perjalan hidup seorang pemuda yang ingin mengetahui jati dirinya, siapa dia sebenarnya?dan untuk apa dia dilahirkan ? kenapa ada jiwa lain didalam dirinya?
Tak hanya tentang apa, dan kenapa dia dilahirkan. tapi juga kisah cintanya yang penuh dengan tragedi dan konflik. akankah Dia mampu mendapatkan cinta yang selama ini diinginkannya? dapat kah Dia meraih kebahagiaan yang selama ini di rindukan nya? Bisakah dia merasakan kebahagiaan yang selama ini tak pernah di dapatkannya?
semua akan terungkapkan sedikit demi sedikit dengan melewati berbagai lika liku perjalanan hidupnya dalam mencari jati diri serta cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon darknessdevil/alex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan sang pemimpin.
Perubahan yang terjadi pada diri Charles membuat Demon bergidik ngeri. Rambut dan mata yang awalnya hitam dan coklat tajam berubah menjadi keemasan. Sebuah sosok yang benar benar menunjukkan derajat yang paling tinggi.
Demon terteguk sejenak, dan berfikir ulang untuk melawannya, tapi semua terlambat. Tangan Charles mencekik leher Demon.
"Aahkkk... "Pekik Demon tertahan.
Dan dipegangnya tangan Charles dengan kedua tangannya. Bukannya terlepas Charles semakin menekan erat cengkraman nya. Demon semakin tercekik hingga susah bernapas. Bukan hanya itu, Dia juga merasakan sengatan panas dari jari jari yang menempel di lehernya. Rupanya cincin yang di pakai Charles membuat Demon merasakan sakit. Charles hanya tertawa sinis dan mengejek.
"Ahkkk. Le.... Pass.... Cin... Cinmu... Pa.... Nas.... " ucap Demon terbata bata dan merasakan sakit di lehernya.
"Rupanya Anda bisa merasakan panas juga. " ucap Charles mengejek.
"Saya akan melepaskan Anda, kalau Anda menuruti kata kata Saya, dan tidak lagi membuat onar di rumah Saya. Dan satu lagi kenakan kalung itu, belum saat nya Anda menunjukkan jati diri Anda. PAHAMMM. " ucap Charles mengintimidasi.
Demon hanya mengganggukkan kepalanya pelan.
"Bagus." ucap Charles puas.
Dilepasnya cengkraman tangannya dengan sedikit menghempaskan tubuh Demon.
"Pakai itu sekarang, tapi sebelum itu sebut nama Anda. Saya yakin Demon bukanlah nama Anda yang sebenarnya. " ucap Charles dingin.
"Hah. Rupanya Anda peka juga. Tanyakan sendiri pada Juan nanti. " jawabnya dan kemudian meraih kotak hitam itu.
Dengan pelan Demon membuka kotak itu, Dia hanya mampu menghela napas dan sedikit menahan napas saat melihat aura yang cukup membuat nya lemah tak berdaya.
"Ahkk. " rintih Demon saat mengambil kalung itu.
Seketika dia merasakan tubuhnya mulai mati rasa. Seakan sengatan listrik menjalar dari ujung kaki dan mulai naik keatas. Dengan pelan Demon memakai kalung tersebut, dan tersentak kaget hingga membuatnya membusungkan dadanya menahan sakit di lehernya. Dia hanya mampu memekik tak bersuara karena merasa tercekik. Dan langsung jatuh tak berdaya.
Dengan pelan napas Juan yang tadinya memburu kembali normal. Charles mulai menangkan dirinya dan kembali bersikap seperti biasa. Setelah dilihatnya mulai aman segera dia keluar dari kamar Juan.
Betapa terkejutnya Charles saat keluar dari kamar, dilihatnya Bara dan Kemal lemas tak berdaya, sedangkan felix yang kondisinya kurang fit menjadi pucat pasi, dan beberapa pengawalanya bersandar di tembok mengatur ridme napasnya. Bukan hanya itu Kenzo sendiri merasa lemas.
Sedangkan tak kalah lucunya ketiga peliharaan Juan meringkuk bak kucing ketakukan. Ingin sekali Charles tertawa melihat mereka tapi ditahannya hanya senyum hambar dan dingin yang terukir di bibirnya
"Ekhem. Sedang apa kalian disini? " ucap Charles tanpa ekspresi.
"Charles, apa yang terjadi didalam tadi? Kenapa kamu begitu marah tadi? Tidak tahukah kamu ini ada dimana? " tanya Kenzo cemas bercampur sedikit marah.
"Ah iya maaf, saya lupa kalau sedang ada dirumah. Saya sedang menasehati Juan tadi karena sedikit bandel jadi kelepasan. Sudah jangan marah ya. " jelas Charles lembut.
"Kalian semua kembali ketempat kalian masing-masing. " perintahnya kepada pengawalnya.
Segera semua bubar. Hanya tinggal Bara, Kemal dan ketiga peliharaan Juan di depan pintu.
"Kalian bertiga sedang apa duduk di lantai. Cepat kembali kekamar kalian. " ucapnya dingin.
"Itu Pa. Juan... " jawab Bara bingung mau bicara apa karena masih merasa syok.
"Biarkan Juan tidur. Dia butuh istirahat, dan biar ketiga hewan itu disini. " jawab Charles dingin.
"Dasar kucing lemah. " hardik nya.
Ketiga hewan itu hanya diam menatap tajam. Charles segera menggandeng tangan Kenzo dan berlalu pergi. Sekilas Charles tampak tersenyum penuh kemenangan. Bara dan Kemal serta Felix hanya mampu menuruti perintah Charles.
llkami sama aku aja Juan 🙄
jangan ikutan ayah sama papamu 😌
sayang lho ganteng ganteng anu😌
apa ini keluarga vampire ya🙄
yang satu ayah yang satu papa😳🤭
bingung aku
Juan seperti kanddat yang lainnya🤔 emang mau ada pertemuan apakah 🤔