menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
*Sesampainya di luar Mall dan menuju ke mobil Pria tersebut, Stevanie mulai melepas kan cekalan tangan Pria yang berada di samping nya*
*"Bryan, lepaskan Adik ku, Aku hanya ada urusan dengan mu" ucap Stevanie setengah berteriak*
*"Bryan?" tanya Nadin setengah terkejut menatap Pria yang sejak tadi sebelah Stevanie yang memakai topeng hanya setengah saja di bagian mata, sehingga di bagian bibir dan hidung terbuka*
*"Ya Aku Bryan, Kekasih Stevanie sejak 1 tahun terakhir" sahut Bryan tersenyum namun penuh kelicikan*
*Jadi Pria ini yang Aku liat saat di Indonesia dulu yang sempat berciuman dengan Stevanie di Cafe bersama Bella tempo dulu*
*"Kenapa kamu memperlakukan Kakak ku seperti ini, jika kamu adalah kekasih nya?" tanya Nadin yang masih menahan emosi nya saat ini, takut ketahuan oleh Stevanie dan yang lain nya tentang identitas asli nya*
*"Hahaha...Nadin, Aku memperlakukan Kakakmu seperti ini, karena dia ingin putus dengan ku dan menjalin hubungan dengan Daniel, teman Suami nya, yang tak lain adalah teman Kakak Ipar mu" ucap Bryan dengan nada mengejek nya*
*"Aku memang ingin putus dari mu, tapi bukan karena Daniel, melainkan karena kamu sudah sangat menyakiti ku dengan keposesifan berlebihan mu" ucap Stevanie kesal*
*"Kamu gak akan bisa selama nya putus dari ku Baby" ucap Bryan yang suara nya mulai berubah menjadi dingin*
*Kemudian Stevanie dan Bryan bersama Anak buah nya langsung pergi menggunakan mobil berwarna hitam, sedang kan Nadin, mereka tinggalkan di parkiran mobil sendirian dan itu membuat Nadin diam, tak bergeming, namun mengeluarkan senyuman miring dan tatapan dingin nya*
"Halo Mark, susul Aku melalui GPS" ucap Nadin dengan nada dingin dan itu membuat Mark yang menerima telpon dari telpon hanya terdiam dan mengikuti perintah Bos nya
"Baik Bos" sahut Mark yang langsung bergegas mencari titik GPS Bos nya saat ini
Kemudian setelah menemukan titik GPS Nadin, mu seperti ini, karena dia ingin putus dengan ku dan menjalin hubungan dengan Daniel, teman Suami nya, yang tak lain adalah teman Kakak Ipar mu" ucap Bryan dengan nada mengejek nya
*"Aku memang ingin putus dari mu, tapi bukan karena Daniel, melainkan karena kamu sudah sangat menyakiti ku dengan keposesifan berlebihan mu" ucap Stevanie kesal*
*"Kamu gak akan bisa selama nya putus dari ku Baby" ucap Bryan yang suara nya mulai berubah menjadi dingin*
*Kemudian Stevanie dan Bryan bersama Anak buah nya langsung pergi menggunakan mobil berwarna hitam, sedang kan Nadin, mereka tinggalkan di parkiran mobil sendirian dan itu membuat Nadin diam, tak bergeming, namun mengeluarkan senyuman miring dan tatapan dingin nya*
*"Halo Mark, susul Aku melalui GPS" ucap Nadin dengan nada dingin dan itu membuat Mark yang menerima telpon dari telpon hanya terdiam dan mengikuti perintah Bos nya*
*"Baik Bos" sahut Mark yang langsung bergegas mencari titik GPS Bos nya saat ini*
*Kemudian setelah menemukan titik GPS Nadin, Mark langsung bergegas pergi bersama beberapa Anak Buah nya untuk menyusul Nadin ke sana*
*Nadin yang mengikuti mobil Bryan dari jauh karena tak ingin ketahuan oleh mereka tentang identitas nya, membuat nya hanya mengikuti GPS yang sempat dia pasangkan pada Stevanie saat Nadin tadi berbicara pada Bryan dan membuat nya mengalihkan pembicaraan saat berada di parkiran mobil*
*Tak lama Nadin pun sampai di sebuah Rumah kecil berwarna putih dan Nadin melihat ada mobil Bryan terparkir di halaman Rumah tersebut*
*"Halo Bos, kami di belakang mu" ucap Mark yang memarkirkan mobil nya tak jauh dari mobil Nadin*
*"Tunggu perintah dari ku, Mark, karena sekarang siang hari dan banyak warga di sini, jadi kita gak bisa gegabah" ungkap Nadin*
*"Ya Bos, kami tunggu perintah dari Anda" ucap Mark tegas*
*Nadin pun langsung turun dari mobil dan mulai memasuki halaman rumah Bryan saat ini dengan sangat cepat, tanpa terdeteksi apa pun*
*Nadin mulai menyusup dari jendela yang terbuka saat ini dan mendengarkan suara-suara yang dia perkirakan jika itu adalah suara Bryan dengan Stevanie, Nadin kemudian melihat di sekitar nya ruangan tersebut, tak ada siapa pun, berarti Anak Buah Bryan telah dia pulang kan sejak Stevanie di tahan di Rumah ini*
*Lalu Nadin mulai mendobrak pintu Kamar yang Nadin yakini jika di dalam pasti ada Bryan dan Stevanie saat ini*
"Brak"
*Terdengar suara Nadin membuka paksa pintu kamar tersebut dan melihat Stevanie yang mulai di aniaya Bryan hingga terlihat pipi di bagian wajah Stevanie memerah*
*"F\*ck You" teriak Nadin yang langsung mengha\*ar Bryan saat ini dengan sangat marah dan mengepal kedua tangan nya hingga memutih*
"Bugh..Bugh...Bugh..."
"Bugh..Bugh..Bugh..."
*Terdengar Nadin mengh\*jar Pria itu dengan sangat keras hingga wajah serta anggota badan lain nya babak be\*ur*
*"Din, sudah..sudah..biarkan dia, Din, cukup.. Kakak gak mau kamu masuk jeruji besi hanya karena menghabisi dia" ucap Stevanie setengah berteriak dan dengan nada bergetar*
Lalu Nadin pun menghentikan nya dan melepaskan cengkraman pakaian Bryan saat ini yang sudah tak sadar kan diri akibat puku*an yang Nadin layangkan ke dia
*"Ayo Din" ajak Stevanie yang sangat ketakutan karena melihat sisi lain Nadin yang sangat berbeda dari biasa nya*
Nadin pun baru menenangkan diri nya saat mendapatkan genggaman tangan dari Stevanie saat ini
...."Apa Kakak baik-baik aja?" tanya Nadin yang melihat wajah Stevanie memerah dan di sudut bibir Stevanie mengeluarkan da*ah
*"Iya Din, Ayo kita pergi dari sini, Kakak takut Anak Buah Bryan akan kemari dan kita terkurung berdua di sini" sahut Stevanie*
*"Ayo" ucap Nadin*
*Namun baru saja Nadin mengajak Stevanie ke mobil, melewati halamam Rumah Bryan, tiba-tiba Anak Buah Bryan yang mencengkram Nadin di Mall tadi muncul bersama dengan yang lain nya, dia melihat Rumah Bryan yang berantakan dan melihat Stevanie di bawa pergi oleh Nadin, membuat nya langsung menyerang Nadin saat ini*
*Nadin yang saat inj mulai di serang, terlihat Mark bersama Anak Buah nya, langsung turun dari mobil mereka, kemudian mulai membantu Nadin yang di serang beberapa Pria saat ini*
"Bugh..Bugh..Bugh"
*Terdengar Mark mulai turun tangan menghabisi Pria-Pria yang menghadang Nadin dan juga Stevanie saat ini*
*"Mark, selesaikan aja" perintah Nadin tegas*
*"Siap Bos" sahut Mark yang langsung fokus menghabisi musuh di depan nya*
*Sementara Nadin dan Stevanie, mulai masuk ke dalam mobil Nadin saat ini*
*"Kita ke Rumah Sakit dulu Kak, Aku gak mau bikin Mami khawatir" ucap Nadin*
*"Ya Din, bener juga" sahut Stevanie*
*Sesampainya di Rumah Sakit, Nadin langsung memesan ruangan untuk Stevanie istirahat sejenak di Kamar VIP, agar bengkak di area pipi dan bibir Stevanie bisa berkurang serta tak meninggalkan bekas setelah pengobatan*
*"Halo Kak William, bisa datang ke Rumah Sakit?" tanya Nadin yang mau tak mau menghubungi William karena dia butuh Orang yang menjaga Stevanie*
*ini "Kamu sakit apa Din?" tanya William panik saat*
*"Bukan Aku Kak, tapi Kak Stevanie, Aku minta tolong Kakak buat alasan apa pun untuk bisa keluar Apartemen tanpa membuat Mami curiga" ucap Nadin*
*"Ya Din, Kakak langsung ke sana, ntar Kakak chat Mami aja, karena Mami baru aja belanja sama Tante Lisa" ucap William yang tau tadi saat Sang Mertua pamit pada nya untuk keluar bersama Adik nya*
*"Oh, Oke, Aku share lokasi nya Kak" sahut Nadin yang paham jika William belum terlalu tau wilayah tempat nya tinggal*
*"Ya Din" ucap William yang tak lama mematikan telpon nya*
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas