NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH

Keesokan harinya,....

Kanaya menarik nafas dalam sambil memejamkan mata, tangan wanita itu terlihat memegang handle pintu hendak membukanya.

"Fuuuh,..." Sambil menghembuskan nafas panjangnya wanita itu membuka pintu.

Pemandangan di hadapannya membuat Kanaya kembali terdiam sejenak, Andra tampak berbaring di soffa ruang tengah dalam keadaan meringkuk seperti bayi kedinginan.

Kedua mata pria itu yang masih terpejam tampak mengernyit seolah menahan sakit.

"Ngapain dia tidur di situ, udah ku bilang tidur aja di kasur istrinya bertiga. Atau soffa bed di kamar si uler juga kan ada, kaya sengaja banget deh tidur di situ,..." Gumam Kanaya pelan.

Wanita itu berjalan mengendap-endap, pagi masih terlihat sangat gelap tapi ia sudah kelaparan karena kemarin malam tak sempat makan.

Dengan penuh hati-hati Kanaya membuka pintu kulkas, mengambil satu buah potong apel dan satu mangkuk berisi penuh strawberry.

Tangannya yang bebas mengambil sebotol air dingin dan hendak kembali ke kamar dengan niat sarapan di ruangan pribadinya sendirian agar tak diganggu.

"Aaah!"

Kanaya langsung menggigit bibirnya menghentikan teriakan saat tiba-tiba Andra sudah berdiri di hadapannya.

"Bikin kaget aja." Tukas Kanaya terlihat sedikit kesal.

Ia memperhatikan wajah suaminya yang tampak lusuh dan berantakan, lingkar hitam di sekitar mata pria itu seakan menegaskan bahwa Andra kekurangan tidur semalaman.

Suaminya itu juga terlihat pucat.

"Kenapa pintu kamarnya dikunci? Aku jadi nggak bisa masuk,..." Tanya Andra dengan suara pelan, pria itu terdengar begitu lelah.

"O-hh,... Itu,... Euhm, aku pikir kamu jadinya tidur di kamar Nisrin buat temenin Ibu. Jadi ya,... Aku kunci aja pintunya." Kanaya berkilah.

"Ibu sama Nisrin belum bangun?" Tanya Kanaya sambil menatap ke arah kamar tamu, berusaha untuk mengalihkan perhatian Andra.

"Kan aku udah bilang sebelumnya kalau aku pasti balik lagi ke kamar kita,..." Jawab Andra dengan perhatian yang sepenuhnya tertuju pada Nisrin, pria itu terang-terangan menolak mengalihkan topik pembicaraan begitu saja.

"Ya udah lah, kan malem juga udah lewat. Waktu nggak akan bisa diulang. Kamu juga kan sebenernya bisa tidur di soffa bed di kamar Nisrin, lebih nyaman. Kenapa juga malah tidur di soffa ruang tamu,..." Ujar Kanaya sambil hendak kembali ke kamarnya.

Wanita itu baru berjalan beberapa langkah saat tiba-tiba tubuhnya terasa ditarik mundur dan dipeluk erat-erat dari belakang.

Kedua tangan Andra merengkuhnya dengan kuat.

"Apa sih, ih. Lepas,.. Aku mau sarapan."

Kanaya berusaha melepaskan diri, tapi dua tangannya yang penuh jelas membuat wanita itu kesusahan.

Apalagi Andra memeluknya dengan begitu erat seolah tidak akan ada hari esok bagi pria itu bersentuhan dengan sang istri.

"Aku tau kamu menghindar dari aku, Naya. Aku tau kamu berusaha jaga jarak dari aku, aku juga tau kalau kamu mungkin pelan-pelan bersiap buat ninggalin aku,..."

Mata Kanaya membelalak terkejut, jantungnya berdebar tidak karuan.

Apa maksudnya itu?! Jangan

bilang Andra sudah tau bahwa Esmeralda dan semua keributan di rumah ini kemarin adalah karena campur tangannya yang ingin balas dendam dan pergi meninggalkan pria itu?!

"Maksud kamu apa sih, Mas? Lepasin aku deh, kamu mending lanjut tidur. Kurang tidur bikin kamu melantur."

Ucap Kanaya sambil berdehem gugup, ia masih menggeliat berusaha melepaskan diri dari pelukan Andra.

"Jangan tinggalin aku, Naya. Aku mohon,..."

Andra tiba-tiba berucap lirih seiring dengan pelukan pria itu yang semakin erat, suaranya pelan penuh dengan permohonan mengiba.

"Aku tau aku salah, aku juga tau kamu pasti sudah buat maafin aku dan semuanya udah terlanjur terjadi. Tapi aku mohon, jangan pergi. Jangan tinggalin aku apapun yang terjadi, aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Aku nggak bisa,..." Lanjut Andra masih dengan suaranya yang lirih.

Pipi pria itu bersandar di atas kepala Kanaya, tubuh Andra yang lebih besar dan kokoh jelas membuat sang istri tidak bisa bergerak dengan leluasa.

"Lepas, Mas. Kamu ngapain sih? Aku mau sarapan, kamu juga tidur lagi aja."

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!