NovelToon NovelToon
LILY

LILY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Series ke dua dari novel 14 Februari, yang menceritakan kehidupan karir dan asmara seorang Charity Lilybelle Tjaidjadi, atau yang lebih akrab di sapa Lily.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Baca terus novel Lily ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 31

"Mom, aku pula...." kalimatnya terhenti saat Gavin melihat Raline tengah mengobrol bersama ibundanya di ruang tamu kediamannya. "Mau apa kamu ke sini?"

"Mau mengajak Kak Gavin makan malam," ucap Raline.

"Apa kau tak lihat aku baru pulang?" Tangan Gavin menunjuk ke seragam yang masih di kenakannya. "Aku capek!!"

Luna melihat dengan jelas ekspresi kesal bercampur lelah di wajah putra punggalnya. "Apa kalian tidak berkomunikasi sebelumnya?" Luna menoleh ke arah Raline kemudian ke Gavin.

"Nomorku di block oleh kak Gavin, mommy," jawab Raline, seolah-olah tengah mengadu perbuatan Gavin kepada Luna, ia berharap jika Luna akan membelanya.

"Raline, tryoutku sudah di depan mata. Aku tidak bisa belajar jika setiap menit kau meneleponku!!!" Gavin mulai menaikan nada bicaranya, ingin sekali rasanya ia berteriak, meluapkan amarahnya atas sikap Raline yang sangat menyebalkan bagi Gavin.

"Sudah... Sudah," Luna mencoba menengahi Gavin dan Raline. "Bagaimana kalau kau makan malam bersama kami saja di sini, aunty sudah masak cumi bakar kesukaan Gavin, siapa tahu kamu juga suka."

Belum sempat Raline menjawab ajakan Luna, handphone Raline berbunyi. Ada satu panghilan masuk dari orangtuanya. Kevin meminta putrinya untuk segera pulang. "Aku lagi di rumah Gavin, sebentar lagi ya pah!!"

"SEKARANG!!!" ucap Kevin dengan tegas.

Jantung Raline mendadak berdegup dengan kencang, rasanya baru kali ini papanya berbicara dengan lantang kepadanya. "Iya, iya aku pulang sekarang." sebenarnya Raline sangat takut, namun ia juga penasaran dengan apa yang terjadi sehingga ia memutuskan untuk segera pulang.

Raline pun mematikan sambungan teleponnya, kemudian menoleh ke Luna. "Mommy, sayang sekali papaku memintaku untuk pulang. Aku janji lain kali akan makan bersama mommy dan kak Gavin."

Luna menganggukan kepalanya. "Iya tidak apa-apa, Ra."

"Aku pulang dulu ya mom," Raline menarik tubuh Luna, ia memeluk dan mencium kedua pipi Luna. "Bye mommy," ia beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan menghampiri Gavin yang masih berdiri di pintu depan.

"Aku pulang dulu ya sayang," Raline menarik tangan Gavin kemudian menciumnya. "Assalamualaikum."

Saat membuka pintu depan apartement, Raline melihat Lily keluar dari lift dan berjalan menuju kediaman Gavin. Ia mundur satu langkah, dan langsung memeluk Gavin. "Sayang, terima kasih atas tawaran makan malamnya. Sayang sekali aku harus pulang, besok lagi ya sayang." ia berjinjit dan memonyongkan bibirnya, hendak mencium Gavin.

Dengan cepat Gavin menahan dahi Raline agar bibir itu tak sampai menyentuh pipinya. "Apa-apan sih loe ini!!" ucap Gavin semakin kesal dengan tingkah Raline, ia menoleh ke arah pintu apartement dan melihat Lily berdiri di depannya. Lily.

"Hai, Vin" sapanya pada Gavin, ia juga menyapa Raline yang menggandeng lengan Gavin dengan erat. "Aku hanya ingin mengantarkan pesanan mommy Luna." Lily mengulurkan sebuket bunga mawar ke arah Gavin, namun dengan cepat Raline merebutnya. "Nanti aku sampaikan ke calon ibu mertuaku," ucap Raline.

Luna sudah berdiri di dekat pintu pun berdeham, sembari mengambil bunga pesanaanya dari tangan Raline. "Terima kasih ya, nak," ucap Luna kepada Lily. "Kamu mau masuk dulu?"

Lily menggeleng. "Tidak aunty, aku harus belajar. Tara sudah menungguku di rumah."

Tara.

Ada rasa cemburu pada diri Gavin setiap kali, Lily bersama Tara, meskipun Tara dan Lily kakak beradik namun Tara dan Lily tidak sedarah, sehingga ia takut Tara memiliki rasa kepada Lily, dan perlahan merebut Lily darinya.

"Aku permisi dulu aunty," Lily berbalik dan berjalan menuju lift.

Setelah Lily masuk lift, Raline pun pergi dari kediaman Gavin. "Kalau kamu tidak mencintainya, untuk apa kamu menerimanya? Bukankah itu justru menyulitkan hidupmu?" tanya Luna ketika ia menutup pintu apartement.

Gavin menundukan kepalanya, ia tak bisa bercerita mengenai alasannya menerima Raline. "Aku hanya ingin Raline tidak mengganggu Lily lagi."

Luna mengelus bahu Gavin dengan lembut. "Tapi tidak begitu caranya, nak. Kondisi seperti ini bukan hanya hatimu yang sakit, Lily juga." ia melihat raut kekecewaan pada wajah Lily.

"Maafin aku mom, secepatnya aku akan selesaikan masalah ini."

"Ya, semoga semuanya cepat selesai dan kamu bisa belajar dengan dengan tenamg." Luna percaya jika putranya mampu mengatasi situasi ini. "Kamu ganti baju dulu sana, mommy tunggu di meja makan ya."

"Terima kasih ya, mom." Gavin beranjak menuju kamarnya.

Sesampainya di kediamannya Raline terkejut dengan suasana tegang yang terjadi. "Hai mah, pah," sapanya untuk mencairkan suasana. Namun Kevin ekspresi Kevin tak berubah, ia tetap memasang wajah seriusnya.

"Duduklah, Raline!" pinta Icha.

"Ada masalah apa ya, mah, pah." Raline duduk di hadapan orangtua sembari menatap kedua orang tuanya secara bergantian.

"Serahkan dompet dan handphone!!" Kevin meminta Raline mengembalikan semua fasilitas yang ia berikan, ia kemudian memanggil asisten rumah tangganya, meminta mereka untuk menggeledah kamar putrinya, dan mengambil laptop milik putrinya.

"Loh, loh ada apa ini?" tanya semakin bingung. "Mengapa tiba-tiba papa mengambil dompet, handphone dan laptopku?"

"SERAHKAN SEKARANG JUGA!!" ucap Kevin dengan tegas.

"Tapi pah..."

"SEKARANG, RALINE!!"

Mau tidak mau Raline pun menyerahkan dompet dan handphone miliknya. "Mana lagi handphonemu yang lainnya?" Kevin tahu jika putrinya memegang lebih dari satu handphone.

Raline menghela napapasnya, dengan rasa kesal ia pun menyerahkan semua handphonenya. "Ini pah."

Kevin mengambil semua handphone dan dompet milik putrinya, kemudian ia menyimpannya di kotak yang telah ia siapkan. "Papa tidak ingin kau menggunakan fasilitas yang papa berikan untuk menekan dan mengancam, orang lain!"

Raline mulai mencerna apa yang di sampaikan oleh papanya, namun ia masih bingung dari mana papanya tahu jika selama ini dirinya mengancam Gavin. "Ma-maksud papa apa?" tanyanya berlagak tidak tahu.

"Raline, usiamu masih terlalu belia untuk memikirkan masaalah cinta-cintaan, terlebih kau memaksakan orang lain untuk menerimamu menjadi kekasihnya dengan cara-cara kotor. Papa kecewa denganmu, nak." Ucap Kevin.

"Kau ini seorang wanita, kau sungguh sangat berharga untuk papa. Maka jadilah wanita yang mulia dan bermartabat." Kevin menoleh ke istrinya. "Aku juga melarangmu bermain sosil media, mulai besok aku tidak mengizinkanmu keluar dari rumah. Tolong, bantu aku mendidik putri kita."

"Loh, kok aku juga kena mas?" protes Icha.

Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Kevin beranjak dari tempat duduknya meninggalkan istri dan anaknya, sungguh Kevin merasa sangat terpukul menerima kenyataan putri yang ia sayangi sepenuh hati mampu berbuat jahat kepada saudaranya sendiri.

Kendra bukan hanya menceritakan ancaman yang di lakukan Raline kepada Gavin, tapi juga soal artikel yang Raline tulis di mading, karena Kendra yakin Icha tak menyampaikan masalah artikel kepada Kevin.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Alhamdulillah happy ending
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
elahhhhhh buset dari sempe ternyata dah suka ma Lily
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
eehheemmmm
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
baik bener Mak nya Tara ngasih pelajaran sampai kesitu " 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wkwkwk kakak q calon istriku 🤭🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Tara pemaksaan astaga lamaran model opo kwi 🤦
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
gubrakkkk gimane ye rasanya dpt ungkapan cinta yang di yakini seorang adik dari dia bayi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
lha kan kamu adeknya tar emang harus manggil gimana yank gitu?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wehhhh ada penghianat ternyata 🙄🙄🙄
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya atas pernikahan kalian bahagia selalu ya kalian berdua..... kamu ngak salah milih Lily nya Tara buat jadi istri
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cieee ahkir nya jadian juga selamat ya Tara cinta nya udh terbalas kan
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
benar apa yg di katakan Icha Fay lebih baik nikah kan aja Tara nya sama Lily ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya Tara atas kelulusan nya...... coba kamu pertama yg ngungkapin perasaan kamu sama Lily nya Tara
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
sungguh mulia hati mu Lily
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Irma untuk setiap karyanya yang luar biasa keren, gak pernah bosan bacanya, mau genre apapun selalu dibuat menarik alurnya.
Pokoknya sukses untuk semua karya²nya dan semangat berkarya ❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Awww awwww pengantin baru lagi hangat²nyaa... go lanjutkan 🤭🙈🙈
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Baguslah akhirnya terungkap semua kebenaran. Berbahagialah akhirnya Allah mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Tanpa mengabaikan pengorbanan Gavin untuk Lily, takdir yang Allah berikan pasti yang terbaik.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Betul sekali, bukan Tara yng harus menyampaikan fakta itu kepada Lily.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Oohh jadi Tara tahu status Lily dari obrolan eyang dan aunty Icha
ㅤㅤʳᵛ✦
Finally.... selesai juga, sebenarnya hati masih gak rela kisah TaLy harus selesai, masih penasaran dan kepo dengan keuwwuan mereka, tapi kembali lagi yang namanya kisah ada awal pasti akan ada akhir...
Terimakasih banyak buat Irma yang sudah menghadirkan kisah Lily yang memberikan begitu banyak pelajaran hidup tentang cinta, kesetiaan dan kesabaran.
Semangat terus untuk berkarya dan semoga kesehatan, kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai, Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!