[ SEASON 1 ]
Siapa kau??
> Kau yang siapa?!
Mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lain, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mengapa wajah kita sama???
Sebuah kisah masa lalu antara perselisihan keluarga akan terungkap.
[ SEASON 2 ]
Pertikaian antara saudara berujung kerusakan jalinan hubungan antara adik dan kakak. Terlihat dua anak kecil menabrak gadis nan cantik . kedua anak kecil itu pun tertunduk kepala sambil memelas mata meminta tolong. gadis nan cantik itu memeluk dua bocah kecil itu, Ia pun membantu mencari mama mereka. tampak terlihat perempuan yang dimaksud adalah mama kedua bocah itu. tapi kenapa gadis itu merasa familiar dengan mama kedua bocah itu.
Terimakasih yang sudah baca Novel ini, harap pastikan karangan nama tokoh, tempat kejadian adalah fiksi buatan author sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ĹAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SOMETHING WHICH THERE IS IN THE HEART
Dikamar Amanda yang sedang berbring diranjang, ia masih berbunga bunga hatinya.
Disaat studio acara film sudah dimulai, Amanda yang ketakutan dengan adegan film itu sontak membungkam kepalanya disisi dada kelvin. Hal itu membuat kelvin kaget sekaligus senang. "Tidak usah takut, lihat." ucap kelvin.
"Apa, tidak. Tidakah kau lihat dia memegang pisau, sungguh menyeramkan." ucap Amanda yang masih dipelukan dada kelvin.
"Coba lihat dengan benar, ayolah." ucap kelvin membujuk Amanda. Amanda menggeleng gelengkan kepala pertanda ia tak ingin lihat. Tapi dengan sigap kelvin memegang kepala Amanda dengan tangannya mengarah ke studio layar besar yang tertapacar di depan mata.
"Ap.. Apa yang kau lakukan kelvin." ucap Amanda yang menutup matanya tak ingin melihat.
"Coba buka mata mu, pasti kamu tidak percaya apa yang terjadi." ucap kelvin. Tapi Amanda masih ragu, Amanda perlahan lahan membuka pelupuk matanya secara lebar sontok ia melihat pajangan hantu. "Ahhhhh" seluruh isi studio yang berisi orang melihat kearah pasangan itu. Dengan tatapan tidak senang.
"Ah, maaf maaf." ucap Amanda yang bangkit dari duduknya, meminta maaf sekaligus berasa malu dihati. Ia meminta maaf sambil membungkukkan badannya. Amanda pun melanjutkan kembali tontonan filmnya bersama kelvin yang masih menahan ketawa.
"Ku kira dia mau bunuh seseorang?!ternyata ia hanya menakuti dengan kostum hantu. Sungguh film ini seperti mengeprnk orang sekaligus copot jantung." ucap Amanda yang baru tahu isi ceritanya, sungguh konyol ia di hadapan kelvin sesaat barusan.
"Kamu takut hantu??." tanya kelvin.
"Tentu saja tidak, hantu itu sama sekali tidak ada. Jangan bertnya hal yang tidak pasti deh." ucap Amanda .
"Ohyah, kau tak takut. Lihat apa yang dikaki mu." ucap kelvin
"Ah, apa. Ada apa dibawah kaki ku kelvin?!." ucap Amanda yang mengangkat kakinya keatas sambil memuluk erat tubuh kelvin. Dengan tangan Amanda mengalung di leher kelvin. "Apa, mana?!. Tidak ada!!."
"Katanya tidak takut apa pun, tapi coba lihat saja deh ini kamu sudah takut. Hahaha," ucap kelvin. Saat ini studio sudah kosong dan masih meningalkan kedua insan itu seorang diri. Karena sudah berasa dibohongi Amanda pun jadi malu banget, untuk kedua kalinya ia dikerjain.
"Ah, maaf." ucap Amanda yang marasa dia sudah berpelukan pada kelvin. Tapi kelvin sudah menarik satu tangan Amanda yang mau menjauh dari jenjang lehernya. Kedua orang itu saling menatap. Dengan lantang kelvin mengatakan.
"Aku suka kamu." ucap kelvin menatap wajah lekat Amanda.
Amanda tak tahu mau bilang apa, rasanya jantungnya berdetag detag tak karuan. "Ah!!. Apa?!. Kamu bercanda bukan. Masa sih. Hehehe." Ucap Amanda mengelak apa yang diucapkan kelvin hanya selaku salah bicara sahaja.
"Tidak, aku serius yang ku katakan." ucap kelvin pasti dengan yang ia katakan.
"Be.. Benarkah begitu?!. Aku.. Tidak tahu mau jawab apa." ucapan Amanda bingung.
"Kita pacaran saja dulu, apakah kita cocok." ucap kelvin enteng. Mendengar itu Amanda jadi terbatuk batuk.
"Huk, huk, huk. Apa yang kau ucap akan tadi." ucap Amanda mengulang.
"Kita pacaran." ucap kelvin tersenyum.
Dipertengah jalan tampak sesok mobil menghentikan mobilnya, yang gak lain adalah leon sendiri. Ia ditelepon oleh sang mama. "Iyah, mah. Ini leon dalam perjalanan pulang. Okelah, bye mah." ucap leon mematikan sambungan telepon. Sesat ia menolah ke kaca spion mobil ia melihat Melena di kejar kejar oleh dua orang laki laki.
"Bukannya itu melena, kenapa dia dikejar kejar begitu?!. Sepertinya, tidak ada yang beres." gumam leon, ia pun membukan pintu mobilnya dan segera mengikuti mereka tepat pada saat melena diseret balik kedua pria itu.
"Lepaskan aku, kalian baj*ngan. persetan!!. Lepaskan." ucap Melena memberontak dari cengkeraman kedua pria itu.
"Hey luh gak denger kata tuh cewek, dia minta lepaskan" ucap leon yang mulai menyikut leher kedua pria itu. Kedua pria tersungkur ke tanah dengan memegang leher mereka yang terasa nyeri. Kedua pria menatap honor dan amat kesel ke leon.
"Kurang hajar kau bocah," ucap salah satu pria yang mulai melayangkan tinjuannya ke arah leon. Dengan cekatan leon memegang tangan pria itu . Ia meremes keras tangan pria itu samapai pria ke satu mengerang. Leon pun mengayunkan satu tangan kiri ia ke perut pria itu "Bugh".
"Apa yang kau lihat, ayo hajar bocah itu. Jangan kira kami terlalu lembek. Yah!!." ucap pria ke satu dan kedua. Kedua pria itu pun mulai menyerang leon secara bersamaan. Leon dengan sigap melayani mereka, "Bugh, Bagh" sekali lagi Leon menendang mereka sampai mereka kalah telak. "Kurang hajar," {1}. "Cih" {2}.
"Kalian tahu apa rasanya kelelahan sekarang bukan?!." ucap Leon tersenyum senang akan lawan yang ia lihat tampak gusar dan tak kuasa menahan emosi kekalahan mereka. Leon pun menarik kemeja baju pria kedua. "Awas saja kalian berani menyentuh wanita, kita lihat apakah kalian akan masih bisa berdiri di dunia ini."
"Persetan," ucap pria kedua dan kesatu. Mereka pun tak habis pikir kalah dengan seorang bocah yang kalah jauh dari umur mereka. Kedua pria itu lari terkoncang kancang dengan kecepatan amat laju. . "Sungguh sial malam ini" batin kedua pria itu.
Leon menatap kepergian dua lelaki itu yang kian menjauh, ia pun lalu membalikan badannya melihat melena. Betapa terkejutnya Leon melihat melena hampir menangis ketakutan sambil berjongkok memeluk badannya.
"Kau tak apakah?!." ucap Leon yang menghampiri melena yang ikut berjongkok.
"Hiks, hiks, hiks. Aku.. Aku takut sekali." ucap melena yang menutup mukanya di bagian lengan tangan sambil memeluk kakinya.
"Tak usah menangis, mereka sudah pergi!!." ucap Leon menghibur, ia pun menghapus air mata melena dengan jarinya.
"Ayo, akan aku antarkan kau pulang." ucap Leon mengulurkan tangannya kearah melena. Melena pun dengan ragu ragu bercampur rasa takut yang menjalar dihatinya menyambut uluran tangan leon. Leon melihat melena kedinginan pun melepaskan jaket casual staylenya . Ia pun menaruh jaket itu di tubuh melena.
Melena yang melihat tindakan Leon hanya tersenyum." terimakasih "
"Sama sama. Ayo ku antarkan kau pulang!!." ucap leon, leon dan melena pun masuk ke mobil. Mobil berwarna hitam itu berjalan di keramaian kendaraan yang padat.
****
"Mel, kau kenapa murung saja. Kau tak apa bukan. Apa terjadi sesuatu?!." ucap amanda yang melihat melena hanya mengaduk aduk makanannya itu.
"Tidak, tidak ada kok. Kamu jangan berfikir berlebihan amanda." ucap melena mengelek pembicaraan amanda. Ia masih tidak mau membahas malam yang membuat ia takut. Ia berasa masih belum siap, tapi ia merasa bersyukur karena leon menjadi penyelamatan di malam itu, saat ia hampir di bawah dua lelaki tadi malam.