Zoey Charlotte Brianna, ia terbangun kembali di kamarnya sebelum kiamat datang.
Awalnya dia terkejut mengapa dia kembali lagi kerumah peninggalan orangtuanya ia beranggapan bahwa ia disurga setelah kematian.
Nyatanya dia sadar bahwa ia mengalami kelahiran kembali 2 bulan sebelum virus zombie melanda dunia.
Zoey menggunakan waktu dua bulan itu untuk belanja sepuas-puasnya, menjual semua aset peninggalan orang tuanya dan kakeknya. Dia juga menyempatkan diri untuk memperkuat tubuhnya.
Pada hari kiamat kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk membantu kita, harus diri kita lah yang berjuang sendiri jika ingin hidup dalam dunia yang kacau ini.
Sebagai wanita Zoey harus kuat untuk melindungi dirinya, karena didunia kacau wanita tidak berguna hanya digunakan untuk memuaskan nafsu bagi orang kuat dan berkuasa.
***
Saksikan perjalanannya Zoey yang penuh tantangan melawan zombie dimana-mana dan juga melawan tumbuhan dan hewan yang telah bermutasi.
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Rachel membereskan pembuat onar
"Kalau begitu kamu kalian saja ikut dengan kami" pemuda itu tidak menyerah ia ingin menyentuh wajah Zoey sebelum ia dapat menyentuhnya tangannya sudah ditarik oleh Rachel, lalu memutarnya.
Krak!
"Aaaa aaa tanganku!" Teriak pemuda itu karena kesakitan, Rachel hanya reflek untuk melindungi Zoey dia tidak menyangka bisa membuat tangan pria itu patah, tetapi ia tidak menyesal sama sekali.
"Apa yang kamu lakukan pada putraku." Ucap wanita paruh baya itu kepada Rachel ia menghampiri putranya.
Melihat putranya kesakitan dan tangannya patah, ia sangat marah kepada Rachel.
"Kalian semua mengapa diam saja tangkap dua wanita itu ikat mereka lalu geladah rumahnya, ambil semua makanannya." Ucap wanita itu.
Semua orang yang dibawa oleh wanita itu langsung menyerang Zoey dan Rachel, secara persamaan.
"Zoey serahkan semuanya kepadaku, untuk melatih ototku untuk orang ini kamu tidak perlu turun tangan." Ucap Rachel tehas tetapi terlihat lucu di mata Zoey.
Zoey hanya tersenyum lalu menjawab pertanyaan Rachel.
"Baiklah, kamu hati-hati?" Ucap Zoey lalu ia memberikan waktu kepada Rachel.
"Tidak tahu malu! Ingin menangkap kami ayo tangkap lah" ucap Rachel ia juga menyerang beberapa pemuda tersebut.
Terjadilah perkelahian disana beberapa menit, rachel dengan mudah menyelesaikannya, semua pemuda itu terkapar dilantai.
"Masih ada lagi, katanya mau menangkap kami" ucap Rachel kepada mereka lalu pandangannya mengalih kepada wanita paruhbaya itu.
Wanita itu ketakutan ia memeluk putrinya yang dari tadi diam saja.
"Apa yang kamu lakukan jangan mendekat, kamu tahu siapa aku kan aku adalah istri dari pekabat di negara ini." Ucap wanita itu.
"Istri pejabat, siapa yang peduli dengan dunia seperti ini, mulut mu ini yang mengupat kami dari tadi, maka aku balaskan untukmu." Ucap Rachel langsung meninju mulut wanita itu sampai giginya rontok.
Anak perempuan melihat mulut ibunya berdarah dan tangan kakak nya patah, orang bawaan mereka juga sudah terkapar tidak berdaya, lalu langsung ambruk di depan Rachel ia bersujud.
" eh, apa yang kamu laku." Ucap rachel ia langsung berlari kebelakang Zoey ia tidak ingin orang bersujud kepadanya.
"Ampuni kami kakak, kami memang salah maaf kan ibu dan kakakku." Ucap gadis tersebut.
"Sudah lah,! bawa lah orang-orang mu kembali ke tempat mu obati mereka, jangan merampok orang lemah lagi."
"jika mau makanan seharus nya kalian yang memiliki kelompok pria yang kuat tidak sulit mencari makanan keluar, bukannya merampok seseorang." Ucap Zoey lalu ia membawa Rachel turun kelantai bawah.
"Lift tidak lagi berfungsi kita turun dengan tangka darurat." Ucap zoey kepada Rachel.
"Tidak berfunsi, kamu yakin kita turun pakai tangka, apa kamu tidak lihat lantai berapa kita sekarang, kita berada di lantai paling tingginya, aku tidak sanggup turun melalui tangga." Ucap Rachel mengeluh.
"Bagaimana lagi, apa kamu bisa terbang?" Ucap Zoey bercanda, sebenarnya bukan candaan jika level kemampuannya berada di tingkat tertinggi bisa membuat sayap di punggungnya.
"Satu lagi yang harus kamu ingat, di tangga kita harus melawan zombie supaya kita bisa turun kebawah, sepertinya setiap lantai sudah di huni oleh zombie." Ucap Zoey ia mendeteksi keadaan.
"Pantasnya semua orang naik ke lantai atas, karena tidak ada zombie disini." Ucap Zoey lagi.
"Apa Zombie, apa kamu yakin dari mana kamu mengetahuinya bukankah kita masih disini." Ucap Rachel dan juga heran dari mana Zoey mengetahuinya.
"Insting, sejak mendapatkan kemampuan insting ku lebih kuat, apakah kamu percaya?" Kata Zoey.
"Tentu aku percaya!, aku sudah melihat pada hari-hari yang lalu." Ucap Rachel lagi kepada Zoey, ia selalu percaya kepada Zoey.
"Oke, ini ambillah untuk perlindungan kita jangan mengeluar elemen terlebih dahulu untuk membasmi mereka, kecuali ada kejadian terdesak." Ucap Zoey sambil memberikan pedang dan tongkat listrik kepada Rachel.
Rachel menyimpan tongkat listrik sedang tongkat pedang tetap ia pegang untuk jaga-jaga.
"Mengapa kita tidak bisa mengeluarkan kekuatan, bukankah lebih mudah untuk melawan mereka." Ucap Rachel, selama berlatih dengan Zoey ia sudah menguasai teknik penyerangan mengguna elemen air.
"Kamu baru saja naik tingkat dan baru menguasa beberapa serangan, dengan mengeluarkan elemen kita banyak kehabisan energi, lebih baik kita simpan energi kita untuk menghadapi zombie lebih kuat." Ucap Zoey menjelaskan kepada Rachel.
"Lalu apakah kita bisa menghadapi, kamu bilang zombie sangat banyak di bawah, kita mati bukan karena zombie tapi karena kelelahan." Ucap Rachel lagi.
"Zombie ini masih pemula, gerak lambat, tidak memiliki kecerdasan, hanya didorong oleh hasrat makan daging manusia"
" tetapi kekuatannya sedikit lebih besar dari manusia normal, sensitif terhadap suara tapi tidak memiliki penglihatan yang baik."
"Tapi ingat jangan sampai tergigit atu tergores oleh mereka bisa Infeksi terjadi melalui gigitan, dan goresan luka, dengan masa inkubasi yang bervariasi, bisa mengakibatkan kita menjadi Zombie atau juga bisa mendapatkan kemampuan baru bagi tubuh yang bisa melawan virus tersebut." Zoey menjelaskan kepada Rachel supaya Rachel lebih hati-hati tidak gegabah dalam bertindak.
"Bagaimana cara membunuh nya lebih cepat, supaya tidak menghabiskan banyak tenaga." Ucap Rachel ia sudah mulai mode serius.
"Hanya bisa dibunuh dengan menghancurkan otak. Gerakan lambat sehingga mudah untuk dihindari, lebih mudah untuk menghadapinya dan juga latihannya untukmu." Ucap Zoey lagi.
"Baiklah aku paham." Ucap Rachel sambil tersenyum pada Zoey.
"Ayo saatnya kita beraksi!!!." Ucap Rachel ia memegang pedang nya.
Mereka berdua turun secara pelan- pelan Zoey turun lebih dahulu baru di ikuti oleh rachel di belakangnya.
Saat pertengahan tanggga mereka menemukan beberapa Zombie karena mencium aroma manusia zombie langsung menyerang Zoey dan Rachel.
Zoey nendang perut zombie yang mendekat, lalu mengayunkan tongkat baseball di kepala zombie langsung hancur.
Zoey menghabisi semua zombie Rachel tercengang melihat keganasan Zoey membunuh zombie, saat melihat zombie keberaniannya ciut, dan juga rasa jijik melihat orak zombie berserakan di lantai.
Zoey menggali otak zombie yang ia bunuh, Rachel melihat itu tambah jijik ingin muntah.
"Zoey apa yang kamu lakukan, menjijikkan sekali! uwek..." rachel memuntahkan makanan yang telah ia makan.
Zoey tetap mencari mengabaikan Rachel, akhirnya ia menemukan apa yang dia cari, ia mendapatkan tiga kristal.
"Zombie ini masih ada yang tidak memiliki kristal, mereka masih level terlemah, inti kristal mereka belum ada yang terbentuk" gumam Zoey sambil memperhatikan bentuk kristal tersebut.
"Rachel suci benda ini sampai bersih." Ucap Zoey memberikan tiga kristal tersebut kepada Rachel.
Rachel mengambil benda itu di tangan zoey dengan jijik , tetapi ia tetap menurut apa yang dikatakan zoey ia mencucinya sampai bersih.
n hrs tiap hri makacih tuk upnya thor sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪