NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat

Secepat kilat Arsela menancapkan pisau di tangannya ke kaki Calleb, JLEB!

“Aaarrgghh!”

Calleb berteriak kencang ketika merasakan tusukan di kakinya. Refleks tubuh pria itu mundur sedikit ke belakang. Di saat bersamaan, Arsela keluar dari persembunyiannya. Menggunakan bahunya, dia menabrak Calleb hingga jatuh terjengkang.

Segera saja Arsela berlari meninggalkan ruangan.

Calleb menarik pisau yang menancap di kakinya. Pria itu kemudian segera mengejar Arsela. Tangannya terulur hendak menarik kerah baju wanita itu.

Belum sempat tangannya sampai, sebuah tendangan mengenainya. Tubuh Calleb kembali terjatuh. Kael tak memberi kesempatan bagi Calleb untuk bernapas. Kembali sebuah tendangan Kael mengarah padanya. Kali ini mengenai dadanya dengan kencang.

Kembali terdengar erangan Calleb ketika punggungnya mengenai ujung meja kemudian terjatuh ke lantai. Untuk kali ini, dia tidak bisa menegakkan tubuhnya lagi. Kael langsung berjongkok di dekat pria itu.

“Siapa yang menyuruhmu menculiknya?”

“Nenekmu,” jawab Calleb sambil terkekeh.

BUGH!

Sebuah pukulan mendarat di wajah Calleb, hidungnya langsung mengeluarkan darah.

“Jawab dengan benar, atau aku akan membuatmu menyusul temanmu yang sudah lebih dulu ke neraka.”

Mimik wajah Calleb langsung berubah begitu mendengar kalau Enrique sudah kehilangan nyawanya. Didorong amarah, pria itu mencoba bangun, tapi Kael menekan dadanya cukup kencang.

“Kesempatan terakhir. Siapa yang menyuruhmu?”

“Bunuh saja aku.”

“As you wish.”

Dengan cepat Kael mengambil pisau lalu menancapkannya ke dada Calleb. Mata pria itu membelalak, terkejut dengan tindakan Kael.

Arsela tak berani melihat pada Calleb yang sedang meregang nyawa. Dia terkejut ketika Kael menarik tangannya.

Saat akan menuruni tangga, Kael mendengar suara langkah kaki memasuki gedung tempatnya berada. Pria itu kembali ke dekat Calleb untuk mengambil pistol pria itu.

“Bersembunyilah,” lirih Kael sambil melihat ruangan kosong lain. Bergegas Arsela menuju ruangan tersebut.

Sementara Kael bersembunyi di balik pilar. Tangannya memegang senjata dengan erat. Matanya terus mengawasi ke arah tangga.

Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga hingga akhirnya sampai di lantai atas. Dari balik pilar, Kael melihat seorang pria mengenakan pakaian serba hitam. Dia tidak bisa melihat jelas wajah pria itu karena topi yang dikenakannya.

Ketika pria tersebut semakin mendekati posisinya, dengan cepat Kael muncul sambil menodongkan pistol di tangannya. Refleks pria itu juga menodongkan pistol pada Kael.

“Kael!” panggilnya.

“Jay!”

Keduanya langsung mengamankan pistol masing-masing. Orang yang baru saja datang adalah Jay, rekannya yang sedang menjalankan tugasnya di negara ini.

“Maaf aku terlambat datang. Apa kamu baik-baik saja?”

“Ya.”

“Di mana Arsela?”

Tanpa mengatakan apa pun, Kael langsung mencari keberadaan Arsela. Pria itu memasuki ruangan tempat wanita itu bersembunyi.

“Sela,” panggilnya.

Pelan-pelan Arsela keluar dari persembunyiannya. Wanita itu bergegas mendekat.

“Ayo, waktunya pergi.”

Arsela pasrah saja ketika Kael menggandeng tangannya. Keduanya segera mengikuti Jay yang langsung memandunya ke mobil.

“Aku akan membawa kalian ke safe house,” ujar Jay begitu mereka sudah berada di mobil.

“Kami harus secepatnya keluar dari sini. Keberadaan Arsela tidak aman. Orang-orang yang memburu kami bisa datang kapan saja. Tidak aman kalau dia terus berada di sini.”

“Baiklah. Aku akan mengurus dulu semua dokumennya. Untuk sementara kalian tinggal di hotel dekat bandara. Besok pagi kalian sudah bisa meninggalkan negara ini.”

“Oke.”

Jay lebih dulu menghubungi rekannya yang lain. Dia minta dipesankan kamar atas nama Mr. dan Mrs. Smith.

Tak sampai setengah jam, mereka sudah tiba di hotel Monceau Prive, salah satu hotel bintang tiga yang ada di kota Paris. Lokasinya hanya berkisar satu kilometer dari bandara.

“Kalian tunggulah di dekat lift. Aku yang akan mengurus reservasi.”

Kepala Kael hanya mengangguk. Dia segera mengajak Arsela menuju lift. Pria itu meminta Arsela terus menundukkan kepalanya, agar wajahnya tidak terekam kamera CCTV.

Lima menit berselang, Jay sudah selesai mengurus reservasi, di tangannya sudah terdapat keycard pintu kamar yang dipesannya.

Begitu pintu lift terbuka, ketiganya segera memasuki kotak persegi tersebut. begitu lift tiba di lantai delapan, Jay memberi tanda pada Kael dan Arsela untuk keluar. Di koridor, Kael melihat seorang petugas housekeeping sedang berdiri di depan sebuah pintu kamar yang terbuka.

Tanpa sepengetahuan petugas housekeeping tersebut, Kael mengambil key card yang tergantung di pinggangnya. Selanjutnya dia kembali berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.

Jay membukakan pintu kamar yang sudah dipesannya. Sebuah kamar tipe standar dengan sebuah kasur berukuran king size di dalamnya.

“Besok pukul enam pagi, aku akan menjemput kalian,” Jay menyerahkan tas yang dibawanya pada Kael. “Aku akan mengirimkan foto di paspor kalian.”

“Oke. Tunggu kami di basement saja.”

Kepala Jay mengangguk. Kemudian pria itu segera keluar dari kamar.

Sepeninggal Jay, Kael memeriksa keadaan kamar. Dia melihat keadaan di luar dari balik gorden. Ditutupnya kembali gorden hingga menutupi kaca jendela.

Selanjutnya dia menaruh sebuah kamera kecil di sudut ruangan. Pria itu segera menghubungkan kamera ke ponselnya.

Terakhir, Kael menaruh alat penyadap di bawah meja rias di kamar tersebut.

“Apa malam ini kita akan menginap di sini?” tanya Arsela.

“Tidak.”

“Apa maksudmu?”

Tidak ada jawaban dari Kael. Pelan-pelan dia membuka pintu kamar. Kepalanya sedikit keluar, melihat keadaan sekitar. Sejak tiba di lantai ini, pria itu sudah mempelajari koridor di sini. Tidak ada kamera CCTV yang terpasang.

Tangannya bergerak meminta Arsela untuk mengikutinya.

Dengan cepat Arsela mengikuti Kael keluar dari kamar. Pria itu segera menuju kamar yang tadi dibersihkan petugas housekeeping. Dia menempelkan kartu akses yang dicurinya tadi.

Begitu pintu terbuka, keduanya segera masuk ke dalam. Kamar ini masih memiliki tipe yang sama, hanya saja dengan twin bed.

“Kalau kamu mandi, ada pakaian di tas ini,” Kael memberikan tas yang diberikan Jay tadi.

Tanpa bertanya lagi, Arsela mengeluarkan pakaian dari dalam tas, kemudian masuk ke kamar mandi. Sementara Kael mendudukkan diri di sofa single yang ada di kamar. Matanya terus memperhatikan layar ponselnya.

Perhatiannya teralihkan ketika pintu kamar mandi terbuka. Pria itu bangun dari duduknya lalu mengambil kotak P3K dari dalam tas. Dia juga mengambil minuman kaleng dingin dari mini bar.

“Duduklah!” titahnya.

Arsela menurut saja apa yang dikatakan Kael. Pria itu menarik sofa ke dekat ranjang. Diperhatikannya luka di wajah Arsela. Dia kemudian mengeluarkan kasa alkohol dari kotak P3K. Pelan-pelan dia menempelkan kasa ke luka di pelipis wanita itu.

Terdengar ringisan Arsela ketika lukanya terkena kasa alkohol. “Tahan sebentar,” ujar Kael. Setelahnya dia memasangkan plester ke luka tersebut.

“Kompres luka memarmu dengan kaleng minuman ini supaya memarnya berkurang.”

“Terima kasih. Kamu juga terluka.”

Kael menyentuh pelipisnya yang terluka. Darah di lukanya sudah mengering. “Ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya sendiri.”

Setelah mengatakan itu, Kael masuk ke dalam kamar mandi. Dia juga perlu membersihkan diri.

***

Pukul satu dini hari, di koridor lantai delapan, nampak tiga orang mengendap mendekati kamar yang diketahui terdapat Arsela di dalamnya. Salah satu pria menempelkan kartu akses. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka.

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!