NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Ujian Bulanan yang Memalukan

Pagi hari di Aula Utama Clan Lin terasa pengap dan penuh ketegangan. Ratusan pemuda dan pemudi berusia belasan tahun berbaris rapi di halaman batu, mengenakan seragam disiplin berwarna abu-abu. Di antara mereka, Lin Fan berdiri di barisan paling belakang, tepat di samping tiang penyangga yang rapuh. Ia sengaja memilih posisi itu agar tidak terlalu mencolok.

Meskipun ia sekarang berada di ambang Tahap Qi Level 2, postur tubuhnya masih kurus dan pucat. Ia tidak ingin menarik perhatian sebelum waktu yang tepat.

Di atas panggung kayu yang tinggi, tiga orang duduk di kursi berlapis bantal sutra. Di tengah adalah Kepala Clan Lin, Lin Zhengtian, seorang pria paruh baya dengan jenggot tipis dan aura yang menekan. Di sebelah kirinya adalah Elder Pelatihan, dan di sebelah kanannya... Lin Hu, sepupu Lin Fan, duduk dengan santai sambil mengunyah buah anggur, seolah-olah dia adalah tuan rumah, bukan peserta ujian.

"Hari ini," suara Lin Zhengtian bergema, didukung oleh Qi sehingga terdengar jelas hingga ke barisan belakang, "kita akan melakukan Evaluasi Darah. Semua anggota klan di bawah usia delapan belas tahun harus menunjukkan potensi mereka. Bagi yang gagal mencapai Tahap Qi Level 3, hak atas sumber daya bulanan akan dipotong setengah. Bagi yang belum mencapai Level 1..."

Lin Zhengtian menatap tajam ke arah barisan belakang, matanya menyipit saat menemukan Lin Fan.

"...mereka akan dicoret dari daftar disiplin dan diturunkan statusnya menjadi pelayan permanen tanpa gaji. Hanya makanan sisa."

Bisikan gaduh menyebar di antara para peserta. Banyak mata tertuju pada Lin Fan. Tatapan itu campuran antara ejekan, kasihan, dan kepuasan sadis. Mereka semua tahu Lin Fan adalah kandidat utama untuk penghinaan hari ini.

"Lin Fan!" panggil Elder Pelatihan dengan suara keras. "Maju ke depan! Uji Batu Spirit-mu!"

Lin Fan melangkah maju. Langkahnya tenang, meskipun jantungnya berdebar kencang. Ia tahu ini adalah ujian publik. Jika ia menunjukkan kekuatan Level 2, Lin Hu akan curiga. Jika ia menunjukkan Level 0, ia akan kehilangan hak dasarnya sebagai manusia di klan ini.

Di tengah aula, terdapat sebuah pilar batu hitam besar setinggi dua meter. Itu adalah Batu Uji Spirit. Kultivator diminta memukulnya dengan tenaga penuh mereka. Batu itu akan menyala sesuai dengan jumlah Qi yang dikeluarkan. Cahaya redup berarti lemah, cahaya terang berarti kuat.

Lin Fan berdiri di depan batu itu. Ia menarik napas dalam.

“Aku harus tampil cukup baik untuk tidak diusir, tapi cukup buruk untuk dianggap tidak berbahaya,” batinnya. “Level 1 yang sangat lemah. Atau mungkin...”

Ia mengepalkan tinjunya. Ia menahan sebagian besar Qi di Dantian-nya, hanya mengalirkan sekitar 10% ke lengannya. Cukup untuk memberikan pukulan fisik yang diperkuat sedikit, tapi tidak sampai mengeluarkan aura cahaya yang signifikan.

Boom!

Tinjunya menghantam permukaan batu hitam.

Hening.

Tidak ada cahaya yang menyala. Hanya suara benturan daging dan batu yang tumpul.

Para penonton tertawa terbahak-bahak.

"Lihat! Dia bahkan tidak bisa menyalakan batunya!" seru salah satu peserta.

"Dia benar-benar sampah! Bahkan anak kecil pun bisa menghasilkan sedikit cahaya!"

"Usir dia! Usir dia!"

Lin Hu, yang duduk di atas panggung, tersenyum sinis. Ia melemparkan kulit buah anggurnya ke arah Lin Fan. Kulit itu mendarat di bahu Lin Fan.

"Malu-maluin nama Lin," kata Lin Hu dengan suara lantang. "Paman, menurutku kita tidak perlu repot-repot. Dia jelas-jelas tidak memiliki bakat sama sekali. Biarkan dia membersihkan kuda seumur hidupnya. Itu lebih berguna daripada membuang nasi untuknya."

Lin Zhengtian mengerutkan kening, wajahnya tampak kecewa dan malu. "Lin Fan, kau memang memalukan. Mulai hari ini, namamu dicoret dari Buku Silsilah Disiplin. Kau resmi menjadi pelayan tingkat rendah. Pergi."

Lin Fan menunduk, menyembunyikan senyuman tipis di sudut bibirnya. Sempurna.

Dia telah berhasil. Dengan menjadi "pelayan tingkat rendah", dia tidak lagi diwajibkan mengikuti latihan wajib klan yang membosankan. Dia punya kebebasan waktu. Dan yang lebih penting, tidak ada yang akan mengawasinya secara ketat karena dia dianggap sudah tidak relevan.

Dia berbalik untuk kembali ke barisan, namun tiba-tiba, sebuah kaki menjegalnya.

Lin Fan tersandung dan jatuh berlutut di depan panggung. Ia mendongak. Lin Hu telah turun dari panggung dan berdiri di depannya, wajah tampannya dipenuhi seringai jahat.

"Tunggu dulu," kata Lin Hu. "Sebelum kau pergi menjadi pelayan selamanya, aku ingin memberimu 'hadiah perpisahan'. Sebagai senior, aku ingin mengajarimu satu pelajaran terakhir: Hormati atasanmu."

Tanpa peringatan, Lin Hu mengayunkan telapak tangannya, dialiri Qi merah muda samar (tanda elemen Api dasar), menuju pipi Lin Fan.

Ini adalah serangan sungguhan. Jika mengenai, rahang Lin Fan bisa patah.

Para penonton menahan napas. Beberapa gadis menutup mata, tidak tega melihat.

Namun, Lin Fan tidak panik. Matanya yang tajam menangkap gerakan Lin Hu. Karena Lin Hu merasa superior, gerakannya lambat dan arogan. Lin Fan bisa menghindar. Tapi jika dia menghindar, rahasianya akan terbongkar.

Jadi, Lin Fan memilih opsi ketiga: Menerima, tapi mengalihkan.

Saat telapak tangan Lin Hu mendekat, Lin Fan secara halus memiringkan kepalanya beberapa derajat dan menggunakan siku kirinya untuk menangkis bagian pergelangan tangan Lin Hu, sambil pura-pura kehilangan keseimbangan ke arah lain.

Plak!

Tamparan Lin Hu meleset dari pipi Lin Fan, namun mengenai bahu Lin Fan dengan keras. Lin Fan membiarkan tubuhnya terpental ke samping, berguling dua kali di lantai batu, dan berhenti dalam posisi yang terlihat menyakitkan.

"Aduh..." Lin Fan mengerang, memegang bahunya yang sebenarnya hanya memar ringan berkat penguatan Qi internalnya.

Lin Hu tertawa puas. "Lemah. Sangat lemah. Lihat, dia bahkan tidak bisa bertahan dari satu tamparan ringan dariku."

Lin Zhengtian menghela napas, geleng-geleng kepala. "Cukup, Lin Hu. Jangan mempermalukan diri sendiri dengan menyerang orang yang tak berdaya. Lin Fan, pergi. Jangan biarkan aku melihat mukamu di area pelatihan lagi."

Lin Fan bangkit perlahan, membersihkan debu dari bajunya. Ia menatap Lin Hu sekilas. Tatapan itu singkat, dingin, dan penuh makna. 'Nikmati kemenangan palsumu hari ini.'

Lin Hu merasakan merinding aneh di punggungnya saat mata mereka bertemu, tetapi ia mengabaikannya sebagai ilusi.

Lin Fan berjalan keluar dari aula, melewati lorong-lorong batu yang dingin. Saat ia keluar ke halaman belakang, ia akhirnya melepaskan napasnya yang tertahan. Bahunya sakit, tapi hatinya ringan.

Rencananya berhasil. Dia sekarang bebas.

Tiba-tiba, sebuah bayangan mendarat di depannya. Lin Fan waspada, siap bertarung jika perlu. Namun, ternyata itu adalah seorang gadis muda berbaju hijau muda, dengan rambut diikat kuda dan mata yang cerah seperti bintang. Dia membawa keranjang anyaman berisi tanaman herbal.

Gadis itu menatap Lin Fan dengan ekspresi serius, bukan ejekan.

"Kau tadi sengaja jatuh, kan?" tanya gadis itu pelan.

Lin Fan terkejut. "Apa maksudmu?"

Gadis itu tersenyum tipis. "Aku melihatnya. Gerakan sikumu. Itu teknik defleksi dasar. Orang dengan meridian tersumbat tidak mungkin punya refleks segitu cepat kecuali dia berlatih diam-diam. Siapa kau sebenarnya, Lin Fan?"

Lin Fan meneliti gadis itu. Dia mengenalinya. Ini adalah Lin Yue, putri dari Elder Obat, dan juga satu-satunya orang di klan yang pernah memberinya roti saat ia kelaparan dua tahun lalu. Dia ahli alkimia pemula, dan dikenal cerdas serta teliti.

Lin Fan menimbang-nimbang. Apakah dia harus jujur? Tidak. Tapi dia juga tidak bisa menganggapnya musuh.

"Aku hanya seseorang yang tidak ingin mati sia-sia," jawab Lin Fan ambigu. "Dan kau? Mengapa kau bertanya?"

Lin Yue mendekat, suaranya berbisik. "Karena aku butuh bantuan. Ayahku sedang mencoba membuat Pil Pemulih Luka Grade Tinggi, tapi dia kekurangan bahan utama: Akar Roh Merah. Akar itu hanya tumbuh di Hutan Terlarang bagian luar, dan penjaga klan tidak diizinkan masuk tanpa izin Elder. Tapi sebagai 'pelayan', kau bisa menyelip masuk lewat saluran pembuangan limbah yang mengarah ke hutan, kan? Aku tahu kau sering pergi ke sana untuk mencari kayu bakar."

Lin Fan mengangkat alis. "Kau ingin aku mencuri bahan obat untukmu?"

"Bukan mencuri," koreksi Lin Yue. "Berburu. Dan sebagai imbalannya... aku akan memberimu akses ke ruang limbah alkimia ayahku."

Mata Lin Fan membelalak. Ruang limbah alkimia?

Di sana, terdapat tumpukan pil gagal, residu ramuan, dan bahan bekas yang dibuang. Bagi orang lain, itu sampah beracun. Bagi Lin Fan dengan kemampuan pemurniannya, itu adalah tambang emas Qi murni tanpa biaya!

Ini adalah tawaran yang tidak bisa ia tolak.

"Kapan?" tanya Lin Fan.

"Malam ini, saat bulan purnama," kata Lin Yue, menyerahkan sebuah peta kecil lipat dari sakunya. "Temui aku di gerbang belakang dapur. Jangan terlambat."

Gadis itu berbalik dan pergi, meninggalkan Lin Fan berdiri sendirian di halaman, memegang peta itu erat-erat.

Lin Fan tersenyum lebar. Hari ini ia kehilangan harga dirinya di depan umum, tapi ia baru saja mendapatkan kunci menuju kekayaan dan kekuatan sejati.

Permainan ini semakin menarik.

1
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!