NovelToon NovelToon
Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arfendia

Harapan Ayra untuk belajar dengan tenang di sekolahnya yang baru pupus sudah, setelah dirinya harus berurusan dengan Devara, si trouble maker pemilik sekolah.

"Rasakan nanti pembalasanku" -Devara-

"Aku tidak takut"- Ayra-

Semua bermula dari perseteruan keduanya di alun-alun kota hingga berlanjut pada upaya balas dendam Devara di gudang sekolah yang meninggalkan luka di hati Ayra.

Bagaimanakah hari-hari yang harus dilalui Ayra?

Simak kelanjutan kisahnya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfendia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cowok Gila

Ttteettttt…ttteeeettttt

Istirahat pertama telah usai. Ayra dan Nadine sudah duduk di dalam kelas. Sekarang saatnya pelajaran Biologi. Pak Sony yang mengajar mata pelajaran Biologi. Semua anak memperhatikan penjelasan Pak Sony dengan baik. Beberapa cewek tampak senyum-senyum menatap guru tampan yang masih single itu.

Di tengah-tengah pelajaran, tiba-tiba terdengar hp yang berdering. Semua anak saling memandang satu sama lain. Peraturan sekolah, anak-anak diperbolehkan membawa hp tetapi selama pelajaran harus dimatikan/disilent kecuali guru memperbolehkan browsing atau mengerjakan tugas secara online. Sehingga mendengar hp yang berdering, membuat pelajaran terhenti sejenak.

“Suara hp siapa ini? Tolong segera dimatikan”seru Pak Sony tampak tak senang

Semua anak masih saling memandang. Suasana kelas jadi ribut.

"Hp siapa sih? Berisik banget"

"Hei..cepetan matiin dong"

"Yang punya hp ga peka banget sih"

"Iya ganggu pelajaran woi.."

Hp berdering selama beberapa saat. Masih tak ada yang mematikan hp nya. Membuat siswa yang ingin pelajaran dilanjutkan jadi semakin kesal.

“Ayra..sepertinya hp mu yang bunyi”ujar Brenda yang duduk disebelah Ayra

“Hah..hp ku? Itu bukan suara nada dering hp ku”ucap Ayra

Lalu Ayra mendengarkan suara dering hp itu, didekatkan telinganya. Suaranya sangat jelas. Sangat dekat. Dibukanya tas sekolahnya.

Ayra kaget setengah mati.

Ternyata yang berdering smartphone yang diberikan Devara padanya pagi tadi.

“Bagaimana bisa hp ini ada di tasku?” batin Ayra tak percaya

“Ayra..apa itu hp mu? Tolong segera matikan”tanya Pak Sony begitu melihat Ayra memegang smartphone ditangannya.

“Ehmmm…Maaf Pak..boleh saya mengangkat telpon ini diluar? Sepertinya telpon ini penting” pinta Ayra

“Kamu keluar sana”jawab Pak Sony memperbolehkan.

“Terimakasih Pak”ucap Ayra sambil berlari keluar kelas.

Hp itu terus berdering. Ayra mencoba mengetikkan nomor di hp itu.

"Iiihhh..berapa sih passwordnya?"

Ayra lupa nomor password nya.

“Oh ya..1234” diketiknya nomor itu di hp itu.

Benar saja. Hp itu langsung terbuka. Dilayarnya tertulis nama Devara. Segera saja Ayra menggeser tombol hijau di layar.

“Kenapa kamu lama sekali mengangkat telpon nya?” tanya Devara begitu panggilan tersambung

Ayra sangat jengkel mendengar suara Devara.

“Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu menelponku di saat jam pelajaran?” bisik Ayra. Dia tak mau ada oranglain yang mendengar percakapan mereka.

“Kenapa hp ini bisa masuk tasku? Seingatku aku sudah mengembalikan padamu kan?” tanya Ayra tak mengerti.

“Hahahaha..kau pikir dengan siapa kau berurusan? Aku punya banyak cara untuk mendapatkan apapun yang kuinginkan”ujar Devara bangga

“Sekarang katakan, apa maumu? Aku masih ada pelajaran”pinta Ayra

“Aku hanya ingin mendengar suaramu”rayu Devara

Ayra bertambah jengkel. Dia harus meninggalkan kelas, hanya untuk mendengarkan “omong kosong” Devara.

“Dasar gila! Aku tutup sekarang! Jangan menghubungiku lagi! Aku masih ada pelajaran”perintah Ayra.

Ayra pun menutup telpon. Padahal Devara masih ingin bicara dengannya. Mendengar Ayra memakinya, justru membuat Devara senang. Membuat dia semakin menyukai Ayra.

Rupanya Devara sudah sampai di Singapura. Di rumah kediaman neneknya. Karena Devara sudah merindukan Ayra, makanya dia menelponnya. Kemudian Devara mengirimi Ayra beberapa chat.

Suara notifikasi pesan di smartphone yang diberikan Devara berbunyi berkali-kali. Membuat Ayra makin kesal. Akhirnya Ayra mensilent hp itu dan di mode getar. Kemudian memasukkannya ke kantung roknya.

Ayra pun bergegas masuk kelas kembali.

“Kamu beli hp baru Ay?” tanya Nadine penasaran.

“Nanti aku ceritakan”ucap Ayra menenangkan Nadine.

Akhirnya pelajaran berjalan lancar. Pelajaran ketiga sampai kelima berjalan lancar. Walaupun sebenarnya “hp baru” Ayra terus bergetar. Rupanya Devara mengirim banyak chat untuk Ayra. Ingin rasanya Ayra membanting “hp baru” itu karena sangat mengganggu. Sama seperti pemiliknya.

Ketika istirahat kedua, Ayra pergi ke toilet. Di sana dia membuka semua chat “tak penting” dari Devara. Rupanya Devara mengirimi beberapa chat, sticker, dan foto-foto kegiatannya selama di Singapura.

“Dasar cowok aneh”batin Ayra melihat semua isi chat Devara, dan foto-foto yang dikirimkannya. Keanehan Devara ini berhasil membuat Ayra tersenyum.

Tiba-tiba hp baru itu bergetar lagi. Kali ini lebih lama. Devara menelponnya lagi.

“Kamu sedang apa?”tanya Devara begitu Ayra mengangkat telponnya

“Apa kamu tak punya kerjaan? Dari tadi mengganggu orang saja” keluh Ayra sambil keluar dari bilik toilet.

“Kamu sedang di toilet ya?” celetuk Devara

“Bagaimana kamu tahu? Kamu tak memasang CCTV disini juga kan?” tanya Ayra sambil clingukan memeriksa seisi toilet. Kuatir jika ada CCTV seperti di gudang sekolah.

“Hahahahaa” Devara tertawa puas

“Itu namanya pelecehan..aku tak mungkin memasang CCTV di tempat privasi seperti itu. Kamu lucu juga ya”ujar Devara menertawakan kekhawatiran Ayra.

“Suaramu itu terdengar menggema. Makanya aku tahu kamu di toilet”jelas Devara.

Ayra menarik nafas lega.

“Awas saja kalau kamu bohong. Akan aku laporkan kamu ke polisi”ancam Ayra.

Mereka berbincang beberapa saat. Ayra sebenarnya malas meladeni Devara. Mendengar suaranya saja Ayra muak. Tapi entah kenapa mereka bisa bercakap-cakap lumayan lama. Walaupun Ayra selalu memasang nada mengejek, dan beberapa kali memaki Devara. Tapi mereka bisa berbincang lumayan lama.

Ayra keluar dari toilet masih dalam keadaan ngobrol dengan Devara di telpon.

“Hei..aku tutup telponnya sekarang. Sebentar lagi pelajaran dimulai. Jangan mengganguku lagi. Mengerti!” pinta Ayra lalu ditutupnya telpon itu.

“Hei..aku belum selesai-----” ucap Devara

Tut..tut..tuut

Telpon sudah ditutup Ayra.

“Beraninya dia menutup telponku! Gadis ini sangat menarik” batin Devara sambil tersenyum.

Belum pernah Devara bertemu gadis seperti Ayra, yang pemberani dan jujur. Gadis yang dengan berani menutup telpon terlebih dahulu ketimbang dirinya. Gadis yang terang—terangan menolak dia, padahal ada banyak gadis yang mengantri ingin jadi pacarnya.

Dasar Devara jahil, dia menelpon kepala sekolah minta disambungkan dengan Ayra. Karena kepala sekolah sangat segan pada keluarga Devara, akhirnya kepala sekolah menurut saja dengan permintaan Devara. Kepala sekolah meminta seseorang memanggilkan Ayra ke kelas. Ayra yang tak pernah dipanggil ke ruang kepala sekolah merasa sangat gusar.

Sesampainya di ruang kepala sekolah, Ayra langsung diarahkan untuk menuju telpon yang ada di ruangan itu. Mendapat telpon di ruang kepala sekolah membuat Ayra sangat kuatir jika terjadi sesuatu dengan keluarganya.

“Halo..ini Ayra”sapa Ayra di telpon.

“Ini aku”balas Devara

“Kamu lagi? Kenapa kamu selalu menggangguku?” seru Ayra sedikit berbisik karena kepala sekolah ada di ruangannya. Ayra tak mau kepala sekolah mendengar pembicaraan mereka.

“Kenapa suaramu sangat pelan?”tanya Devara

“Kamu pikir ini ruangan siapa? Ada kepala sekolah di sini. Aku tak mau beliau mendengar pembicaraan kita”balas Ayra

“Berikan telponnya kepada kepala sekolah”pinta Devara

“Kamu mau apa lagi?”tanya Ayra masih tak mengerti kenapa Devara seharian ini selalu mengganggunya.

“Sudahlah, berikan telpon ini”pinta Devara lagi

“Anak ini banyak maunya”batin Ayra kesal

“Maaf pak, orang di telpon ini mau bicara dengan Bapak..apa Bapak bersedia?”tanya Ayra sopan.

“Oh ya..tentu saja”jawab Bapak Kepala Sekolah

Mereka berbincang di telpon. Rupanya Devara minta kepala sekolah keluar ruangannya sebentar. Ayra bingung, tiba-tiba kepala sekolah keluar ruangan setelah memberikan telpon itu padanya.

“Apa yang kamu katakan pada kepala sekolah? Kenapa beliau keluar ruangan?”tanya Ayra penasaran

“Aku minta Ia keluar ruangan sebentar supaya aku bisa bicara berdua denganmu”jawab Devara enteng

“Dasar sinting! Apa kamu tak punya rasa hormat sedikitpun pada beliau? Beliau itu kepala sekolah ini? Bisa-bisanya kamu minta beliau keluar dari ruangannya seperti itu” Ayra benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Devara yang semaunya.

“Kenapa kamu mesti marah? Aku pemilik sekolah. Aku bebas melakukan apapun yang aku mau”jawab Devara

“Sepertinya otakmu itu mesti dibersihkan. Mindset mu itu perlu diperbaiki sebelum bertambah parah. Pergilah ke psikolog atau psikiater! Kenapa kamu malah menggangguku, hah?!”seru Ayra kesal

Devara naik pitam mendengar Ayra menyebut psikolog dan psikiater. Seolah-olah dia orang yang sakit jiwa.

“Apa katamu? Apa kamu pikir aku orang sakit jiwa? Itu maksudmu?”seru Devara dengan nada tinggi

“Aku tak bilang kamu sakit jiwa. Aku cuma bilang kamu perlu bicara dengan psikolog atau psikiater supaya mindset mu itu bisa diperbaiki. Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan”jelas Ayra

“Bantu aku mengubah mindsetku”pinta Devara tiba-tiba mengagetkan Ayra.

“Kenapa kamu minta bantuanku?”tanya Ayra bingung dengan permintaan Devara.

“KARENA AKU MENGINGINKANMU”pungkas Devara tegas

Devara memang sosok yang to the point. Kata-kata Devara barusan, sempat membuat sesuatu yang aneh berdesir di hati Ayra. Selama ini, Ayra juga belum pernah menemui makhluk aneh seperti Devara. Yang blak-blakan dan tanpa pikir panjang. Yang seenaknya sendiri dan sok berkuasa.

Ayra sempat tertegun beberapa saat.

“Sudah..sudah..aku tak punya banyak waktu. Aku mau ikut pelajaran lagi” ujar Ayra mengakhiri pembicaraan mereka.

“Aku tutup dulu telponnya, Oke?”ucap Ayra

“Baiklah”jawab Devara. Kali ini Devara mengalah.

Tut..tut..tut

Ayra menutup telpon.

“Cowok gila..Aku tak tahu ada makhluk seaneh dia di dunia ini”batin Ayra

Sementara Devara, masih senyum-senyum sendiri memandangi hp nya. Ayra pun kembali ke kelasnya. Ayra mengikuti pelajaran sampai pelajaran terakhir selesai. “Hp baru”nya pun sudah tak bergetar lagi. Itu menandakan Devara sudah tidak mengganggunya lagi.

1
SR.Yuni
Setiap baca novel pasti kebanyakan menu masakan nasi goreng ....kenapa gak yg agak susah dikit...soto gulai tong seng atau sate bakso Mie ayam...😀😀😀
SR.Yuni
ya jangan takut katanya jagoanwati....
Nur Hidayanto
Luar biasa
Aqil Aqil
aku terhura eh...slh terharu.
Aqil Aqil
modus aja nich si devara
Farida Rida
Luar biasa
Sastri Dalila
,👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ckk ntar hujung2 nya juga balikan lagi,Segampang itu Ayra melupakan semuanya...🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya cuman Nadine doang yg otaknya bisa di pake,Daniel,Ayra dan Terutama Devara otaknya semua zonk...🤦🤦🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Gimana coba Ayra mau tertarik sama kamu Dev..Kamu itu emosion dan gak ada lembut2 nya,.
Qaisaa Nazarudin
Disetiap bab2 PDKT Devara ke Ayra blom nongol kan ulet bulunya..Ntar saat mereka udah jadian,pasti pada nongol tuh ulet bulu kayak jamur tumbuh selepas hujan,Selalunya kan gitu..😏😏
Qaisaa Nazarudin
Cieee cieee Ayra..BENCI dan CINTA itu beda tipis lho..😄😄🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Nah takutkan loe di PINDAHkan ke grup putra..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Pepet terus Dev sampai pelaminan,Readers dukung sampai jadi..😂😂👍👍
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang polisi senior yg melerai atau yg berantem sama Devara itu ayahnya Ayra,Kan katanya polisi yg baru pindahan..Waah bisa gak di restuin nih Devara dgn Ayra..🤭🤭😂
Qaisaa Nazarudin
Ada yg kebakaran jenggot tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk anak berandalan tapi masih aja di hantar jemput skolah,kayak anak kecil..
Qaisaa Nazarudin
Devara udah tau rumah Ayra,Siap2 aja Ayra setelah ini hidupnya akan jungkir balik..😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa,Pasti Daniel dan Devara musuhan lagi gegara cewek..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Daniel jyga suka Ayra kan..Nah Daniel dan Devara kembali menjadi Rival hanya karena cewek(Ayra)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!