NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. SAR

Sehabis melaksanakan sholat subuh, Kalandra dan Oji di minta bersiap untuk membantu SAR mencari sekelompok peneliti yang sudah empat hari hilang di sebuah Gunung. Kalandra dan Oji pun segera bersiap dan kemudian bergabung dengan Tim SAR Kotanya dan berangkat bersama menuju ke gunung yang di maksud.

"Kal, kamu udah pernah ke Gunung ini?" Tanya Oji.

"Udah. Tapi udah lama banget. Dulu sama temen - temen SMA." Jawab Kalandra yang memang hobi mendaki Gunung.

"Masih inget jalurnya?" Tanya Oji.

"Lupa lah, Ji. Cuma sekali ke sini terus udah lama banget juga." Jawab Kalandra.

"Lagian kan kita pegang peta topografi Gunung ini. Kenapa bingung sih, Ji?" Cicit kalandra.

"Aku gak pinter baca peta ini, Kal." Kata Oji sambil cengar - cengir. Sementara Kal hanya bisa geleng - geleng kepala mendengar ucapan Oji.

Sebagai orang yang sudah terbiasa mengikuti SAR dan di nilai mumpuni, Kalandra selalu di percaya untuk menjadi Pemimpin Regu lapangan. Kali ini, tim di bagi menjadi tiga regu yang sudah di bagi wilayah pencariannya oleh Pemimpin Operasi.

Setelah mendengarkan instruksi, kronologi dan ciri - ciri korban, mereka segera menuju ke wilayah pencarian masing - masing.

Kalandra berjalan bersama enam orang rekannya menuju ke lereng gunung yang menjadi titik perkiraan keberadaan terakhir delapan korban. Ia kemudian memahami dan menjelaskan mengenai topografi wilayah Sar mereka pada anggotanya secara detil sebelum memulai pencarian.

Tak lupa, ia juga memastikan stok perbekalan, alat komunikasi dan juga alat pengaman berada dalam kondisi aman dan siap di gunakan.

Kalandra kembali membagi Regunya menjadi dua Tim yang masing - masing berisikan tiga orang agar penyisiran bisa di lakukan dengan lebih cepat. Kalandra juga menjelaskan wilayah yang perlu tiap tim sisir ketika proses pencarian.

"Tolong laporkan setiap ada temuan." Pinta Kalandra pada Timnya.

"Bang Kal, stay di titik ini?" Tanya salah satu rekannya.

"Enggak. Saya juga akan ikut menyisir lokasi." Jawab Kalandra.

"Sendirian?"

"Iya." Jawab Kalandra.

"Berani, Bang?" Tanya rekannya.

"Berani lah." Jawab Kalandra sambil tersenyum.

Ia kemudian mengambil satu dari tiga ransel yang sudah ia siapkan. Ransel itu berisi perbekalan, peralatan juga obat - obatan yang sudah Kalandra bagi dengan rata untuk tiap Tim dan ia sendiri.

"Bang Kal beneran gak mau di temenin? Salah satu tim berdua aja gak apa - apa, kok. Biar Bang Kal ada temannya." Tawar rekannya yang tentu khawatir jika Kalandra sendirian.

"Gak usah, gak apa - apa. Saya terbiasa jalan sendiri, nanti saya kabari kalau butuh bantuan." Jawab Kalandra.

Setelah berdoa, mereka semua segera menuju ke titik penyisiran masing - masing. Tak lupa, Kalandra juga menyampaikan pesan keselamatan untuk Timnya agar mereka selalu waspada dan berhati - hati.

Kalandra pun turut memulai pencariannya. Sesekali HT nya berbunyi, kala beberapa rekan dari Regu lain menyampaikan laporan. Dengan mata elangnya, Kalandra menyisir tiap tempat yang ia lewati. Namun, setelah empat jam lamanya, pencariannya masih juga nihil. Tak hanya Kalandra, anggota regunya pun melaporkan hal yang sama.

Ketika sore hari tiba, anggota regu yang di pimpin oleh Kalandra pun embali ke titik awal pencarian seperti apa yang sudah di perintahkan oleh Kalandra. Kali ini, mereka tak menemukan apapun kecuali sampah bekas makanan yang nampaknya belum lama, sebagai petunjuk jika ada korban yang melewati wilayah itu.

"Sebaiknya kalian kembali ke Pos Pusat sesuai instruksi. Kita akan melakukan pencarian lagi esok." Kata Kalandra.

"Bang Kal, gak ikut turun?" Tanya salah seorang anggotanya.

"Saya masih penasaran dan masih ingin menyusuri beberapa titik lagi. Nanti saya akan menyusul turun." Jawab Kalandra yang memang masih merasa penasaran.

"Kalau gitu, biar saya temani, Bang." Salah seorang anggota Mapala dari Universitas tempat para korban menempuh pendidikan itu mengajukan diri.

"Yakin kamu, Win?" Tanya Kalandra.

"Kalau lelah, sebaiknya turun saja. Siapkan tenaga untuk pencarian lanjutan besok." Kata Kalandra.

"Gak apa - apa,Bang. Saya mau temani Abang." Kukuh pria yang bernama Edwin. Pria yang mungkin hanya selisih dua atau tiga tahun usianya dengan Kalandra.

"Baik kalau begitu. Yang lain silahkan turun. Tolong hati - hati. Sampaikan pada Pemimpin Operasi kalau nanti saya akan menyusul turun." Kata Kalandra.

"Apa Abang gak akan di marahi Pemimpin Operasi karena tidak menjalankan instruksi?" Tanya salah satu anggotanya lagi.

"Gak apa - apa. Pemimpin Operasi mengenal baik bagaimana saya." Jawab Kalandra.

Setelah menitipkan pesan dan memastikan anggotanya turun, Kalandra bersama Edwin kembali memasuki hutan. Semakin ke dalam, vegetasinya semakin lebat.

"Sepertinya hutan ini masih 'perawan', Bang." Kata Edwin yang berjalan di belakang Kalandra.

"Iya, saya rasa juga begitu." Jawab Kalandra yang dengan lincah menebas tiap ranting penghalang jalan.

Ia kemudian berhenti sejenak ketika melihat beberapa ranting yang nampak patah dan ada sebuah slayer yang tersangkut.

"Apa ada korban yang pakai slayer ini?" Tanya Kalandra pada Edwin. Dengan cepat, Edwin membuka galeri ponsel untuk melihat foto para korban yang merupakan adik tingkatnya itu.

"Iya, Bang! Ada yang pakai." Seru Edwin sambil menunjuk salah satu gadis di foto yang mengenakan slayer itu.

"Oke, kita sisir lokasi sekitar sini." Kata Kalandra yang merasa mulai menemukan titik terang.

"Kita gak laporan ke pusat, Bang?" Tanya Edwin.

"Kita laporan nanti, setelah menemukan bukti tambahan lain." Jawab Kalandra.

Mereka pun kembali menyusuri hutan itu sambil melihat sekitar. Mereka berjalan lebih pelan dari sebelumnya agar tak melewatkan perhatian di setiap lokasi.

"Tolong..." Samar - samar, Kalandra mendengar suara minta tolong.

"Bang! Ada yang minta tolong." Kata Edwin yang ternyata juga mendengar suara itu.

Kalandra pun segera meraih HT yang ia bawa dan berusaha menghubungi Pos Pusat. Ia melaporkan titik keberadaannya sekarang berdasarkan peta topografi. Setelah laporannya di tindak lanjuti, Kalandra dan Edwin pun segera menuju ke sumber suara.

"Bang! Ada korban!" Seru Edwin saat menemukan seorang gadis duduk bersandar pada sebuah pohon. Mereka berdua segera berlari dan menghampiri korban yang nampak sangat lemah itu.

Sementara Edwin memberi pertolongan pada korban, Kalandra langsung melaporkan kan pada Pos Pusat juka ia menemukan satu korban tak jauh dari titik pertama saat ia melapor.

"Kondisinya lemah banget." Kata Kalandra yang berusaha memberi pertolongan pada gadis yang hampir tak sadarkan diri karena dehidrasi, kelelahan dan kedinginan itu.

"Tolong teman saya, Pak. Dia berjalan ke arah sana, untuk mencari bantuan." Kata si gadis sambil menunjuk pada bagian hutan yang makin dalam.

"Kenapa kesana? Di sana hutan rimba." Tanya Kalandra.

"Dia bilang mendegar suara orang ramai, seperti pasar dari arah sana." Jawab si gadis yang suaranya semakin lirih.

Mendengar itu, Kalandra pun menghela nafas panjang. Hanya ada dua kemungkinan yang terbesit di dalam pikirannya. Korban mengalami halusinasi atau korban masuk ke dimensi lain sekarang.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!