NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:142.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Awal

Ruang rapat itu biasanya penuh dengan antusiasme saat Arini memaparkan strateginya. Namun hari ini, hawa dingin yang dibawa masuk Arini membuat semua anggota timnya terdiam. Sania, wakilnya dalam tim itupun menatap tumpukan berkas di depannya dengan tangan gemetar.

"Aku sudah menyerahkan semua detail proyek, kontak investor dan draft kerja sama kepada Sania. " ucap Arini setenang mungkin. "Mulai detik ini, tanggung jawab ada di tangan kalian. Aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik bersama Sania. Dan hari ini, adalah hari terkahirku di perusahaan ini. "

Gumaman keterkejutan segera memenuhi ruangan. Mereka masih belum percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Tapi, Bu Arini, " Sela salah satu anggota tim, "Minggu depan kita ada pertemuan dengan investor dsri Singapura. Mereka hanya mau bicara dan bekerja sama dengan ibu. Jika ibu mundur sekarang, perusahaan akan gagal mendapatkan investasi besar dari mereka. "

Arini menarik sudut bibirnya tipis hampir tak terlihat, "Itu bukan lagi urusanku. Perusahaan ini memiliki pemimpin bukan? Biarkan dia yang bekerja. "

Keputusan Arini sudah bulat, Ia tidak mau lagi menyumbangkan keringat dan otaknya untuk memperkaya pria yang sudah menjadikannya bidak catur dalam permainan busuknya selama ini. Ia segera melangkah keluar ruang rapat itu dengan mantap menuju ke ruangannya untuk berkemas.

Sampai jam menunjukkan pukul satu siang. Kursi kebesaran di ruang direktur masih kosong. Galang, seperti biasa tidak menampakkan batang hidungnya. Selama ini, Arinilah yang menjadi menjalankan perusahaan ini. Galang hanya nama di balik kata direktur. Padahal yang bekerja keras selama ini adalah Arini.

Saat sedang berkemas, Arini menerima sebuah pesan masuk dari Galang.

"Sayang, aku tidak ke kantor hari ini. Galih tiba-tiba rewel minta jalan-jalan. Dia ingin bermain di playground. Perusahaan aku serahkan padamu. "

Arini menatap layar itu dengan tatapan sinis.

"Keluarga kecil yang bahagia, bersenang-senang diatas keringatku. Lihat saja, apa yang akan terjadi pada perusahaan yang kalian banggakan setelah ini." gumam Arini dengan senyum sinisnya.

Ia bisa membayangkan betapa bahagianya Galang dan Dita saat ini, bersenang-senang diatas jerih payah dan penderitaannya. Menggunakan waktu bekerja untuk liburan keluarga. Semantara ia harus bekerja keras untuk kemajuan perusahaan. Sepertinya lima tahun sudah cukup baginya untuk melambungkan nama Galang di kalangan bisnis. Sekarang saatnya menghancurkan.

Tanpa membalas pesan itu, Arini segera keluar dari kantor dengan kardus bawaannya. Ia berpamitan kepada semua rekan kerjanya, dengan berpelukan singkat dan sedikit kata perpisahan. Tidak air mata yang menetes. Baginya, perusahaan ini bukan lagi tempat yang nyaman untuk ia singgahi sejak kebohongan itu terungkap.

"Selamat tinggal... Tak lama lagi kau akan aku ambil alih. " ucap Arini dengan tangan terkepal.

Langkah selanjutnya adalah rumah. Rumah yang seharusnya menjadi tempatnya untuk pulang, kini seperti neraka yang penuh kebohongan dan kemunafikan. Arini segera masuk kedalam kamar dan bergerak cepat membereskan semua barang-barang yang dirasa penting baginya. Hanya dua koper berisi dokumen penting, perhiasan miliknya dan mengabaikan barang-barang yang dibelikan Galang sebagai hadiah, dulu memang terlihat sangat indah dan menunjukkan keromantisan Galang. Tapi sekarang semua barang itu terlihat seperti sampah.

Tanpa sepatah kata pun kepada asisten rumah tangga yang berpapasan dengannya, Arini segera menyeret kedua kopernya keluar rumah. Ia mengendarai mobilnya menuju apartemen lama miliknya, hadiah dari papanya saat ulang tahunnya ke tujuh belas. Ia butuh ruang bersih dari sisa udara bersama Galang. Sudah lama Apartemen itu tidak pernah ia singgahi, tapi terlihat masih tertata rapi dan bersih karena setiap dua hari sekali ada petugas kebersihan yang membersihkannya.

"Akhirnya aku bisa istirahat dengan tenang disini. Dan tidak perlu lagi bertemu dengan para pembohong itu. Besok aku akan pulang dan menemui papa. "

***

Pukul sepuluh malam pintu rumah terbuka, Galang masuk dengan wajah lelah namun terlihat garis kepuasan karena puas bermain seharian bersama istri dan anaknya tanpa bayang-bayang Arini. Dita dan Galih menyusul di belakangnya dengan wajah yang juga terlihat lelah.

"Arini belum pulang? " tanya Galang sambil mengernyit melihat ruang tamu yang gelap gulita. Biasanya, lampu akan menyala dan Arini akan menyambutnya, meski belakangan ini sikapnya sangat dingin.

"Mungkin dia lembur, Mas. Kamu bilang ada proyek besar. Arini selalu profesional dalam pekerjaannya. " ujar Dita santai sambil merebahkan dirinya di sofa ruang tamu. "Jangan terlalu dipikirkan. Lebih baik kiya manfaatkan waktu ini berdua. Galih sudah tidur, dan rumah sepi... "

Dita bangkit dan mendekati Galang yang masih berdiri terpaku di tempatnya. Ia melingkarkan tangannya di leher pria itu, mencoba mengalihkan kekhawatiran Galang dengan bisikan-bisikan menggoda.

"Kita bermain di kamar tamu, setelah selesai kau bisa kembali ke kamar agar Arini tidak curiga. "

"Baiklah, kamu memang istriku yang nakal. "

Dan akhirnya malam itu, di tengah kekhawatiran yang mulai tumbuh, Galang membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan Dita. Mengabaikan Arini yang masih belum diketahui dimana dia sekarang berada. Apakah kamar mereka masih ada jejak Arini, atau sudah kosong terbawa rasa kecewa dan sakit hati.

Pagi menyapa dengan keheningan yang dingin. Galang terbangun dan mendapati sisi tempat tidurnya masih rapi, tidak ada jejak sesorang yang tidur disana semalam. Arini tidak pulang sepanjang malam. Amarah dan kepanikan kini bercampur menjadi satu.

"Kemana Arini, berani-beraninya dia bersikap seenaknya seperti ini kepadaku. " geramnya.

Ia segera turun kebawah dan mendapati asisten rumah tangganya sedang membersihkan meja makan.

"Bi, mana Arini? Apa dia berangkat pagi-pagi sekali ke kantor? " tanya Galang dengan suara meninggi.

Bibi menghentikan pekerjaannya dan menatap Galang yang sedang dilanda berbagai pertanyaan, lalu ia menunduk.

"A... Anu... Pak Galang, Kemarin siang Bu Arini pulang, tapi nggak lama Ibu keluar lagi dengan membawa dua koper besar. " ujar bibi dengan suara bergetar.

"Apa? Koper? " Jantung Galang seolah berhenti berdetak saat mendengar penjelasan dari asisten rumah tangganya.

"Iya, Pak. Ibu juga tidak berpamitan kepada kami. Beliau terlihat sangat buru-buru dan wajahnya tanpa ekspresi apapun. Sepertinya ibu akan melakukan perjalanan dalam waktu yang lama, Pak. "

Galang mematung di tempatnya berdiri. Dunia yang selama ini ia kendalikan dengan sangat cantik dan hati-hati sepertinya akan runtuh seketika.

Ia menyadari satu hal, Arini tidak sedang lelah, itu hanya alasan. Dia juga tidak sedang merajuk karena dia hanya akan diam dan mengabaikannya saat sedang merajuk dan hanya dengan sedikit bujukan darinya, Arini akan kembali membaik.

Tapi sekarang Arini tidak menghiraukannya, mengacuhkannya, mengabaikan pesan yang ia kirim, lalu pergi tanpa pamit. Itu artinya...

1
Nani Te'ne
suka
Thewie
laki laki cuma modal Kon ajapun bertingkah.. eehhhh mati lah kau
ayu cantik
suka
Rosita Tumbelaka
Ada yaa suami gk tau diri spt Galang. .tertawa diatas ketingat darah istri yg setia
Violet
Yg paling the best dari karya cerita ini tuh gak harus beratus chapter tp bisa menjelaskan karakter wanitanya tangguh, tegas & berani utk kluar dr keterpurukan. Ditambah dgn pengolahan kata2 sprti motivasi makin level up bacanya 👏🏻👏🏻
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Eys Resa: terima kasih kak, mampir juga di karya baruku yang judulnya Batas Kesabaran Renata 🙏🌹❤
total 1 replies
Wulan Azka
hmm, ini mereka ke dokternya kan belum nikah trus si arini mau periksa transvaginal, kok si Kevin pake disampingnya. padahal itu kan privasi karena pake ngangkang pula
WHATEA SALA
Belum apa apa anaknya sudah di serahkan ke laki laki lain
Ria Lita
kok ya gampang banget Dita dapet karma nya cobalah yg lama atau merasakan hidup dalam kemiskinan yg menyedih kan lho thor 🤭
Ria Lita
kok Dita gak dpt karma
sukensri hardiati
ni ceritanya arini sama galang ngadopsi galih....?
Mefiani
dah end aja gak nunggu arini lahiran🤣🤣ada gantine gak kak yg baru...
Eys Resa: udah kak, judulnya Batas Kesabaran Renata
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Linda Muslimah
syukur emang enak galang😄😄🤭
YuWie
lahhh sdh bipp aja
Tini Uje
lah..trnyata duluan dita yg ko'it 😄🙏
Mefiani
karma datang lebih cepat ke dita ternyata dari pada ke galang...syukur lah galang meninggal dengan tenang karena sudah dpat maaf dari arini..sedangkan dita pasti meninggal masih penuh penyesalan tpi semoga semuanya tenang di alam sana..
Tini Uje
ditunggu karma siditaa jalang thor..iihh gedeq bgtt tau liat sidita hidup nya bahagia
Anita Rahayu
Ah gk adil lu thor masa cuma galang yg ngenes pelakornya gk kena karma 😡😡😡😡😡😡😡
Mefiani
dita gak dapat karma kah...kok galang meninggal...gpp dech semoga galang tenang dialam sana..
Eys Resa: nih, di bab selanjutnya
total 1 replies
YuWie
nasibmu lang galang, dini masih makmur aja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!