NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Bagi Tugas

Ruby segera menjelaskan, jika itu bukan hanya sekedar sulap. Tapi sebuah kekuatan yang dia dapatkan untuk bertahan hidup jika Virus Zombie telah tiba.

"Ini benar-benaran nyata!" ucap Leo sambil mencicipi rotinya.

Semuanya terdiam, mereka masih syok dengan apa yang mereka dengar, dan sekarang Ruby memperlihatkan kekuatan yang begitu menakutkan.

"Jika apa yang Ruby katakan benar, maka kita harus bersiap mulai sekarang!"

"Benar. Nggak ada salahnya siapkan payung sebelum hujan!" sambung Nyonya Sera.

Ruby tersenyum puas, setidaknya mereka tidak menganggapnya gila. Dia juga sangat terbantu dengan mimpi buruk yang mereka alami, jadi dia tidak perlu menjelaskannya secara rinci.

"Dek. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Leo. Saat ini dia sedang ambil cuti untuk mengantar istrinya pulang yang tidak ingin tinggal di asrama sendiri.

"Tentu kita mulai menjual semua aset yang kita punya. Karena semua itu nggak bakalan berguna lagi!"

"Ya. Jual di bawah harga pasar saja, agar cepat laku!" Ucap Tuan Edward setuju. Jikapun virus Zombie tidak terjadi, mereka masih bisa hidup dengan bertani.

"Kalian urus saja! Tapi sebelum itu, selesaikan dulu pemasangan CCTV nya!" sahut Nyonya Sera.

Mereka akhirnya sepakat, besok Ayah Edward akan pergi menemui kenalannya untuk menjual semua aset dan baru mulai membeli perbekalan.

Jika ada orang bertanya, mereka hanya perlu menjawab. Jika uang itu untuk membeli tanah lagi untuk dijadikan lahan perkebunan. Karena Keluarga mereka ingin fokus bertani.

"Kak, ada apa denganmu?" tanya Ruby pada Maura yang sejak tadi banyak diam.

"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yang sakit?" sela Leo dengan khawatir. Dia terlalu fokus dengan urusan Zombie, sampai tidak sadar jika istrinya bersikap aneh.

"Itu.. Aku seperti dengar suara motor yang menuju ke perkebunan!" jelasnya dengan bingung.

Bisa-bisanya dia bisa dengar suara motor, padahal jarak mereka sangat jauh. Dan rumah mereka dikelilingi dengan tembok besar.

"Sayang mungkin suara motor Paman Jon, biasanya dia keluar beli sesuatu dengan naik motor!" ucap Leo.

Ruby dan yang lainnya tidak mendengar apapun. Tapi Maura mendengar dengan jelas, jika itu suara motor Paman Jon, kenapa ada banyak?

"Bukan! Coba lihat di CCTV!" pintanya dengan cemas. Dia takut pendengaran nya bermasalah.

Leo menurut, Beberapa CCTV di jalan terhubung di HP nya. Saat dia membuka dan mengeceknya, memang benar ada motor menuju perkebunan.

"Ini...??"

"Ada apa?" tanya Nyonya Sera.

"Memang ada yang datang menggunakan motor, Kalau tidak salah mereka yang memasang CCTV, Karena kerjaan kemarin belum selesai!" jelasnya.

"Waahh... Kak, jangan-jangan kamu dapat Kekuatan juga!" sela Ruby dengan semangat. Kekuatan seperti ini sangat hebat, karena bisa mendengar pergerakan atau sesuatu dari jarak jauh.

"Benarkah?" Maura juga tampak senang. Jika benar-benar dapat kekuatan, dia tidak akan tertangkap seperti yang ada di dalam mimpinya.

Mereka semua turut bahagia mendengarnya, kemudian Ruby membahas masalah tanah yang sudah dipagari dengan kawat, pagar itu harus ditambah dengan aliran listrik.

Tanah mereka sangat luas, rumput hijau itu saja ada dua hektar. Belum lagi tanah yang ditanami padi, buah dan sayur-sayuran. Bahkan juga ada peternakan dan kolam ikan.

Saking luasnya, tuan Edward sampai memiliki sekitar 50 orang pekerja. Mereka semua memiliki tugasnya masing-masing.

"Ayah. Kita hanya perlu menimbun barang di gudang penyimpanan. Sedangkan ruang bawah tanah kita gunakan untuk ruang pengawasan!" ujar Ruby.

"Baik. Kita juga harus menimbun obat-obatan.!" sahut Tuan Edward.

Mendengar kata obat, Ruby teringat dengan pintu ruang yang masih berwarna merah dengan tulisan Apotik.

"Ayah. Aku juga bisa mengeluarkan obat-obatan. Tapi saat ini belum bisa diakses!" jelas Ruby.

"Nak. Kamu juga ada ruang pengobatan?" tanya Nyonya Sera dengan semangat. Obat adalah barang yang juga akan jadi rebutan, jika mimpi itu benar-benar terjadi.

"Emm..!" balas Ruby mengangguk.

"Dek. kenapa nggak bisa terbuka? Apa ada syaratnya?" tanya Leo.

"Ya. Masih banyak ruang yang belum terbuka. Aku harus menolong banyak orang, agar pintunya bisa terbuka.!"

"Syaratnya sangat sepadan.!" sahut Tuan Edward. "Tidak ada yang gratis di dunia ini, jika kita ingin menginginkannya, maka kita harus balas dengan berbuat baik!"

"Benar!" sela Ruby dengan cepat.

"Oh aku paham sekarang! Kamu ingin perkebunan kita ini dijadikan Pangakalan kan? Orang-orang yang kamu tolong, bisa diajak tinggal di sini!"

Ruby mengangguk sambil tersenyum. "Kak. Ternyata kamu cukup pintar! Makanya, keamanan setiap sudut harus diperketat. Untuk selebihnya, kita urus nanti.!"

Semua setuju, mereka akan bagi tugas. Ruby menimbun persediaan makanan. Leo menimbun senjata di asrama, jadi saat Virus terjadi, Ruby tinggal pergi mengambilnya.

Sedangkan Tuan Edward, setelah menjual tanah harus membeli alat untuk pemasangan panel Surya, karena saat membangun pangakalan harus ada panel setiap rumah.

Karena Ruby memilih untuk membuat seperti kos-kosan dan juga rumah susun. Begitu lebih baik untuk tempat tinggal mereka sementara.

"Kalian harus berhati-hati. Ibu yang akan menjaga Maura. Oh iya, Hp nya jangan di silent. !" ujar Sang Ibu.

"Maaf. Aku nggak bisa bantu apa-apa!" sela Maura dengan perasaan tidak enak hati melihat mereka semua sibuk mengurus persiapan.

"Sayang..Kita harus lihat situasi. Kalau kamu tidak hamil, mana mungkin aku melarangmu untuk ikut!" ucap Leo.

"Benar. Kamu di rumah saja dengan Ibumu!" kata Tuan Edward.

Maura mengangguk mengerti, dia cuman merasa sungkan. Tapi syukurnya, Dia memiliki suami dan mertua yang sangat baik padanya.

"Eh tunggu.. Kayaknya ada yang kelewat!" ucap Ruby.

"Dek ada apa?" tanya Leo.

Ruby berpikir keras, dan tidak sengaja tatapannya mengarah ke arah perut besar Maura.

Dengan wajah gelisah Ruby bertanya, "Kak. Kehamilanmu sudah berapa bulan?"

Maura mengusap perutnya dengan perasaan takut. "Ini sudah akhir bulan Januari, bulan depan masuk 8 bulan." jawab Maura.

"Ruby ada apa dengan kehamilan Maura?" tanya Leo yang juga ikut cemas.

"Kalian lupa dengan mimpi Kak Maura? Bukan kah saat itu dia sedang hamil?" tanya Ruby. Karena Maura juga menceritakan mimpinya.

"Di mimpi Ayah. Kita semua pergi ke rumah sakit untuk mengantar Maura yang akan melahirkan. Tapi saat mau masuk ruang operasi, Mayat hidup tiba-tiba keluar dari salah satu ruangan!" ujar Tuan Edward.

"Sekarang mau masuk 8 bulan. Tersisa dua bulan lagi.!" ucap Ruby.

"Maksudnya. Waktu kita cuman tersisa dua bulan lagi?" tanya Nyonya Sera.

"Benar. Kita harus gunakan waktu itu dengan baik.!"

"Aku tidak mau lahiran di Rumah Sakit.!" kata Maura dengan takut, dia sangat trauma dengan yang namanya Rumah Sakit, karena dalam mimpinya dia dikejar mayat hidup di koridor Rumah Sakit.

"Ada yang tidak beres dengan Rumah Sakit itu. Kenapa ada Zombie yang tiba-tiba keluar dari ruangan?"

"Ehh,, benar juga. Jangan-jangan Mereka...!"

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!