Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.
Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.
Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?
Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Lamaran yang mendadak
Raja duduk tegak di atas tempat duduk kerjanya di hotel, menatap telepon di depannya dengan ragu. Dia ingin menghubungi Rohit untuk memberikan niat baiknya menyambut artis terkenal yang kini tiba di hotel mereka, tetapi dia merasa sedikit gugup.
Dengan tangan yang gemetar, Raja menekan nomor kamar Rohit. Telepon berdering beberapa kali sebelum akhirnya terangkat di ujung sana.
"Hello?" kata suara di ujung telepon. Tetapi suara yang menjawab bukanlah suara Rohit. Sebaliknya, itu adalah suara wanita yang lembut dan halus.
"Hallo, bisakah aku berbicara dengan Pak Rohit?."
Sejenak Rani terdiam saat mendengar suara orang di telepon itu, lalu hendak memanggil Rohit dan memberitahunya ada telpon untuknya.
Raja merasa seolah-olah jantungnya berhenti berdetak selama satu detik. Rani, mantan istrinya kini dia mendengar suaranya. Mereka berpisah secara tidak baik beberapa tahun yang lalu dan tidak pernah berbicara sejak itu.
Namun, meskipun beberapa tahun telah berlalu, Raja masih bisa merasakan kehangatan di dalam hatinya ketika ia mendengar suara Rani. Dia merasa seperti waktu telah berhenti dan mereka kembali ke saat-saat indah saat mereka bersama.
"Pak... Ada telepon untukmu, katanya dia menejer hotel ini."
"Oh, iya, baiklah."
Rohit pun menghampiri Rani dan mengambil telponnya setelah sebelumnya meminta maaf karena Rohit tidak sengaja menabrak Rani dan Rani pun hanya tersenyum. Kedekatan mereka terdengar jelas oleh Raja di ujung telepon sana.
"Hallo?."
"Hallo Pak Rohit, aku menejer hotel ini namaku Raja. Aku ingin memastikan jika anda merasa nyaman di hotel kami."
"Ya, aku merasa nyaman... Hotelnya ini sangat indah. Anda tidak perlu khawatir aku baik-baik saja dan akan merasa nyaman selama tinggal disini. Terima kasih atas perhatiannya."
Lalu Rohit menutup telponnya dan duduk di samping Rani yang sedang menyiapkan kopi.
Rohit duduk di samping Rani dengan serius. Dia memandang Rani tajam, membuat Rani merasa sedikit tidak nyaman.
"Rani, kamu tahu aku sudah memiliki segalanya. Karirku, kekayaanku, semuanya sudah aku miliki. Tapi satu hal yang belum aku dapatkan... adalah kamu."
Rani terkejut dan merasa sedikit terharu mendengar kata-kata Rohit. Rohit memegang tangan Rani lembut. "Rani, aku mencintaimu dan aku ingin kamu selalu ada di sisiku. Apakah kamu mau menikah denganku?."
Rani merasa terkejut dan sedikit malu. Dia tidak tahu bagaimana merespons. Dia merasa senang mendengar perkataan Rohit, tetapi dia tidak yakin apakah dia siap untuk menikah dengan lagi.
Rohit melihat ekspresi wajah Rani yang merasa tegang dan mencoba untuk memahami perasaannya.
"Rani... Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Tentang dirimu, tentang masa lalumu?."
Pertanyaan Rohit membuat Rani semakin tegang dan merasa ragu untuk bicara.
"Dengarkan aku Rani, aku tidak peduli dengan semua masa lalu yang akan kamu katakan. Dan aku tidak peduli dengan masa lalumu, karena yang aku tau adalah sekarang, masa depanmu."
"Pak Rohit... Anda tidak tau tentang masa laluku."
"Lalu, kalau begitu, ceritakan tentang masa lalumu. Aku ingin mendengarnya."
"Aku adalah seorang janda, aku pernah mencintai seseorang dan menikah dengannya. Tapi pernikahan kami hanya sebentar dan belum lama ini kami bercerai."
"Baiklah... Aku mengerti semuanya. Masa lalumu sudah berlalu, yang aku lihat adalah Rani yang sekarang ada di depan mataku. Jadi bagaimana, apakah kamu akan menjawab Ya atau Ya? Karena kamu tidak mungkin akan menjawab tidak bukan?."
Rani menatap Rohit dan menyunggingkan senyumannya tanpa berkata. Tapi Rohit menganggap diamnya Rani itu sebagai tanda setuju untuk menikah dengannya.
" Yes, aku anggap kamu menerima lamaran ku."
Rani merasa terkejut saat Rohit berdiri dari duduknya dan tertawa bahagia dan berkata,
"Kalau begitu, kita akhiri saja acara syuting ini dan kita pulang ke rumah. Aku akan menyiapkan semuanya untuk acara pernikahan kita."
"Tidak Pak, anda jangan melakukan itu." tolak Rani.
"Kenapa?."
"Anda lakukan saja pekerjaan anda terlebih, jika sudah selesai semuanya terserah anda. Jangan sampai hal ini mengganggu pekerjaan kita."
"Ok, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan kita akan segera menikah. Yuhuu!."
Sementara Rohit sedang bergembira atas lamarannya yang di terima Rani, Rani hendak keluar untuk satu urusan lalu di panggil lagi oleh Rohit.
"Rani, untuk merayakan hari kebahagian ini, aku akan membuat sebuah pesta nanti malam di hotel ini."
Rani menoleh sejenak dan mengiyakan. Rani berbalik dan hendak pergi lalu terhenti lagi saat Rohit berkata,
"Tolong kamu hubungi menejer hotel ini dan katakan padanya tolong siapkan pestanya secara sempurna."
"Baiklah...."
"Mmmm, menejer hotel ini namanya Raj, Raja, kamu segera temui dia, ya."
Rani terkejut ketika dia mendengar nama manajer hotel tersebut, Raja, karena dia berpikir bahwa itu adalah Raja mantan suaminya. Matanya melebar dan mulutnya terbuka ketika dia mendengar nama itu diucapkan.
Setelah beberapa saat terdiam, Rani langsung pergi ke kamarnya untuk memikirkan hal tersebut. Dia berusaha mengingat semua kenangan dan momen dengan Raja mantan suaminya, dan membandingkannya dengan manajer hotel yang baru saja dia dengar namanya.
Setelah beberapa lama memikirkan hal itu, Rani akhirnya menyadari bahwa manajer hotel itu tidak mungkin Raja mantan suaminya. Dia mengingat bahwa Raja mantan suaminya tidak pernah tertarik dengan bisnis hotel dan tidak memiliki koneksi atau pengalaman di bidang tersebut.
Setelah merasa lega dan memutuskan untuk melupakan masa lalunya dengan Raja mantan suaminya, Rani pergi ke resepsionis dan bertanya tentang manajer hotel yang baru saja dia dengar namanya. Dia ingin tahu lebih banyak tentang latar belakang dan pengalaman manajer hotel tersebut.
Rani menanyakan nama, tempat tinggal, dan asal-usul manajer hotel itu kepada resepsionis. Dia ingin memastikan bahwa dia tidak salah mengira dan bahwa manajer hotel itu tidak ada hubungannya dengan Raja mantan suaminya.
Rani terkejut dan hampir tidak percaya ketika resepsionis memberitahunya bahwa manajer hotel yang baru saja dia dengar namanya benar-benar Raja mantan suaminya. Dia merasa campur aduk dan tidak tahu harus berbuat apa.
Tanpa disadari, Raja telah berdiri di belakangnya dan mendengar semua pembicaraan Rani dengan resepsionis. Dia merasa senang saat mengetahui jika Rani masih mengingatnya.
Menyadari kedatangan menejernya, resepsionis itu berkata,
"Pak, anda disini. Nona ini ingin bertemu dengan anda. Nona, ini Pak Raja, menejer hotel ini."
Rani terkejut ketika dia berbalik dan melihat Raja berdiri di belakangnya. Dia merasa sedih dan marah pada saat yang sama ketika melihat senyum di wajah Raja. Rasa kebencian dan rasa sakit atas kesalahan masa lalu suaminya masih terasa sangat kuat di dalam dirinya.
Rani tidak tahan melihat Raja dan langsung pergi meninggalkannya tanpa bicara satu katapun. Dia merasa tidak ingin berbicara dengannya, bahkan melihat wajahnya saja membuatnya merasa tidak nyaman.
Raja merasa sedih dan kecewa ketika melihat Rani meninggalkannya dengan sikap dingin dan tanpa bicara satu kata pun. Dia menyadari betapa besar kesalahan masa lalunya dan berharap bisa memperbaikinya. Namun, dia juga menghormati keputusan Rani untuk tidak ingin berbicara dengannya.
Bersambung...
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰