Namaku Sri Bulan, aku tinggal di Kota B bersama Umi & Abi ku. Saat ini aku berusia 20 tahun..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAY QUEEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Di suatu club.
Seorang wanita tengah menunggu temannya dengan perasaan kesal dan marah, karna temannya itu bertindak tanpa sepengetahuan nya. Untung saja tadi dia melewati suatu jembatan, dan melihat aksi yang sangat berbahaya yang disebabkan oleh temannya itu.
" Apa yang lo lakukan hah?! *bentak seorang wanita kepada orang yang telah mendorong Bulan tadi.
" Huh, lo terlalu lama bertindak! " ucap orang itu duduk sambil minum dengan santai.
" Lo udah ngelanggar kesepakatan kita! mulai hari ini gua udah nggak mau lagi berurusan sama lo! " ucap wanita tadi lalu melangkah pergi.
" Cih, gua nggak yakin lo bakal bahagia setelah tau kalo mereka bakal nikah! " ucap orang itu mencoba menghalangi wanita itu pergi.
Sesuai prediksinya, wanita itu terdiam setelah mendengarkan apa yang diucapkan nyau itu.
" Hahahhah... Hanna, Hanna! gua tau kalo lo itu udah ngejar Bintang dari dulu, dan gua nggak yakin cuman demi keselamatan Bulan lo bakal ngorbanin cinta pertama lo! " ucap orang itu berdiri dibelakang wanita yang disebutnya dengan Hanna.
" Cukup Naura! lo udah kelewatan, kalo tadi Bulan jatoh dan mati lo mau tanggung jawab hah?! " ucap Hanna kesal.
Ya, orang yang mendorong Bulan tadi adalah Naura. Dia merasa sangat cemburu melihat Bintang begitu bahagia dengan wanita lain, sehingga muncul pemikiran jahat dibenaknya.
" Huh, lagian kalo dia mati maka urusan kita cepat selesai, dan nggak akan ada lagi yang bisa ngehalangin jalan lo buat ngedapetin Bintang " ucap Naura masih terus mencoba mempengaruhi Hanna.
" Huh, lo pikir gua bodoh?! gua juga tau kalo lo juga ngincer Kak Bintang kan?! " ucap Hanna lalu pergi.
" Sialan! kalau dia ngasih tau semua rencana gua, bisa-bisa Bintang marah sama gua dan malah ngejauhin gua! " ucap Naura kesal.
Ternyata Naura mengetahui Bintang dan Bulan memiliki hubungan saat dia mendengar Bintang tidak sengaja mengucapkannya.
Flashback on.
Saat itu Naura melihat Bintang sendirian dan berniat menyapanya.
" Ha-- " belum sempat Naura menyapa, dia mendengar Bintang yang sedang menelfon seseorang.
[ Lo tunggu gua di Raftoop, kita bakal pulang bareng ]
[ Nggak lama kok, kita cuman nunggu sampe anak-anak lain udah pada pulang ]
[ Pokoknya tunggu gua disana ya, gua bakal jemput lo bentar lagi ]
Setelah mengatakan itu, Bintang akhirnya memutuskan panggilan tersebut. Terlihat diwajahnya yang sangat bahagia setelah menelfon seseorang. Dan tanpa sengaja, Bintang mengucapkan sesuatu yang membuat Naura terkejut bukan main.
" Hadehh.. Bulan, Bulan! kenapa makin hari gua malah makin nyaman ya sama lo? " ucap Bintang sambil tersenyum.
Bintang sungguh tidak mengetahui keberadaan Naura, sehingga dia pikir tidak akan ada orang yang mendengarkan omongannya itu.
" Hah?! B-bulan? bukannya itu anak yang nyusahin itu ya?! " ucap Naura menebak-nebak.
" Wah, gua nggak bisa biarin nih, gua harus ngasih dia pelajaran! " ucap Naura lalu segera menuju Raftoop.
flashback off.
...----------------...
Di restoran tadi, Reno, Win dan beberapa anggota nya sedang berada di ruang CCTV untuk melihat siapa yang mencelakai dan merusak mobil Bulan. Kebetulan, pemilik restoran itu adalah orang tua Reno.
" Nah tuh orang nya! " ucap Win sambil menunjuk.
" Pak coba di zoom! " titah Reno.
" Baik Tuan " ucap penjaga itu patuh.
Saat dizoom, mereka tidak dapat melihat wajah orang itu dengan baik, karna dia menggunakan hoodie, kaca, dan masker yang berwarna hitam.
" Huh, kayanya dia emang udah ngerencanain deh! " ucap Reno dengan smirk nya.
" Lo tau dari mana? " tanya Win.
" Lo liat aja, dari pakaiannya dia udah jelas bersiap-siap dan waspada sama kamera atau orang yang ngeliat dia " ucap Reno memberitahu.
" Dan kemungkinan, pelakunya wanita bos! soalnya dari postur tubuh dia kecil banget kalo dibilang pria! " tambah anggota mereka yang ada disana.
" Hm, lo bener! " ucap Reno.
" Gila, pinter-pinter lo pada ya! " puji Win, lalu hanya ditanggapi senyuman oleh mereka berdua.
" Sekarang coba liat CCTV yang ada di parkiran pak " titah Reno dan penjaga itu hanya menurut saja.
" Yang mana mobilnya Tuan? " tanya Penjaga itu, dan Reno memberitahunya, saat dilihat semua CCTV tidak ada yang menangkap langsung mobil itu, tetapi ada 1 CCTV yang memperlihatkan sebagian dari mobil Bulan.
" Tuan, yang ada cuman ini! CCTV lain nggak ada yang bisa nangkep penampakan mobilnya " ucap penjaga itu memberi tahu Reno.
" Lah, pelakunya beda ya? " ucap Win, karna pelaku tadi menggunakan serba hitam dan diyakini seorang wanita, sedangkan pelaku ini menggunakan pakaian abu-abu putih dan postur tubuh nya lebih besar dari pelaku yang pertama.
" Iya bos, ini beda orang! " ucap anggota mereka yang lain.
" Hadehh.. Tang, Tang! apasih yang lo lakuin sampe banyak banget yang ngincer lo " ucap Reno tak habis pikir.
" Yaudah pak, makasih bantuannya " ucap Win lalu mengajak lain untuk pergi.
" Ah, sama-sama Tuan " ucap penjaga itu lalu menunduk hormat.
Setelah pergi dari restoran itu, Reno dan Win segera menuju ke markas mereka dengan membawa 2 foto pelaku tersebut.
Sesampainya di markas, belum juga duduk Reno malah ditelfon oleh orang tua nya.
" Lo pada masuk duluan aja, nyokap gua nelfon! " ucap Reno lalu diangguki oleh Win dan yang lain.
[ Halo Ma? ]
[ Astaghfirullahalazim Reno!!! kamu kemana hah?! kenapa dirumah sakit nggak ada? kata perawatnya kamu udah pulang 1 minggu yang lalu, kemana kamu pulangnya hah?! ]
Reno menjauhkan ponsel dari telinganya, karna telinga nya akan sakit jika mendengarkan semua ocehan orang tuanya itu.
[ Ya Allah Ma, nggak usah teriak-teriak! Reno masih bisa denger kok?! ]
[ Makanya, kamu itu jangan bikin Mama khawatir! udah tau Mamanya takutan masih aja bandel ]
[ Ma, Reno kan udah sembuh, jadi boleh dong Reno main kaya biasa.. ]
[ No, no, no.. nggak ada main-main, sekarang kamu pulang cepet!! ]
[ Ma, Reno udah sembuh loh... ]
[ Nggak! pulang Reno! Mama nggak izinin ya kamu main-main sekarang! pulang cepet! ]
[ Ihh, si Mama mah!!! ]
[ Ngebantah lagi Mama usir kamu ya?! ]
[ Ih Ma, jangan gitulah!!! ]
[ Yaudah buruan pulang! ]
[ Ih, iya.. iyaa!! ]
Setelah sambungan itu terputus, Reno langsung ngereog kayak anak kecil yang nggak dibeliin mainan sama orang tuanya. Win yang melihat itu langsung menghampiri Reno.
" Woi, Woi! kenapa lo?! " ucap Win mencoba menghentikan Reno berguling-guling di rumput.
" Ihhhhhh, gua belum mau pulang!!! gua masih pengen main!!! " ucap Reno merengek.
" Woi berdiri, aelah kaya bocah lo! " ucap Win bingung mau berbuat apa.
" Ihhh, gua nggak mau pulaaaaang!!! "
" Si anj*** , bendiri woi! nggak malu apa tuh sama anak-anak! " ucap Win mulai kesal karna Reno sangat keras kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
Ternyata terlalu peduli dan suka ikut campur hal orang juga gak bagus ya, yg kenak nya kita sendiri, Pengajaran utk si Bulan, Suka nolongin orang tapi harusnya ngajak siapa2 gitu jadi temen, jangan sendiri2,Noh gini kan jadi nya..