Dylan melarikan diri ke luar negeri untuk mengikis rasa cintanya pada sang adik. Sayangnya, saat dia berhasil mengeluarkan cinta terlarang itu dari hatinya, sang adik Fella justru merasakan hal yang sama.
Tumbuh sebagai adik dan kakak, cinta Fella untuk Dylan adalah cinta yang terlarang. Sanggupkah Fella menghilangkan perasaan itu dari hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asmara Terlarang ● Bab 30
“Kenapa kamu menyebut dirimu papa?” Sorot mata Fella begitu menusuk. Dia tentu tidak suka ada orang yang dengan seenaknya mengakui anak dalam kandungannya sebagai anak orang lain. Padahal, jelas-jelas anak itu adalah miliknya dan Dylan.
Ya, Dylan. Entah apa yang sedang dilakukan laki-laki itu, sampai detik ini bahkan Fella masih mencintainya.
“Bukankah sudah aku bilang kalau dia anakku. Aku ingin mengadopsinya sebagai anakku,” putus Daffi dengan sepihak.
Laki-laki itu juga tidak mengerti kenapa dirinya begitu tertarik dengan anak dalam kandungan Fella. Seolah bayi itu memiliki magnet kuat yang membuat Daffi begitu tertarik dengannya.
Fella sudah melayangkan tatapan tajam. Amarahnya mulai naik karena pengakuan sepihak itu. “Dia anakku sendiri. Kamu nggak punya hak apa pun. Jadi, berhenti menggangguku, dan terima kasih untuk semuanya!”
Tanpa mengambil apa pun yang diberikan oleh Daffi, Fella segera berbalik badan dan berniat memasuki kamarnya. Sayangnya, suara langkah kaki yang mendekat membuatnya menghentikan langkah. Apalagi, suara seseorang yang memanggil namanya.
“Ada apa ini? Kenapa Daffi tidak boleh mengakui anaknya sendiri?”
Suara lantang yang tiba-tiba muncul itu tentu mengejutkan Daffi dan Fella. Daffi tidak tahu jika neneknya ada di sekitarnya, begitu pula dengan Fella. Yang lebih mengherankan lagi, entah mengapa nenek itu malah mengira bahwa bayi dalam kandungan Fella adalah anak cucunya.
“Nenek. Kok Nenek bisa di sini? Sejak kapan Nenek di sini?” tanya Daffi yang tidak mengira jika neneknya bisa muncul di saat yang tidak tepat.
Jika sang nenek sampai tahu Fella hamil dengan orang lain, semua kebohongannya akan terbongkar. Daffi sangat tidak rela jika harus berpisah dengan bayi yang bahkan belum lahir itu.
Nenek Daffi terus berjalan, mengabaikan tatapan protes sang cucu yang sudah mulai ketar-ketir karena neneknya telah mengetahui kehamilan Fella. “Katakan! Kenapa Daffi tidak berhak dengan anak itu? Apa dia sudah sangat mengecewakan sampai kamu menolak pertanggung jawabannya?”
Mendengar pertanyaan neneknya, otak cerdas Daffi langsung menangkap bahwa neneknya sudah salah paham dan mengira anak Fella adalah anaknya. Mungkin, ini adalah cara terbaik yang Tuhan tunjukkan untuk menyatukan Daffi dengan bayi itu.
“A-apa maksudnya ini?” Fella sama sekali tidak mengerti dan tidak paham apa yang dikatakan oleh nenek Daffi itu. Kenapa seolah-olah anak di kandungannya adalah anak Daffi?
Daffi memutar otak untuk bisa memanfaatkan situasi dan keadaan dengan baik. Laki-laki itu tiba-tiba terpikirkan sebuah drama kebohongan untuk membuat sang nenek membantu memuluskan jalannya untuk memiliki anak Fella.
“Tadinya aku nggak percaya kalau Fella memang hamil karena kami cuma melakukan sekali. Jadi, aku pikir dia cuma berbohong, Nek. Apalagi bisnis aku juga belum maju-maju banget, aku belum siap!” ungkap Daffi penuh dusta.
Dengan penuh drama, laki-laki itu menundukkan kepala seolah menyesali perbuatan bodohnya yang telah menyia-nyiakan Fella. Padahal, jelas mereka baru saling kenal dalam beberapa waktu saja.
“Fella kecewa banget karena aku sempat mikir dia bohong demi nikah dan aku bilang untuk gugurin kandungannya aja!” imbuh lelaki itu kian menambah kebohongan untuk meyakinkan sang nenek.
Fella yang masih bingung dengan drama yang dibuat Daffi, kini harus menyaksikan nenek Daffi yang memberi pukulan pada cucunya itu. “Dasar anak bandel! Bikin malu kamu ya! Mama sama Papa kamu pasti menangis di Surga sana, Daffi! Anak mereka satu-satunya malah membuat malu nama keluarga!” pekik sang nenek sambil memukul kepala Daffi dengan kipasnya.
“Daffi lagi bohongin neneknya apa gimana sih? Kenapa dia bilang seperti itu?”
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋
good thor 🌟🌟🌟🌟🌟
good thor
bener2 g ketebak, beda dari cerita2 lainnya dg tema yg sama..
biasanya tokoh utama akhirnya bisa bersama walopun banyak rintangan menghadang, tapi di sini ternyata nggak..
tapi tetep aja bagus kok kak ceritanya..
emang kayak buah simalakama sih, klo sampek Fella balikan ma Dylan, terus gimana nasib Daffi..
mau dikemanain coba?? klo harus dihilangkan kok ya g adil banget gitu.. udah baik banget gitu..
ya emang, manusia itu tempatnya salah..
tapi yg jadi poin pentingnya itu, gimana caranya menghadapi kesalahan masa lalu dan merubahnya jadi lebih baik.. semua masalah pasti ada solusinya..
hanya saja harus dihadapi dengan kepala dingin dan juga pengambilan keputusan yg bijaksana..
oke deh kakak..
semoga sehat selalu dan bisa terus semangat berkarya.. 💪🏻😘🥰😍🤩
lanjut cerita berikutnya..
pokoknya gas sampek abis.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️