Sarah adalah gadis desa yang cantik dan polos, dia tertipu dengan cinta palsu Frans.
Frans seorang pria muda, tampan, dan kaya raya yang menikahi Sarah karena taruhan yang dia buat dengan temannya.
Tidak lama setelah menikah Sarah hamil, tapi Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak yang dikandungnya.
Frans meninggalkan Sarah yang tengah mengandung anaknya, dan kembali ke Jakarta.
Penderitaan Sarah tidak cukup sampai disitu, Sarah divonis dokter menderita kanker otak. Dokter menyarankan dia untuk menggugurkan kandungan demi kebaikannya. Tuhan tidak pernah membiarkan ketidak-adilan pada hambanya.
Suatu hari Frans mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Karena hal itu Frans harus membawa Sarah ke Jakarta, karena anak yang dikandungnya itu satu-satunya yang akan menjadi penerusnya.
Bagaimanakah nasib Sarah selanjutnya? Akankah dia memilih keselamatannya atau bayi yang dikandungannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cussie°®, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Akhirnya Sarah menyerah untuk terus melawan Frans, karena tubuhnya tidak sebanding dengan kekuatan Frans.
"Frans..., apa kamu tidak bisa mencintaiku?" tanya Sarah dengan wajah sendu.
"Tidak, aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, hatiku hanya untuk Stevi," jawab Frans tegas tidak peduli pada perasaan Sarah.
Mendengar jawaban dari Frans tersebut, mata Sarah menjadi berkaca-kaca, namun dia tetap berusaha tegar dan kembali bertanya, "Lalu... kamu anggap apa aku ini Frans?"
"Tentu saja, mainan ranjangku," jawab Frans singkat. Mendengar jawaban Frans tersebut membuat hati Sarah sangat terluka hingga menitihkan air matanya.
"Aku tidak mau menjadi mainanmu, menjauhlah dariku! Aku tidak mau kau sentuh!" ucap Sarah menolak seraya mendorong tubuh Frans supaya menjauh darinya.
Frans menjadi sangat kesal karena menerima penolakan dari Sarah. "Sarah, kau harusnya bersyukur aku menjadikanmu mainan ranjangku. Di luar sana banyak wanita yang mengemis ingin menjadi mainan ranjangku," kata Frans dengan kesal. Lalu dia mencium paksa bibir Sarah dan melumatnya sangat lama.
Frans tetap memaksakan dirinya pada Sarah, meskipun Sarah menangis dan menolaknya, dia tetap menyentuh Sarah.
Pagi harinya ketika Stevi baru saja pulang dari pemotretan, dia sengaja tidak mengabari Frans, jika dia pulang lebih awal untuk memberinya kejutan. Stevi dengan semangat membuka pintu kamar Frans untuk mengejutkannya.
"Frans..., aku pulang..." sapa Stevi dengan senyuman di wajahnya, namun senyuman itu langsung hilang, ketika dia tidak menemukan Frans di kamarnya, dia bingung dimana sebenarnya Frans.
"Dimana dia? Di kamarnya tidak ada, tapi mobilnya masih ada di luar, apa mungkin dia di kamar Sarah?" kata Stevi mengira-ngira keberadaan Frans.
Stevi mulai kesal memikirkan kemungkinan Frans berada di kamar Sarah, jadi dia langsung pergi ke kamar Sarah yang tepat berada di sebelah kamar Frans. Awalnya dia ragu-ragu untuk membuka pintunya, takut dengan kenyataan yang akan di lihatnya di balik pintu tersebut.
Namun Stevi memantapkan hatinya dengan mengambil napas panjang, lalu dia membuka pintu kamar Sarah.
Betapa terkejutnya Stevi hingga matanya melotot dan tubuhnya kaku, karena marah dengan apa yang dia lihat di depan matanya, di dalam kamar tersebut ada pemandangan Frans dan Sarah yang masih tertidur dengan saling berpelukan di bawah selimut, dan juga baju-baju mereka yang berserakan di lantai.
Stevi mengerti apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua tadi malam, dia terlihat sangat marah sambil mengepalkan kedua tangannya. Namun Stevi tetap menahan amarahnya, dia menutup kembali pintu kamar tersebut, dan segera keluar dari rumah Frans dengan wajah yang sangat kesal, dia pergi dengan naik taksi untuk menenangkan pikirannya.
Di dalam taksi tersebut Stevi menggigiti kuku jari tangannya karena kesal memikirkan apa yang baru saja di lihatnya, Stevi berpikir di dalam hatinya, "Frans juga seorang pria, tidak mungkin dia tidur dengan Sarah, jika dia tidak memiliki perasaan apapun padanya. Mungkin sekarang Frans belum menyadari perasaannya, tapi jika nanti dia sudah menyadari perasaannya pada Sarah, akan sulit untuk mengendalikan Frans. Aku harus memikirkan sesuatu untuk menjauhkan Sarah darinya."
Dalam upaya untuk menjauhkan Sarah dari Frans, Stevi memulai rencananya. Malam itu dia mengajak Frans untuk pergi ke klub malam.
Hari itu dia berdandan sangat cantik dengan mengenakan mini dress terbuka yang sangat ketat dan seksi.
up
up