NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Eliza, yang selama ini merasa dirinya adalah putri tunggal kesayangan karena darah Ambar yang ia yakini sebagai ibu kandungnya atas kebohongan Seina, mulai merasa mual.

"Pa... kenapa bayi di foto itu tidak mirip denganku saat bayi?" tanya Eliza lirih. Ia mengambil foto bayi berdarah itu. "Aku pernah lihat foto bayiku di album Mama Seina, wajahnya berbeda dengan ini."

Mendengar itu, Seina langsung menyambar foto dari tangan Eliza. "Itu karena bayi baru lahir wajahnya berubah-ubah, Eliza! Jangan dengarkan omong kosong dari amplop gelap ini. Ini pasti kerjaan orang sirik yang mau menghancurkan keluarga kita!"

Seina meremas foto-foto itu dan hendak merobeknya, namun tangan Kakek Harison menahan pergelangan tangan Seina dengan sangat kuat.

"Jangan dihancurkan, Seina," ucap Kakek dengan suara rendah yang mengancam. "Jika kau tidak bersalah, kenapa kau begitu bernafsu menghancurkan bukti kenangan mendiang putriku....itu foto cucuku saat baru lahir, jangan pernah sembarangan membuangnya?"...kakek Harison mengambil foto bayi tersebut...

Sementara Eliza menatap mamanya dengan penuh selidik. Di satu sisi...Saka mulai bingung, perlakuan mamanya pada dirinya, Maudi dan Eliza sangat berbeda.

Di tengah ketegangan itu, terdengar suara klakson mobil yang sangat nyaring dari depan rumah. Bukan Rolls-Royce Rasya, melainkan mobil polisi.

Seorang Pelayan berlari masuk keruang makan dengan terpohoh-pogoh..."Taun Doni...tuan besar, di luar ada polisi " .

Doni langsung berdiri dan berjalan ke ruang tamu di ikuti oleh anggota keluarga yang lain.

Seorang petugas masuk dengan wajah serius. "Selamat pagi, Tuan Doni. Maaf pagi-pagi kami mengganggu ketenangan Anda...Kami datang untuk memberitahukan bahwa kondisi Bram tiba-tiba membaik setelah diberikan cairan penetral misterius oleh seseorang yang mengaku sebagai perawat kiriman keluarga Daneswara. Dan sekarang... Bram ingin memberikan pengakuan tambahan."

Seina merasa jantungnya berhenti berdetak. "Cairan penetral? Siapa?' gumamnya dalam hati.

Ia menoleh ke arah Maudi. Maudi sedang berdiri dengan tenang di sudut ruangan, memegang botol kecil berisi cairan bening, botol yang sama yang digunakan untuk menakuti Rasya semalam.

Maudi memberikan isyarat "ssttt" dengan meletakkan jari telunjuk di depan cadarnya ke arah Seina.

Wajah Seina semakin memucat melihat Bram sudah kembali normal meski belum seratus persen.

Suasana di ruang tamu Mansion Daneswara seketika berubah menjadi medan perang. Atmosfer di ruangan itu menjadi sangat dingin seolah-olah oksigen telah terkikis oleh ketegangan yang sedang terjadi...

Bram, yang duduk di kursi roda dengan wajah pucat namun suara yang tegas, menunjuk ke arah Maudi yang berdiri tenang di sudut ruangan.

"Dia!" teriak Bram dengan telunjuk bergetar. "Gadis bercadar itu yang menyuruh saya! Dia mengancam akan menghabisi keluarga saya di kampung kalau saya tidak menukar obat Tuan Besar...dia ingin membunuhnya setelah mendapatkan perhatian Tuan besar...dan akan berniat menguasai seluruh hartanya dengan berpura-pura menjadi cucu yang tertukar dengan nona Eliza!"

Doni terlonjak dari kursinya, matanya membelalak tak percaya. "Apa kamu bilang? Maudi? Itu tidak mungkin! Dia baru saja pulang dari pesantren, dia sangat lugu, tidak tahu apa-apa.... jangan menuduh sembarangan kamu, !"

"Itu benar, Tuan Doni, saya tidak berbohong, bahkan saya melihat Maudi di rumah sakit saat menyabotase tes DNA diam-diam agar dia seolah-olah tertukar saat bayi !" Bram mulai berakting sehebat mungkin, air mata buaya mengalir di pipinya. "Dia bukan gadis polos seperti yang kalian lihat. Dia sering menemui saya secara rahasia. Dia benci pada keluarga ini karena merasa dibuang selama belasan tahun.... apalagi ibu kandungnya dulu sering menyiksanya....Dia ingin menguasai harta Kakek Harison sendirian!"

Seina, yang tadinya merasa di ujung tanduk, seketika melihat cahaya di ujung terowongan. Ia langsung menyambar kesempatan ini dengan akting dramatisnya yang luar biasa.

"Plakkkk...." Seina menampar wajah Maudi dengan keras.

"Ya Tuhan! Maudi!" Seina menjerit sambil menutup mulutnya. "Jadi benar dugaanku... pantas saja kamu tahu semua rencana itu, karena kamu pelakunya! Kamu memfitnahku tadi subuh agar aku diam, kan? Kamu benar-benar iblis berbaju santriwati!...aku menyesal telah melahirkanmu ke dunia ini... ternyata kamu sangat licik... Ibu menyesal karena telah membawamu kembali.... Ibu kira sifat dirimu dari kecil kepada Eliza akan hilang... namun ternyata sampai sekarang rasa dirimu itu begitu sangat mengerikan... bahkan kau akan membunuh kakek Eliza"tuturnya dengan terisak seolah-olah dirinya sangat menyesal karena telah memiliki seorang putri seperti Maudi.

Maudi hanya diam, tidak membela diri. Di balik cadarnya, ia justru tersenyum dingin. Ia tahu persis kenapa Bram bicara begitu. Semalam, tim Maudi dari Sektor 7 memang mendatangi keluarga Bram, bukan untuk menyakiti, tapi untuk mengamankan mereka ke sebuah safe house di pinggiran kota .

Maudi sengaja memberikan instruksi pada Bram "Fitnah aku di depan mereka semua. Katakan aku dalangnya."

Maudi sedang melakukan teknik Deep Cover Infiltration. Jika ia dituduh sebagai penjahat, Seina akan merasa menang dan mulai menurunkan kewaspadaannya. Maudi memegang pipinya yang pura-pura terasa sakit dan menatap sendu kepada ibunya.

"Maudi! Jawab Papa! Benar apa yang dikatakan Bram?!" Doni membentak, suaranya menggelegar hingga ke langit-langit mansion.

Maudi menunduk, bahunya sedikit bergetar seolah sedang menangis. "Maudi... Maudi tidak melakukannya pah....maudi hanya ingin Kakek sehat, Papa...itu fitnah pah,...." suaranya dibuat serak dan ketakutan.

"Pembohong!" Eliza ikut berteriak, ia merasa senang melihat Maudi dipojokkan. "Dasar monster muka dua! Usir dia, Pa! Usir dia dari rumah ini!"

Eliza mendorong tubuh Maudi sampai terhubung ke belakang kalau tidak ditangkap oleh Saka mungkin Maudi akan terjengkang

Lalu Maudi menatap ibunya dengan sangat rapuh... tatapan yang penuh memohon perlindungan.

"Bu...aku ini putri kandung mu, Kenapa Ibu lebih percaya ucapan dia daripada Putri kandungmu sendiri Bu... Di mana hati nurani ibu..." ucap Maudi dengan terisak...

Seina mendorong kembali tubuh Maudi sampai maudi terjatuh..." jangan panggil aku ibu lagi... kenyataannya sudah jelas... dia sendiri yang mengatakan kalau kamu yang menyuruhnya untuk mencelakai kakek".

Maudi terisak memeluk lutut Seina, membuat suasana ruang tamu semakin riweuh.

Kakek Harison, yang sejak tadi hanya diam memperhatikan, mengerutkan keningnya. Sebagai pria yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia bisnis yang kejam, ia mencium aroma yang tidak beres.

Kenapa seorang penjahat yang sudah tertangkap justru menunjuk gadis lemah yang baru saja menyelamatkanku semalam? batin Kakek.

"Doni, tenanglah," ucap Kakek Harison dengan suara tenang namun berwibawa. "Bram, kau punya bukti kalau Maudi yang menyuruhmu? Bukti transfer? Rekaman?"

Bram tergagap. "Dia... dia memberikan uang tunai, Tuan! Tapi dia punya ponsel rahasia di kamarnya!"

Seina langsung bereaksi. "Kita geledah kamarnya sekarang! Don, ayo!"

seru Seina dengan semangat, karena semalam ia menyelinap ke paviliun tepatnya di kamar Maudi untuk menaruh ponsel miliknya yang di gunakan untuk menghubungi Bram.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!