NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umpan Manis Sang Ratu

Keesokan malamnya.

​Lampu kristal di Executive Lounge Hotel Grand Aston memancarkan cahaya keemasan yang mewah, memantul pada meja kaca VIP yang telah dipesan khusus. Pintu ruangan tersebut perlahan terbuka.

Randy melangkah masuk dengan sangat perlahan, tubuhnya bertumpu pada kruk kayu dengan kaki kanan yang masih dibalut gips tebal. Di sebelahnya, Valeria berjalan dengan dagu terangkat tinggi, menggandeng lengan Randy erat-erat seolah ingin memamerkan gaun malam merah menyalanya yang ketat dan mencolok.

Di ujung meja, seorang wanita dengan pakaian formal hitam berpotongan tajam sedang duduk menyilangkan kaki, perlahan menyesap teh kamomilnya. Gaya rambut sharp bob pendeknya yang pirang kecoklatan membingkai wajah cantiknya dengan sempurna.

Riasan matanya yang bold memberikan kesan dingin sekaligus memikat.

​Begitu Randy mendekat, wanita itu meletakkan cangkirnya dan berdiri, mengulas senyuman yang sangat ramah.

"Selamat malam, Pak Randy. Suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan Anda."

​Randy terpaku sejenak. Jantungnya berdesir aneh saat menatap mata wanita itu. Ada sensasi familiar yang menusuk benaknya, namun melihat gaya rambut pendek yang modern, riasan wajah yang begitu berkelas, serta aura dominan yang memancar, Randy langsung menepis pikiran konyolnya.

'Tidak mungkin,' batin Randy. 'Anita sudah membusuk di dasar jurang.'

​"Selamat malam, Bu Annora. Justru saya yang sangat berterima kasih atas kesempatan emas ini," jawab Randy, mencoba menutupi kegugupannya sembari mendudukkan diri dengan susah payah.

​Annora kembali duduk, menopang dagunya dengan sebelah tangan sembari menatap Randy dengan pandangan yang sarat akan kekaguman. Dia sengaja mencondongkan tubuhnya ke arah Randy, mengabaikan keberadaan Valeria sepenuhnya.

​"Saya sudah membaca profil perusahaan Anda, Pak Randy. Di bawah kepemimpinan pria secerdas dan seberbakat Anda, saya yakin fluktuasi saham saat ini hanyalah kerikil kecil," ucap Annora, suaranya terdengar lembut namun sangat menenangkan di telinga Randy.

Dia mengulurkan tangan, menyentuh lengan Randy sekilas saat tertawa kecil atas lelucon bisnis yang dilemparkan Randy.

"Pria hebat seperti Anda tidak boleh dibiarkan jatuh begitu saja. PT Angkasa Megah siap berdiri di belakang Anda."

​Randy yang egonya sedang hancur akibat kondisi fisik dan finansialnya, seketika merasa melayang. Tatapan genit dan pujian dari investor secantik Annora adalah obat penawar yang sangat mujarab bagi harga dirinya yang terluka.

Randy tersenyum lebar, matanya berbinar menatap Annora tanpa berkedip.

"Bu Annora terlalu memuji. Dengan suntikan dana dari Anda, saya jamin perusahaan kita akan menguasai pasar kembali."

​Valeria yang duduk di samping Randy mulai merasa panas. Wajahnya menekuk jutek melihat bagaimana Annora secara terang-terangan menggoda prianya, dan bagaimana Randy dengan bodohnya merespons genit tersebut. Tidak tahan diabaikan, Valeria sengaja berdeham keras dan memotong pembicaraan.

​"Ehem! Maaf, Bu Annora," sela Valeria dengan nada ketus yang dipaksakan sopan. Dia membetulkan posisi duduknya, mencoba memamerkan kalung permata yang dia pakai.

"Saya Valeria, sekretaris pribadi sekaligus... sosok yang paling tahu luar dalam tentang Pak Randy dan operasional perusahaan. Jadi, jika ada detail kontrak, Ibu bisa langsung mendiskusikannya dengan saya."

​Mendengar interupsi itu, Annora tidak tampak terganggu sedikit pun. Dia perlahan mengalihkan pandangannya dari Randy menuju Valeria.

Senyuman ramah di wajah Annora seketika lenyap, digantikan oleh tatapan menilai yang sangat dingin dari atas ke bawah.

​Annora bersandar di kursinya, melipat tangan di dada, lalu tersenyum sinis dengan sudut bibir yang terangkat.

"Oh, jadi Anda sekretarisnya? Maaf sekali, saat Anda masuk tadi, saya pikir Anda salah masuk ruangan atau mungkin... salah satu pengisi acara hiburan malam di hotel ini."

​Wajah Valeria seketika menegang.

"Apa maksud Anda ya?"

​Annora terkekeh pelan, nada suaranya terdengar sangat meremehkan.

"Pilihan warna gaun merah menyala yang terlalu ketat, ditambah riasan wajah yang... maaf, sedikit terlalu menor untuk pertemuan bisnis formal tingkat tinggi. Di lingkaran investor kelas atas seperti kami, gaya fashion seperti itu biasanya dianggap agak norak, murah, dan kurang berkelas. Sangat tidak mencerminkan citra profesional sebuah perusahaan besar."

​Jleb!

​Kata-kata Annora bagaikan belati yang merobek harga diri Valeria hingga berkeping-keping di depan Randy. Wajah Valeria seketika memerah padam menahan malu dan murka yang luar biasa.

Nafasnya memburu, tangannya mengepal kuat di bawah meja.

"Maksud Bu Annora, saya norak?! Jaga bicara Anda ya, saya ini—"

​"Valeria, diam!" bentak Randy dengan suara berbisik namun penuh penekanan, menyenggol lengan Valeria dengan kasar.

Randy menatap Valeria dengan pandangan mata yang melotot penuh kemarahan. Bagi Randy, uang 50 miliar rupiah dari Annora adalah segalanya saat ini. Dia tidak akan membiarkan kebodohan ego Valeria merusak kesepakatan itu.

"Jangan mempermalukan saya di depan Bu Annora! Kalau kamu nggak bisa jaga sikap, keluar sekarang!"

​Valeria syok luar biasa. Pria yang selalu bercinta dengannya dan berjanji akan menjadikannya nyonya rumah, kini justru membentaknya demi membela wanita lain.

​Annora menyesap kembali teh kamomilnya dengan sangat tenang, menikmati setiap detik keretakan dan kehancuran mental yang mulai merayap di antara sepasang kekasih gelap itu. Umpan manisnya telah ditelan bulat-bulat, dan permainan baru saja dimulai.

Tidak kuat menahan gejolak amarah dan rasa malu yang membakar dirinya, Valeria langsung berdiri dengan kasar.

"Maaf, Pak Randy, Bu Annora, saya izin ke toilet sebentar," pamitnya dengan suara bergetar menahan esmosi.

Tanpa menunggu jawaban, dia membalikkan badan dan melangkah cepat meninggalkan ruangan VIP dengan sentakan kaki yang disengaja.

​Begitu pintu toilet wanita yang mewah itu tertutup rapat, pertahanan Valeria runtuh. Dia langsung mengamuk sejadi-jadinya. Dengan beringas, Valeria memukul permukaan wastafel berkali-kali dan menendang tempat sampah kecil di sudut ruangan hingga terguling.

Wajahnya yang tebal oleh riasan kini tampak mengerikan karena distorsi kemarahan.

​"Perempuan b*ngsat! Dasar l*nte!" teriak Valeria histeris, meluapkan makian sebrutal mungkin ke arah cermin besar di depannya. Nafasnya memburu, matanya memerah penuh kedengkian.

"Sok iye lo! Berani-beraninya lo ngatain gaya gue norak dan kampungan?! Muka lo tuh yang kelihatan kayak siluman! Kalau bukan karena duit 50 miliar lo, udah gue jambak rambut lo itu sampai botak! Awas lo ya, Annora sialan, lo belum tahu siapa gue sebenarnya!"

​Valeria terus meracau, mengeluarkan sumpah serapah paling kotor yang dia ketahui demi memuaskan egonya yang terluka parah. Dia menyalakan keran air dengan kasar, hendak membasuh tangannya yang gemetar.

Namun, tepat saat dia mendongak untuk melihat pantulan dirinya di cermin, darahnya seketika membeku.

​Di dalam pantulan cermin itu, tepat di belakang tubuhnya, berdiri sesosok wanita yang baru saja dia maki habis-habisan.

​Annora berdiri bersandar pada pintu bilik toilet yang terbuka dengan sangat tenang, kedua tangannya terlipat di dada. Gaya rambut bob pendeknya tampak berkilau di bawah lampu toilet, dan sepasang matanya yang tajam menatap Valeria dengan pandangan meremehkan yang amat sangat, seolah-olah sedang melihat seekor serangga kecil yang mengganggu.

Wanita itu ternyata sudah menyusul masuk tanpa suara sejak awal.

​Valeria terengah, jantungnya seperti berhenti berdetak seketika. Dia membalikkan tubuhnya dengan cepat, wajahnya memucat pasi seperti mayat karena terkejut setengah mati.

"Bu Annora... sejak kapan ada di situ?!" tanya Valeria gagap, nyalinya mendadak ciut drastis.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!