NovelToon NovelToon
My Beloved Hubby

My Beloved Hubby

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pernikahan Kilat / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Park alra

Arumi dharma, terpaksa harus menikah dengan Dewangga Arjuna dirgantara, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya, ketika Yudha dirgantara, calon suaminya sendiri kabur tanpa kejelasan.

Bagaimana kehidupan rumah tangga tanpa cinta ini? lika- liku apa saja yang harus mereka hadapi? akankah berhasil berlayar atau berhenti di tengah jalan? ikuti kisah cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab • 31 •

Dengan rasa malas Dewa berjalan memasuki mansion, pak Amit, pegawai baru yang di pindahkan dari kediaman ayahnya untuk bekerja di sini,Datang tergopoh-gopoh menghampiri, untuk membantu membukakan jas sang tuan dan mengambil alih tas kerja nya.

Dewa menghela nafas panjang, meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku, menekuk lehernya berlainan arah gerakan santai merilekskan saraf-saraf nya.

"Tuan, ada tukang post memberikan undangan, katanya dari pak Rarendra."

"Undangan apa?" tanya Dewa.

Pak Amit menggeleng. "Ndak tau tuan, monggo di periksa sendiri." pak Amit menyerahkan undangan mewah di lapisi beludru tersebut pada Dewa, iq kemudian memeriksa nya. Pak Rarendra adalah teman sejawatnya dalam hal bisnis, ayah mereka juga berteman baik. Dan kebetulan keduanya pun pernah bersama di satu perguruan tinggi, enam bulan tak ada komunikasi, ternyata pria itu sudah akan menikah, tertera di kartu undangan yang ternyata adalah untuk pernikahan. Dan Dewa di undang.

Tiba-tiba saja telepon nya berdering, Dewa menyerahkan kembali kartu undangan itu pada pak Amit, lantas laki-laki paruh baya itu mengangguk setelah di beri syarat agar kembali oleh Dewa.

"Hey, what's up dude?" suara serak di seberang sana menyapa indera pendengaran Dewa, laki-laki berwajah rupawan itu menarik senyum simpul.

"Baik. sudah lama tidak ada kabar, ternyata sudah mau melepas masa lajang saja," ucap Dewa seraya tertawa kecil, biasanya dia bukanlah lelaki yang suka berbasa-basi, perangai nya yang terkenal bengis di tempat kerja selalu mendapat julukan atasan killer oleh para bawahan nya tapi itu akan berbanding terbalik jika ia sudah dihadapkan oleh seseorang yang sudah di anggap nya teman dan di anggapnya nyaman untuk berkomunikasi.

"Hahaha ya, jika sudah ada yang pas di hati, untuk apa lagi menunggu lama, ya kan?"

Kali ini Dewa tertawa lepas. "Ya. kau benar."

"Oh ya aku tidak bisa berlama-lama, kau sudah mendapatkan undangan dari ku kan?"

Spontan Dewa mengangguk. "Ya, sudah ku baca." dengan satu tangan memegang ponsel satu tangannya lagi melepas dasi di lehernya.

"Datanglah, meskipun aku tahu CEO akan sangat sibuk, ku harap kau bisa datang."

"Tentu saja. ini adalah pernikahan teman ku, bagaimana bisa aku tak datang?"

Terdengar tawa dari keduanya.

"Oh ya, bawa istri mu juga."

Dewa terpaku! "Kau tahu aku sudah menikah?"

"Tentu saja aku tahu. Meskipun kau berusaha untuk menyembunyikan nya berita tentang mu tak pernah luput dari media. Itu sebabnya meski kita tidak saling berhubungan, aku tahu bahwa kau sudah memiliki istri, dan di adalah calon adik ipar mu sendiri, right?"

"Beritanya sudah sejauh itu ternyata." Dewa bergumam.

"Eum sorry, aku bukannya mau ikut campur masalah keluarga mu," ucap Rarendra agak menyesal dengan ucapannya.

"It's ok, no problem. Aku akan datang sesuai tanggal yang tertera," kata Dewa.

"Baiklah, sampai berjumpa nanti. Sampaikan salam ku untuk istri mu. Bay!"

Tut! sambungan tertutup.Dewa menghela nafas gusar sambil menekan nomor asistennya di layar ponsel.

"Halo Nathan. saya ada pekerjaan untuk mu."

"Ada apa pak?" suara Nathan menyahut di sebrang telepon.

"Hapus semua berita tentang pernikahan saya di media sosial ataupun majalah-majalah, hapus semua apalagi yang berkaitan dengan istri saya. Bila perlu penjara kan oknum-oknum yang membuat berita tentang itu, saya ingin mendapat laporan bagusnya segera sebelum malam ini," ucap Dewa memerintah dengan panjang lebar.

"Baik pak." Nathan menyanggupi lalu sambungan di matikan oleh pria itu.

Sementara di seberang sana, Nathan merasa heran, ia menerawang sekejap. "Tumben pak Dewa peduli sama nyonya muda." lantas pemuda itu memggidikkan bahu acuh lalu kembali fokus pada layar laptopnya.

"Sepertinya hari ini pun harus lembur lagi." gumamnya nelangsa.

***

Arumi kembali dengan penampilan yang berbeda. Seusai mendapat arahan sahabat Tania, penampilan Arumi sungguh sangat memukau.

"Pertama, kau harus tampil selalu cantik dan agak berani, agar Dewa selalu terpukau."

Ia mengingat perkataan Tania kala itu, hampir seharian ini Tania mengajaknya berjalan-jalan memutari mall dan mengajarkan nya bagaimana menjadi wanita yang berani dan berbeda.

Tania mengajak Arumi untuk treatment wajah, hal yang tak pernah Arumi lakukan sebelumnya, juga perawatan tubuh dan memberikan gaun menerawang yang membuat Arumi sedikit bergidik.

"Ini namanya lingerie Arumi. Kau tahu ini adalah senjata pamungkas para istri untuk menaklukkan suami mereka," ucap Tania kala itu menjelaskan padanya kegunaan gaun itu.

"Ya tentu saja. Jika langkah ini tak juga membuat Dewa luluh, fiks berarti suamimu punya kelainan."

"Tidak-tidak, aku hanya bercanda." imbuh Tania ketika melihat wajah Arumi yang cemberut.

"Jika langkah ini tak berhasil, maka kau harus membuatnya cemburu, seperti yang ku katakan, agar dia bisa jujur dengan perasaannya."

"Aku tidak yakin ini akan berhasil."

"Kita coba saja dulu." Begitu cara Tania untuk meyakinkan nya, usaha terakhir untuk menebak apa yang ada di isi hati Dewa saat ini,juga keputusan terakhir apakah Arumi akan bertahan atau memilih pergi, adalah lewat cara ini.

Saat ini Dewa sedang berada di sofa ruang tengah sambil menekuri buku besar yang ada di pangkuan nya, pria itu terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dengan kacamata baca yang bertengger di hidung bengir nya, hal tersebut membuat Arumi semakin berdegup kencang saat dengan sengaja menampakkan diri, melewatinya.

"Sekali-kali perlihatkan sisi dirimu yang centil, menggoda suami sendiri bukanlah hal yang salah."

Kembali, perkataan Tania menggema di otaknya. Bisakah ia melakukan hal ini? Arumi tak yakin.

Sementara Dewa yang sejak tadi khidmat membaca di tempatnya, mulai merasa terusik dengan ketukan high heels yang menggema membentur lantai, membuat nya mendongakkan kepala lalu refleks menoleh ke arah sumber suara, di saat itulah maniknya yang masih terhalang kaca mata tertumbuk pada wanita yang kini sedang berjalan melewatinya. Dan Dewa terperangah.

Bahkan ia tak bisa mengalihkan pandangannya walau hanya sedetik dan tak berkedip sama sekali. Arumi begitu mempesona, gadis itu fatamorgana yang tak nyata, begitu indah membuat nya terpana.

Penampilannya sedikit berbeda, rambut panjang nya yang kecoklatan bergelombang di sisi bawahnya, kulit begitu cerah berseri bak pualam yang mengagumkan, wajahnya yang tegas khas wanita Pakistan itu yang begitu cantik bahkan jika tidak memakai make up kini nampak lebih cantik dengan hanya sentuhan make up tipis, mata jernihnya memantulkan kesegaran membuat Dewa ingin menyelam di sana.

Pria beralis lebat itu terpaku sesaat, Arumi jelas melancarkan aksi selanjutnya, ia berusaha mencoba teknik yang di ajarkan Tania dalam usaha menggoda pria.

"Tersenyum padanya, lalu kedipkan sebelah mata mu."

Dalam hati Arumi mengulang perkataan Tania, dan berhasil! pria itu nampak bergeming dengan raut wajah mendamba.

Namun seakan Dewi Fortuna tidak memihak nya, kejadian yang membuat Arumi malu seketika, adalah ketika ia hendak berjalan menghampiri Dewa, ia hampir tergelincir karena batang high heels nya yang terlalu tinggi membuat ia kehilangan muka saat itu juga.

"Pfft!" terdengar kekehan kecil dari Dewa.

Hal yang tak pernah Arumi duga dan belum pernah ia saksikan sebelumnya. Dewa tertawa!

1
SUMARMI SUMARMI
Lumayan
Adele Amoreiza Limbong
apa ceritanya sudah slsai ia kak??
Mat Grobak
👍👍✌
Erni Syah
arumi dah telpn lum sama dewa ..klau blum bisa2 salah paham lagi..thor jgn buat mrka berantem lagi ya...pusing saya bacanya..bikin panas sesak
Puji Lestari
ah baru ge damai udah akan mulai lgi konflik
dandelion: Hehe konfliknya Bru di mulai 😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
up nya yg banyak thour 💪😍😍
dandelion: Siaaap di tunggu yaaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
akhirnya ,,,smngat thour 💪😍😍😍
dandelion: Siaaap terima kasih te
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lnjt dong thor bnxk2 dong upx
dandelion: Siaap di tunggu yaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
lanjut thour makin suka aku
dandelion: Terimakasih telah berkomentar terus dukung yaa
total 1 replies
Dedew Dewie
sedikit banget up nya ..
dandelion: Di tunggu ya😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
yg banyak dong up nya thor
Nadin Nisa Rismaya: salu aku tunggu
total 2 replies
Dedew Dewie
yang banyak up nya Thor
dandelion: Siaap tolong terus dukung y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lm dtngg kok cm uppx 1 aja thor
dandelion: Di tunggu yaaa~
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
next
dandelion: Siap kak
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
up lg dong thor
dandelion: Okeeee di tunggu y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
mbox crwt banget sich
dandelion: Hahaha bikin dongkol y mbok ny😅
total 1 replies
Puji Lestari
lnjut thor
dandelion: Siaap terimakasih dukungan nya
total 1 replies
Eta Adhiaksa
kasian arumi
dandelion: 😓😓😓 Iya kak
total 1 replies
Yunisa
semangat Arumi
dandelion: Semangat ❤️🔥
total 1 replies
Yunisa
dan nantinya kau akan mencintai aruma juga
dandelion: Iya hhehe😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!