NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.

"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Laras tertidur begitu pulas hingga tak sadar meninggalkan Dafa dan istrinya yang masih duduk di ruang tamu.

"Mana Laras bik?" tanya Dafa pada bik Siti.

"Di kamar tuan, lagi rebahan." jawab bik Siti jujur.

"Enak banget yang baru jadi nyonya. Jam segini udah tidur." ledek istrinya Dafa sembari mencibir.

"Udah biarin aja, sebaiknya kita pergi dari sini." ajak Dafa pada istrinya.

"Aku mau mengajari tata krama sebentar pada Wanita itu." tahan istrinya.

"Ga usah buat ribut deh Mil. Sebaiknya kita pulang ke rumah sekarang, biar nanti malam aku balik lagi kesini."

"Kamu mau tiap malam menemui jalang itu?" tanya istri Dafa sarkas.

"Mama mau dia cepat hamil, mau tak mau aku harus rajin - rajin biar cepat jadi anak."

"Enak ya apem yang lebih muda?" sindir Mila vulgar.

"Kamu ini ngomong apa sih? ga usah aneh - aneh deh, ini sesui perjanjian. Kamu kan dari awal juga sudah setuju serta tau konsekuensinya." terang Dafa kesal dengan perkataan istrinya. Dafa menarik tangan istrinya meninggalkan rumah Laras.

Hari hampir gelap saat Laras terbangun dari tidurnya. Ia belum sadar tengah berada di mana saat ini, karna nyawanya belum terkumpul semua. Laras telonjak kaget karna baru sadar jika dirinya tengah berada di mana.

"Astafirullah, aku tertidur. Apa tuan muda masih di sini ya? Apa dia akan marah?" berbagai pertanyaanya mengusai kepalanya.

Laras turun perlahan dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia tak mau tuan muda akan marah saat melihat dirinya kotor dan bau.

Ia begitu menikmati ritual mandi yang baru pertama kali ia rasakan. Jadi begini rasanya jadi orang kaya, punya kamar mandi yang besar sebesar kamar tidurnya dulu serta begitu banyak perlengkapan mandi yang tak akan mampu ia beli dengan gajinya.

Hampir tiga puluh menit Laras berada di dalam kamar mandi, ia bergegas menyudahi. Tanpa menoleh karna kiri Laras berjalan hanya mengenakan handuk pendek yang memperlihatkan paha mulusnya. Ia tak sadar jika ada sepasang mata yang memperhatikannya.

"Kamu mau menggoda saya. " terdengar suara berat membuat Laras telonjak kaget dengan keberadaan orang tak ia inginkan.

"Tuan, bukan begitu tuan. Saya tidak tau jika tuan datang." Laras buru - buru hendak memakai pakainya tapi satu tangan mencegahnya. Dafa memutar tubuh mungil yang hanya berbalut handuk kecil menghadap kearahnya.

"Kamu harus tanggung jawab."

"Tanggung jawab apa, Tuan. Apa saya berbuat salah?" tanya Laras mulai di dera rasa ketakutan.

"Kamu sudah membangunkan harimau yang tengah tidur."

"Harimau, mana ada harimau di sini tuan." Laras yang masih polos tak tau apa yang suaminya katakan.

"Ada."

"Mana?" tanya Laras celingukan mencari harimau yang Dafa maksud.

"Di sini." Dafa menarik tangan Laras dan mengarahkan pada senjatanya yang mengeras minta dikeluarkan. Laras kaget saat tanganya menyentuh benda tumpul yang menggembung di balok celana suaminya.

"Tuan ini mesum sekali."

"Kamu harus menidurkannya dia kembali?" perintah Dafa dengan senyum yang sulit di artikan.

"Bagaimana caranya tuan?" tanya Laras benar - benar lugu.

Dafa yang sudah dikuasai nafsu sudah tak bisa menahanya lagi. Tanpa aba - aba dipagutnya bibir merah tanpa pewarna itu dengan sangat rakusnya. Laras yang belum mengerti hanya bisa pasrah tanpa bereaksi. Dafa mengigit bibir Laras membuat Laras membuka bibirnya yang tadinya rapat.

Dafa mengekplor seluruh rongga mulut Laras dengan brutal. Lidahnya membelit, Laras di buat kelelahan oleh kelakuan suaminya. Dafa tak berhenti di situ, tanganya mencari benda kenyal yang menggantung indah. Di remasnya benda itu membuat Laras melenguh. Rasa sakit masih ada tapi tidak seperti pertama kali melakukannya dan Dafa bermain tidak kasar seperti sebelumnya.

Handuk yang menutupi tubuhnya sudh di buang sembarangan oleh Dafa dan lelaki itu juga sudah melepas pakainya hingga sama - sama toples.

"Kenapa rasanya sungguh berbeda dengan Mila."bathin Dafa saat kembali mengauli istri mudanya. Kamar yang tadinya dingin berubah Jadi panas dan kian panas. Dafa tak cukup melakukannya sekali bahkan berkali - kali membuat Laras kelelahan.dan tertidur kembali.

"Cantik." gumam Dafa lirih saat melihat wajah tenang istri sirinya yang nampak damai. Dafa mencium kening Laras sekilas baru ikut tidur sambil memeluk istrinya.

...****************...

Assalamualaikum kk, thor kembali up

Di tunggu saran dan masukannya.

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor makin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 💪😘🙏

1
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: siap kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
maaf kakak Salah tulis dafa kok jadi panca🙏
Ima Susanti: terimaksih koreksinya kk, nanti thor revisi 🙏🙏😘
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Good//Pray/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok/ kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: /Determined//Determined/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: terimakasih kk😘😘🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: udh up kk, silahkan lanjut baca😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Dafa jangan lupakan Mila,nanti marah buat i masalah,jaga Laras agar bayi dan ibunya sehat
Ima Susanti: siap kk🙏🙏😘
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat Dafa akhirnya kerja kerasmu membuahkan hasil
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle//Joyful//Joyful/
total 1 replies
sunaryati jarum
Itu konsekuensi kamu Mila , kebanyakan ibu ingin punya lha kok menolak
Ima Susanti: tanggung akibatnya sendiri, nangis deh 😊
total 1 replies
ardiana dili
ceritanya bagus
Ima Susanti: terima kasih kk🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: siap kk😘👍
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang bener namanya Laras atau Lidia🤩 Thoor Beberapa kali menyebut Lidia
Ima Susanti: maaf thor salah tulis🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan lemah Laras, lawan saja dengan perkataan dan perilaku sopan dan lembut.Suruh minta ke Dafa langsung
Ima Susanti: /Determined//Determined//Kiss/
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga segera hamil dan Dafa yang ngidam tidak mau jauh dari Laras
Ima Susanti: terimaksih saranya kk, thor skip ya😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Ny Veronika seharus belajar dari pengalaman rumah tangganya, pernikahan yang dibangun tanpa kecocokan hanya karena status sosial, yang tidak bertahan lama, kenapa mau diulangi pada Dafa putranya.Ku kira Mila itu artis atau model kok tidak mau melahirkan
Ima Susanti: biasa wanita zaman sekarang ga mau tubuhnya rusak karna melahirkan 🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Karena kau tinggal ya pastinya Mila kesepian, awas Dafa istri pertamamu nanti cari kehangatan lain lho, mungkin sudah terbiasa
Ima Susanti: kebanyakan gitu ga sih, maknya banyak istri yg selingkuh karna kurang dapat perhatian dari suaminya🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!