Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Laras tertidur begitu pulas hingga tak sadar meninggalkan Dafa dan istrinya yang masih duduk di ruang tamu.
"Mana Laras bik?" tanya Dafa pada bik Siti.
"Di kamar tuan, lagi rebahan." jawab bik Siti jujur.
"Enak banget yang baru jadi nyonya. Jam segini udah tidur." ledek istrinya Dafa sembari mencibir.
"Udah biarin aja, sebaiknya kita pergi dari sini." ajak Dafa pada istrinya.
"Aku mau mengajari tata krama sebentar pada Wanita itu." tahan istrinya.
"Ga usah buat ribut deh Mil. Sebaiknya kita pulang ke rumah sekarang, biar nanti malam aku balik lagi kesini."
"Kamu mau tiap malam menemui jalang itu?" tanya istri Dafa sarkas.
"Mama mau dia cepat hamil, mau tak mau aku harus rajin - rajin biar cepat jadi anak."
"Enak ya apem yang lebih muda?" sindir Mila vulgar.
"Kamu ini ngomong apa sih? ga usah aneh - aneh deh, ini sesui perjanjian. Kamu kan dari awal juga sudah setuju serta tau konsekuensinya." terang Dafa kesal dengan perkataan istrinya. Dafa menarik tangan istrinya meninggalkan rumah Laras.
Hari hampir gelap saat Laras terbangun dari tidurnya. Ia belum sadar tengah berada di mana saat ini, karna nyawanya belum terkumpul semua. Laras telonjak kaget karna baru sadar jika dirinya tengah berada di mana.
"Astafirullah, aku tertidur. Apa tuan muda masih di sini ya? Apa dia akan marah?" berbagai pertanyaanya mengusai kepalanya.
Laras turun perlahan dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia tak mau tuan muda akan marah saat melihat dirinya kotor dan bau.
Ia begitu menikmati ritual mandi yang baru pertama kali ia rasakan. Jadi begini rasanya jadi orang kaya, punya kamar mandi yang besar sebesar kamar tidurnya dulu serta begitu banyak perlengkapan mandi yang tak akan mampu ia beli dengan gajinya.
Hampir tiga puluh menit Laras berada di dalam kamar mandi, ia bergegas menyudahi. Tanpa menoleh karna kiri Laras berjalan hanya mengenakan handuk pendek yang memperlihatkan paha mulusnya. Ia tak sadar jika ada sepasang mata yang memperhatikannya.
"Kamu mau menggoda saya. " terdengar suara berat membuat Laras telonjak kaget dengan keberadaan orang tak ia inginkan.
"Tuan, bukan begitu tuan. Saya tidak tau jika tuan datang." Laras buru - buru hendak memakai pakainya tapi satu tangan mencegahnya. Dafa memutar tubuh mungil yang hanya berbalut handuk kecil menghadap kearahnya.
"Kamu harus tanggung jawab."
"Tanggung jawab apa, Tuan. Apa saya berbuat salah?" tanya Laras mulai di dera rasa ketakutan.
"Kamu sudah membangunkan harimau yang tengah tidur."
"Harimau, mana ada harimau di sini tuan." Laras yang masih polos tak tau apa yang suaminya katakan.
"Ada."
"Mana?" tanya Laras celingukan mencari harimau yang Dafa maksud.
"Di sini." Dafa menarik tangan Laras dan mengarahkan pada senjatanya yang mengeras minta dikeluarkan. Laras kaget saat tanganya menyentuh benda tumpul yang menggembung di balok celana suaminya.
"Tuan ini mesum sekali."
"Kamu harus menidurkannya dia kembali?" perintah Dafa dengan senyum yang sulit di artikan.
"Bagaimana caranya tuan?" tanya Laras benar - benar lugu.
Dafa yang sudah dikuasai nafsu sudah tak bisa menahanya lagi. Tanpa aba - aba dipagutnya bibir merah tanpa pewarna itu dengan sangat rakusnya. Laras yang belum mengerti hanya bisa pasrah tanpa bereaksi. Dafa mengigit bibir Laras membuat Laras membuka bibirnya yang tadinya rapat.
Dafa mengekplor seluruh rongga mulut Laras dengan brutal. Lidahnya membelit, Laras di buat kelelahan oleh kelakuan suaminya. Dafa tak berhenti di situ, tanganya mencari benda kenyal yang menggantung indah. Di remasnya benda itu membuat Laras melenguh. Rasa sakit masih ada tapi tidak seperti pertama kali melakukannya dan Dafa bermain tidak kasar seperti sebelumnya.
Handuk yang menutupi tubuhnya sudh di buang sembarangan oleh Dafa dan lelaki itu juga sudah melepas pakainya hingga sama - sama toples.
"Kenapa rasanya sungguh berbeda dengan Mila."bathin Dafa saat kembali mengauli istri mudanya. Kamar yang tadinya dingin berubah Jadi panas dan kian panas. Dafa tak cukup melakukannya sekali bahkan berkali - kali membuat Laras kelelahan.dan tertidur kembali.
"Cantik." gumam Dafa lirih saat melihat wajah tenang istri sirinya yang nampak damai. Dafa mencium kening Laras sekilas baru ikut tidur sambil memeluk istrinya.
...****************...
Assalamualaikum kk, thor kembali up
Di tunggu saran dan masukannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor makin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 💪😘🙏