NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Mengajak Ke Pesta

Tumpukan dokumen di atas meja kerja itu baru saja selesai dirapikan oleh Kania. Jam di dinding ruangan CEO itu menunjukkan pukul tiga sore, waktu di mana pekerjaan kantor biasanya masih menumpuk.

"Nanti kita pulang cepat. Kamu ikut aku," ucap Abimanyu tiba-tiba, memecah keheningan ruangan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

Kania yang sedang menyusun map-map langsung menghentikan gerakannya. Ia menoleh dengan kening berkerut bingung.

"Kemana, Pak? Bukankah sore ini ada jadwal evaluasi tim pemasaran?"

"Jadwal itu sudah aku geser ke besok pagi," jawab Abimanyu datar. "Kamu cukup bersiap-siap saja."

"Tapi, kita mau kemana, Pak?" tanya Kania lagi, merasa janggal karena bosnya yang terkenal kaku ini mendadak mengajaknya pergi di jam kerja.

Abimanyu menutup laptopnya dengan sedikit kasar, lalu menatap Kania tajam. "Tinggal ikut saja. Nggak usah banyak tanya," ketusnya.

Kania menelan ludah, nyalinya seketika menciut melihat sorot mata dingin atasannya itu. "B-baik, Pak."

Kania menunduk patuh dan kembali melanjutkan pekerjaannya dalam diam. Ya, mau bagaimana lagi? Suka atau tidak, posisinya di sini hanyalah seorang bawahan. Abimanyu adalah bos besar yang telah memberinya pekerjaan tepat di saat ia luntang-lantung kehilangan arah. Di sisi lain, Kania mencoba berpikir positif. Kesibukan dan perintah-perintah tak terduga dari bosnya ini mungkin bisa menjadi obat pelipur lara. Hitung-hitung, ritme kerja yang gila ini bisa membantunya melupakan rasa sakit hati yang masih menganga akibat dicampakkan begitu saja oleh Firman.

Namun, ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Kania memberanikan diri menatap pria berjas rapi di seberang meja itu.

"Pak Abimanyu... apa boleh saya bertanya sesuatu?" panggil Kania pelan.

"Apa?" sahut Abimanyu singkat, sambil memasukkan ponselnya ke saku jas.

Kania meremas ujung rok kerjanya gugup. "Kalau... kalau suatu hari nanti, saya keluar dari perusahaan ini dan membangun bisnis saya sendiri, apa Bapak keberatan? Maksud saya, apakah hal itu memungkinkan?"

Abimanyu terdiam sejenak. Mata elangnya menatap lurus ke dalam manik mata Kania, seolah mencari tahu alasan di balik pertanyaan itu.

"Tentu saja," jawab Abimanyu akhirnya, suaranya lebih tenang dari sebelumnya. "Aku tidak akan menahan mimpimu. Aku tidak akan melarangmu jika kamu ingin mandiri dan sukses. Itu hakmu."

Kania baru saja akan menghela napas lega dan tersenyum, sebelum kalimat lanjutan Abimanyu memotongnya.

"Tapi, ingat baik-baik," sambung Abimanyu dengan nada penuh penekanan. "Sementara ini, kamu masih karyawanku. Kamu sudah menandatangani dan terikat kontrak kerja denganku. Satu tahun. Selama satu tahun itu, kamu harus menuruti semua instruksiku. Ingat itu, Kania."

"Iya, Pak. Saya ingat," angguk Kania pasrah.

Satu jam kemudian, Kania mendapati dirinya berdiri mematung di depan sebuah butik mewah berlangganan para artis ibukota. Ia menatap pantulan dirinya dan Abimanyu di pintu kaca butik dengan bingung.

"Pak, kenapa kita ke sini? Ada barang Bapak yang harus saya ambilkan?" tanya Kania.

"Masuk," perintah Abimanyu tanpa menjawab pertanyaan Kania.

Di dalam, Abimanyu langsung menemui desainer utama butik tersebut. "Pilihkan gaun malam terbaik untuknya. Yang elegan, terlihat mahal, tapi tidak norak. Pastikan ukurannya pas."

Mata Kania membulat sempurna. "Pak! Untuk apa gaun malam? Saya ini kan—"

"Diam dan ikuti saja, Kania. Ingat kontrakmu," potong Abimanyu dingin, lalu menunjuk ke arah ruang ganti. "Bawa dia, pastikan dia terlihat sempurna."

Kania tak bisa menolak saat para staf butik itu menggiringnya. Setelah membalut tubuhnya dengan gaun berbahan sutra mahal yang sangat pas di badan, Abimanyu tidak berhenti di situ. Ia membawa Kania ke sebuah salon eksklusif. Rambut Kania ditata sedemikian rupa, wajahnya dipoles makeup yang membuatnya tampak sangat anggun dan menawan. Kania bahkan nyaris tak mengenali bayangannya sendiri di cermin. Ia tak lagi terlihat seperti istri malang yang dibuang suaminya.

Hari mulai gelap ketika mereka kembali masuk ke dalam mobil. Aroma parfum mahal menguar di dalam kabin. Kania meremas gaunnya dengan tangan berkeringat dingin. Rasa penasaran dan gugupnya sudah mencapai ubun-ubun.

"Pak Abimanyu, tolong jelaskan sekarang. Kita sebenarnya mau kemana? Kenapa Bapak mendandani saya berlebihan seperti ini?" tuntut Kania, suaranya bergetar menahan amarah yang mulai naik.

Abimanyu memutar kemudi, membawa mobil membelah jalanan malam. Ia menatap Kania sekilas.

"Kita akan menghadiri acara resepsi pernikahan malam ini."

"Pernikahan? Pernikahan siapa, Pak? Kenapa saya harus ikut?" desak Kania lagi.

Abimanyu menghela napas panjang. Wajahnya mengeras, rahangnya mengetat.

"Pernikahan Mawar."

Deg! Jantung Kania seakan berhenti berdetak. Napasnya tercekat di tenggorokan. Nama itu... nama wanita yang telah menghancurkan rumah tangganya!

"Mawar?" ulang Kania dengan bibir gemetar. Air matanya tiba-tiba mendesak keluar. "Bapak kenal dengan perempuan itu? Atau ini cuma kebetulan nama yang sama?"

"Mawar adik perempuanku satu-satunya," jawab Abimanyu tegas, menjatuhkan bom yang menghancurkan kewarasan Kania detik itu juga. "Dan malam ini, dia akan menikah dengan laki-laki bernama Firman."

Kania terkesiap hebat. Ia menutup mulutnya yang terbuka karena syok. Bosnya... Abimanyu, adalah kakak kandung dari pelakor yang merusak hidupnya?! Dan laki-laki ini memintanya datang ke pernikahan mantan suaminya sendiri?!

"Pak! Bapak pasti sudah gila!" jerit Kania, air matanya tak terbendung lagi. "Bapak pasti tahu siapa Firman! Bapak tahu dia mantan suami saya! Turunkan saya sekarang, Pak! Tolong putar balik! Saya nggak mau dipermalukan lagi di sana!"

Kania memukul-mukul pintu mobil, berusaha mencari tombol kunci. Namun Abimanyu menekan tombol pengunci sentral, membuat Kania terkunci di dalam.

"Tenang, Kania!" bentak Abimanyu. Ia menepikan mobilnya sejenak dan menatap Kania dengan sorot mata yang menyala tajam. "Justru karena aku tahu semuanya, aku membawamu! Adikku memang licik, dan laki-laki brengsek itu mau saja membuangmu demi investasi darinya! Aku muak melihat kelakuan mereka berdua!"

Kania terisak hebat, menggelengkan kepalanya.

"Lalu untuk apa Bapak bawa saya ke sana? Untuk menertawakan kehancuran saya?!"

"Untuk mengembalikan harga dirimu!" desis Abimanyu penuh penekanan. Ia menunjuk penampilan Kania dari atas sampai bawah.

"Lihat dirimu sekarang! Dulu Firman membuangmu seperti sampah karena menganggapmu gembel yang tidak berguna. Malam ini, aku akan menggandengmu masuk ke pesta itu bukan sebagai wanita yang dibuang, tapi sebagai pasanganku! Wanita berkelas yang tak bisa direndahkan!"

Abimanyu mendekatkan wajahnya, matanya menatap tajam ke dasar mata Kania yang basah.

"Berhenti menangis. Angkat kepalamu, Kania. Malam ini, kita akan membuat Firman sadar bahwa dia baru saja membuang berlian, dan membuat adikku tahu bahwa posisinya tak pernah seaman yang ia kira. Kamu siap?"

1
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
Deasy Suryandari
dan ternyata firman yg mandul
Dew666
Kania nikah sama abi, bojone kania nikah sama mawar seru
tinie
🤣🤣 sabar Kania
sebenarnya itu bukan dosa
hanya ujian😁
tinie
pantesan mawar banyak duit
ternyata dia dari anak pengusaha
tinie
aiih jadi mawar itu adiknya Abi
ish ish kelakuannya berbanding terbalik sama kakaknya

huh dasar pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!