Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wilson
Di pagi hari yang begitu cerah, akhirnya Florin bisa bernafas lega. Udara pagi itu sangat segar membuatnya sadar jika selama ini ia kurang menikmati hidup sebab lebih mementingkan Valir daripada dirinya sendiri. Perasaan puas dan Bahagia membuatnya bisa tersenyum, selama ini pagi pagi sekali ia sudah bangun, mengurus semua pekerjaan Valir karena di malam harinya pria itu mengeluh lelah kepadanya hingga Florin sendiri yang akan membereskan pekerjaan itu. Jika ada wanita bodoh di dunia ini maka Florin lebih bodoh dari semua wanita bodoh di dunia.
Di kesempatan kedua ini, Florin berniat untuk menikmati hidupnya dengan tenang, tanpa ada masalah sedikitpun.
Namun ketenangan itu tak berlangsung lama, pintu kamar Florin di ketuk kasar dari luar, ia sudah menduga siapa yang akan datang, itu pasti Valir. “ Aku hampir lupa jika pria itu tak akan tinggal diam. Menyebalkan sekali melihat wajahnya di pagiku yang indah ini. Aku tak akan membuka pintu!.” Gumam Florin. Ia kemudian meminta keamanan untuk mengusir Valir pergi. Pria itu terus saja menelponnya semalaman hingga Florin menghancurkan kartunya dan membuangnya keluar jendela.
Florin memutuskan untuk Kembali tidur setelah melihat Valir di seret pak security ke luar. Dari atas ia tersenyum puas. Namun baru saja ia menarik selimut, pintu apartemennya Kembali di ketuk tapi kali ini dengan ritme yang berbeda dan jauh lebih pelan dari sebelumnya.
“ Siapa lagi yang datang pagi pagi begini? Menyebalkan.” Florin Kembali menyuruh keamanan untuk menyeret siapa pun yang mengganggunya, namun pak security tak berani mengusir karena yang datang adalah Daniel Eldes ayah nya sendiri.
Florin meletakkan ponsel khusus yang ada di apartemennya untuk menghubungi security, ia menyadari jika mau tidak mau ia harus menghadapi ayahnya. Semua kekacauan di masa lalu membuat hubungannya dengan ayahnya sangat hancur. Bahkan ia sempat di usir dari rumah dan tidak dianggap anak oleh ayahnya saat sebelum ia bunuh diri. Bukan tanpa alasan, itu semua karena perbuatannya sendiri, kebodohannya di masa lalu membuat nya menyerahkan semua aset ayahnya kepada Valir secara diam diam. Mengingatnya saja membuat Florin sangat malu.
Ia beranjak dari tempat tidur, lalu membuka pintu dengan perlahan.
“ Ayah?.” Ucap Florin setelah ia membuka pintu. Terlihat raut wajah tegang darinya.
“Nak, kamu sudah berubah ayah sangat Bahagia.” Daniel langsung memeluk putrinya dengan erat, terlihat ia sangat Bahagia sekarang.
“ Ayah, kenapa ayah memelukku se erat ini? Bukankah ayah membenciku?.”
“ Sayang, seorang ayah tak pernah membenci anaknya, tapi ia hanya memberikan pelajaran jika anaknya berbuat salah. Ayah sangat bersyukur kamu sudah membuka matamu dan melihat bagaimana Valir sebenarnya.” Daniel menyentuh tangan putrinya dengan perasaan senang.
“ Ayah, maafkan Florin.” Tanpa sadar air mata mengalir deras di pipi Florin, ia sangat menyesali perbuatannya di masa lalu, dimana Valir telah menghancurkan segalanya, hubungannya dengan ayahnya sendiri retak hingga Florin meminta harta warisan sebelum ayahnya meninggal. Florin bahkan mengancam akan membunuh ayahnya sendiri jika keinginannya tak di turuti, Florin sangat menyesali perbuatannya.
"Tidak apa apa sayang, semuanya belum terlambat ayah tak pernah marah kepadamu.” Usap Daniel lembut pada rambut halus putrinya.
Florin terdiam, setidaknya beban rasa bersalah di pundaknya telah hilang, ia akan memperbaiki semuanya dan membahagiakan ayahnya dengan baik.
“ Sayang, ada satu hal yang kamu lupakan. Wilson…”
“ Wilson.” Florin menegang saat itu juga, ia ingat dengan pria itu, pria yang selalu ia siksa habis habisan tanpa ampun. Bahkan beberapa minggu terakhir ia sudah menyiksa pria itu dan mengancamnya untuk tidak datang ke pesta pertunangan. Selama ini Wilson selalu mengingatkan Florin bahwa Valir sangat berbahaya, namun Florin yang dibutakan cinta tak memperdulikannya malahan ia yang menuduh Wilson berbahaya.
“ Ayah, dimana Wilson sekarang? Aku ingin bertemu dengannya dan minta maaf.” Terlihat raut wajah penyesalan dari Florin.
“ Dia sekarang ada di rumahnya, dia telah Kembali ke London dan akan melupakanmu untuk selamanya Florin. Sebaiknya lupakan saja masalahmu dengan Wilson setelah kamu menghubunginya lewat telepon, lalu jangan cari masalah lagi dan jalani hidupmu dengan baik.”
Florin terdiam, ia menggenggam erat ponselnya dengan perasaan campur aduk. “Ayah, aku harus menemuinya!.”
.
.
Di kota London, terlihat seorang pria sedang menatap luka di sekujur tubuhnya pada cermin yang ada di hadapannya. Luka luka itu seolah menambah kegagahan dalam dirinya, setiap ukiran luka di tubuhnya ia jaga dengan baik tanpa berniat untuk menghilangkan bekasnya. “ Dia pasti akan Kembali, dia akan menemui ku, lalu memelukku dengan erat dan berkata maafkan aku”.
“ Tuan, sampai kapan anda memikirkan wanita itu. Dia iblis tuan, dia sangat kejam dan dia…” antony yang baru saja tiba langsung menghentikan bicaranya.
“ Cukup Antony, hentikan omong kosong mu itu, dia wanita baik, hanya saja pikirannya selalu dipengaruhi oleh pria brengs*k bernama Valir itu. Aku ingin sekali meremukkan kepala pria itu tapi itu semua tidak bisa aku lakukan.” Wilson mengepalkan tangannya dengan erat saat mengingat nama Valir.
"Tuan, anda sudah mencintai nona Florin selama lima belas tahun, dan selama itu juga anda hanya mendapatkan luka yang begitu banyak. Apa anda tak bisa memikirkan hal lain seperti mencoba untuk melupakannya atau…balas dendam?.” Tanya Antony.
“ Tidak, walaupun dia sudah menyiksaku hingga mati, aku tak akan pernah bisa menyakitinya sedikitpun Antony. Aku tak bisa melakukannya. Hatiku akan berdebar saat melihat mata indahnya, jantungku akan berdegup kencang saat menatap wajah cantiknya, dan perasaanku sangat Bahagia saat ia menemui ku dan menggoreskan kukunya di dadaku antony, kamu tahu Antony?, dia tak pernah menyuruh orang lain untuk menyiksaku, tapi dia sendiri yang akan melakukannya. Bahkan jika orang lain menyentuhku sedikit saja dia akan marah pada orang itu. Aku suka tatapan kepuasannya saat menyiksaku Antony, aku suka…” Wilson menatap ke arah jendela sambil membayangkan wajah Florin.
“ Ya ampun tuan, anda sepertinya sudah gila karena cinta. Lama lama saya juga akan gila seperti anda dan tidak ada lagi yang waras di sini. Saya akan pergi tuan, nanti malam datanglah ke pertemuan bisnis. Saya sudah mengatur semuanya jadi anda tinggal hadir saja di acara pertemuan itu. Saya permisi tuan.” Antony undur diri dari tempat itu.
“ Pertemuan bisnis ya?. Kenapa harus ada hal mendesak seperti ini, aku ingin sekali cepat cepat Kembali ke New York dan menemui kucing kecil itu. Tapi melakukan sedikit pekerjaan sebelum di cakar kucing kecil sepertinya tidak buruk.”. Wilson menyunggingkan senyum, lalu ia bersiul sambil mengangkat handuknya di pundak dan ia bersiap untuk pergi mandi.
Setelah beberapa saat, kini Wilson sudah siap dengan setelan formalnya, wajahnya yang tampan akan memikat siapa saja yang melihatnya kecuali satu orang yaitu Florin. Rahang tegas, alis simetris dan tatapan elang semuanya dimiliki oleh Wilson. Jangan tanya soal harta, Wilson adalah pewaris tunggal perusahaan Derelick, perusahaan terbesar di inggris dan orang terkaya nomor satu di negara itu. Ia bisa memiliki apa saja yang ia mau, tapi hanya satu yang tak bisa ia gapai, yaitu cinta Florin. Florin adalah cinta pertama Wilson saat usia nya menginjak dua belas tahun. Sejak pertemuan pertama di acara bisnis keluarga yang tak disengaja, Wilson sudah jatuh hati pada Florin yang saat itu sangat imut dan polos.
Wilson akan menjahili Florin jika sedang merindukannya. Bahkan Wilson memilih untuk tinggal di new York dan menempuh Pendidikan di sana agar tidak jauh dari Florin. Pertemuan mereka penuh dengan kesalahpahaman, bahkan sampai sekarang Florin tak tahu jika Wilson adalah anak pengusaha. Yang Florin tahu Wilson adalah pria biasa yang mendapatkan beasiswa dan bersekolah di New York. Mereka berteman dan sebelum kenal Valir, Wilson dan florin adalah sahabat baik.
Hingga akhirnya mereka dewasa, seseorang hadir dalam kehidupan mereka dan dia merubah segalanya, Florin yang semula sangat baik dan polos berubah menjadi gadis dengan tempramen yang buruk, suka menindas orang dan menyiksa Wilson. Jika gadis itu kesal, ia akan menancapkan kuku tajamnya di leher dan juga dada Wilson. Karena hanya Wilson yang selalu berada di sisinya saat ia sedang menangis dan terluka. Setiap malam Wilson selalu berharap jika Florin yang dulu akan Kembali. Tapi sampai sekarang belum ada tanda tanda florin akan berubah. Dan Wilson tak melupakan jika kemarin malam Florin telah bertunangan dengan Valir sesuai dengan apa yang dikatakan gadis itu kepadanya. Wilson memutuskan untuk segera bergegas, ada pertemuan bisnis hari ini dan itu tak bisa dilewatkan.