NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Seleksi Turnamen III

"Teknik tingkat 2, Selubung Qi elemen air."

Dazhi mengayunkan pedang ditangannya dengan ringan. Ayunan pedangnya begitu indah dan luar biasa, namun sangat mematikan bila terkena.

"Argh!!"

Salah satu dari mereka terluka di bagian bahunya. Lan Chiao menatap Dazhi dengan tatapan tak percaya.

"A–Apa... Bagaimana kau tetap bertahan meskipun sudah menerima serangan pamungkas kami?!!" Teriak Lan Chiao frustasi.

Dazhi menatap kearah Lan Chiao, dia mengangkat pedangnya kehadapan pria itu.

"Chaio atau siapapun kau... Dirimu telah melakukan tiga kesalahan."

Dzzttt...

Dazhi mengalirkan Qi yang cukup banyak kepada pedangnya, menciptakan percikan listrik yang bersinar disepanjang mata pedang.

"Yang pertama, kau salah memilih lawan."

Bruk!!

Tiba-tiba satu pengikut Lan Chiao tumbang dihadapannya. Lan Chiao membelalakkan matanya, gerakan Dazhi sangat cepat sampai-sampai Lan Chiao tidak menyadarinya.

"Yang kedua, kau terlalu sombong."

Brukk!!

Satu lagi pengikut Lan Chiao tumbang dalam sekejap mata. Hal ini membuat Lan Chiao mundur secara perlahan.

"S... Siapa kau? Kau mempunyai teknik yang kuat, lalu bisa menyerang tanpa merapalkan nama teknik... I—itu kan hanya bisa dilakukan Grandmaster..."

Mata Lan Chiao bergetar hebat, kilatan listrik di pedang Dazhi menyambar dengan kuat seolah menjadi pengingat kalau Dazhi berada jauh diatas Lan Chiao.

Dazhi tak menjawab pertanyaan Lan Chiao, ia malah melanjutkan ucapannya tadi.

"Yang ketiga, nama teknikmu itu terlalu norak."

Sringg!!

Dazhi bergerak sangat cepat seperti kilatan guntur menerjang kearah Lan Chiao. Dia lalu menyarungkan pedangnya kembali.

Lan Chiao berbalik menghadap Dazhi yang ada dibelakangnya. Anehnya, tak terjadi apapun kepada tubuhnya.

"H—Hahahaha!! Ternyata meskipun mempunyai teknik hebat, kau tetap manusia. Cadangan Qi milikmu tentu saja bisa habis, Hahaha!!"

Namun tiga detik berikutnya...

Bzzttt!!!

Sengatan listrik bertekanan tinggi menyengat tubuh Lan Chiao. Pria itu bergetar hebat selama sekitar dua menit sampai akhirnya ambruk dengan kondisi gosong seperti tersambar petir.

Dazhi mendekat kearah Lan Chiao yang kehilangan kesadaran. Dia mengambil token kayu pria itu dengan santainya.

"Ya ampun, Tuanku ini mengerikan yah..."

"Ini masih dalam batas normal karena si Chiao masih hidup. Dulu Dazhi lebih mengerikan loh, dia bahkan sampai mencincang bagian tubuh Kultivator aliran hitam sampai menjadi berkeping-keping..."

***

Kini Dazhi sudah berada di tangga menuju kelantai lima. Paviliun ini mempunyai 6 lantai, jadi seharusnya ini adalah lantai terakhir sebelum benar-benar lolos seleksi.

"Jika ingin naik kelantai lima, 16 token."

Dazhi menunjukkan token kayu yang ia bawa. Panitia penjaga lantai mengangguk setelah menghitung kalau jumlahnya ada 16. Dia lalu mempersilahkan Dazhi untuk naik kelantai selanjutnya.

"Lantai lima adalah lantai pertempuran terakhir. Apabila ingin naik kelantai 6, maka membutuhkan 32 token."

Dazhi mengangguk, ia lalu berjalan secara perlahan menaiki tangga menuju lantai lima.

Dilantai lima, tempat itu lebih sepi dari dugaan. Ada seseorang yang pingsan, tetapi dia tak mempunyai token dan tak menunjukkan tanda-tanda akan bangun.

Dazhi terus menjelajahi lantai lima tersebut, namun benar-benar tak ada orang dilantai ini selain orang yang pingsan tadi. Sekarang, pilihan Dazhi adalah menunggu sampai ada orang yang akan naik.

Tap... Tap... Tap...

Baru saja hendak duduk disudut ruangan untuk menunggu, suara langkah kaki terdengar. Dazhi bangkit dan memasang posisi bersiap.

Suara itu semakin jelas terdengar, orang yang bisa mencapai lantai lima ini setidaknya adalah orang berbakat karena bisa mengalahkan orang dilantai 4. Jadi Dazhi harus bersiap dengan musuh apapun yang mendekat.

Namun diluar dugaan, ternyata sosok yang muncul adalah Guo Bailing. Ketika mata mereka bertemu, Guo Bailing segera menghampiri Dazhi dengan wajah riang.

"Shen Dazhi! Kau berhasil sampai kesini? Tadi aku mencarimu dilantai empat, tapi karena tak kunjung bertemu. Aku akhirnya memutuskan naik kelantai selanjutnya. Ternyata kau sudah berada disini."

"Iya. Musuhku lumayan mudah dikalahkan, jadi aku bisa sampai disini dengan cepat."

"Oh ya? Tadi aku beruntung menemukan tubuh tiga orang yang pingsan, dan siapa sangka, mereka mempunyai token!! Aku mengambil token mereka sehingga tidak perlu susah payah bertarung."

Guo Bailing menceritakan pengalamannya dilantai empat. Dazhi menoleh kearah lain, mungkin tiga orang yang Guo Bailing ceritakan adalah Lan Chiao dan antek-anteknya.

Dalam suasana yang hening itu, Guo Bailing bercelatuk pelan.

"Ini adalah lantai lima. Lalu lantai selanjutnya adalah lantai terakhir untuk lolos seleksi. Tapi untuk sampai dilantai terakhir itu, kita membutuhkan 32 token bukan?"

Dazhi kebingungan, kenapa Guo Bailing menanyakan hal yang sudah jelas?

"Iya."

"Berapa token yang kau punya, Shen Dazhi?"

"Aku punya 16 token."

"Aku juga mempunyai 16 token."

"Oh begitu... Kalau begitu kita harus mendapatkan 32 token untuk masing-masing agar bisa kelantai terakhir. Tapi sayangnya Guo Bailing, disini tidak ada orang selain orang pingsan itu yang tidak mempunyai token apapun."

Dazhi menunjuk kearah orang pingsan yang lumayan dekat dengan mereka. Dia lalu melanjutkan ucapannya.

"Untuk saat ini, mungkin yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu sampai—"

Dazhi menghentikan kalimatnya ketika tiba-tiba dirinya merasakan sesuatu yang dingin menyentuh lehernya.

Itu adalah sebilah pedang yang tajam...

Tatapan Dazhi menjadi dingin. Guo Bailing saat ini sedang mengarahkan pedangnya kepada leher Dazhi.

"Apa kau yakin akan melakukan ini?" Tanya Dazhi.

Guo Bailing menatap Dazhi dengan ekspresi mengancam. Tidak ada lagi wajah ramah nan periang seperti yang ditunjukkannya tadi.

"Serahkan tokenmu Shen Dazhi, kalau tidak... Aku terpaksa mengayunkan pedangku."

Dazhi diam bergeming. Ia paham dengan situasinya sekarang. Guo Bailing selama ini berpura-pura baik padanya karena dia mengharapkan sesuatu. Bukan benar-benar bersikap baik dari lubuk hatinya.

Pria ini sengaja menjadikan Dazhi seperti sebuah 'Celengan'. Ia memberikan token kepada Dazhi sebagai simpanan agar suatu saat ketika dirinya tidak bisa mendapatkan token lagi, Guo Bailing bisa 'mengambil' token yang ia simpan dari Dazhi.

Tentu saja Dazhi sudah memperkirakan semuanya. Ia bahkan telah menyusun beberapa rencana.

Bila Guo Bailing benar-benar baik kepadanya, maka Dazhi akan membiarkannya. Namun bila Guo Bailing berniat buruk padanya, maka Dazhi tak segan memberikan pelajaran kepadanya.

Srett!!

Dengan gerakan yang lihai dan teratur, Dazhi berputar beberapa kali untuk menghindari pedang Guo Bailing. Ia juga sempat mengambil pedangnya dari sarung pedang.

Trangg!!

Suara pedang mereka berdua beradu, Dazhi masih menahan dirinya, tetapi Guo Bailing malah memasang wajah mengancam dengan pikiran kalau dirinya bisa menang.

"Cepat serahkan tokenmu! Lagipula kau masih diranah Kultivasi ke-3! Tak akan bisa menang melawanku yang sudah ranah ke-4!!"

Melihat Dazhi yang tetap melawan membuat Guo Bailing geram. Dia tidak lagi banyak omong dan mengeluarkan tekniknya.

"Teknik tingkat 3! Tebasan Angin mengudara!!"

Dazhi menahan serangannya dengan mudah. Guo Bailing tak hanya tinggal diam, dia terus melancarkan serangan pada Dazhi secara berturut-turut.

"Teknik tingkat 3! Bilah Angin Mematikan!!"

"Teknik tingkat 3! Seribu Tusukan Angin!!"

Namun mau diserang sekeras apapun, Dazhi tetap berhasil bertahan dari setiap serangan Guo Bailing membuat pria itu kesal dan mengernyitkan dahinya.

"Kau terus bertahan!! Mengapa tidak menyerang?!"

"Baiklah... Kau yang meminta."

Dazhi mengeratkan pegangannya pada Pedang, ia lalu mendorong pedangnya dengan sangat kuat menekan pedang Guo Bailing.

Prangg!!

Pedang Guo Bailing pecah menjadi berkeping-keping. Hanya menyisakan gagang pedangnya. Guo Bailing benar-benar terkejut, bagaimana itu mungkin?

Dalam keterkejutannya, Guo Bailing sadar kalau Dazhi lebih kuat dari dugaan dan dirinya tidak mempunyai kesempatan menang. Ia segera berlutut.

"E... Eh... Maaf, aku tadi hanya bercanda. Ini... Semuanya salah paham... Haha... Shen Dazhi, kau memaafkan ku bukan?"

Diluar prediksi BMKG, Dazhi menyimpan kembali pedangnya kedalam sarung pedang.

Guo Bailing menghela nafas lega, ia berpikir kalau Dazhi itu terlalu polos dan memaafkannya. Namun apa yang Dazhi ucapkan berikutnya membuat dia benar-benar gemetar...

"Teknik tingkat 1, Kepalan Qi Spiritual."

Dazhi mengalirkan Qi nya pada tinjunya, membuat tulang tangannya terasa lebih kuat dan ringan.

"T—Tunggu... Kita bisa membicarakan ini—"

Bughhh!!!

1
Dazhi saja
Alur mungkin akan lumayan lambat
Biru.
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Biru.
up up🌹
Dazhi saja: siapp😁
total 1 replies
Biru.
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi saja: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Biru.
haha🤭
Biru.
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi saja: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Biru.
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi saja: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Biru.
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi saja: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!