Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 31
" jawab aku " brayen meledak marah sambil mencengkram kerah ibu suri
" yang mulia, mohon tenang " tensis berusaha menenangkan brayen
" diam " bentak brayen
" apa orang itu rose? " brayen bertanya suaranya merendah saat menyebut nama rose
ketika brayen sibuk menunggu jawaban dari ibu suri, tiba-tiba taran dan alex memanggilnya....
mereka terlihat resah dan gelisah
" yang mulia!! " panggil taran
" brayen !! " panggil alex
" ada apa?!!" tanya brayen kesal, sembari melepaskan cengkraman nya
" saya mohon ikuti saya sekarang juga, yang mulia " pinta taran
" urusan kita belum selesai " brayen melirik ibu suri dengan tatapan tajamnya
brayen pergi meninggalkan ibu suri, karena melihat ekspresi taran dan alex ,mereka terlihat lebih serius..
ruang sihir......
taran dan alex membawa brayen ke ruangan sihir, entah apa yang ingin mereka perlihatkan
" apa yang ingin kalian bicarakan, padahal sebentar lagi aku bisa mengetahui semuanya "
brayen saat itu sangat marah,
" saya sudah menemukan orang yang anda cari yang mulia " ucap taran
" dia adalah rose brayen, carla yang selama ini kita cari, dia adalah rose " alex berterus terang
brayen terdiam dengan ekspresi yang masih tidak percaya, terlebih saat taran mengeluarkan bola sihirnya.
" ketika saya sedang memperbaiki bola sihir saya, bola itu tiba-tiba menyala dan memperlihatkan sosok orang yang anda cari dengan jelas, coba anda lihat di bola sihir itu "
bola sihir itu menampakkan sosok perempuan, perempuan itu tidak lain tidak bukan adalah rose.
dengan ekspresi kagetnya dia melihat bola sihir itu dengan teliti, dan dia mulai yakin bahwa itu adalah rose...
" itu....rose "
| jadi, orang yang selalu ku rindukan dan selalu ku cari selama ini, adalah rose, rose yang selalu di benci olehku, dia adalah carla |
brayen menggosok wajahnya untuk sementara waktu, segera menurunkan tangannya dan kembali menatap bola sihir itu.
saat brayen menatap bola sihir itu, alex tiba-tiba menerjang kerah bajunya.
" dia selama ini ada di sisimu brayen, kenapa kau tidak mengenalinya sama sekali, kau bahkan membencinya dan hampir membunuhnya " ucap alex emosi
| sahabatku yang selama ini ku cari ternyata sang ratu, bagaimana bisa | pikir alex
| rose adalah carla? sejak kapan? bagaimana bisa dia tidak memberitahuku ? |
brayen memiliki terlalu banyak pertanyaan, tetapi tidak ada jawaban.
Setelah tenggelam dalam pikiran sejenak, dan dengan kata-kata alex, brayen akhirnya sadar...
" aku harus menemuinya sekarang......singkirkan tanganmu "
brayen melepaskan tangan alex yang mencengkram kerahnya dan berlari keluar begitu saja..
...----------------...
taman kaca istana......
Aku keluar dari istanaku dengan dua penjaga di belakangku. Terjebak di dalam kamar lebih membuatku frustrasi dari pada diawasi.
Tidak seperti pikiranku yang murung, langit terlihat begitu cerah seakan ilusi. Tadi malam, aku merasa pusing, mungkin karena saya tidak tidur sedikit pun.
entah kenapa hari ini perasaanku resah gelisah, bahkan tadi pagi aku melakukan hal yang ceroboh, sebenarnya pertanda apakah ini
saya menuju ke rumah kaca. Para penjaga berjaga di kedua sisi pintu masuk setelah membuka pintu kaca dengan gerakan cepat.
" Apakah saya seorang tahanan berdosa? kenapa brayen menugaskan para penjaga " gumamku
| ya, setelah pertemuan kita di taman itu, brayen mengutus dua penjaga untuk, aku tidak tahu apa niat sebenarnya |
Aku menatap mereka dengan mata dingin, dan segera aku menghela nafas dan masuk melalui pintu kaca.
" kalian tunggu saja di sini " ucapku kepada kedua penjaga tersebut...
" baik yang mulia ratu " penjaga itu menjawab sopan
Aku memindahkan langkahku melintasi rumah kaca. Rumah kaca itu penuh dengan bunga berwarna-warni dan unik, aku sangat menyukai bunga, mereka cantik .
Aku menuju ke kursi sudut.
di sana ada bunga liar putih kecil bermekaran di rerumputan hijau. Itu adalah bunga yang di sukai zekillion.
Berdiri di depan mereka, saya menatap mereka sejenak dengan wajah kosong.
Di sini saya tersenyum seperti bunga, berbisik, sembari mencium bunga itu.
"Kamu satu-satunya yang aku rindukan, leon ."
"Dan aku sangat berharap bahwa ini akan cepat selesai agar aku bisa hidup berdua dengan mu leon dan menjalani kehidupan yang damai "
| aku lelah |
saat aku memejamkan mataku, aku mendengar suara pintu kaca terbuka
Klik-. Itu adalah suara pintu terbuka.
| aku yakin, aku mengatakan kepada mereka untuk tidak membiarkan siapa pun masuk. |
" siapa? " tanyaku
" ... Penjaga? Atau, layla? " sekali lagi aku bertanya
" ini saya yang mulia, layla " layla masuk ke rumah kaca
" bukankah aku sudah bilang , jangan ada yang masuk ? " tegurku
" maaf yang mulia, tapi ini mendesak " ucap layla serius
" ada apa? " aku bertanya kepada layla
" dayang ibu suri leylin, memberikan gulungan surat ini untuk anda, dia bilang itu dari count " layla memberikan gulungan surat itu kepadaku dan aku mengambilnya
aku penasaran apa isi dari gulungan surat itu, sampai count mengirimnya kepadaku, jika itu soal uang, dia pasti akan langsung mendatangiku.
aku membuka gulungan surat itu......
...----------------...
..." A D I K M U "...
...S U D A H...
...M A T I...
Tangan rose mulai bergetar melihat isi gulangan surat di tangannya.
dia mendapatkan 3 kata namun menyakitkan , surat itu berisikan konfirmasi kematian adiknya.
" apa.....maksudnya " mata rose mulai merah
Rasa dingin terus menjalari tubuh rose, wajahnya nampak pucat
" Tidak, itu tidak mungkin " perlahan pipinya mulai basah dengan air mata
Dalam keheningan yang dalam, air mata bisa terdengar menghantam tanah.
layla yang melihat rose tampak khawatir, dia bertanya
" ada apa yang mulia? " tanya layla khawatir
" tidak.....ini pasti bohong...bagaimana mungkin " sekali lagi rose menyangkal
" ya..count pasti bohong...."
rose yang masih memegang gulungan surat itu, dia tidak menghiraukan pertanyaan layla, dia terus menyangkal bahwa itu tidak mungkin.
rose membutuhkan konfirmasi yang jelas untuk memberitahunya bahwa adiknya zekillion sudah mati.
maka dari itu rose berlari keluar dari rumah kaca, dia ingin pergi ke mansion count untuk memastikannya langsung.
rose berlari meninggalkan gulungan itu.
" yang mulia.!!!! " panggil layla ,yang kaget melihat rose tiba-tiba berlari
dua penjaga rose pun ikut kaget melihat sang ratu berlari dengan cepat melewati mereka..
penjaga itu pun mengejar rose....
" yang mulia anda mau kemana " teriak penjaga itu
layla yang terdiam heran melihat gulungan surat itu dan mengambilnya..
layla membaca gulungan surat itu....
" adik? mati? " layla membelalak melihat isi surat itu, dia bertanya- tanya adik siapa yang mati....
...----------------...
Aku berlari dengan susah payah, menyemburkan napas terengah - engah dengan putus asa dan air mata yang terus aku usap dari pipiku.
berharap semua itu bohong, surat itu bohong,
siapapun tolong katakan bahwa itu semua bohong..
Saat aku tiba di depan gerbang keluar istanaku , aku melihat brayen menunggangi kuda dari jauh dan menuju ke arahku dari belakang , aku tak menghiraukannya.
aku dengan putus asa mengambil satu ekor kuda untuk ku gunakan.
brayen memanggilku.....
" rose!! " panggilnya resah
aku yang sudah menaiki kudaku, dengan ganas menyuruh penjaga gerbang untuk membuka gerbangnya...
" buka gerbangnya sekarang " pintaku tegas
mereka membuka gerbangnya tanpa bertanya apa-apa....
...----------------...
Aku menunggang kuda melalui jalan hutan dengan ngeri, seperti sedang dikejar oleh seseorang.
air mata tidak berhenti keluar sebelum aku memastikan adikku masih hidup , dalam perjalanan aku berdoa dengan putus asa.
aku terus berdoa, berdoa , dan berdoa
" aku mohon.....kau harua hidup leon....
aku hampir jatuh karena pandanganku buram oleh derasnya air mata.
Rumah besar yang terang benderang mulai tampak terlihat . Tidak lama kemudian aku keluar dari hutan dan sampai di kediaman count.
aku turun dengan tergesah-gesah dari kudaku,
" salam yang mulia ratu , anda.......
aku masuk tanpa menghiraukan para penjaga gerbang..
saat aku masuk ke dalam mansion count.
di sana ada count dan beberapa penjaga, ketika aku melihat dengan jelas ke bawah..
Saat itu, mataku terbelalak.
melihat jasad tubuh adikku yang babak belur terbaring di lantai dan sudah membiru
badanku mulai lemas, kakiku sudah mati rasa.
mulutku terasa berat hanya untuk memanggil nama adikku saja....
air mataku semakin membanjiri pipiku...
tidak, leon ku pasti hanya tertidur di lantai, dia bukan mati, dia anak yang kuat, aku tahu itu..
" ze...zekillion.....kenapa kamu tidur di sini,hah? leon? " panggilku putus asa
" leon buka matamu, kau tidak boleh tidur di lantai, ini dingin " air mata terus mengalir
ketika aku menyentuh wajahnya yang biru.
tidak ada kehangatan yang ku rasakan sama sekali, itu dingin .
" leon, kenapa badanmu sangat dingin? dan penuh luka? "
"...." tidak ada respon sama sekali
aku mulai meraba tubuhnya, dan menggoyangkan badannya, dengan putus asa .
badannya terasa kaku.
aku mulai menyadari bahwa tubuh itu sudah kosong, itu tubuh yang sudah tidak memiliki roh.
aku memanggilnya,berharap keajaiban datang
" leon....." panggilku lembut
" leonn...
" leonn!! " aku memanggil dengan putus asa sembari mengguncang tubuhnya yang kaku dan dingin
" tidakk..leon.." aku mulai frustasi
aku berteriak memanggil namanya dengan putus asa dengan isak tangis yang terus menerus
" LEOOOOONNN.....
" ahhhhhh.....
...----------------...
BERSAMBUNG.........
JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKENYA
SEE YOU NEXT CHAPTER......