NovelToon NovelToon
Mafia And Angel

Mafia And Angel

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vira Ly

Seorang gadis yang memiliki kemampuan dalam suatu hal yang menakjubkan yaitu dapat melakukan suatu penelitian yaitu sebuah racun. Hingga suatu hari, gadis itu terjebak di dalam sebuah ancaman orang tua angkat dari saudara kembarnya dimana gadis itu harus menutupi kemampuannya terlebih dahulu demi melindungi keselamatan orang tuanya dan menjadi wanita yang bersandiwara untuk menutupi kemampuannya itu di hadapan semua keluarga mafia terkejam di negaranya.

Demi melindungi keberadaan keluarga besarnya yang terancam atas ancaman Pamannya, Ziya selalu berusaha untuk menjadi Zoya dalam keluarga Alexandre. Sedangkan di dalam keluarga besar Alexandre, semua orang tidak menyukai adanya Zoya di istana Alexandre.

Bagaimanakah Ziya harus menghadapi itu semua dengan situasi yang begitu rumit dan penuh misteri serta bermasalah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vira Ly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bag. 31 - Lukanya Terbuka

Vena yang merasakan cemas terhadap majikannya ini membuat dia ingin segera melaporkan tindakan perbuatan Claire kepada Ziya dan Demian tadi. Tapi niat itu belum disampaikannya, karena ia ingin segera membersihkan darah luka yang telah terbuka itu.

Semua orang yang melihat kejadian itu menjadi saksi bahwa Claire yang lebih dahulu bersalah terhadap Ziya.

Ziya yang melangkahkan kakinya dengan dipapah oleh Vena, menuju ke kamarnya.

Diikuti oleh Demian dan juga Melly Baby Sitter Demian. Saat, Ziya ingin masuk ke kamarnya langkahnya terhenti karena, Vena mengingatkan bahwa dirinya harus tetap tinggal di kamar Alberto.

" Nyonya,, kita tidak kesini, tapi ke kamar Tuan." Ucap Vena mengingatkan Ziya.

" Hah! iya,," Jawab Ziya menuruti Vena.

Lalu, Ziya teringat akan Demian, supaya Demian langsung masuk ke kamarnya dan istirahat.

" Demi,," Ucap Ziya yang menoleh ke arah Demian.

" Demi, kembali ke kamar ya, istirahat,, nanti setelah selesai Mommy langsung ke kamar Demi,," Ucap Ziya membujuk Demian yang berada di gendongan Melly.

" Demi mau ikut Mommy,," Bilang Demian yang malah balik membujuk.

" Ya sudah,, ikut ke kamar Daddy ya,," Ucap Ziya.

" Yes Mom,," Jawab Demi sendu.

Setelah sampai di dalam kamarnya Alberto. Ziya duduk di atas sofa dan Demian juga duduk di atas sofa tersebut.

Ziya melihat Vena sedang mengambil semua alat kesehatan dan menyiapkannya untuk membersihkan darah yang mengalir di kepala Ziya. Setelah selesai semua disiapkan Vena lalu membawanya ke arah mendekati Ziya. Setelah itu Vena segera membuka perban Ziya.

" Nyonya,, maaf kalau terasa sedikit perih." Ucap Vena yang membuka perban di kepala Ziya.

" Tidak apa-apa Vena, aku akan menahannya,," Jawab Ziya.

" Baik, Nyonya, sebentar ya Nyonya,," Bilang Vena sambil membuka perban perlahan-lahan.

" Iya,," Jawab Ziya mengangguk.

Setelah selesai membuka perban satu persatu di kepala Ziya. Membuat Vena memeriksa keadaan luka Ziya yang sedikit terbuka itu. Sehingga menyebabkan pendarahan di lukanya.

" Sebentar Nyonya,, saya periksa lukanya dulu." Bilang Vena sambil membuka sedikit rambut Ziya.

" Iya,," Jawab Ziya mengangguk.

" Oohh,, Nyonya, ternyata jahitan lukanya sedikit terbuka." Ucap Vena yang memeriksa luka Ziya.

" Terbuka,, jadi bagaimana seharusnya Vena,," Tanya Ziya kepada Vena.

" Seharusnya dengan menutup jahitannya Nyonya dengan cara menjahitnya satu jahitan saja." Ucap Vena yang telah memeriksa keadaan luka Ziya.

" Oh,, ya sudah kamu jahit saja, aku akan menahannya,," Bilang Ziya yang sangat tegar sekali menahan luka di kepalanya.

Karena, mendengar ucapan jahitan dari Vena, Demian merasa khawatir pada Ziya saat ini.

" Mommy, mommy tidak apa-apa kan, apa lasanya sakit,," Tanya Demian dengan wajah sedikit merengek.

" Tidak apa-apa sayanggg, jangan sedih ya,," Ucap Ziya yang membujuk Demian.

" Bagaimana, Vena kamu harus segera menjahitnya,," Ucap Ziya yang bertanya kepada Vena.

" Sebentar Nyonya, saya belum bisa melakukan prosedur itu, kalau belum minta izin dengan Tuan Alberto." Bilang Vena yang menjelaskan keadaannya.

" Haruskah memberitahukannya ?" Tanya Ziya pasti.

" Iya Nyonya,," Jawab Vena mengangguk.

Ziya yang tidak bisa menolak atas pembicaraan dan ucapan Vena. Hanya bisa pasrah dan mengikuti alur saja.

Vena segera mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon Tuan besar Alberto. Tapi sayang saat itu nomor hp Tuan Besar Alberto tidak aktif hanya ada bunyi perekam panggilan suara dan hanya itu yang bisa Vena lakukan.

Vena segera menelepon Asisten Pribadi Alberto yang selalu mengikuti kemana arah Alberto pergi. Untung saja saat ini nomor telepon Asisten Pribadi Alberto aktif.

Dering pertama langsung diangkat olehnya.

" Halo," Ucap Asisten Alberto.

" Halo, Tuan Alberto sedang sibuk tidak, soalnya saya mau membicarakan hal penting." Ucap Vena yang sudah mengetahui dan mengenal asisten Alberto.

" Tuan Alberto sedang rapat, jadi katakan pada saya saja,," Bilang Frengky Asisten Alberto.

Karena, Vena ingin berbicara langsung dengan Alberto. Vena lalu memaksa untuk berbicara langsung dengan Alberto walaupun dalam keadaan Alberto sedang sibuk.

" Tapi, saya ingin bicara langsung kepada Tuan Alberto, karena ini menyangkut keselamatan Nyonya,," Jawab Vena yang sangat tegas.

" Baiklah, tunggu sebentar,," Ucap Frengky.

Vena menunggu Frengky untuk memberikan ponselnya kepada Alberto.

Sementara itu Frengky yang sedang berada di ruangan Alberto membisikkan sesuatu kepada Alberto secara langsung.

" Tuan, Vena menelpon, katanya dia ingin langsung memberitahu Tuan bahwa ini menyangkut Nyonya Zoya." Ucap Frengky dengan suara yang kecil dan hanya berbisik kepada Alberto.

Karena, mendengar ucapan dari Frengky menyebutkan tentang keselamatan Nyonya Zoya. Otomatis Alberto bukan memikirkan Zoya yang asli melainkan Zoya palsu yang berada di rumahnya.

" Hah!" Suara yang keluar dari mulut Alberto.

Lalu, Alberto melangkah menjauhi semua teman rapatnya saat ini.

Selang beberapa detik kemudian suara Alberto terdengar.

" Kenapa,," Ucap Alberto yang menerima telepon dari Vena.

Karena mendengar suara Alberto, secara langsung Vena memberitahu bahwa luka Ziya terbuka jahitannya sedikit.

" Tuan, saat ini luka Nyonya sedikit terbuka jahitannya, jadi menyebabkan sedikit pendarahan." Ucap Vena yang menjelaskan secara detail keadaan Ziya.

Tentu saja Alberto sedikit kaget karena, mendengar penjelasan dari Vena. Tapi mimik wajah cemasnya tidak ditunjukkannya saat itu.

" Kenapa bisa terbuka,," Tanya Alberto serius dan dingin.

" Karena ditarik oleh,, oleh,," Bilang Vena yang sedikit takut untuk memberitahu bahwa Claire pelakunya.

" Oleh siapa ? Katakan!" Bilang Alberto mendesak Vena saat itu.

Ya, walaupun di desak saat di telepon masih saja membuat Vena takut atas sikap dan suara Alberto.

" Oleh Nona Claire,," Jawab Vena dengan rasa takut.

Telepon pun selesai, Vena yang hanya bisa menganga karena tidak ada lagi bunyi suara dari teleponnya.

Lalu dengan segera menyuruh sang asisten untuk menelepon Daniel sahabatnya itu. Alberto memang telah menonaktifkan handphonenya semenjak ia di ruangan rapat.

Oleh sebab itu ia mengaktifkan handphonenya dan menyuruh Frengky untuk segera menelepon Daniel.

" Panggil Daniel sekarang,," Ucap Alberto kepada Frengky asistennya.

" Baik Tuan,," Jawab Frengky menerima telepon dari tangan Alberto.

Asisten pribadi Alberto segera menelepon Daniel temannya Alberto sang dokter ganteng itu.

" Halo,," Tanya Daniel terdengar dari suara ponsel Alberto.

" Ke rumahku sekarang,," Ucap Alberto yang langsung saja memerintah Daniel untuk ke rumahnya.

" Ada apa ?" Tanya Daniel.

" Lukanya terbuka,," Ucap Alberto yang membuat Daniel langsung mengerti.

" Baik, aku segera kesana," Bilang Daniel yang begitu semangat apabila bertemu dengan kembaran Zoya ini.

" Ingat, jangan menyentuhnya sebelum aku ada disana,," Ucap Alberto yang mengingatkan temannya ini untuk tidak menyentuh Ziya tanpa sepengetahuan dirinya

" Lukanya terbuka dan memerlukan pertolongan pertama, jadi aku harus cepat membantunya," Ucap Daniel yang kata-kata kedokterannya dikeluarkan.

" Ya aku tahu itu, tapi tunggu izin dariku baru boleh kau melakukannya,," Ucap Alberto.

" Ya baiklah,," Jawab Daniel yang mengalah.

Daripada berdebat dengan satu temannya ini, lebih baik mengalah adalah hal yang paling bijak untuk temannya ini. Hehehe begitulah sikap Daniel yang hanya bisa mengalah saat ini.

Lalu, Alberto kembali menelepon Vena.

Sementara itu Vena yang berjalan mendekati Ziya dan tanpa disadari ponselnya berbunyi lagi. Vena segera menerimanya karena itu dari Tuan Alberto.

" Iya Tuan,," Jawab Vena.

" Darahnya masih mengalir,," Tanya Alberto langsung ke rinciannya.

" Sebentar Tuan, saya periksa lagi." Ucap Vena yang memeriksa luka Ziya.

" Tuan, Darahnya memang mengalir, tapi saya sudah menahannya dengan perban, jadi, darahnya sedikit tertahan." Ucap Vena yang menjelaskan secara detail dan jelas.

" Aku segera pulang,," Bilang Alberto yang semua orang bisa mendengarkannya.

Ziya yang saat itu juga mendengar merasa deg-degan untuk bertemu dengan Alberto. Karena, ia khawatir apa yang akan terjadi padanya. Apa Alberto akan memarahinya atau tidak. Karena, ia sudah berkelahi dengan Claire pagi ini.

***

Author

🌹Vira Lydia🌹

1
Mak Marie
bagus lanjut ya😀❤️
HIN Aviation
k kl bs jangan diulang2 informasi dlm paragrfnya
kesannya jd berpanjang2 dgn itu2 saja
rina yumala dewi
seruuu
Mak Marie
lanjut loh
Vira Lyn Chuan
bukan berulang kak tapi level lagi turun jadi saya hanya absen saja
Imelda Nogo Tolok
bosan,berulang trus.
Yanti Yana
cerita diulang2 jadi bosan bacanya thor , walaupun sebenarnya ceritanya bgs
Mak Marie
siapakah perempuan itu ya, yang di lihat vena
Mak Marie
iya, memang pun,itu ziya bukan zoya 😊
Mak Marie
up
Mak Marie
di bawa kemana Jimmy
Mak Marie
Kasihan Jimmy dan zoya😭
Mak Marie
macamana keadaan Jimmy sekarang
Mak Marie
tolong lah Kasihanilah
Mak Marie
sepadan sedondon
Mak Marie
up
Mak Marie
up,
Mak Marie
padan muka lo
Mak Marie
mungkin mengandung 🥰
Mak Marie
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!