NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: tamat
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:299.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 21.

Suara baling-baling helikopter mengguncang udara di atas Pelabuhan Timur. Sorot lampu dari langit menyapu area pertempuran yang dipenuhi asap, darah, dan puing-puing kendaraan yang terbakar.

Semua orang menghentikan tembakan, karena lambang yang terukir di badan helikopter. Lambang yang sangat jarang muncul. Dan ketika muncul, biasanya akan ada organisasi yang lenyap dari peta dunia bawah.

Leon Romanov menyipitkan mata, Antonio mengumpat pelan. Bahkan Lorenzo yang terkenal selalu tenang, ikut memasang ekspresi serius.

Michael juga mengenali simbol itu, sebuah lingkaran hitam dengan tiga mahkota perak. Dewan Dunia Bawah, kelompok yang selama puluhan tahun mengendalikan keseimbangan kekuasaan organisasi kriminal internasional. Mereka jarang ikut campur, namun jika turun tangan artinya sesuatu telah dianggap mengancam stabilitas seluruh dunia bawah.

Pintu helikopter utama terbuka, seorang pria tua turun lebih dulu. Rambutnya sudah memutih, tubuhnya tidak besar. Namun begitu kedua kakinya menyentuh tanah, suasana langsung berubah.

Tidak ada yang berani meremehkannya, karena semua orang mengenalnya—Victor Dragunov. Salah satu anggota tertinggi Dewan Dunia Bawah.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Victor menatap pelabuhan yang porak-poranda. Mayat bergelimpangan di antara peti-peti kargo, senjata tercecer di mana-mana. Kobaran api menyala liar, memantulkan cahaya merah ke segala arah, berpadu dengan noda darah yang berceceran di sepanjang dermaga.

Victor menghela napas panjang. "Kalian membuat kekacauan besar."

Tak ada yang menjawab.

"Kau mengecewakanku." Victor akhirnya menatap Dante Moretti.

Wajah Dante berubah. "Itu tidak sesederhana yang Anda pikirkan."

"Diam!" Victor mengangkat tangan.

Hanya satu kata, namun Dante langsung terdiam. Karena bahkan Moretti tidak cukup kuat untuk menentang Dewan.

Victor segera mengalihkan tatapannya kepada Leon Romanov. "Dan kau juga!"

Leon tetap tenang, seolah kekacauan di sekeliling mereka bukan apa-apa. "Mereka yang lebih dulu menyentuh keluargaku."

"Tetap saja, itu bukan alasan untuk memicu perang sebesar ini!" Rahang Victor mengeras.

Leon menatapnya tanpa sedikit pun penyesalan. Namun, ia tidak membantah. Karena mereka berdua sama-sama memahami satu kenyataan yang tak pernah berubah dalam dunia mafia: alasan hanyalah dalih bagi pihak yang kalah. Pada akhirnya, yang menentukan segalanya bukan siapa yang benar, melainkan siapa yang bertahan dan keluar sebagai pemenang.

Victor lalu menatap Michael, tatapannya sedikit lebih lama. "Kensington."

Michael mengangguk singkat.

"Pria cerdas... seharusnya tidak berdiri di tempat yang salah." Victor tersenyum tipis, perkataannya penuh teguran.

Perkataan pria itu membuat wajah Michael mengeras, namun ia memilih diam.

Beberapa waktu kemudian, seluruh pemimpin organisasi dibawa ke gudang utama pelabuhan yang masih utuh. Suasana jauh lebih tegang dibanding baku tembak sebelumnya, karena peluru mungkin bisa dihindari. Namun keputusan Dewan Dunia Bawah bisa menentukan hidup dan mati seluruh organisasi.

Victor duduk di kursi paling depan, di belakangnya berdiri belasan pengawal elite.

"Mari kita langsung ke inti masalah." Ia membuka sebuah berkas. "Dalam satu bulan terakhir, Moretti kehilangan sebelas wilayah. Tiga pelabuhan, lima gudang. Dan juga, dua jalur perdagangan internasional."

Victor menutup berkas itu, tatapannya beralih kepada Dante. "Lalu mencoba menculik cucu Romanov. Apa kau membantah, Dante?"

Dante tak berani menyangkal, karena semua bukti memang ada.

"Kensington membantu operasi Moretti." Victor kemudian membuka berkas lain.

Michael tetap terlihat tenang. "Aku tidak membantah."

"Setidaknya kau masih jujur." Victor tersenyum tipis, kemudian pria tua itu berdiri. Tatapannya menyapu seluruh ruangan. "Dewan memutuskan..."

Semua orang menahan napas.

"Untuk tidak ikut campur."

Ruangan langsung hening.

Antonio mengernyit, Dante terlihat bingung. Bahkan Lorenzo dan Michael sedikit terkejut.

Victor melanjutkan, tatapannya berubah dingin. "Perang ini dimulai oleh kalian, dan kalian akan menyelesaikannya sendiri. Tetapi, siapa pun yang menyerang keluarga sipil, anak-anak, rumah sakit, atau wilayah netral... akan berhadapan langsung dengan Dewan."

Suasana langsung membeku, karena ancaman itu sangat jelas. Romanov boleh membunuh Moretti, dan begitu pun sebaliknya. Namun jika ada yang menyentuh anak-anak seperti Vincenzo lagi... Dewan sendiri yang akan turun tangan.

Victor menutup map.

"Pertemuan selesai."

Namun sebelum ia pergi, pintu gudang terbuka. Seorang pria masuk tergesa-gesa, wajahnya pucat.

"Nona Velicia mengirim pesan darurat."

Leon langsung berdiri. "Apa yang terjadi?"

Pria itu menelan ludah. "Lima belas menit lalu, salah satu gudang utama Romanov di pelabuhan utara diserang."

Antonio mengumpat. "Moretti?"

"Hei! Aku masih di sini!" protes Dante dengan kesal.

Pria itu pun menggeleng. "Bukan, bendera yang mereka gunakan tidak dikenal."

"Berapa jumlah mereka?" Lorenzo menyipitkan mata.

"Sekitar tiga ratus orang."

"Korban?"

"Tiga puluh dua anggota kita tewas."

Ruangan langsung berubah dingin, karena semua orang sadar. Romanov sedang berperang dengan Moretti, namun malah ada pihak ketiga yang baru saja ikut masuk. Dan mereka cukup kuat untuk membantai tiga puluh dua anggota Romanov dalam satu malam.

Victor Dragunov perlahan membalikkan badan, tatapannya menjadi sangat tajam.

"Akhirnya..."

"Apa maksudmu?" Leon mengernyit.

Victor menatap seluruh orang di ruangan itu. "Kalian terlalu sibuk saling membunuh sampai tidak sadar, musuh yang sebenarnya sudah bergerak."

Jantung beberapa orang langsung berdebar. Karena dari cara Victor berbicara, seolah pria tua itu sudah mengetahui sesuatu yang belum diketahui siapa pun.

Dan firasat buruk mulai muncul di hati semua orang, perang antara Romanov dan Moretti ternyata hanyalah permulaan. Ada kekuatan yang jauh lebih besar sedang bangkit dari bayang-bayang. Dan kali ini... bahkan keluarga Romanov mungkin tidak cukup kuat untuk menghadapinya sendirian.

1
Morna Simanungkalit
ceritanya sangat seru...lanjut Thor tetap semangat.
Morna Simanungkalit
tahankan ..Michael terimalah upah atas perbuatanmu.
Morna Simanungkalit
Velicia...hiduplah dengan tenang bersama anakmu ...Sania terima karmamu.
Morna Simanungkalit
hancurlah kau Sania sebentar lagi kamu akan disingkirkan.
Morna Simanungkalit
Terimalah balasannya Michael.
Morna Simanungkalit
Sania ..bagaimanapun caramu menyembunyikan kebusukanmu tetap akan tercium juga tunggu sebentar lagi kamu akan hancur.
Morna Simanungkalit
Terima balasannya Michael
Morna Simanungkalit
yetap semangat ya thor ..Velicia tetap pelan - pelan hancurkan Michael yang telah menghancurkan hatimu.
Fiya
🤭
Morna Simanungkalit
Michael ..bodoh kau tak tahubegitu besar peran istrimu Velicia terhadap kelangsungan hidupmu .
Morna Simanungkalit
Michael ..
kau tidak menghargai istrimu itulah awal kehancuranmu.
Morna Simanungkalit
Sania sekarang kau masih disayang ...sebentar lagi kau akan ditendang.
Rosita Tumbelaka
Laki2 klu sdh di puncak Kejayaan nya...lupa diri...
Tapi aq salut dgn suamiku
walau seblm nikah dia sdh di puncak kejayaan..tak pernah merendahkan ku istrinya
Rosita Tumbelaka
jgn harap ada maaf...jgn kan maaf atau melihat foto ... rasa mual malah
Rosita Tumbelaka
Lambat atau cepat pasti luka akan bernanah
Yustina Rambu Longa
Keren👍..
Terimaksih penulis😍🙏
Jiuyue
keren imajinasi nya thor💪😄
Yustina Rambu Longa
👍👍👍
Weni Kasandra
ceritanya bagus dan menegangkan
Alfa Ende
serbuuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!