NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

...****************...

  Langit siang itu tampak cerah di balik dinding kaca gedung pencakar langit milik Arseno Andreas.

  Di lantai paling atas, ruang kerja luas dengan desain minimalis namun mewah menjadi saksi bagaimana seorang pria membangun kerajaan bisnisnya dari nol hingga berada di puncak.

  Arseno Andreas—30 tahun, tampan dengan rahang tegas dan tatapan tajam—duduk di kursi kerjanya. Jas hitamnya rapi tanpa cela, seolah mencerminkan kepribadiannya yang dingin dan perfeksionis.

  Di hadapannya, sebuah map terbuka.

  Proposal kerja sama.

  Nama di bagian atas dokumen itu membuatnya sedikit menyipitkan mata.

  Evelyn Hills.

  Arseno mengetuk-ngetukkan jarinya di meja.

  “Hills Corporation...” gumamnya pelan.

  Ia membalik beberapa halaman, membaca cepat namun detail. Grafik pertumbuhan, laporan keuangan, strategi ekspansi—semuanya tertata rapi dan... mengesankan.

  Sudut bibirnya terangkat tipis.

  “Menarik.”

  Ketukan pintu terdengar.

  “Masuk.”

  Seorang pria dengan penampilan profesional masuk dengan langkah tenang. Dialah Kosta, asisten pribadi Arseno yang sudah bekerja dengannya selama bertahun-tahun.

  “Pak Arseno, Anda memanggil saya?”

  Arseno tidak langsung menjawab. Ia masih membaca beberapa bagian akhir proposal itu, lalu menutup map tersebut dengan pelan.

  “Kosta.”panggil Arseno.

  “Ya, Pak.”

  “Apa kamu tahu perusahaan Hills Corporation?”

  Kosta berpikir sejenak.

  “Perusahaan yang dipimpin oleh Evelyn Hills, Pak. Mereka berkembang sangat cepat dalam lima tahun terakhir. Terutama di sektor investasi dan teknologi.”

  Arseno menyandarkan tubuhnya ke kursi.

  “Lima tahun, dan sudah sampai di level ini...”

  Nada suaranya terdengar datar, tapi matanya menunjukkan ketertarikan.

  “CEO-nya masih muda, kan?”

  “25 tahun, Pak,” jawab Kosta. “Cukup terkenal di kalangan pebisnis muda. Banyak yang menyebutnya jenius.”

  Arseno terkekeh kecil, nyaris tidak terdengar.

  “Jenius... atau ambisius.”

  Kosta tersenyum tipis.

  “Biasanya keduanya, Pak.”

  Arseno mengambil kembali map itu, menepuk-nepuknya pelan di meja.

  “Angka-angka mereka bersih. Strateginya agresif, tapi terukur.”

  Ia menatap lurus ke depan, seolah sudah mengambil keputusan.

  “Perusahaan seperti ini tidak boleh kita abaikan.”

  Kosta langsung siaga.

  “Apakah Anda ingin menjadwalkan pertemuan, Pak?”

  Arseno menggeleng pelan.

  “Bukan sekadar pertemuan.”

  Kosta mengangkat alis, penasaran.

  “Aku ingin kerja sama.”

  “Kerja sama langsung, Pak?”

  “Ya.”

  Kosta terlihat sedikit terkejut, sesuatu yang jarang terjadi.

  “Biasanya Anda tidak langsung mengambil keputusan secepat ini.”

  Arseno menatapnya dingin.

  “Biasanya aku tidak menemukan perusahaan yang berkembang secepat ini tanpa celah besar.”

  Kosta mengangguk pelan.

  “Jadi Anda melihat potensi besar di Hills Corporation?”

  Arseno menyilangkan jari-jarinya di atas meja.

  “Potensi... dan ancaman.”

  “Ancaman?” ulang Kosta.

  “Jika mereka terus berkembang tanpa kita sentuh, mereka bisa jadi pesaing serius dalam beberapa tahun ke depan.”

  Kosta tersenyum tipis.

  “Jadi Anda ingin merangkul sebelum mereka berdiri sejajar?”

  Arseno tidak menjawab langsung.

  Namun tatapan matanya sudah cukup menjadi jawaban.

  “Kosta.”

  “Ya, Pak.”

  “Hubungi pihak Hills Corporation.”

  “Baik, Pak.”

  “Tawarkan kerja sama strategis. Buat proposal terbaik kita.”

  Kosta mencatat cepat di tablet-nya.

  “Ada arahan khusus?”

  Arseno terdiam beberapa detik… lalu berkata pelan,

  “Aku ingin bertemu langsung dengan CEO-nya.”

  Kosta menatapnya, sedikit terkejut lagi.

  “Langsung dengan Nona Evelyn?”

  “Ya.”

  “Biasanya Anda menyerahkan pertemuan awal ke direksi lain.”

  Arseno berdiri dari kursinya, berjalan menuju jendela besar yang menghadap kota.

  “Untuk yang satu ini... aku ingin melihat sendiri.”

  Melihat siapa sosok di balik angka-angka sempurna itu.

  Kosta menyipitkan mata, lalu tersenyum kecil.

  “Baik, Pak. Saya akan atur semuanya.”

  Arseno menatap ke luar, ke arah hiruk pikuk kota yang seolah tunduk di bawahnya.

  “Evelyn Hills...” gumamnya pelan.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!