Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Minta Cerai & Usaha Anton gagal
Suara sepatu pantofel bergema dilantai kantor. Iya Max Pratama baru saja memasuki kantornya. "Selamat pagi Pak Pratama ucap Karyawan yang berpapasan dengannya." Dia hanya Menganggukkan kepalanya saja tanpa menjawab sapaan mereka.
"Pak Pratama rapatnya dua menit lagi mulai. Ada yang perlu disiapkan lagi?tanya Rama sang Assisten. Alih alih menjawab dia malah memberikan perintah ke Assisten nya.
"Untuk semua karyawan, berikan ampau. Kirim dari rekening pribadi. Hari ini saya menikah. Biar semuanya ikut bahagia."ucapnya.
"Menikah?jodoh dari Nenek, ya? Putri dari keluarga mana?tanya Rama. "Bukan putri manapun. Tapi orang yang saya mau."ucapnya.
"Oh baik saya mengerti Pak jawab Rama. Saat ingin masuk ke ruangannya, hapenya berbunyi. Dan ternyata dari Wening.
"Paman Max apa bisa kita cerai."ucap Wening dipesannya. Max langsung kaget lalu dia langsung menelepon si Wening.
"Apa maksud mu kita bisa bercerai?ucap Max langsung tanpa basa basi. Diseberang Wening langsung menjawab. "Kemaren saya salah mengenali orang." Saya minta maaf ucap Wening.
"Kamu salah orang, tapi aku tidak salah."ucap Max. Karena menikah itu usul mu, kamu harus bertanggung jawab ucap Max dan langsung mematikan telepon nya.
Flashback
"Wening calon jodohmu sudah menunggu di Kafe. Pakai dasi hijau tua. Jangan sampai telat iya."ucap Ayu ditelepon. Saat itu Max tidak sengaja mendengar obrolan Ayu dan Wening ditelepon. Lalu dia pun langsung terdiam dan menyusun sesuatu.
Flashback selesai
"Kelinci kecil jangan berpikir untuk meninggalkanku."ucap Max sambil memegang lonceng berbentuk kelinci milik Wening.
Sementara Wening diseberang sana bingung, kenapa Paman Max langsung mematikan telepon mereka. Saat sedang fokus tiba-tiba.
Anton ayah tirinya berdiri didepan kamarnya dan langsung masuk kedalam. Melihat ayahnya masuk Wening langsung panik.
"Apa yang mau Ayah lakukan?ucap Wening. Anton tidak menjawab dia malahan ketawa.
"Hahahaha sambil masuk dan tangan nya menutup pintu dan mengunci nya. Lalu dia mulai mendekati Wening.
"Jangan mendekat."ucap Wening. Tapi dia malah terus mendekati Wening dan langsung menutup mulutnya dan mendorong Wening sampai tiduran di kasurnya.
"Diam kalau tidak mau Ibu mu tau."ucap Anton. Tapi Wening tetap tidak mau diam, dia mencoba melepaskan tangan Ayahnya dari mulutnya. Meski usaha nya tidak berhasil.
Belum juga dia melanjutkan aksinya. Tiba-tiba pintu digedor dari luar. "Wening, Wening buka pintunya?Ucap Sinta ibunya. Wening yang mendengar suara ibunya langsung memberontak dan ingin teriak tapi tangan Ayahnya terlalu kencang.
Karena diganggu, Anton pun melepaskan tangannya. Karena pintu di dobrak dari luar oleh Sinta.
Brak Brak ... Suara pintu terbuka. Anton yang panik langsung pura-pura berdiri di seberang pintu. Alih-alih menegur suaminya kenapa bisa di dalam kamar Wening. Dia malahan memarahi Wening.
"Ngapain kamu kunci pintunya?sudah Ibu bilang jangan kunci pintu nya."ucap Sinta. Bukan aku Ibu, tapi Ayah mau masuk ke kamarku dan mengunci pintunya,jawab Wening.
"Memang nya kenapa kalau masuk?Rumah ini milik Ayahmu karena dia yang beli. Jangan jangan di kamar kamu, ada sesuatu yang kamu sembunyikan?ucap Sinta.
"Aku, mana mungkin seperti itu Bu, aku tidak menyembunyikan apapun. "Sudah sudah jangan bertengkar, Wening juga butuh privasi ucap Anton. "Privasi apanya?aku Ibu nya. Berani minta privasi? Privasi itu untuk orang tidak tau malu." Kalau tidak ada yang tidak pantas, buat apa privasi?ucap Sinta.
"Beneran bukan aku Bu."ucap Wening sambil menangis. "Masih berani melawan! Aku belum bilang apa-apa, kamu malah merasa disalahkan. Aku mau lihat, apa privasi tidak pantas mu itu."ucap Sinta.
Lalu Sinta langsung mengambil tas Wening dan mengeluarkan semua isi tas nya di atas kasurnya.
Semua barang berhamburan tapi tidak ada yang mencurigakan.
"Bu jangan seperti itu! Bentak Wening kepada ibunya. Sambil menangis Wening berkata. "Bu aku mau bilang sesuatu, tapi berdua saja. Anton dan Sinta yang mendengarnya agak terkejut terlebih lagi Anton yang mukanya langsung pucat.
cowonya bucin parah ini 🤭🤭🤭
karena ibunya sudah bikin dia kecewa