NovelToon NovelToon
Never Say Good Bye

Never Say Good Bye

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / TimeTravel / Mafia / Tamat
Popularitas:481k
Nilai: 5
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.

Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.

Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.

Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.

Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.

Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?

Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?

Ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung Ke Rumah Keluarga Besar Kagami

"Wah... wah ... wah ... kau sungguh terlihat tampan luar biasa, sangat gagah, menawan dan terlihat begitu dewasa, Zen!" Ucap kak Kai begitu kagum dan terus memandangi Zen dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Penampilan Zen kali ini memang terlihat sangat rapi dan begitu elegan. Zen terlihat begitu modis dan necis dengan setelan jas itu. Dia terlihat begitu gagah dan sangat berkharisma.

"Biasanya kau suka pakaian casual. Tidak seperti kali ini." Imbuh kak Kai lagi sedikit keheranan.

"Sekali-kali tidak masalah bukan jika aku mencoba berpakaian rapi seperti ini ..." Zen menyauti dengan senyuman lebar yang begitu menawan.

"Benar sekali." Kak Kai menepuk bahu Zen dan tersenyum lebar. "Sekarang kita sarapan dulu. Kakak sudah meminta mereka memasakkan sup pereda mabuk untukmu."

"Okay ..."

...⚜⚜⚜...

TRING ...

Terdengar notifikasi yang berasal dari ponsel Zen. Dan Zen segera meraih ponselnya untuk melihat pesan itu.

Senyumnya mulai mengembang setelah membaca pesan itu. Ternyata pesan itu berasal dari adiknya Yosuke yang memberitahukan bahwa dia sudah pulang dari rumah sakit. Bahkan Yosuke juga mengirimkan sebuah alamat rumahnya.

"Ada apa, Zen? Siapa yang mengirimkan pesan?" Tanya kak Kai sedikit penasaran.

"Pagi ini kita akan mengunjungi seseorang dulu, Kak. Setelah itu baru kita pergi ke tempat sesuai dengan schedule." Sahut Zen sambil memakai sabuk pengamannya lalu sedikit merapikan poninya dengan berkaca pada kaca yang tergantung di dalam mobil.

"Mengunjungi siapa?"

"Kakak akan mengetahuinya nanti." Sahut Zen dengan senyum lebar menatap kak Kai sambil merapikan jaz yang sedang dipakai kak Kai.

"Sekarang mari kita pergi ke Danenchofu, Kak!" perintah Zen dengan manis.

"Kita mau ngapain ke Danenchofu? Kau punya kerabat yang tinggal di kawasan itu?" tanya kak Kai sembari menghidupkan mobil Lamborghini Veneno Roadster warna putih itu.

"Hhm. Aku punya kerabat disana." sahut Zen seadanya.

"Baiklah ..." kini kak Kai mulai menyalakan mesin mobil mewah itu dan mulai mengemudikannya.

NGUNNGG ... NGUNNGG ...

Lamborghini Veneno Roadster putih itu kini mulai melaju dan membelah jalanan kota Yokohama yang sudah sedikit ramai. Sementara di belakangnya sudah ada sebuah BMW hitam metalik yang berisikan keempat pengawal yang dengan setia selalu mengikutinya.

"Kak. Mobil mewah siapa ini? Tidak mungkin kakak membelinya bukan? Kita hanya 3 hari di Jepang." celutuk Zen saat di dalam mobil.

"Tentu saja ini adalah mobil kamu, Zen!" kak Kai menyauti dengan datar namun tentu saja membuat Zen sedikit terkejut. "Kita hanya akan memakainya saat tour ke Jepang. Saat kita kembali ke Beijing, mobil ini selalu dijaga dengan baik kok oleh teman kakak yang bekerja di Richmond Hotel Narita."

"Ah ... ternyata begitu ya. Aku kira kakak hanya membelinya untuk 3 hari, lalu menjualnya kembali."

"Tidak, Zen. Memang mobil ini kacang goreng?" kak Kai menyauti dengan kekehan kecil. Sedangkan Zen tanya tersenyum tipis saja.

"Ehm ... Kak ... kita mampir ke toko perlengkapan baby dulu ya." perintah Zen dengan wajah begitu ceria.

Saat ini yang ada di benak fikirannya adalah kedua anak kembarnya yang sudah 2 bulan tidak ditemuinya. Tentu saja Zen sangat merindukan kedua buah hatinya yang baru memasuki usia 2 tahun. Masih begitu lucu dan menggemaskan. Tiba-tiba saja Zen tersenyum lebar lalu menutupinya dengan punggung telapak tangannya. Dia juga sedikit mengalihkan pandangannya ke samping menatap bangunan kota Yokohama yang dipenuhi dengan bagunan-bangunan gedung yang menjulang tinggi dan sangat kokoh.

"Memang kamu mau mengunjungi baby siapa?" tanya kak Kai yang masih fokus mengemudikan Lamborghini super mewahnya.

"Hhm. Baby twins yang sangat lucu dan manis. Dan tentu saja sangat menggemaskan ..." kali ini Zen tak bisa menutupi senyum kebahagiaannya dari hadapan kak Kai.

"Hhm. Kakak senang melihatmu begitu bahagia." sahut kak Kai dengan senyum tipis karena melihat Zen bahagia.

.

.

.

.

.

Beberapa saat akhirnya mereka sampai di kawasan Danenchofu. Zen terus memberikan instruksi jalan untuk kak Kai hingga akhirnya sampai pada sebuah rumah besar bergaya Eropa dengan bangunan yang super kokoh dan mewah itu.

Kak Kai mulai memarkir mobil itu di depan rumah mewah itu. Sementara Zen sibuk membenarkan pakaiannya yang sedikit kusut agar rapi kembali. Setelah itu mereka segera turun dari mobil dan mulai melenggang menuju gerbang utama.

Namun baru saja di berjalan sampai gerbang utama, mereka sudah dihadang oleh dua orang pengawal. Yeap, dua orang pengawal yang kemarin sempat dihajar oleh Zen.

"Bocah! Kau lagi! Ada apa lagi kau datang kemari?!" semprot salah satu pengawal dengan begitu garang.

Zen menanggapinya dengan senyum manis dan sedikit sombong, "Kali ini aku datang untuk memenuhi undangan tuan Yosuke. Kalian tidak bisa menghentikanku." senyumnya terkesan sedang mengejek kedua pengawal itu.

"Jangan banyak alasan! Tuan Yosuke tidak akan mungkin mengundang bocah sepertimu!" tandas salah satu pengawal itu.

Kak Kai yang melihat semua ini hanya mengernyitkan keningnya dan terlihat begitu bingung. Namun dia lebih memilih untuk diam terlebuh dahulu.

"Kalau tidak percaya tanyakan saja kepada tuan Yosuke sendiri. Apakah aku sedang berbohong dan mengarang cerita ataukah kalian yang harus diberi palajaran karena memperlakukan tamu undangan Boss kalian dengan cara seperti ini?!" tandas Zen dengan begitu tajam. Seringai manis mulai menyembul dari wajah tampannya dan bergantian menatap kedua pengawal itu.

"Baik. Tunggu sebentar!" salah satu pengawal kini sedikit menjauh dan mencoba untuk menghubungi seseorang. Dan setelah menunggu beberapa saat akhirnya dia kembali lagi dengan wajah sedikit datar.

Zen masih menunggu dengan wajah dingin dengan kedua tangannya dimasukkan pada saku celana super mewahnya. Perlahan dia mulai menatap pengawal yang baru saja datang itu dengan ekspresi begitu meremehkan.

"Silakan masuk. Tuan Yosuke sudah menunggu di dalam." ucap pengawal itu dan memberikan jalan serta mengulurkan tangan kanannya untuk mempersilakan Zen dan kak Kai untuk lewat.

"Terima kasih ..." kini Zen mulai melenggang dengan langkah lebar namun santai dan terlihat begitu gagah menyusuri jalan utama menuju kediaman keluarga besar Kagami.

Kak Kai mengikutinya dari belakang dan keempat pengawalnya juga mengikutinya di belakang.

"Zen. Sebenarnya ini rumah siapa? Kerabatmu terlihat bukan seperti orang biasa ..." ucap kak Kai setengah berbisik ketika mereka masih berjalan di halaman rumah itu.

"Ini adalah kediaman keluarga besar Kagami." kini Zen menghentikkan langkah kakinya ketika sudah berada tak tauh dari pintu utama rumah itu.

Zen menatap bangunan sisi atas rumah dengan bergaya Eropa itu dengan senyuman tipis dan terlihat begitu penuh dengan kerinduan. Senyuman haru dan terlihat begitu hangat terpancar pada wajah tampan itu. Sepasang mata bak okavango blue diamond itu terlihat begitu hangat dan teduh, dengan sedikit terkena pancaran cahaya mentari menjadikannya begitu berkilau seperti kristal.

1
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dapet bonus tunai Zen😅
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk dasar kau Zen, eh bang Kagami
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terdengar familier
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy kabur lagi dia!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bikin betah di kamar ini mah
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
watch nya mahal punya ky nya nih
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Cristal adik yg baik penurut dan cantik jelita
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
akrab sekali mereka ya, sblmnya sedekat apa?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
keliatan seperti idol kpop ya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
baka memang harusnya selalu sial macam kalian
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rusak sudah masa depan Lee 🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jaga ucapanmu Baka!
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
Li lian sudah pulih?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah kekuatan mu kembali bang Kagami walau berada di tubuh Zen
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woyy Zen kamu yakin?
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
konteks "meregangkan otot" versi Kagami jiro amat berbeda dr org kebanyakan. kalau org lain mgkn butuh olahraga atau refreshing sedangkan bang Kagami harus gelud🤣🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥ℛᵉˣᒍIᑎ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woy visualnya ga kalah keren dr Jinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!