NovelToon NovelToon
Tumbal Cinta Tuan Muda

Tumbal Cinta Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Season 1 menegangkan dan Season 2 kocak abis.

Tak pernah Venus bayangkan bahwa dia harus terjebak pernikahan dengan pewaris tunggal sebuah perusahaan terbesar di kotanya dan hanya menjadi tumbal atas kutukan keluarganya.

Segala kesusahan dalam hidupnya dan perlakuan buruk orang orang disekitarnya, menjadikan Venus sosok wanita yang kuat dan berani.

Namun siapa sangka akhirnya dia malah jatuh cinta kepada Tuan Muda tampan itu.
Akankah cintanya berbalas?

IG : nevi_andriani90
FB : Nevi Andriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Reino pun menceritakan semua drama yang terjadi selama ini, Reino berharap setelah ini tak ada lagi kejadian serupa.

Flashback on ...

Malam itu dirumah sakit, Reino dengan wajah mengantuknya sedang mengobrol dengan Erik, tapi tiba-tiba perawat yang sedang mengecek kondisi Venus berlari dari ruangan gadis itu untuk memanggil dokter. Membuat Reino maupun Erik menjadi khawatir.

Reino berlari menerobos masuk keruangan Venus diikuti juga oleh Erik, seketika mereka terkesiap melihat Venus.

"Venuuuuss ...!!!" Reino berlari mendekati gadis itu, cairan bening segera turun dari pelupuk matanya. Hatinya terlalu bahagia, sampai-sampai air matanya pun terjatuh.

"Nona Muda!" Erik memekik pelan dan memandang lekat wajah pucat itu.

Mereka kaget sekaligus senang, ternyata Venus sudah sadar dan membuka matanya.

"Kau sudah sadar? Kau baik-baik sajakan?" Reino buru-buru menyeka air matanya, dia bertanya untuk memastikan kondisi Venus.

"Iya, aku baik-baik saja." Suara Venus terdengar sangat pelan.

"Syukurlah ... terima kasih, Tuhan." Reino menghela nafas pelan dan tersenyum, dia sempat takut kehilangan Venus karena kondisinya yang kritis, tapi sekarang gadis itu telah membuka matanya.

Erikp pun ikut merasa lega.

Kemudian perawat tadi kembali bersama seorang dokter yang berjalan tergesa-gesa, mereka langsung menghampiri Venus dan segera memastikan kondisi gadis itu.

Setelah memeriksa kondisi Venus, dokter itu mendekati Reino dengan wajah yang tenang.

"Nona ini sudah melewati masa kritisnya, kondisinya sangat baik, ini benar-benar keajaiban. Dia hanya butuh istirahat. Sekitar satu mingguan, dia sudah bisa beraktifitas lagi, tapi tetap tidak boleh melakukan hal-hal yang berat." Dokter itu menjelaskan.

"Baiklah, terima kasih!"

"Saya permisi dulu." Dokter itu berlalu dari ruangan Venus diikuti oleh perawat-perawatnya.

"Maaf, Tuan ... ada yang ingin saya katakan. Bisakah kita keluar sebentar?" Erik bertanya dengan ragu.

"Katakan saja disini!"

"Saya takut Nona Muda terganggu." Erik tertunduk takut.

"Baiklah!" Reino keluar dari ruangan Venus bersama Erik. Venus hanya memandang kepergian dua pria itu tanpa bertanya, rasanya dia masih terlalu lemah untuk mencampuri mereka.

***

Reino dan Erik duduk saling berhadapan, sesekali Erik mengedarkan pandangannya memperhatikan sekitar, Erik takut ada yang memata-matai mereka. Setelah dirasanya aman, barulah pria itu mulai berbicara.

"Tuan, apa tidak sebaiknya kita rahasiakan kondisi Nona Muda? Saya yakin si pelaku masih mengincar nyawanya, dia pasti sedang mencari tahu tentang kondisi Nona Muda." Erik berkata dengan pelan, takut ada yang mendengar.

"Maksud kau, menyembunyikannya?" Reino menautkan kedua alisnya, memandang bingung Erik.

"Iya, saya sudah punya rencana, Tuan. Bagaimana kalau kita buat seolah-olah Nona Muda sudah tiada, lalu kita buat pemakamannya." Erik menyampaikan rencananya dengan hati-hati.

"Ide gila macam apa ini?" Reino memekik tak terima.

"Tenanglah, Tuan Muda! Hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa mencari tahu kebenarannya tapi tetap melindungi Nona Muda. Percayalah kepada saya!" Erik berusaha meyakinkan Reino. Sejenak pria tampan itu tampak berfikir.

"Baiklah, kau ada benarnya juga! Lalu dimana kita akan menyembunyikannya? Mama pasti tahu kalau aku menyembunyikannya dia setiap rumah milik keluargaku." Reino menghela nafas pelan.

"Di rumah dokter Kenan!" Erik menjawab dengan tegas.

"Hey ... kau cari mati ya? Enak saja mau menyembunyikan dia di rumah si playboy itu, sama saja seperti keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya." Lagi-lagi Reino tidak terima dengan rencana Erik, wajah tampannya kini terlihat kesal.

"Tuan, kondisi Nona Muda masih sangat lemah, dia butuh seseorang yang bisa merawatnya dengan baik selama kita menyembunyikannya dan saya rasa dokter Kenan bisa dipercaya." Erik masih berusaha meyakinkan majikannya itu.

"Ya sudahlah, kali ini aku menuruti rencanamu. Aku akan menghubungi Si gila itu." Reino pasrah lalu merogoh ponsel di sakunya dan menghubungi Kenan.

Setelah memdapat persetujuan Kenan, siang harinya, mereka membawa Venus dari rumah sakit. Mereka membawa Venus yang ditutupi kain putih seperti mayat, tentu saja pihak rumah sakit sudah di ancam agar menutup rapat mulut mereka perihal kejadian ini.

Erik mempersiapkan pemakaman bohongan atas nama Venus, tidak sulit baginya untuk melakukan itu mengingat pemakaman itu adalah pemakaman keluarga Brahmansa.

Lalu memberi kabar kepada Liana dan keluarga Winata, sungguh sempurna akting Reino maupun Erik.

Boy yang mendengar kabar kematian Venus, juga hadir di pemakamannya dan hanya memandang dari kejauhan.

Flashback off ...

Liana dan Diana terkesiap mendengar penjelasan Reino, sungguh mereka nggak menyangka Reino bisa melakukan semua ini.

"Kalau dia masih hidup, lalu suara tangis siapa yang Mama dengar di dalam kamarnya itu?" Liana bertanya dengan penasaran.

"Suara ini maksud Mama?" Reino memutar audio disebuah ponsel dan memperdengarkan suara tangisan yang sama sepeti Liana dengar.

"Rein ... kau ...?" Liana semakin terkejut.

"Aku meletakkan ponsel ini di dalam kamar Venus, lalu saat Mama melewati kamar Venus, aku menghubungi nomor di ponsel ini agar suara deringnya berbunyi. Suara ketukan pintu itu juga rekayasa." Reino tersenyum samar, Venus hanya menutup mulutnya menahan tawa saat melihat wajah bodoh Liana dan Diana.

"Lalu wanita yang Mama lihat itu?" Liana semakin penasaran.

"Ina, kau bisa menampakkan dirimu sekarang!" Reino memanggil Ina yang sedari tadi sudah berdiri di luar kamar Liana.

Liana dan Diana terkejut setengah mati saat melihat Ina masuk dengan dandanan yang sama persis seperti hantu wanita yang Liana lihat.

"Kau ...? Bagaimana dengan lampu yang mati dan hidup dengan sendirinya? Itu juga ulahmu?" Liana menatap tajam Ina, dan pelayan itu hanya mengangguk pelan.

"Jadi selama ini kau yang menakut-nakutiku? Dasar kurang ajar! Kau ku pecat!" Emosi Liana sungguh sudah memuncak, dia berteriak memecat Ina.

"Kenapa harus memecatnya, Ma? Dia hanya menuruti perintahku saja. Mama tidak bisa memecatnya!" Reino berbicara dengan nada pelan tapi penuh penekanan.

"Kenapa kau melakukan semua ini kepada Mama, Rein? Mama sangat ketakutan dan hampir gila dengan semua ini!" Liana meninggikan suaranya, amarahnya sungguh tak bisa terbendung lagi. Diana hanya diam memandangi keributan ini, rasanya saat ini dia ingin sekali pergi dari rumah Reino untuk menghindari kekacauan ini.

"Maaf, Ma ... aku mencurigai Mama bersekongkol dengan Boy, kalau itu memang benar, aku harap Mama jujur!" Reino menatap lekat netra hitam Liana.

"Boy ...? Ke ... kenapa dengan Boy?" Mendadak Liana menjadi gugup, sementara Diana hanya tertunduk menghela nafas mencoba untuk tenang.

"Dia yang menikam Venus malam itu, polisi sudah menangkapnya. Aku mencurigai Mama bersekongkol dengannya." Reino menjelaskan dengan tenang.

"Apa ...? Kau tega menuduh Mama seperti itu?" Liana mulai terisak, tubuhnya bergetar hebat.

"Aku tahu Mama terlalu membenci Venus."

"Mama nggak sekeji itu, Rein!" Liana membentak Reino.

"Lalu apa yang kalian bicara bersama Boy waktu itu?" Pertanyaan Reino kali ini benar-benar membuat Liana dan Diana gemetaran.

"Apa ...? Pasti perawat jelek itu yang menyampaikannya kepadamukan? Aku akan memecatnya!"

"Tidak perlu, Nyonya! Dia sudah mengundurkan diri." Venus berbicara dengan nada santai.

"Diam kau! Aku tidak bicara kepadamu! Ini semua gara-gara kau, putraku sampai berani menuduhku dan melakukan semua ini!" Liana menghardik Venus, tatapannya begitu penuh kebencian.

"Cukup, Ma ...! Hentikan semua ini! Mulai sekarang berlaku baiklah kepada istriku!" Reino berkata dengan nada tinggi, kata-kata pria itu benar-benar membuat semua orang yang mendengarnya kaget, terutama Venus.

Apa yang dia katakan tadi?

Dia mengakui aku sebagai istrinya?

"Keluar semua dari kamarku!" Liana berteriak mengusir semua orang, dia semakin emosi mendengar kata-kata Reino.

Reino, Venus, Ina dan Diana pun berlalu keluar dari kamar Liana. Lalu wanita itu membanting pintu dan menguncinya.

Ina kembali ke dapur, sementara Reino, Venus dan Diana masih terpaku di depan kamar Liana.

***

Maaf ya kalau ceritanya agak ngebut, biar mggak bosan karena bertele-tele.

Jangan lupa votenya ya sayang aku....💜

1
Maa Yanti Maa Yanti
waduh jiwa jomloo ku meronraa liht yg ganteng ini mh 😍😍🤤🤤
Maa Yanti Maa Yanti
semangaat thor ku sayang 🫶💕 cerita nya seru biarin aja mirip jg atuh da ta sama klau bisa mh jngan dibnding"kn cerita na bisa" lierrrr yg pnting hapyy baca na atuh ah 🙏🙏😅😅
Maa Yanti Maa Yanti
tah kitu lawan atuh venus jngan diam wae 💪💪
ione
Luar biasa
Erna Kurniawati
Kecewa
Erna Kurniawati
Buruk
Moza9i
salah Reino jg sih pake dirahasiain segala. harusnya kasih tau aja, gak mgkin venus ninggalin dy walaupun udah ketemu kakaknya, kan mereka udah jadi suami istri sah.
Moza9i
salah sendiri gak mengakui istri sendiri, jd banyak yg naksir deh 🤣🤣
Moza9i
dari pada cari info keluarga kandung venus, mending cari pendonor lain dulu kan?
Moza9i
dasar si venus aja yg bego, gak belajar dr pengalaman
Moza9i
venus ini keluarga atau pembantu sih? masa 1 pun orang di rumah itu gak ada yg baik sama dy?
Moza9i
"baru separuh dia meminum jus jeruk itu, ..." berarti kira² sudah setengah gelas dong yg diminum, masa baru disemburin? harusnya seteguk aja thor
Iin Karmini
🤣🤣🤣🤣bukan kepompong lagi ya udah ganti😅😅😅
Iin Karmini
aku kecewa thor klo erik sma erika...dia jahat ga pantes sma erik yg baik, 21 thn venus d kluarga winata selama itu mereka menjahatinya..cariin jodoh erik yg lain dong
Iin Karmini
utk org yg seumur hidupnya d aniaya terus menerus...penolakanmu trhadap kk mu sgt brlebihan venus meskipun alasannya merasa mustahil karna merasa punya kluarga, nyesel kan skarang???
Iin Karmini
hrsnya kau senang kau bukan bagian dri kluarga kejam itu venus...ah mengecewakn jga karaktermu
Iin Karmini
ck knapa slalu emosi denger" aja kek...d aniaya kluarga winata aja sabar
Iin Karmini
bapanya erik yaa thor
Iin Karmini
sembarangan ganti nama org nih tuan muda🤣🤣vino =kecoa, kenan= siluman laba"...ntah apa lgi nanti jka ada org lain lgi yg bikin dia kesel
Iin Karmini
pasrah amat venus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!