"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Jadi.. rencana loe apa? " Sarah duduk di samping Sera yang tengah menikmati sarapan paginya, dengan wajah cerah sumringah. Sarah menebak jika teman nya itu tengah bahagia.
" Rencana gue udah bulat. Gue udah atur rencana buat menyingkirkan si Resty sialan itu. Dan.. gue nanti butuh bantuan elo Sar. ". Jawab Sera senang. Sementara Sarah hanya mengangguk kan kepalanya. sebagai respon.
" Gue baru dapat kabar dari Pak tua itu. kalau mas Bagas sedang di luar kota. Baru kemarin berangkat nya. Itu orang selalu aja nggak ngabarin gue huh! " Dengus Sera kesal.
Sarah hanya diam mendengar keluhan Sera. " Bilang aja. Apa yang harus gue lakuin buat bantu elo. " Ucap Sarah yakin.
"Entar gue kasih tahu. Sekarang elo pesan makan dulu. Nanti setelah perut kenyang baru kita bahas urusan lain. "
Sarah pun memesan makanan karena ia pun sudah sangat lapar,
🍒🍒🍒🍒🍒
Hari kedua setelah keberangkatan Bagas. Resty mendapat telpon dari Buana yang tengah mengadakan rapat bersama beberapa Investor di kantor Pusat. Buana mengatakan jika ada beberapa berkas penting yang tertinggal di ruang kerja Bagas. yang ada di rumah.
Dan memohon bantuan Resty untuk mengantarkan nya ke Kantor. Sebab dirinya tidak memungkinkan untuk datang mengambil nya sendiri. Tidak mungkin meninggalkan ruang rapat, Sementara Berkas penting itu. Tidak boleh di ambil dengan sembarang orang.
Resty pun menyanggupi untuk datang ke Kantor. Sekalian juga ingin melihat-lihat suasana kantor setelah sekian bulan tidak pernah berkunjung karena kehamilan nya,
Dengan menitip kan Baby Tiara kepada Bula. Resty pergi dengan mengendarai mobil sendiri. Sepanjang perjalanan menuju kantor. Tercetus sebuah pemikiran yang tiba-tiba saja mencuat di kepalanya.
Resty menghubungi pengacara keluarga nya, untuk menyiapkan beberapa berkas. Resty juga meminta sang pengacara Untuk menemuinya di Kantor. hari itu juga.
Setelah berkendara beberapa menit Resty tiba di kantor, beberapa karyawan menunduk hormat kepada nya. Resty berjalan dengan anggun menuju lift khusus petinggi perusahaan tersebut.
Setelah menyerahkan berkas yang di butuhkan kepada Asisten suaminya yaitu Buana. Resty segera menuju ruangan CEO. Bertepatan dengan suara notif yang masuk ke ponsel nya. Pesan tersebut dari sang pengacara yang mengabarkan jika beliau sudah datang. dan kini tengah menunggunya di ruangan khusus untuk tamu. Ruangan yang bersebelahan dengan ruangan CEO. Resty segera mempercepat langkah nya menuju ruangan dimana sang pengacara telah menunggunya.
"Ini semua berkas yang Nona minta tadi." Sang pengacara menyodorkan berkas sesuai yang di minta Resty saat di perjalanan tadi.
"Terimakasih Pak Hutomo. Mohon maaf saya sudah membuat anda repot dengan permintaan dadakan Saya ini. Saya pelajari dulu ya," Ucap Resty sembari meraih berkas yang di sodorkan pengacara Hutomo.
"Ah tidak apa-apa Nona. Ini memang sudah tugas saya. Silahkan di cek dulu."
"Baik pak semua sudah sesuai dengan keinginan saya. Dimana saya harus tanda tangan?"
"Maaf Nona Resty. Sebelum nya saya ingin memastikan.. Apakah keputusan Nona ini sudah yakin ingin memindahkan seluruh aset atas nama Mutiara Ayunda Sinantria? " Tanya pengacara Hutomo. Yang ingin memastikan sekali lagi, tentang pengalihan seluruh aset miliknya itu.
"Saya sudah yakin pak. Jika Seluruh harta warisan dari Ayah saya. Akan saya alihkan kepada Putri semata wayang saya. Mutiara. Dan untuk sementara ini biarkan semua dikelolah oleh Suami saya. Hingga saat nya tiba nanti. Saat putriku genap berusia 20 tahun. Kecuali Aset yang memang hasil dari kami berdua, itu biarkan menjadi urusan Mas Bagas. saya nggak akan ikut campur. "
Pengacara Hutomo nampak terdiam sejenak. Saat mendengar penjelasan Resty. Dalam hati pria paru baya itu nampak terheran-heran. Perkataan Resty seperti dirinya akan... Pengacara Hutomo menggelengkan kepalanya. bisa-bisanya berpikiran yang tidak-tidak tentang Resty.
Resty duduk di kursi kebesaran sang Ayah. yang sekarang sudah beralih kepada Bagas suaminya. Setelah puas mengelilingi ruangan yang dulu adalah tempat nya bermain. saat sang Ayah membawanya serta ke kantor. Pengacara Buana sudah pergi setengah jam yang lalu.
"Ayah.. aku merindukanmu mu. " Ucap nya sembari memeluk figura sang Ayah yang memang masih terpajang di atas meja kerja yang kini telah beralih menjadi meja kerja Bagas.
Setelah puas memeluk figura sang Ayah. Resty bangkit dari duduk nya, ia memutuskan untuk kembali pulang. sudah cukup lama meninggalkan sang Putri di rumah.
Entah mengapa langkah kaki nya membawanya ke ruangan yang berlawanan arah dengan jalan keluar. Resty menelan kan langkah nya saat samar-samar mendengar suara orang yang tengah berbincang. serius.
"Jangan sampai gagal. ini kesempatan kita.
Besok saya sudah mendengar berita kematian nya. " Ucap Angkasa kepada Putra nya.
"Tapi bagaimana jika ketahuan polisi Pah? " Jawab putra nya yang nampak ragu.
"Tenang saja. Sera yang akan memikirkan bagaimana caranya mengeksekusi Target. kamu hanya Memastikan kelancaran rencana kita ini. Jadi kalau ada apa-apa nanti bukan kita yang akan menjadi tersangka nya. " Ucap Angkasa dengan senyum smirk nya.
Resty menutup mulut nya tak percaya. sang paman berencana menyingkirkan Dirinya. Resty mundur dengan tubuh gemetar. air matanya sudah berjatuhan. karena syok dengan apa yang ia dengar barusan. Resty tidak sengaja menyenggol Tempat sampah yang berbahan dari Stainless. dan menimbulkan suara yang begitu Nyaring.
Membuat Angkasa dan putranya segera keluar dari ruangan nya.
Sebelum ketahuan Resty segera berlari menuju Lift. Namun sebelum dirinya benar-benar masuk kedalam kotak persegi itu. Sang paman sempat melihat nya, bahkan sempat mengejar nya.
🍒🍒🍒🍒🍒
Maaf ya. tadinya mau di satukan tapi udah terlalu panjang bab nya🙈🏃♀️🏃♀️🏃♀️
rindu tiara