Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 30
Dani melangkahkan kakinya dengan gontai menuju rumah sakit. Otaknya saat ini sedang bekerja dengan keras memikirkan dan menebak siapa yang berani mengusik keberadaan nonanya, Putri. Sebenarnya bukan karena siapa dalang dibalik semua itu. Namun bagaimana bisa mereka menemukan keberadaan Putri, spesifiknya lagi, bagaimana bisa mereka mengetahui adanya hubungan antara Putri dan Lin Fengyin.
"Aarrgghg!!" Pekiknya sambil mengacak-acak rambutnya yang tebal dan ikal.
Saat ia berjalan ia melewati minimarket tempat tadi ia membeli snack untuk Putri. Saat itu ia menjadi lebih kesal karena jika ia bisa lebih cepat kembali tidak akan ada yang terjadi malam ini.
"Tunggu." Gumamnya. "Bukankah tadi ada orang itu? Iya benar, aku harus memastikannya. Haha benar juga, itu tidak akan pernah salah menhenali orang " Ujarnya penuh semangat.
Setelah beberapa saat Dani didalam minimarket itu ia keluar dari sana dan segera menghubungi Lin Fengyin untuk melaporkannkejadian yang baru saja terjadi.
Beberapa saat sebelumnya saat Dani didalam minimarket, Dani meminta tolong kepada kasir minimarket untuk menunjukkan rekaman CCTV saat ia sedang berbelanja sebelumnya dengan alasan ia kehilangan sesuatu.
"Oh, anda yang tadi membayar dengan buru-buru sampai melupakan uang kembalianmu." Kata kasir ramah.
"Ah, iya, benar juga!" Seru Dani yang baru saja teringat. "Tapi, lupakan saja soal uang, anda bisa mengambilnya untuk anda, nona cantik." Tambah Dani merayu.
"Oh, benarkah? Tapi kami tidak diperbolehkan mengambil keuntungan untuk kami sendiri, tuan." Jawab kasir itu sopan.
"Baiklah, anggap saja saya memberikan uang itu untuk nona untuk jasa yang ingin saya minta dari nona." Kata Dani yang mendekatkan tubuhnya kearah kasir.
"Maaf, jasa apa yang tuan minta? Selama tidak melewati batas kesopanan saya akan berusaha membantu." Jawabnya dengan sopan.
"Ah, sebenarnya saya sedang kehilangan sesuatu." Kata Dani menyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu apa yang bisa saya bantu?" Tanya kasir itu
"Saya berfikir mungkin saja jatuh saat saya sedang belanja disini tadi, dan saya takut benda itu ditemukan oeh pengunjung lain. Jadi, bolehkah saya melihat rekaman CCTV saat saya datang tadi?" Tanyanya dengan melancarkan serangan pesona wajahnya.
"Oh, bo..boleh. Tentu saja boleh. Kami justru akan sangat senang jika bisa membantu pelanggan kami." Jawab kasir itu gugup terserang pesona indah wajah Dani.
"Terima kasih sebelumnya, nona." Kata Dani.
Setelah memperhatikan dengan seksama, didapatlah satu wajah tak asing dimata Dani. Mungkin seseorang yang pernah berurusan dengannya sebelumnya, namun masih samar-samar diingatannya.
"Jadi begitu tuan, sepertis yang ada didalam video itu, saya rasa orang ini lah yang berasal dari Cakar Naga. Hanya saja saya masih belum mengingat dengan jelas siapa dia." Kata Dani ditelefon.
"Baiklah, selidiki lebih dalam lagi. Perketat penjagaan untuk kedepannya." Perintah Lin Fengyin diseberang telefon.
"Baik tuan. Oh iya, dua orang yang datang menyerang tadi, nampaknya mereka dari kelompok Pembanti Gelap." Tambah Dani.
"Baiklah, terus selidiki, cari sampai dengan akarnya."
"Siap tuan."
Setelah menutup telefon, Dani kembali kekamar Putri. Sesampainya disana Putri sudah terlelap didalam tidurnya. Namun siapa sangka, disisi ranjang Putri ada sesosok pria yang berdiri menatap dalam kewajah Putri sembari menggenggam sebuket bunga aster berbagai warna.
"Boss?!" Seru Dani terkejut. karena ia baru saja menelefon pria itu yang ternyata adalah Lin Fengyin.
"Antarkan dia kerumah saya besok." Katanya tanpa berkedip. "Saya akan mengurus mengurus kepulangannya." Tambahnya.
"Tapi, bukankah anda bilang hanya perlu memperketat keamanan?" Tanya Dani heran.
"Ikuti saja apa yang saya perintahkan." Jawab Lin Fengyin Dingin.
"Baik, tuan." Jawab Dani patu. "Tidak biasanya boss begitu perduli dengan wanita sebesar ini. Jangan jangan...?" Batin Dani.
Setelah mengganti bunga didalam vas dengan bunga yang dibawanya, Lin Fengyin meninggalkan ruangan itu.
Sepeninggal Lin Fengyin, Dani menghampiri Putri yang masih terpejam. Ditatapnya wajah polos Putri yang terlihat damai didalam tidurnya.
"Siapa kamu sebenarny, Putri?" Gumam Dani.
Keesokan harinya, seperti perintah Lin Fengyin, Dani membawa Putri meninggalkan rumah sakit yang sudah seperti rumahnya setelah ia terlelap dalam koma selama setahun terakhir.
"Where are we gi actually (sebenarnya kita mau kemana)?" Tanya Putri penasaran.
"Go home (pulang)." Jawab Dani singat.
"My house (rumah saya)?" Tanya Putri antusias.
"No. My boss's home actually (bukan. Rumah boss saya sebenarnya)." Jawab Dani mematahkan semangat Putri.
"Cih!" Dengus Putri. "Why? Why we going to his house (kenapa? Kenapa kita pergi kerumah dia)?" Tanya Putri kesal.
"You're very troublesome (kamu ini sangat merepotkan)!" Kata Dani sinis.
"It's your fault. You didn't tell me the reason (itu salahmu. Kau tidak memberi tahuku alasannya)!" Jawab Putri ngambek.
"Just shut up and enjoyed your trip (Diamlah, nikmati saja perjalananmu ini)." Sahut Dani kesal karena sedari dia masih didalam rumah sakit dia terus saja merengek dan bertanya kemana mereka akan pergi.
"Ok!" Jawab Putri semakin mengambek.
Dimohon untuk bersabar menunggu episode berikutnya. Tapi jangan lupakan untuk like👍, komen🗨️ dan favorite❤️. Jangan lupakan untuk berikan author vote ya..🤗🤗😘😘