NovelToon NovelToon
Wedding Drama

Wedding Drama

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim Meili

Hervinda Serana Putri, seorang gadis dengan kesabaran setebal baja. Hidup dengan keluarga angkat yang tidak pernah menganggapnya keluarga. Hidup terlunta dan diperlakukan seperti pembantu. Bahkan, dia seperti membiayai kehidupannya sendiri. Suka, duka dan bahkan segala caci makian sudah diterimanya.

Kejadian besar menimpa Hervinda ketika saudaranya, Rensi kabur dari rumah ketika hari pernikahannya. Seluruh keluarga bingung. Akhirnya, mereka menjadikan Hervinda sebagai ganti tanpa sepengetahuannya.

Michael yang merupakan calon Rensi sudah sangat bahagia. Sayangnya saat dia tau wanita yang dinikahinya bukanlah Rensi, emosinya meluap. Dia berjanji akan menyiksa Hervinda dan mendapatkan kembali Rensinya.

"Apapun untuk mendapatkannya. Kamu bukan yang aku inginkan. Bahkan melukaimu pun aku sanggup."

-Michael Adithama-

"Setidaknya tatap aku dan belajarlah mencintaiku."

-Hervinda Serana Putri-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Meili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 31_Pilihan Lain

Door..dooor...doooorr...

“Aaaaa,” teriak Vinda dengan menutup telinganya, bangkit dan keluar dari persembunyian. Tubuhnya sudah benar-benar membeku di tempat dan melihat sekelilingnya yang sudah menatapnya dengan tatapan tajam.

Vinda menarik napas panjang dan menghela napas dalam. Rasanya dia benar-benar akan jatuh. Air matanya mengalir melalui sela-sela bola matanya dan terisak. Pandangannya menatap lurus dan tanpa sadar meluruh di lantai dingin tersebut.

Michael yang melihat Vinda terdiam di pintu ruang tengah menatapnya dengan napas yang terasa tercekat. Sedangkan Rensi, dia masih memeluknya dengan tubuh menggigil dan menangis tergugu. Kenapa kamu masuk, Vinda? Bukannya aku sudah memperingatkanmu untuk tidak masuk ke dalam? Aku tidak mau kamu terluka lagi karena aku, batin Michael memprotes. Dia hendak melepaskan pelukannya, tetapi Rensi masih memeluknya dengan erat dan tidak tega melepaskannya.

“Oho, jadi kamu membawa istri mu juga, Michael?” tanya Dave dengan senyum licik.

Vinda mengelus dadanya lega. Setidaknya tidak ada korban yang terluka di rumah tersebut. Dave hanya melayangkan pelurunya ke sembarang arah dan memang tidak mengenai Rensi maupun Michael. Dia sengaja memancing agar anak buah Michael keluar dan dia berhasil. Roy beserta rombongan telah berkumpul dan menodongkan benda yang sama ke arahnya.

Dave yang melihat hanya tersenyum kecil dan melangkah perlahan. Dia mendekati Vinda yang hanya terduduk di lantai dengan air mata berlinang. Vinda takut jika Michael menerima peluru tersebut dan dia tidak bisa menolong sama sekali karena jaraknya terlalu jauh.

“Apa kabar, Vinda?” sapa Dave dengan suara rendah dan tubuh yang juga direndahkan. Dia duduk dan menatap Vinda yang begitu lemah. Tangannya menggenggam tangan Vinda dan memaksanya untuk bangkit. Vinda hanya menurut dan menatap Dave dengan tatapan yang tetap sama seperti yang dulu ditunjukannya.

“Dave, jangan kamu sakiti Vinda,” teriak Michael dengan mata menggelap. Rahangnya mengeras melihat perlakuan Dave yang jauh dari kata lembut. Apalagi dia melihat ringisan di bibir Vinda menahan sakit karena Dave terlalu keras menggenggam tangan istrinya.

“Kenapa, Michael? Kamu tidak rela aku menyakiti Vinda? Atau memang hanya kamu yang boleh melakukannya?” tanya Dave dengan wajah mengejek.

Michael menggeram marah dan hendak melepaskan pelukan Rensi, tetapi tidak bisa. Rensi menggeleng dan menatapnya sendu. Vinda yang melihat hal itu semakin terluka. Air matanya menitik perlahan dan semakin deras. Ternyata memang dia tidak pernah diharapkan ada. Vinda hanya tersenyum menenangkan dirinya dan memberi keyakinan agar Michael sendiri tidak merasa bersalah.

“Kamu terlalu serakah, Michael. Kamu menginginkan keduanya dan enggan melepaskan. Apa itu disebut sebagai pria yang baik?” ucap Dave sembari menatap Michael dengan wajah yang sudah dibuat memprihatinkan. Setelahnya, dia tersenyum dan menodongkan pistol tepat di kepala Vinda.

Michael maju selangkah dan terhenti karena lagi-lagi, Rensi mencegahnya. Dia bingung harus memilih siapa dalam kondisi saat ini. Matanya memancarkan kekhawatiran. Dia takut jika nantinya, Dave benar-benar melayangkan pelurunya.

“Dave, jangan,” cegah Michael dengan napas tercekat. Rasanya hampir saja jantungnya berhenti berdetak karena jemari Dave sudah menarik pelatuknya sedikit. Namun, rasanya khawatirnya semakin menjadi karena Dave malah menertawakannya dengan wajah yang begitu cerah. Pria di hadapannya benar-benar tengah mempermainkannya saat ini.

“Bukannya kamu mencari Rensi, Michael? Sekarang kamu sudah menemukannya. Jadi, bisa dia saya ambil?” ujar Dave sembari mendekatkan Vinda kepadanya.

Michael menggeram kesal dengan tangan mengepal. Wajahnya sudah menunjukan amarah yang akan meledak. Dengan paksa dia melepaskan pelukan Rensi dan menjauhkan gadis tersebut dari tubuhnya. Meski Rensi mencoba mencegahnya, tetapi kali ini Michael sudah tidak peduli. Dia tidak bisa melihat Vinda dalam kesulitan. Meski tidak ada rontaan yang ditunjukan, dia tau bahwa wanita di hadapannya tengah menggigil takut.

“Serang dia,” teriak Dave ketika Michael mendekat ke arahnya.

Seluruh anak buahnya langsung mendekat ke arah Michael dan mulai baku hantam. Sedangkan Dave, dia malah melarikan diri dengan membawa Vinda. Vinda mencoba memberontak dan melepaskan genggaman tangan Dave, tetapi usahanya sia-sia. Bagaimana pun dia hanya seorang wanita yang tidak akan kuat menandingi kekuatan seorang pria.

“Vinda,” teriak Michael yang mengejarnya di belakang.

Vinda tersenyum melihatnya dan mencoba melepaskan genggaman tangan Dave. “Dave, lepas. Aku tidak ada urusan denganmu,” ucapnya sembari memberontak.

Dave yang kesal langsung membekap mulut Vinda dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Dia memang tidak memiliki masalah dengan Vinda, sebelumnya. Namun, setelah Vinda menggagalkan rencananya, dia merasa Vinda juga akan menjadi ancaman untuknya.

“Dave, kembalikan Vinda,” teriak Michael yang mengejar terus-menerus. Dia mengabaikan luka yang sudah membekas di pipi dan bibirnya. Dia bahkan membiarkan Rensi sendiri di ruangan yang sudah terjadi peperangan. Dia hanya peduli dengan keadaan Vinda saat ini.

Vinda mulai kehilangan kesadaran karena menghirup obat bius yang sudah membekapnya. Dia hanya mendengar sekilas suara Michael yang perlahan menghilang. Matanya langsung menutup sempurna dan tubuhnya melemas. Dave yang melihat Vinda langsung membopongnya dan membawa ke mobil. Matanya menatap Vinda dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Kita ke mansion,” perintahnya saat sudah di dalam mobil dan langsung meninggalkan lokasi.

Sedangkan Michael yang melihat langsung kembali dan mengambil mobil. Namun, sangat disayangkan karena dia masih tetap kehilangan jejak. “Sial,” ujarnya sembari memukul setir mobil menunduk lemah.

“Harusnya kamu memang tidak usah ikut. Bodoh,” gerutunya meratapi kesalahan. Ada hal terasa pilu ketika melihat Vinda yang menatapnya dengan luka. Air mata yang Vinda teteskan terasa menyayat hatinya. Michael mengehela napas panjang dan baru mengingat bahwa dia meninggalkan Rensi sendiri.

Michael meraih ponselnya dan menekan nomor Roy. “Bawa Rensi ke rumah sakit. Dia lukanya harus segera diobati,” perintah Michael dan langsung mematikan panggilan.

Michael menatap ke depan dan *** ponselnya erat. “Aku tidak akan membiarkanmu membawanya, Dave. Jangan harap kamu bisa kabur dari ku. Kali ini, akan aku pastikan kamu mendekam di jeruji besi,” ucapnya dengan tatapan sedingin es.

_____

Dave meletakan Vinda di ranjang kamar tamu yang terletak di lantai dua mansionnya. Matanya menatap wajah gadis yang dipenuhi dengan air mata. Mengingat apa yang dilakukan Rensi kepada Vinda membuatnya merasa kasihan. Melukainya, menganiaya, dan bahkan dia membuat Vinda harus menikah dengan Michael yang tidak mencintainya.

Mencintai? Dave rasa pikirannya berubah. Setidaknya dia bisa menilai bahwa Michael sudah mencintai gadis di hadapannya, hanya saja belum ada kesadaran darinya. Perasaan butanya kepada Rensi hanya obsesi semata.

“Sebenarnya aku tidak memiliki masalah denganmu, Vinda. Namun, aku hanya ingin menjadikanmu jaminan untuk keselamatan keluargaku,” ucap Dave lemah.

Dave menghela napas panjang dan menatap kembali wajah Vinda. “Aku takut jika Michael melakukan hal buruk terhadap Ibu dan juga Ayah. Mereka tidak tahu mengenai masalah ini. Semua memang salahku."

“Maaf, aku melibatkanmu,” ucapnya sembari keluar ruangan. Membiarkan Vinda tertidur dengan tenang. Dave akan melakukan rencana lain untuk mengembalikan semua fasilitas keluarganya. Termasuk pengobatan sang Ibu yang saat ini tengah dilakukan di salah satu pulau terpencil miliknya. Dia sengaja melakukannya karena takut jika Michael melukai ibunya.

_____

🍁🍁🍁🍁🍁

Permisi...Kim numpang lewat sebentar ya. Kim cuma mau bilang maaf karena updatenya lama dan cuma sedikit.

Adakah yang menanti? Terima kasih untuk semuanya. Lope lope dari Kim buat semuanya. 😉😉

🍁🍁🍁🍁🍁

1
kalea rizuky
halahhh klo jd michael mending nikah lagi ngapain nunggu orang koma hadeh ksian anaknya lahh
kalea rizuky
vinda goblok harusnya urus cerai sendiri lah tolol suami bego aja di pertahanin knp semua tokok di novel mu bodoh
Dian Oktaviya
Luar biasa
nhenhe
pede gilaaaa lu ...
YuWie
enakmen jadi resti ya..sdh hampir jadi pembunuh tapi masih bebas melenggang.
ael apakabar, gak pingin bales tuh
YuWie
semangat Vin
fifa
baru mampir Thor 🙂
Dewi Melow
********* itu maksudnya apa?
masa bacanya Michael bintangbintangbintang kertas 😑🙄
Nani Desmiwati
Ceritanya bagus
Mei Muntiani
Kecewa
Amirah iz
die bkn gila lagi dave saraf akut malah
Lusiana Serly
pasti alur nya kayak Michael sama vinda yg langsung memaafkan, sama kayak cerita tanpa perjuangan panjang
Ruk Mini
oohhh... thorr..kau buat aq mewek2...haru biru..sukaa bgt bucin .walo d awal ngeselin bgt..ok tq thorr d tunggu karya2 mu Bu lgi
just mi🤫
bagus
Hida Hida
ketembak di dada itu tindakan nya harus nya di operasi,masak tindakan nya cuma di panggil kan dokter ke rumah 😅
Ana Marina
good
KING'Tozis - Fingerstyle Ndr
top👍 buat bara
Leli Darwika
penyesalan selalu datang terlambat.
Leli Darwika
asli, karya oThor banyak mengandung bawang.🥺🥺🥺🥺
Leli Darwika
memang kamu keeejaaammmm teramat kejammmm Randy.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!