NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Markas Macan Bawah berada di sebuah gudang tua di pinggiran kota, jauh dari hiruk-pikuk pusat bisnis yang baru saja mempermalukan mereka siang itu. Beberapa anggota duduk meringis kesakitan di sudut ruangan, dibantu rekan-rekan lain yang mengoleskan salep seadanya ke luka lebam mereka.

Daniel tiba sore itu, turun dari mobilnya dengan langkah cepat, wajahnya sudah menyimpan amarah sebelum sempat menginjak lantai gudang.

"Apa-apaan ini?!" Daniel berteriak begitu melihat kondisi anak buah yang dia bayar. "Aku bayar mahal buat kalian bikin masalah, bukan buat pulang babak belur begini!"

Ketua Macan Bawah, seorang pria berbadan tegap dengan bekas luka di pelipis, berjalan mendekat dengan langkah berat, matanya menatap Daniel penuh amarah yang jauh lebih besar.

"Kau bilang dia cuma karyawan biasa," ketua itu menggeram, tangannya terkepal erat. "Tapi orang itu menghabisi delapan anak buahku sendirian, tanpa senjata, tanpa bantuan siapa pun."

"Itu bukan urusanku bagaimana dia bisa begitu," Daniel menjawab, meski suaranya mulai goyah melihat tatapan ketua gengster itu. "Aku bayar kalian buat—"

Kalimatnya terputus ketika tangan besar ketua Macan Bawah mencengkeram kerah kemejanya, mengangkatnya sedikit hingga ujung kakinya nyaris tidak menyentuh lantai.

"Anak buahku ada yang patah tulang, Nak," suara ketua itu rendah dan mengancam. "Kalau aku mau, kau bisa aku patahkan juga sekarang juga."

Keringat dingin mulai membasahi dahi Daniel. Untuk pertama kalinya sejak dia mengambil alih perusahaan keluarganya, dia merasakan sesuatu yang jarang dia rasakan—ketakutan yang nyata, bukan sekadar kekhawatiran soal angka penjualan.

"T-tunggu," Daniel berkata cepat, tangannya terangkat gemetar. "Aku bisa kasih kompensasi. Lebih dari yang kalian minta."

Ketua itu melonggarkan cengkeramannya sedikit, meski matanya masih menyala curiga. "Kompensasi apa?"

"Lima puluh persen," Daniel berkata cepat, hampir tanpa berpikir, "lima puluh persen dari harta keluarga Hartono, kalau kalian mau selesaikan urusan ini sampai tuntas. Habisi perusahaan itu, atau minimal buat Alex menyerah."

Ruangan gudang itu hening sejenak. Beberapa anak buah yang masih terluka menoleh, mendengar tawaran yang bahkan terdengar gila untuk ukuran kompensasi biasa.

Ketua Macan Bawah tersenyum tipis, senyum yang jauh dari ramah. "Lima puluh persen itu terlalu kecil buat nyawa anak buahku yang jadi taruhannya."

"Berapa yang kau mau?" Daniel bertanya, suaranya semakin gemetar.

"Delapan puluh persen," ketua itu menjawab tegas, "atau kau cari orang lain buat urus masalahmu sendiri."

Daniel terdiam, pikirannya berpacu antara rasa takut yang masih mencengkeram dadanya dan keinginan untuk segera menyingkirkan ancaman yang selama ini dia anggap remeh.

"Baik," Daniel akhirnya menjawab, hampir tanpa berpikir panjang. "Delapan puluh persen. Asal kalian pastikan Alex tidak akan pernah lagi jadi masalah."

Ketua Macan Bawah melepaskan cengkeramannya sepenuhnya, membiarkan Daniel terhuyung mundur beberapa langkah.

"Kali ini," ketua itu berkata, matanya menyapu seluruh anak buahnya yang masih tersisa di ruangan, "kita bawa semua orang. Semua senjata. Gak ada lagi yang pulang dengan tangan kosong."

Daniel mengangguk cepat, merapikan kemejanya yang kusut, berjalan mundur menuju mobilnya tanpa sadar bahwa kesepakatan yang baru saja dia setujui akan menjadi salah satu keputusan paling ceroboh dalam hidupnya.

Di dalam mobil, dalam perjalanan pulang, Daniel menatap tangannya sendiri yang masih sedikit gemetar, mencoba meyakinkan dirinya bahwa keputusan itu tepat.

'Delapan puluh persen cuma angka. Yang penting Alex hilang dari hidupku selamanya.' Dia tidak menyadari, di kursi belakang mobilnya sendiri, dia baru saja menyetujui kesepakatan yang bahkan lebih mahal daripada seluruh kerugian yang selama ini dia takutkan dari Alex.

Sopir yang mengemudikan mobilnya sesekali melirik lewat kaca spion, memperhatikan tuannya yang biasanya tenang dan penuh percaya diri kini duduk membisu dengan tangan mengepal di atas paha. Tidak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Daniel sepanjang perjalanan pulang, hanya lampu-lampu jalan yang berkelebat di luar jendela, menemani pikirannya yang berputar-putar antara ketakutan dan tekad untuk segera menyelesaikan semuanya.

Sesampainya di rumah, Daniel langsung menuju kamarnya tanpa menyapa siapa pun, mengunci pintu, lalu duduk di tepi ranjang dengan kepala tertunduk. Untuk pertama kalinya sejak dia mengambil alih seluruh warisan keluarga Hartono, dia merasakan sesuatu yang selama ini selalu dia yakini tidak akan pernah menghampirinya—rasa takut yang begitu nyata, bahwa mungkin saja dia baru saja membuat kesalahan yang jauh lebih besar dari yang bisa dia bayangkan.

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!