SEQUEL dari Novel BOSKU SUAMIKU
Zia putri reyga, putri bungsu dari pasangan Zara almeera reyga dan Alfatih reyga. Gadis berparas cantik yang berkepribadian periang harus menerima perjodohannya dengan seorang pria yang ia sukai di masa lalu, yang saat ini menjadi dosennya.
Nathan himawan, pria berpostur tinggi tampan yang merupakan seorang dosen di sebuab Universitas tempat Zia menuntut ilmu. Perjodohannya dengan Zia mampu menggetarkan hatinya yang sempat mati.
Namun pernikahan yang mereka jalani cukup rumit, kehadiran orang ke tiga di antara mereka mampu membuatnya saling menjauh.
Saling mencintai namun tak terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NARA MERAJUK
Kedua insan yang tengah di mabuk cinta itu kini berlomba-lomba membujuk sang keponakan yang terlihat merajuk, pasalnya, tengah malam tadi bocah itu terbangun dari tidurnya dan tak mendapati sang Tante berada di sampingnya.
"Aunty tuh tega banget sih sama aku?? Aku tidur sendirian, padahal aku kangen banget sama kalian, tapi aku nya malah di tinggal sendirian". Omelnya, bocah itu mogok makan meski sang Tante telah memasakkan makanan kesukaannya.
"Maaf sayang, aunty janji gak akan tinggalin kamu lagi, iya kan om??".
Zia meminta bantuan sang suami, namun pria itu malah terkikik meledeknya. Bukankah ini juga karenanya? Jika saja Nathan tak merajuk, Zia juga tak akan tergoda. Sialnya Zia tak pernah bisa menolak pesona sang suami, perempuan itu juga tak pernah bisa menolak kenikmatan yang suaminya tawarkan. Ah ya ampun, jadi mereka berdua sebelas dua belas, alias sama saja.
"Maaaaaasss!!?".
"I..iya sayang, tadi malam itu om sakit perut, jadi om minta aunty kamu buat mijitin om". Pria itu menjawab terbata, jika sang istri sudah mengeluarkan taringnya, maka Nathan hanya bisa mengiyakan dengan takut, bukan karena takut pada sang istri, lebih tepatnya menghargai wanita itu. Bukankah kata "menghargai" itu kata yang selalu di gunakan oleh kebanyakan para SUSIS??
"Sakit perut kok minta pijit sih om? Om aneh."
Nara berucap ketus, menurut bocah itu, perhatian sang Tante berpaling darinya karena sang om merebutnya darinya.
"Om salah yah?". Nathan cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal, pria itu mati kutu di hadapan sang keponakan yang cerdasnya menurun dari sang papi.
Sementara Zia, perempuan itu menepuk jidatnya sendiri. Mereka di buat kelabakan membujuk satu bocah kecil yang sayangnya terlalu cerdas itu.
"Gimana kalo kita jalan-jalan sayang? Beli es krim mau??". Zia kembali usaha, jika sampai sang keponakan mengadu pada orang-orang di rumah utama, maka habislah sudah. Zia dan Nathan akan menjadi bahan ledekan yang empuk bagi mereka, terutama Rea, wanita hamil itu selalu pintar dalam memojokkan situasi.
"Gak semurah itu untuk bisa ngebujuk aku aunty".
"Astaga, kenapa bocah ini pintar sekali dalam berbicara?". Batin Zia.
"Terus anak cantik ini mau apa dong? Nanti om belikan deh, iya kan om??". Zia kembali meminta pria itu bekerja sama.
"Kok jadi aku??". Namun Nathan justru terlihat tak terima dan mangkir dari tanggung jawabnya.
"Ya emang kamu, terus siapa lagi. Kan gara-gara kamu, Nara jadi ngambek".
"Tapi kan kamu yang loncat duluan ke aku??".
Zia membulatkan matanya, mendengar ucapan frontal sang suami yang tak menyadari, jika masih ada sang keponakan di sana. Perempuan itu sontak menutup ke dua telinga keponakannya, kemudian menegur sang suami yang juga tampak terkejut dengan ucapannya sendiri.
"Maaaaass!!".
"Maaf sayang, keceplosan aku nya". Nathan menoleh pada sang keponakan, kemudian kembali berusaha mengiming-imingi bocah itu agar tak merajuk lagi. "Nara mau apa?? Om janji akan turutin apa maunya kamu, tapi jangan marah lagi yah??".
Nara tampak berpikir, bocah itu akan berusaha mencari sesuatu yang dia inginkan namun sulit untuk kedua orang tersayangnya itu kabulkan, biarkan saja om dan aunty nya itu sedikit puyeng, itu hukuman untuk mereka yang justru meninggalkannya di saat bocah itu dengan sengaja menyambangi apartemen sang om karena dia merindukan kedua orang itu.
Ciiinnn, tetep dukung Nathan dan Zia yah, like, komen sama vote nya emak tunggu. supaya mereka berdua naik rangking lagi💜💜🙏🙏