NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Sang Kaisar

Karina yang berdiri di samping ikut menyeringai. “Aku juga berpikir begitu. Wanita itu terlalu licik untuk dipercaya.”

Namun Andra tampak ragu. “Tapi … para pelayan dan kepala prajurit membenarkan semuanya,” katanya pelan.

Li Anna langsung menatap tajam putra sulungnya itu. “Mereka pasti sudah disuap!” bentaknya. “Tidak mungkin semuanya kebetulan seperti itu!”

Lilith menggigit bibirnya. “Tapi kalau itu benar ....” suaranya mengecil. “Lalu bagaimana aku harus mengurus semua ini?”

Nyonya Li Anna menatap menantu kesayangannya itu. “Tenang saja, Lilith,” ucapnya lembut dan tegas. “Natalia pasti berbohong. Ibu sangat yakin.”

Lilith menatap mertuanya dengan ragu. “Tapi … buku pembukuan itu—”

Li Anna langsung memotong. “Itu semua hanya sandiwara,” katanya dingin. “Dia sengaja membuatnya terlihat meyakinkan.”

Ia mendengus pelan, wajahnya dipenuhi rasa meremehkan. “Dia itu hanya seorang yatim piatu dengan latar belakang yang tidak jelas.” Nada suaranya semakin tajam. “Bahkan pendidikan pun tidak pernah ia rasakan.”

Li Anna menatap Lilith penuh arti. “Berbeda denganmu. Kau dididik dengan baik, kau tahu berhitung, kau tahu membaca. Bahkan kau memiliki keluarga yang hebat.” Ia tersenyum tipis. “Sedangkan dia? Apa yang dia tahu?”

Karina yang berdiri di samping ikut menyeringai. “Benar sekali. Selama ini dia hanya berlagak pintar di depan kita.”

Lilith terdiam sejenak. Kata-kata itu perlahan meresap ke dalam pikirannya. “Ia hanya berpura-pura?” gumamnya pelan.

Li Anna mengangguk mantap. “Tentu saja. Tidak mungkin seseorang seperti dia mampu mengatur keuangan sebesar itu.”

Keyakinan di suara mertuanya membuat keraguan Lilith perlahan menghilang. Wajahnya yang semula pucat mulai kembali cerah.

Ia mengangkat dagunya sedikit. “Kalau begitu aku tidak perlu takut,” ucapnya. Senyum lebar mulai terukir di bibirnya. “Ia memang hanya berlagak selama ini.”

*

*

Natalia akhirnya melangkah keluar dari Hutan Terlarang, sinar matahari sore menyambutnya dengan hangat. Langkahnya tetap tenang, seolah apa yang baru saja ia lalui bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Begitu sosoknya terlihat, Wulan yang sejak tadi gelisah langsung berlari mendekat. “Nyonya!” serunya panik.

Tanpa menahan diri, Wulan langsung memeluk Natalia erat. “Ya ampun, Nyonya! Aku mencari Nyonya ke mana-mana, tapi tidak menemukan Nyonya.” suaranya bergetar. “Aku pikir Nyonya terjadi sesuatu .…”

Natalia sedikit terdiam, lalu menepuk pelan punggung Wulan. “Aku tidak apa-apa,” ucapnya tenang. Ia melepaskan pelukan itu perlahan. “Ayo, kita pulang.”

Wulan mengangguk cepat, meski matanya masih berkaca-kaca. “Iya, Nyonya .…”

Tak lama kemudian, keduanya kembali ke Kediaman Li. Suasana di sana masih terasa sunyi, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda saat Natalia melangkah masuk.

Baru beberapa langkah sosok Andrian muncul di hadapannya, seolah sudah menunggu sejak lama.

“Natalia,” panggilnya dingin. “Dari mana kau?”

Natalia bahkan tidak berhenti melangkah. “Itu bukan urusanmu,” jawabnya singkat.

Ia hendak melewati pria itu begitu saja. Namun tiba-tiba Andrian menangkap pergelangan tangannya.

“Berhenti,” katanya tegas.

Natalia terhenti. Perlahan ia menoleh, menatap tangan yang mencengkeramnya. Sementara itu, Andrian justru terpaku.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memperhatikan Natalia. Wajah wanita itu begitu tenang, namun justru terlihat lebih indah dari yang pernah ia sadari sebelumnya.

Ada sesuatu yang berbeda. Dan itu membuat dadanya terasa sesak.

“Ingat,” ucap Andrian dengan suara rendah, “kau adalah istriku, Natalia.”

Namun sebelum ia bisa melanjutkan Natalia menyentak tangannya dengan kuat hingga lepas.

Tatapannya langsung berubah tajam. Dingin. Tak menyisakan sedikit pun kehangatan.

“Istri?” ulangnya pelan. Ia menatap Andrian lurus ke mata. “Sejak kau mengkhianatiku.”

Suaranya terdengar datar, namun menusuk. “kau bukan lagi seseorang yang berarti bagiku.”

Andrian terdiam.

Natalia berbalik tanpa ragu dan meninggalkan Andrian yang masih terpaku di tempatnya. Langkahnya tenang, dan tegas, seolah benar-benar telah memutuskan segalanya.

Wulan segera mengikuti di belakangnya dengan wajah masih menyimpan kekhawatiran. Ia sesekali melirik ke arah Natalia, memastikan sang nyonya benar-benar baik-baik saja.

Tak lama, mereka tiba di paviliun milik Natalia. Tempat itu terasa jauh lebih sunyi dibanding bagian lain kediaman, seolah terpisah dari keramaian dan intrik keluarga Li.

Natalia langsung melepas jubah luarnya. “Siapkan air mandi,” ucapnya singkat.

“Baik, Nyonya,” jawab Wulan cepat.

Tak lama kemudian, Natalia sudah berendam di pemandian air panas. Uap tipis memenuhi ruangan, menciptakan suasana hangat yang menenangkan.

Wulan berdiri di belakangnya, perlahan menggosok tubuh sang nyonya dengan hati-hati. “Nyonya .…” panggilnya ragu.

Natalia memejamkan mata, menikmati hangatnya air. “Ada apa?”

Wulan menggigit bibirnya sejenak sebelum akhirnya bertanya. “Kapan kita akan keluar dari kediaman ini?”

Tangannya berhenti sesaat. “Aku sudah muak melihat mereka terus mengganggu Nyonya.”

Natalia membuka matanya perlahan. “Sebentar lagi,” jawabnya tenang. Ia menyandarkan tubuhnya ke tepi bak mandi. “Aku hanya sedang mencari seseorang untuk membeli kediaman ini.”

Wulan tertegun. “Membeli … kediaman ini?” ulangnya tidak percaya.

Ia menatap Natalia dengan mata membesar. “Jadi Nyonya keluar tadi karena itu?”

Natalia mengangguk ringan. “Iya.”

Wulan semakin terkejut. “Tapi ini Kediaman Li bagaimana mungkin—”

Natalia tersenyum tipis, matanya kembali terpejam. “Aku punya caraku sendiri.”

*

*

Nun jauh di sana, di pusat sebuah kekaisaran besar yang megah, suasana istana tampak sunyi namun penuh tekanan. Aula utama dipenuhi aura wibawa, dengan para penjaga berdiri tegak di kedua sisi.

Seorang pria berpakaian hitam berlutut di tengah aula, kepalanya tertunduk dalam.

“Lapor, Yang Mulia Kaisar,” ucapnya dengan suara rendah namun jelas.

Di atas singgasana naga, seorang pria paruh baya duduk dengan tenang namun berwibawa. Tatapannya tajam, memandang lurus ke arah pelapor itu.

“Bicara,” perintahnya singkat.

Utusan itu menarik napas sejenak. “Putri Natalia … sedang mengalami masalah.”

Seketika, suasana di aula berubah mencekam. Alis sang kaisar sedikit berkerut.

“Apa maksudmu?” tanyanya dingin.

Pria itu menelan ludah. “Jenderal Li, telah membawa seorang selir ke kediamannya.” Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Bahkan posisi Putri Natalia telah diturunkn… menjadi selir.”

Suasana berubah hening, detik berikutnya aura menekan langsung memenuhi ruangan.

Wajah sang kaisar yang semula tenang berubah memerah, urat di pelipisnya tampak menegang. Tangannya mencengkeram sandaran singgasana dengan kuat.

“Berani sekali,” gumamnya pelan, namun penuh amarah.

Tatapannya berubah tajam, seolah bisa membunuh hanya dengan satu lirikan. “Putriku diperlakukan seperti itu?”

Seluruh orang di aula langsung menunduk lebih dalam. Tidak ada yang berani mengangkat kepala.

“Siapa dia berani merendahkan darah kekaisaran?” suara kaisar kini terdengar berat dan berbahaya.

Utusan itu segera menjawab. “Jenderal Li Andrian, Yang Mulia.”

Nama itu baru saja terucap tapi amarah sang kaisar sudah tak terbendung.

“Li Andrian!” bentaknya menggema di seluruh aula.

Para penjaga langsung berlutut serempak, tubuh mereka bergetar. Bahkan udara terasa semakin berat.

Sang kaisar berdiri dari singgasananya. “Dia berani menyentuh putriku dan masih hidup sampai sekarang?”

1
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll
saniscara patriawuha.
enak tuh tongkol di bikin bekasam....
saniscara patriawuha.
gassddd....
zylla
ayo, usir mereka semua. aku suka keributan. 🤣🤣🤣
zylla
kaget kaaan. 🤣🤣🤣
sahabat pena
pangeran kedua sok2 an misterius padahal bucin akut tuh. wkwkwk 🤣🤣🤣
j4v4n3s w0m3n
lapar apa kelaparan pangeran 🤭🤭🤭🤭bikin malu aja😄😄😄
gina altira
senangnyaa triple up
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!