Siena gadis berusia 20 tahun harus merelakan suaminya untuk wanita lain dan takdir mempertemukannya dengan Kenzi seorang pria dingin dan kejam. Berawal dari teman kerja dan membawa Siena ke dunia Kenzi.
Akankah tumbuh rasa cinta di atara mereka setelah pengkhianatan yang di alaminya di masa lalu. Terlebih Kenzi mendekati Siena hanya untuk balas dendam.
Cover: Pinteres
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Keenan kembali
Pagi pagi sekali seperti biasa Siena mempersiapkan semua sarapan untuk keluarganya di bantu asisten rumah tangga.
"Neng Siena, saya kemarin lihat bapak jalan sama cewek cantik ke hotel dekat supermarket tempat biasa mbok belanja, mbok pikir itu neng Siena," ucap mbok di akhiri tertawa kecil.
"Hotel.." ucap Siena dalam hati, ia teringat akan secarik kertas yang di temukan dalam saku jas milik Reegan.
"Neng kok bengong," ucap mbok.
"Tidak apa apa mbok, oya..mama mana? tumben belum bangun?" tanya Siena
"Nyonya Alya tadi pagi sudah pergi Neng," sahut si mbok.
"Pergi? kemana?"
Si mbok menggelengkan kepala, "tidak tahu neng."
"Pagi sayang," sapa Reegan mencium pipi Siena.
"Pagi..sarapan dulu," Siena hendak menuangkan susu hangat.
"Tidak perlu sayang, aku buru buru," jawab Reegan. "Aku bisa sarapan nanti di kantor."
"Oh, ya sudah."
Reegan berjalan keluar di ikuti Siena berjalan sejajar, namun saat mereka sampai di teras rumah. Mereka di kejutkan dengan kedatangan Keenan dan seorang wanita berparas ayu.
"Keenan! seru Siena langsung memeluk Keenan sahabatnya.
" Siena..akhirnya kita bertemu lagi," ucap Keenan sembari melepas pelukannya. "Siena, kenalkan ini istriku Dinda."
"Istri? bukankah?"
Keenan menganggukkan kepala, "iya benar Siena."
"Jadi? kau sudah cerai dengan Maria?" tanya Reegan.
"Maria dan bapaknya masuk penjara," jawab Keenan.
"Apa?! ucap Reegan dan Siena bersamaan.
" Jadi begini, mereka berusaha membunuhku dan membuangku ke jurang. Tapi aku beruntung ada Dinda dan ayahnya, mereka menyelamatkanku dan mengobatiku selama aku lumpuh," ungkap Keenan. "Setelah aku sembuh, aku menikah dengannya. Dan aku langsung kembali ke jakarta melaporkan Maria dan Ayahnya."
"Apa motif mereka membunuhmu, Keenan?" tanya Reegan.
"Mereka berniat menghancurkan keluargamu Reegan, tapi karena aku mengerahuinya dan di anggap sebagai penghalang. Makanya mereka menyingkirkanku."
"Syukurlah masalahmu sudah selesai Keenan," ucap Siena. "Eh kita duduk yu?"
"Siena, aku berangkat dulu ke kantor . Kalian ngobrol saja." Reegan mencium kening Siena sesaat lalu ia melangkah pergi. Siena melambaikan tangan saat mobil Reegan keluar dari halaman rumah.
"Akhirnya kau menikah juga dengan Reegan," ucap Keenan.
"Iya, ayo duduk."
Mereka duduk di kursi teras rumah, Siena masuk ke dalam rumah hendak mengambil minum dan cemilan. Tak lama kemudian ia membawakan teh hangat bersama cemilannya. Ia letakkan diatas meja.
"Diminum Dinda," ucap Siena
"Terima kasih kak," jawab Dinda.
"Oya Keenan, apa rencanamu?" tanya Siena.
"Aku belum tahu Si..aku juga tidak punga pekerjaan di sini."
"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa carikan kau pekerjaan."
"Oya? dimana Si?" tanya Keenan.
"Di perusahaan kakekku bagaimana?" tanya Siena.
"Kakek?"
Siena menganggukkan kepala, lalu ia menceritakan tentang keluarganya yang baru saja ia temukan. "Serius Siena? karta sukmadiningrat..aku kenal dengan beliau." Keenan melebarkan matanya terkejut dengan kabar berita yang di katakan Siena.
"Kau kenal Rei juga dong?" tanya Keenan.
"Rei.." Siena mengangguk. "Aku mengenalnya, tapi aku tidak tahu ada hubungan apa antara Rei dan kakek."
"Siena, apa kau mau membantuku untuk bekerja di perusahaan kakekmu itu?" tanya Keenan.
"Tentu saja..bagaimana kalau kita berangkat ke rumah kakek sekarang?"
"Boleh, kalau kau tidak keberatan."
"Tentu tidak Keenan, kau sahabatku.."
"Baiklah Siena.."
Tak lama, mereka pun memutuskan ke rumah kakek Siena.
****
Sementara itu di kantor Reegan. Alya tengah marah besar pada Sandra. Bahkan ia memecat Sandra hari itu juga.
"Ma..mama tidak bisa seperti itu!" ucap Reegan protes.
"Diam kau Reegan! kau juga sama saja dengan wanita murahan ini!" pekik Alya menunjuk ke arah Sandra yang menangis.
"Ma..dia tidak salah ma.."
"Oho, terus yang salah siapa? mama?! atau Siena istrimu?!" maki Alya.
"Bu. jangan pecat saya bu.."
"Oya? kenapa? biar kau bisa terus merayu putraku? iya begitu?!
" Plakk!!"
Alya kembali menampar wajah Sandra, "biar kau sadar siapa dirimu! bercerminlah wanita bodoh!" hardik Alya.
"Cukup ma! aku tidak akan biarkan mama menyakiti Sandra! pekik Reegan. Ia menarik tangan Sandra lalu membawanya menjauh dari Alya.
" Reegan!" seru Alya. Namun Reegan terusa saja melangkah meninggalkan kantornya bersama Sandra.
Keributan pagi itu, terdengar bahkan di saksikan sebagian karyawan kantor. "Jika kalian masih ingin bekerja di sini, laporkan pada saya jika melihat wanita seperti dia bekerja lagi di kantor ini. Kalian paham?!"
"Paham bu.. sahut beberapa karyawan.
Alya mendengus kesal, ia duduk di kursi untuk menenangkan diri. " Aku tidak menyangka, putra yang selama ini aku banggakan ternyata mengecewakan dan memalukan," ucap Alya dalam hati.
"Kau tidak tahu rasanya di khianati, Reegan.." Alya meneteskan air mata. Ia teringat suaminya yang telah meninggalkannya demi wanita lain. Tak lama kemudian ia beranjak pergi meninggalkan kantor kembali ke rumah.
Sementara itu Reegan dan Sandra sedang berada di dalam mobil untuk mengantarkan Sandra ke rumahnya, " kau tidak perlu khawatir, biarpun kau sudah tidak bekerja di perusahaanku. Aku tetap akan membiayai semua kebutuhanmu," ucap Reegan.
"Tidak sayang, aku mau kau menikahiku.." jawab Sandra.
"Tapi aku punya istri?"
"Tidak apa apa sayang, aku jadi yang kedua."
"Benarkah? tanya Reegan senang.
" Tentu sayang," ucap Sandra.
"Kalau begitu, besok kita menikah."
"Benarkah?" tanya Sandra bahagia
Reegan menganggukkan kepala, menatap Sandra. "Kau bahagia?"
Sandra mengangguk lagi, "aku punya kabar bahagia," ucap Sandra.
"Apa?" tanya Reegan.
"Aku positif hamil,"
"Hamil?" ucap Reegan.
Sandra mengangguk, "iya benar."
"Tapi San, aku belum siap jadi ayah." Reegan melirik ke arah Sandra.
"Sayang, kita bisa pakai jasa baby sister..jadi kita tidak terganggu dengan bayi ini."
"Kau benar," sahut Reegan. "Baiklah..kita akan menikah secepatnya."
Tak lama mereka telah sampai di halaman rumah Sandra. "Ayo masuk."
Sandra mempersilahkan Reegan masuk ke dalam rumah. Lalu mereka langsung masuk kamar dan melampiaskan nafsu yang tak dapat mereka kendalikan. Hingga Reegan lupa kalau hari semakin siang dan ia tertidur pulas di rumah Sandra.
***
Sementara itu, Siena yang baru saja selesai mengantarkan Keenan ke rumah kakeknya, ia memilih jalan pintas untuk menghindari macet. "Kita jalan memutar saja, jauh sedikit tidak apa apa," ucap Siena pada Keenan.
"Tidak apa apa Si..yang penting kita pulang dengan selamat," timpal Keenan.
"Seperti mobil milik Reegan," ucap Siena menepikan mobilnya sesaat, menatap ke arah mobil yang terparkir di sebuah rumah sederhana.
"Siena..kau ini ada ada saja..mentang mentang pengantin baru, apa saja kelihatan suaminya," goda Keenan. Dinda ikut tertawa.
Siena tertawa kecil, "maklumlah.." sahut Siena. Ia kembali menjalankan mobilnya.
"Kenapa hatiku mengatakan itu mobil milik Reegan?" ucap Siena dalam hati. "Ah sudahlah..mungkin itu perasaan takutku saja."