NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 : Racun di Balik Bubur Basi

​Mina baru saja melangkah keluar paviliun untuk mencari air hangat tambahan ketika keheningan ruangan itu kembali pecah oleh suara langkah kaki yang berat. Langkah kaki ini sangat berbeda dengan langkah Mina yang selalu ragu. Ini adalah langkah kaki seseorang yang merasa berkuasa di atas penderitaan orang lain.

​Krit... BRAK!

​Pintu paviliun ditendang terbuka hingga menghantam dinding kayu yang lapuk. Sesosok wanita paruh baya dengan seragam pelayan yang rapi namun wajah yang penuh dengan keangkuhan melangkah masuk. Dia adalah esra, pelayan senior yang ditugaskan untuk "mengawasi" Rosalind, namun kenyataannya, dialah yang paling rajin menyiksa sang putri.

​"Oh, lihat siapa yang sudah bangun!" Esra mendengus, meletakkan nampan kayu berisi semangkuk cairan keruh di atas meja. "Saya pikir Nona sudah mampus semalam. Sayang sekali, nyawa sampah memang sulit dibuang."

​Rosalind tidak bergerak. Ia masih bersandar di tumpukan bantal tipisnya, namun matanya yang dilapisi HUD Penglihatan Taktis sedang bekerja dengan kecepatan penuh.

​[DING! MISI SISTEM DIMULAI:

 "MEMBERSIHKAN BENALU".]

[Target: Maid Esra | Objektif: Bongkar upaya pembungkaman | Hadiah: 50 Poin Status & Penawar Racun.]

​"Apa itu?" tanya Rosalind dengan suara yang sengaja dibuat serak.

​"Apa lagi? Ini makanan mewah mu, Nona Sampah," esra tertawa mengejek. "Bubur sisa dapur kemarin. Cepat habiskan, jangan manja!"

​Rosalind menggunakan Penglihatan Taktis-nya. Layar digital di matanya berkedip merah saat memindai mangkuk tersebut.

[Analisis Objek: Bubur Gandum Basi | Kandungan: Ekstrak Daun 'Lidah Kelu' (Racun Penghilang Suara) | Status: Berbahaya.]

​Rosalind menyipitkan mata. Ternyata bukan sekadar makanan basi. Mereka ingin Rosalind tetap hidup, tapi tidak bisa bicara agar tidak bisa mengadu saat keluarga Duke Wiraatmadja datang. Benar-benar metode yang kotor.

[​"Nana," ]panggil Rosalind dalam batinnya.

 ["Keluarkan bukti. Aku tahu kau punya rekaman atau data tentang apa yang dilakukan maid ini."]

​Nana, sang peri sistem, terbang di atas kepala Rosalind sambil memutar-mutar jari kecilnya. {"Tentu saja, Inang! Sistem tidak pernah tidur. Lihat ke arah saku celemek esra. Dia masih menyimpan botol sisa obat itu untuk dosis berikutnya!"}

​Seketika, HUD di mata Rosalind memberikan sorotan laser hijau pada saku celemek esra. Erika sedikit menyeringai. Agen rahasia tidak pernah melepas mangsanya tanpa bukti.

​"esra," suara Rosalind keluar, pelan namun memiliki nada otoritas yang membuat pelayan itu tersentak.

 "Kau tahu apa yang dilakukan agensi intelijen pada pengkhianat yang mencoba meracuni aset penting?"

​esra mengerutkan kening, wajahnya yang penuh lemak itu tampak bingung. "Apa yang kau bicarakan, Nona Gila? Cepat makan ini atau aku akan menuangkannya langsung ke tenggorokanmu!"

​Rosalind menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan energi di otot-ototnya yang kering. Ia merayap perlahan menuju meja, gerakannya tampak sangat menyedihkan di mata Esra. Namun, saat tangannya mendekati nampan, Rosalind tidak meraih mangkuk bubur itu.

​Sret!

​Dengan gerakan yang sangat cepat dan presisi—gerakan yang mengandalkan memori otot seorang pembunuh—Rosalind meraih pergelangan tangan Esra dan memutarnya ke arah meja.

​"ARGH! APA-APAAN INI?!" esra berteriak kesakitan. Ia mencoba memberontak, namun Rosalind menggunakan berat tubuhnya sendiri untuk mengunci sendi bahu esra.

​"Kau ingin aku bisu, bukan?" Rosalind berbisik tepat di telinga Esra, suaranya sedingin es kutub. "Ekstrak daun 'Lidah Kelu'... Berapa lama kau sudah mencekoki Rosalind dengan racun itu agar dia tidak bisa berteriak minta tolong?"

​esra membelalak. Wajahnya yang semula merah padam karena marah kini berubah pucat pasi. "N.... Nona... dari mana Anda tahu..."

 ​"Aku tahu segalanya, Rosalind merogoh saku celemek esra dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap mengunci bahu pelayan itu. Ia menarik keluar sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening. "Ini buktinya. Botol sisa racun yang kau gunakan untuk merusak pita suaraku."

​"Lepaskan! Kau sudah gila!" esra meronta, tapi setiap kali ia bergerak, Rosalind menambah tekanan hingga terdengar suara krek yang halus.

​"Kau bicara tentang penghematan dana, tapi kau membeli racun mahal ini dari pasar gelap?" Rosalind menyeringai. "Sekarang, kau yang harus mencicipi masakanmu sendiri."

​Rosalind meraih mangkuk bubur basi itu dan dengan kasar menjejalkannya ke mulut esra yang sedang menganga. Bubur busuk bercampur racun itu tumpah ke wajah dan masuk ke tenggorokan esra.

​"Uhuk! Glek! Uhukk!" Esra tersedak, matanya melotot ketakutan. Ia meronta seperti babi yang akan disembelih, namun Rosalind tetap menahannya sampai bubur itu habis tertelan.

​Rosalind melepaskan kunciannya dengan kasar, membuat esra jatuh tersungkur di lantai. Pelayan itu memegangi tenggorokannya, mencoba memuntahkan makanan itu, namun terlambat. Efek daun 'Lidah Kelu' bekerja sangat cepat. esra membuka mulutnya untuk berteriak, tapi yang keluar hanyalah suara desis yang serak dan tidak jelas.

​"Selamat menikmati keheningan, esra," desis Rosalind . "Itu baru permulaan penderitaanmu."

​Nana terbang mendekat, matanya berbinar. [DING! MISI SELESAI: "MEMBERSIHKAN BENALU".]

[Hadiah: +50 Poin Status (Kekuatan Fisik meningkat) & 1 Botol Penawar Racun (Tersimpan di Inventaris).]

​Seketika, Rosalind merasakan aliran hangat mengalir di tubuhnya. Otot-ototnya terasa sedikit lebih padat. Ia tidak lagi merasa selemah kertas.

 Rosalind segera meminum penawar racun dari sistem untuk menetralisir sisa-sisa zat berbahaya di tubuh Rosalind.

[​"Nona... apa yang terjadi?"] Mina masuk dengan

[​"Hanya seekor kecoak yang sedang belajar cara diam," ]jawab rosa tenang. Ia menatap ke arah pintu paviliun. Penglihatan Taktis-nya mendeteksi pergerakan besar di luar. Deru kereta kuda mewah dan langkah kaki banyak orang.

[​"Mina, bersiaplah,"] Rosalind merapikan baju kusamnya dan duduk kembali di ranjang dengan pose yang sangat tenang. ["Tuan rumah yang asli akhirnya datang untuk menjenguk 'mayat' ini."]

​esra masih mencoba mengeluarkan suara, tapi lidahnya sudah kaku. Ia merangkak keluar paviliun dengan ketakutan saat melihat rombongan Duke Lyon kedua mulai memasuki area paviliun.

​Rosalind menyandarkan punggungnya, matanya berkilat ungu tajam di bawah layar HUD-nya yang masih menyala. Ia siap menghadapi keluarga Keluarga Wiraatmadja. Kali ini, bukan sebagai Rosalind yang lemah, melainkan sebagai Agen rahasia yang akan menghancurkan kewarasan mereka lewat batinnya.

​Rosalind "Selamat datang di neraka yang kalian buat sendiri," gumam Rosalind tepat saat pintu kembali terbuka dengan dentuman keras

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!