Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 - Penyusupan
Di pintu masuk utama markas tersebut.
Rob berjalan menuju ke dalam gedung, seorang penjaga melihat Rob,
"oii bocah.. apa yang kau lakukan di markas?" tanya seorang penjaga yang sedang duduk santai di dekat pintu markas.
"bosan dirumah, mungkin kalo gua ke markas bakal ada aktivitas yang seru di markas.." jawab Rob.
"sedang tidak ada misi besar hari ini, sebagian anggota sedang bersenang-senang sekarang" tawa penjaga tersebut.
Rob lalu masuk ke dalam markas geng.
Terlihat beberapa tukang bersih-bersih yang sedang bekerja dan beberapa teknisi yang sedang memperbaiki alat-alat elektronik di gedung tersebut.
Rob berjalan ke sebuah lorong lalu melihat sekeliling,kemudian menyalakan alat transmisi sambungannya,
"pak Lee, kondisi markas sedikit lenggang karena hari ini sebagian anggota geng sedang libur dari misi" jelas Rob.
Di sudut luar Lee yang mendengar informasi dari Rob pun mulai menggerakkan timnya,
"Beel, Monic..kalian bergerak lebih dulu dari timur" jelas Lee.
"Aldo dan Derry juga akan bergerak, aku dan Sekar akan menuju pintu belakang gedung" sambung Lee.
"pastikan kalian menghindari jangkauan kamera CCTV yang ada di gedung, bergerak dengan hati-hati" tambah Lee.
Tanpa Lee tahu bahwa CCTV gedung tersebut sudah di retas oleh Rendy anggota tim Spider.
Di sudut timur Beel dan Monic pun bergerak melewati sebuah pagar kawat yang sudah di potong, perlahan keduanya masuk ke sebuah pintu darurat yang ada di gedung.
Berpindah di sudut barat, Aldo dan Derry memanjat sebuah tembok dengan hati-hati untuk menuju ke dalam gedung, di belakang gedung Lee dan Sekar juga sudah berhasil masuk.
Seluruh tim pun berhasil berada di dalam gedung, begitupun dari tim Spider milik Beel.
Beel dan Monic berjalan dengan hati-hati di lorong bagian timur gedung,melihat beberapa ruangan gedung hingga mereka menemukan sebuah lift barang
"apa kita langsung ke lantai atas saja?" tanya Beel,
Belum sempat Monic menjawab ,lift barang itu bersuara yang menandakan ada yang sedang mengaktifkan nya.
Dengan cepat Beel menarik Monic ke sebuah ruangan kecil di dekat lift,
"seseorang datang jangan berisik.." ujar Beel yang bersama Monic
Di sisi Monic kini wajah Beel terlihat lebih dekat, wajah Monic sedikit memerah, jantungnya berdegup kencang sudah berada sedekat ini dengan Beel,
Beel menoleh ke Monic
"lu dengar ga sih?" bisik Beel
Mata Monic melebar
"i.. iya, tentu saja gua dengar" jawab Monic sedikit terkaget.
Kemudian dari lift barang keluar 2 orang anggota geng Audas sedang membawa sebuah troli berisikan 2 nampan dan dua buah kotak kaca yang kosong.
Beel memperhatikan keduanya berjalan keluar dari ruangan lift,
"kurasa tidak aman kita menaiki lift.." jelas Monic
Beel mengangguk
"tangga darurat lebih aman menurut gua" lanjut Beel.
Kemudian keduanya langsung menuju tangga darurat di bagian timur gedung.
Sementara dibagian dalam tempat laundry.
Arthur dan Vee sudah sampai di ruangan laundry tersebut,
"benar-benar bersih tak ada pakaian kotor" ujar Vee.
Arthur lalu melihat keadaan luar ruangan laundry tersebut
"di luar juga terlihat sepi.." jelas Arthur.
Vee lalu mengaktifkan transmisi nya,
"ruangan laundry terlihat aman, semua pakaian disini kosong" lapor Vee.
Evan yang mendengar itu pun merespon
"kalau memang tidak ada orang, kalian bisa keluar dari ruangan laundry tersebut dan menuju ke arah kanan" jelas Evan
"kalian akan menemukan sebuah ruangan kunci dan cctv disana, setelah itu kalian bisa menaiki tangga menuju lantai atas" tambah Evan.
Arthur lalu bertanya
"dimana Audas berada?" tanya Arthur
Evan mengecek terlebih dulu bagian-bagian yang terdeteksi radarnya,
"dia ada di lantai 23, beberapa petinggi juga ada bersamanya" ungkap Evan.
Di sisi lain,Aldo dan Derry berjalan perlahan menuju ke lantai 7 melalui tangga darurat.
"menurut Rob lantai 7 adalah tempat produksi obat-obatan itu" bisik Derry di tangga darurat sisi barat.
Aldo melihat ke arah pintu keluar ke lantai 7
"jika lantai ini adalah tempat produksinya, artinya kita sudah berada di tempat yang tepat" balas Aldo.
Sementara guru Lee dan guru Sekar sudah berada di belakang gedung, salah satu anggota geng terkapar oleh keduanya tanpa meninggalkan suara atau jejak.
"apa kita langsung menuju pemimpin geng itu?" tanya Sekar.
Lee terlihat sedang memperhatikan ke arah saluran udara
"kita akan ke ruangan gudang obat-obatan itu" jelas Lee
"tapi..aku merasakan bukan hanya kita yang bergerak di dalam gedung ini" sambung Lee sambil mengerutkan dahinya.
Diluar markas geng Audas.
Josh dan Lisa sedang berbincang, dari kejauhan mereka hanya terlihat sebagai sepasang suami istri yang sedang mengobrol,
"belum ada tanda-tanda keributan" ujar Josh
Lisa langsung menatap Josh
"maksudmu kau ingin ada keributan?" tanya Lisa dengan sinis
Josh langsung tersentak
"tidak Lisa, maksudku kapan kita bergerak" sahut Josh
Lisa lalu melihat ke arah gedung
"kupikir jika tidak ada masalah berarti semua akan berakhir tanpa keributan" tutup Lisa.
Spider sudah bergerak ke dalam mencari Audas dan hal-hal penting di geng tersebut, sementara guru Lee merasakan kehadiran mata-mata lain selain kelompok sekolah mereka.