NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 — Ujian Pertama Dimulai (Bagian 1)

Puluhan peserta berlari meninggalkan Desa Aster.

Debu beterbangan di jalan setapak yang mengarah ke Hutan Greenwood. Suara langkah kaki, teriakan, dan dentingan senjata memenuhi udara pagi.

Namun Leon masih berdiri di depan papan peta.

Ia mengamati setiap jalur dengan saksama.

Ada tiga rute menuju Bukit Embun.

Jalur Timur.

Jalur Sungai.

Dan Jalur Tebing.

"Kalau tujuan ujian hanya mengambil bunga..."

gumam Leon.

"...kenapa harus ada tiga jalur?"

Ia memperhatikan simbol-simbol kecil yang terukir di peta.

Jalur Timur memiliki gambar pohon.

Jalur Sungai memiliki simbol air.

Sedangkan Jalur Tebing diberi tanda seru berwarna merah.

"Aneh..."

Saat itulah Rowan berjalan mendekat.

"Apa yang kau lihat?"

Leon menunjuk peta.

"Kenapa ada tiga jalan?"

Rowan tidak langsung menjawab.

Sebaliknya, ia balik bertanya.

"Kalau kau menjadi penguji..."

"...jalur mana yang akan kau pilih untuk memasang jebakan?"

Leon berpikir sejenak.

"Jalur yang paling cepat."

"Kenapa?"

"Karena semua orang pasti berebut melewatinya."

Rowan mengangguk puas.

"Tepat."

"Lalu?"

Leon kembali memperhatikan peta.

Jalur Tebing memang yang paling pendek.

Namun tanda merah di atasnya membuatnya ragu.

Sementara Jalur Sungai tampak lebih panjang, tetapi medannya relatif terbuka.

Sedangkan Jalur Timur melewati hutan lebat.

"Kalau begitu..."

"...aku pilih Jalur Sungai."

Rowan tersenyum tipis.

"Pilihan yang masuk akal."

"Tapi ingat."

"Tidak ada jalur yang benar-benar aman."

Setelah mengatakan itu, Rowan melangkah mundur.

Mulai saat ini...

Semua keputusan berada di tangan Leon.

Leon mulai berlari menyusuri Jalur Sungai.

Berbeda dengan jalur utama yang ramai dipenuhi peserta, jalan ini terasa jauh lebih tenang.

Suara aliran air menemani setiap langkahnya.

Sesekali ia melihat jejak kaki binatang kecil di tanah.

Namun tidak ada tanda-tanda monster.

"Lumayan..."

gumam Leon.

"Mungkin aku memilih jalur yang benar."

Baru beberapa menit berjalan, ia melihat seorang peserta lain di depan.

Seorang pemuda berambut cokelat dengan tombak pendek di tangannya.

Pemuda itu melambai.

"Hei!"

"Kau Leon, kan?"

Leon mengangguk.

"Ya."

"Aku Riven."

"Aku juga memilih jalur ini."

Leon tersenyum ramah.

"Semoga kita sama-sama lulus."

Riven tertawa kecil.

"Kalau tidak saling mengganggu, tentu saja."

Mereka melanjutkan perjalanan bersama.

Sepanjang jalan, Riven ternyata cukup banyak bicara.

Ia berasal dari desa tetangga.

Sudah dua tahun mencoba seleksi, tetapi selalu gagal.

"Tahun lalu aku kalah cepat."

"Dua tahun lalu aku kehilangan lencana."

Leon mengernyit.

"Hilang?"

Riven mengangguk.

"Ada yang mencurinya."

Leon terdiam.

"Mencuri?"

"Bukankah kita semua peserta?"

Riven tersenyum pahit.

"Itulah ujian sebenarnya."

Leon langsung memahami maksudnya.

Bukan hanya monster yang harus diwaspadai.

Manusia juga bisa menjadi ancaman.

Sekitar setengah jam kemudian...

Mereka tiba di sebuah jembatan kayu tua yang melintasi sungai.

Jembatan itu tampak rapuh.

Beberapa papannya bahkan sudah retak.

Riven menggaruk kepalanya.

"Masih kuat, kan?"

Leon berjongkok memeriksa tali penyangga.

Tiba-tiba...

Matanya menyipit.

"Tunggu."

"Ada apa?"

Leon menunjuk salah satu simpul tali.

"Simpul ini baru dipotong."

Riven ikut melihat.

Benar saja.

Serat talinya masih tampak segar.

Belum berubah warna.

Artinya...

Seseorang baru saja merusaknya.

"Bukan karena usia..."

gumam Leon.

"...ini disengaja."

Belum sempat mereka mengambil keputusan...

Dari balik semak terdengar suara tawa.

"Hahaha..."

"Lumayan juga."

Tiga pemuda keluar sambil membawa pedang kayu dan tombak.

Mereka mengenakan lencana peserta yang sama.

Salah satunya bertepuk tangan.

"Pendatang baru ternyata tidak bodoh."

Leon langsung waspada.

"Kalian yang memotong tali itu?"

Pemuda bertubuh besar di tengah tersenyum sinis.

"Kalau kalian jatuh ke sungai..."

"...berarti pesaing kami berkurang dua."

Riven mengepalkan tombaknya.

"Kalian gila?"

Pemuda itu hanya mengangkat bahu.

"Penguji tidak pernah bilang kami harus bekerja sama."

"Yang penting..."

"...jumlah pesaing berkurang."

Leon menghela napas pelan.

Inilah alasan Rowan selalu berkata bahwa manusia terkadang lebih berbahaya daripada monster.

Pemuda bertubuh besar itu menghunus pedangnya.

"Serahkan lencana kalian."

"Atau..."

"...kami ambil dengan paksa."

Leon menggenggam erat pedangnya.

Namun ia tidak langsung menyerang.

Tatapannya justru beralih ke jembatan yang hampir putus.

Lalu ke sungai yang arusnya cukup deras.

Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya.

Melihat senyum itu, Riven kebingungan.

"Leon..."

"...kenapa kau malah tersenyum?"

Leon menjawab pelan.

"Karena..."

"...kurasa kita tidak perlu bertarung."

Ucapan itu membuat ketiga pemuda tersebut ikut tertawa.

Mereka mengira Leon menyerah.

Padahal...

Leon baru saja menemukan cara untuk membalikkan keadaan tanpa mengayunkan pedangnya sedikit pun.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!