawala.

Sinar matahari menembus jendela kaca besar di koridor, memantulkan cahaya hangat di lantai marmer yang mengilap. Rumah sakit sudah kembali sibuk seperti biasa—dokter berjalan cepat dengan berkas di tangan, perawat keluar masuk ruang pasien, dan suara monitor medis berdenting di beberapa ruangan.

Namun di ruang istirahat dokter, suasananya masih tenang.

Arunika perlahan membuka matanya.

Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit ruangan, mencoba mengingat di mana ia berada. Tubuhnya terasa sedikit kaku karena tidur di sofa semalaman.

Lalu ia menyadari sesuatu.

Sebuah selimut menutupi tubuhnya.

Arunika duduk perlahan, tangannya menyentuh kain selimut itu. Ia jelas ingat semalam ia terlalu lelah hingga tertidur tanpa sempat mengambilnya. Tatapannya berubah sedikit, seseorang pasti masuk ke ruangan ini.

Arunika tidak berkata apa-apa, tetapi instingnya sudah memberikan jawaban. Orang itu... Angkasa. Ia melipat selimut itu rapi lalu berdiri untuk membersihkan diri.

Begitu keluar dari ruang istirahat, beberapa dokter yang lewat langsung menatapnya dengan ekspresi berbeda dari biasanya.

Ada yang kagum.

Ada yang penasaran.

Ada juga yang terlihat canggung.

Bisikan kecil mulai terdengar.

“Itu dia…”

“Dokter yang menyelamatkan Nyonya Wiratama, Ibu Tuan Angkasa tadi malam.”

“Katanya dia yang meracik obat penawar racun itu sendiri…”

Arunika berjalan tanpa memperhatikan bisikan-bisikan itu.

Ia sudah terbiasa.

Ketika ia memasuki ruang observasi, beberapa dokter langsung berdiri dengan sikap lebih formal dari biasanya.

“Dokter Arunika,” sapa salah satu dari mereka.

Arunika mengangguk kecil.

“Kondisi pasien?”

“Stabil sejak dini hari,” jawab dokter itu cepat. “Tidak ada reaksi racun lanjutan.”

Arunika memeriksa monitor medis beberapa saat, angka-angka di layar menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan tadi malam.

Ia mengangguk pelan. “Teruskan observasi selama dua puluh empat jam.”

“Baik, Dokter.”

Saat Arunika berbalik untuk keluar ruangan, ia hampir bertabrakan dengan Angkasa. Pria itu berdiri di depan pintu dengan setelan jas rapi, seolah sudah berada di rumah sakit sejak lama.

“Pagi,” kata Angkasa.

Arunika menatapnya sebentar. “Pagi.”

Angkasa memperhatikan wajah wanita itu beberapa detik.

“Kau tidur di ruang istirahat.”

“Ya.”

“Dan bangun tanpa mengucapkan terima kasih.”

Arunika sedikit mengangkat alis. “Terima kasih untuk apa?”

Angkasa tersenyum tipis.

“Untuk selimutnya.”

Arunika terdiam beberapa detik, ekspresinya tetap tenang seperti biasa. “Kalau begitu… terima kasih.”

Angkasa terkekeh pelan.

Mereka berjalan bersama di koridor rumah sakit, beberapa orang yang melihat langsung berbisik lagi. Rumor tentang kedekatan pemilik rumah sakit dengan kepala tim proyek itu semakin kuat.

Namun Arunika seolah tidak peduli.

“Kita perlu bicara,” kata Angkasa akhirnya.

“Tentang?”

“Racun tadi malam.”

Langkah Arunika sedikit melambat.

Angkasa melanjutkan dengan suara serius.

“Aku sudah meminta tim keamanan memeriksa rekaman kamera pesta, dan..." Ia menoleh pada Arunika. “Ada satu hal yang aneh.”

“Apa?”

“Beberapa menit sebelum ibuku pingsan… seseorang terlihat berada sangat dekat dengan meja minuman.”

Arunika menatapnya. “Siapa?”

Angkasa mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sebuah gambar dari rekaman kamera. Di layar terlihat sosok wanita mengenakan gaun pesta, tapi dia tidak mengenalinya.

“Aku sedang mencarinya, dia seperti lenyap begitu saja.“ Ucap Angkasa.

Namun sebelum Angkasa sempat berkata apa-apa lagi, salah satu perawat datang berlari di lorong.

“Tuan Angkasa!”

Angkasa menoleh. “Ada apa?”

Perawat itu menyodorkan suatu barang.

“Ada paket yang dikirim ke rumah sakit… untuk Dokter Arunika.”

Arunika mengerutkan kening. “Paket?”

“Ya, Dokter. Pengirimnya... tidak mencantumkan nama.”

Beberapa menit kemudian mereka berada di ruang administrasi rumah sakit, di atas meja terdapat sebuah kotak kecil berwarna hitam. Kotak itu terlihat sederhana… tetapi entah mengapa memberi kesan aneh.

Arunika menatapnya beberapa detik sebelum membuka penutupnya perlahan. Saat kotak itu terbuka, tangannya berhenti. Di dalamnya terdapat sebuah kalung perak, kalung dengan liontin kecil berbentuk daun.

Napas Arunika sedikit tertahan, itu adalah kalung milik ibunya. Kalung yang ia kira sudah hilang sejak tragedi dua puluh lima tahun lalu.

Angkasa memperhatikan perubahan ekspresinya. “Kau mengenal benda itu?”

Arunika tidak langsung menjawab, matanya tertuju pada kalung itu dengan tatapan yang jauh lebih dingin dari biasanya.

Di dalam kotak itu ternyata juga terdapat sebuah kartu kecil.

Arunika mengambilnya.

Tulisan di kartu itu hanya satu kalimat.

“Aku tak sabar bertemu langsung denganmu.”

Tanpa nama...

Arunika menutup kotak itu perlahan.

Angkasa menyadari sesuatu dari cara wanita itu menatap benda tersebut. “Orang yang mengirim ini… orang yang sama dengan pesan misteriusmu?”

Arunika menghela napas pelan.

“Aku tidak tahu siapa dia.”

Namun satu hal sangat jelas, orang itu benar-benar mengetahui masa lalunya. Dan kemungkinan, pembunuh orang tuanya.

Arunika menutup kotak itu dengan tenang, tatapannya berubah tajam.

“Siapa pun dia…”

Ia berkata pelan. “…dia sedang mencoba memancingku.”

Angkasa menatapnya serius.

“Apa yang akan kamu lakukan?”

Arunika terdiam, tak ada jawaban pasti.

Jauh di langit di atas lautan, sebuah pesawat pribadi melaju menuju Jepang. Kenzo berdiri di dekat jendela, menatap awan di luar dengan senyum samar.

“Sudah menerima hadiahnya, Arunika?”

Ia berbisik pelan, matanya berkilat aneh. Permainan panjang yang ia tunggu selama dua puluh lima tahun… akhirnya dimulai.

1
Anre1201
Orang cerdas / jenius, kadang buta saat melihat character seseorang
Deera__
Aiiihhh Othor Daebak... GK nyangka Veronica malah dijodohin ma Kenzo 🤣🤣🤣
Deera__
benar... dunia kalu dibikin serius monoton GK asikk... harus sedikit menggila makin asyiikk 🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
oalah rupanya Kenzo tidak berbahaya dan jahat... akuu minta maaf sering seudzon padamu Kenzo.. dan cepat nuduh ke kamu lagi.. aduh aku malu 🙈🙈🤭🤭
Deera__
nah kan benar... banyak yg penasaran, ingin tau, mendekat lalu kagum kemudian timbul rasa rakus dan iri dengki serta dendam.
Deera__
emak e wes gendeng dan pembunuh darah dingin psycho
Deera__
masih penasaran .. Kenzo ini dri keluarga mana????
Deera__
dia dalang dan pelaku semua masalah . Ati² kamu sedang diadu domba supanya membenci keluarga Wiratama dan wijaya
Deera__
dia ini dri keluarga mana ya???
Deera__
astaghfirullah ngeri merinding aku 😰😰 anak 18 taun jdi pembunuh, biasa aja setelah itu dan malh manusia dibuat eksperimen dn mainan. GILA ITU ORANG..
Deera__
gila manusia sinting psycho ... kek di China, negeri barat dan india itu ya.. tubuh dan organ dibuat eksperimen.
Deera__
jadi Pelaku ini namanya Kenzo... dn kejutannya ortu Veronika masih hidup cuma di sekap untk dijadikan babu meracik obat²an.. karna ortu Veronika juga orang hebat
Deera__
keknya dia sama jenius kek Arunika dan ortu Arunika. Cuma dia GK suka ada orang yang menyaingi dia. makanya dia akan melenyapkan semua orang yg menghalangi langkah hidup dia. DENGAN KOTOR DAN KEJAM
Deera__
dia sangat kenal banget dan dekat ma arunika dan orangtua Arunika. apakah dia salh satu sahabat atau rekan ortu Arunika yg berkhianat?
Deera__
Arunika jelas utama yg di cari musuh bahkan orang yg iri pdanya bakal makin banyak 🤣🤣🤣
Deera__
super jenius keturunan emak dan bapaknya ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
nah loh perlu dipertanyakan dan dites ulang dia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
si mata batin yang tajam dan instingnya kuat . peka akan sekitar /Good//Good//Good//Smile//Smile//Smile/
Deera__
jenius. real anaknya pasangan doktor Arunika ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
in You're Dream!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!