NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELABUHAN TERAKHIR DI KOTA KABUT

Angin musim dingin di Bandara Zurich terasa seperti sembilu yang menyayat kulit. Ratna dan Maya berdiri mematung di depan mesin penjual otomatis. Perut mereka keroncongan, namun setiap kali kartu debit cadangan dimasukkan, layar mesin hanya menampilkan tulisan merah: Transaction Declined.

"Coba lagi, Maya! Tidak mungkin saldonya habis!" bentak Ratna dengan bibir yang gemetar karena dingin.

Maya menekan tombol dengan kalap, namun hasilnya tetap sama. "Mah, sepertinya Fardan benar-benar mematikan semua akses kita. Kita tidak punya uang tunai, tidak punya transportasi, bahkan ponselku tidak bisa mendapat sinyal!"

Mereka terpaksa duduk di kursi tunggu bandara, meringkuk di bawah jaket tipis yang tidak mampu menghalau suhu ekstrem Swiss. Hingga petugas keamanan datang dan mengusir mereka karena dianggap mengganggu ketertiban. Ratna dan Maya luntang-lantung di pelataran bandara yang luas, menatap langit kelabu dengan rasa penyesalan yang mulai merayap.

"Ini semua salahmu, Maya! Kalau kita tetap di pesantren, kita setidaknya punya tempat tidur hangat dan makanan!" isak Ratna, menyalahkan putri sulungnya.

"Mama yang setuju ikut! Mama bilang kita harus merebut Ghifari agar masa depan kita terjamin!" balas Maya tidak mau kalah.

Di tengah pertengkaran itu, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di hadapan mereka. Pintu terbuka, menampakkan sosok Fardan yang berdiri tegak dengan tatapan sedingin es, didampingi Dewa yang memegang koper kecil.

"Fardan! Anakku! Tolong kami, kami kedinginan!" teriak Ratna sambil berusaha memeluk putranya.

Fardan mundur selangkah, menghindari sentuhan ibunya. "Aku datang bukan untuk membawa kalian ke vila. Aku datang untuk memberikan pilihan terakhir sebelum aku benar-benar menghapus nama kalian dari hidupku."

Ratna tertegun, air matanya membeku di pipi. "Apa maksudmu, Nak?"

"Pilihan pertama, kalian ikut Dewa sekarang juga ke bandara untuk penerbangan kembali ke Indonesia. Kalian akan kembali ke pesantren dan belajar menjadi manusia yang punya hati. Aku akan membiayai seluruh hidup kalian di sana," ujar Fardan dengan nada datar.

Maya menyela dengan wajah memelas. "Lalu pilihan kedua?"

"Pilihan kedua, kalian tetap di sini. Aku tidak akan memberikan satu sen pun. Kalian silakan bertahan hidup di tengah salju Swiss tanpa paspor dan tanpa uang. Aku akan membiarkan kalian mati beku jika itu pilihan kalian," tegas Fardan tanpa keraguan sedikit pun.

Maya bersimpuh di kaki adiknya. "Fardan, jangan sekejam ini! Aku kakakmu!"

"Kau memperlakukan Alisha lebih kejam dari budak di rumahku sendiri, Maya. Jangan bicara soal persaudaraan padaku," desis Fardan.

Ratna menunduk lesu. Ia melihat ketegasan yang tak tergoyahkan di mata putranya. "Baiklah. Mama pilih kembali ke pondok. Mama sadar, dunia ini bukan lagi tempat Mama untuk berkuasa."

"Pilihan yang bijak," sahut Fardan dingin. "Dewa, urus kepulangan mereka. Pastikan mereka sampai ke tangan Kyai Abdullah."

Sebelum melangkah pergi, Ratna menahan lengan baju Dewa. "Bolehkan aku melihat cucuku? Sekali saja, Fardan. Aku ingin meminta maaf pada Ghifari."

Fardan menoleh sedikit, matanya menyipit. "Belum saatnya. Hatimu belum cukup bersih untuk menyentuh anakku. Pergilah."

Setelah mobil yang membawa Ratna dan Maya menghilang di balik tikungan, Alisha dan Ghifari muncul dari balik pilar bangunan bandara. Alisha menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau benar-benar memulangkan mereka?" tanya Alisha pelan.

Fardan mengangguk, lalu menghampiri Alisha dan memegang kedua tangannya. "Aku harus memutus rantai racun ini, Alisha. Sekarang, ikutlah aku kembali ke Jakarta. Mari kita mulai semuanya dari awal. Aku ingin menikahimu lagi secara resmi di depan hukum dan agama."

Alisha menarik tangannya perlahan, membuat senyum Fardan memudar. "Aku belum bisa menjawabnya sekarang, Fardan. Aku butuh ketenangan. Aku ingin kembali ke London dulu. Aku ingin meminta pendapat Ayah Henry dan Ibu Margaretha."

Fardan tampak panik, ia takut Alisha akan menghilang lagi. "Aku ikut! Aku tidak akan membiarkan kalian pergi sendirian lagi. Biarkan aku membuktikan bahwa aku bisa menjadi pelindung yang lebih baik."

Ghifari menatap ayahnya, lalu beralih ke ibunya. "Bunda, biarkan Ayah ikut. Kakek Henry pasti senang melihat Ayah yang sekarang."

Akhirnya Alisha setuju. Mereka menempuh perjalanan udara menuju London. Sesampainya di mansion megah milik Henry, suasana hangat menyambut mereka. Margaretha langsung memeluk Alisha dan Ghifari, sementara Henry menjabat tangan Fardan dengan tatapan menyelidiki yang tajam.

Malam harinya, setelah makan malam yang tenang, Henry mengajak Alisha bicara empat mata di ruang kerjanya yang dipenuhi buku.

"Alisha, anakku. Ayah melihat perubahan besar pada pria itu. Dia bukan lagi Fardan yang arogan dan buta karena harta," ucap Henry sambil menyesap tehnya.

"Aku tahu, Ayah. Tapi rasa takut itu masih ada. Bagaimana jika keluarganya kembali mengacau? Bagaimana jika dia kembali goyah?" tanya Alisha dengan nada ragu.

Henry tersenyum bijak. "Seorang pria yang sudah bersujud di depan Tuhannya adalah pria yang sudah menaklukkan egonya. Dia sudah melewati ujian berat di Swiss. Ayah sarankan, menikahlah secepatnya. Tidak baik jika kalian terus bersama tanpa ikatan halal, apalagi Ghifari sudah semakin besar."

Alisha tertunduk, merenungkan kata-kata ayah angkatnya. Tak lama kemudian, mereka kembali ke ruang tengah di mana Fardan sedang duduk bersama Ghifari, tampak sedang berdiskusi serius tentang sebuah algoritma di tablet.

Henry berdeham, membuat suasana menjadi formal. "Fardan, kemarilah."

Fardan berdiri dan mendekat dengan takzim. "Iya, Tuan Henry."

"Panggil aku Ayah, jika kau memang serius ingin menjadi bagian dari keluarga ini," potong Henry. "Aku akan memberikan restu penuh untuk pernikahan kalian, tapi dengan satu syarat mutlak."

Fardan menatap Henry lurus. "Katakan, Ayah. Aku akan melakukannya."

"Jika suatu hari nanti kau melukai Alisha atau membiarkan satu orang pun menyakiti cucuku, Ghifari, maka aku sendiri yang akan menjemput mereka. Saat itu terjadi, kau tidak akan pernah melihat bayangan mereka lagi seumur hidupmu. Apakah kau mengerti?" tanya Henry dengan suara yang berwibawa.

Fardan berlutut di depan Henry, lalu menatap Alisha dengan penuh cinta dan tekad. "Aku bersumpah demi Allah yang memegang nyawaku, Ayah. Alisha dan Ghifari adalah duniaku sekarang. Jika aku mengulangi kesalahanku, maka aku tidak layak disebut sebagai seorang pria."

Alisha meneteskan air mata haru. Ia melihat Ghifari yang tersenyum kecil di sudut ruangan. Kebekuan di hati Alisha selama enam tahun ini akhirnya mencair sepenuhnya.

"Besok kita akan mengurus dokumen pernikahan di London," ucap Margaretha sambil merangkul pundak Alisha. "Kita akan mengadakan pesta kecil yang indah hanya untuk keluarga."

Fardan menggenggam tangan Alisha, kali ini Alisha tidak menariknya. "Terima kasih sudah memberiku kesempatan kedua, Alisha."

"Jangan sia-siakan kesempatan ini, Fardan. Karena ini adalah pelabuhan terakhir kita," jawab Alisha lembut.

Di luar, kabut London mulai menyelimuti kota, namun di dalam mansion itu, cahaya kebahagiaan baru saja menyala. Fardan tahu, jalan di depannya masih panjang, namun dengan Alisha di sisinya, ia siap menghadapi badai apa pun yang akan datang.

1
Amy
coba ganti panggilannya kaka othor, masa suami istri tdak ada romantis2nya
Lia siti marlia
wel wel wel di tunggu pa alex🤣
Linda Muslimah: Seru lanjut kak 🤭
total 1 replies
Tata Hayuningtyas
jgn kelamaan up nya thor 🤭
Tata Hayuningtyas
cerita nya bagus dan ga bertele2
Amy
Cobalah terbuka alisha, karna seapik apapun kau menyembunyikan masalah, ada anakmu yg super, bisa membaca setiap masalah🤭
Lia siti marlia
untung ada gifari apapun yang di sembunyikan ibunya pasti akan ketahuan olehnya 😄👍
Lia siti marlia
sayng banget yah ayah hrnry sama alisha dan gifari saking sayang nya semua sudah di persiapkan secara matang👍
Lia siti marlia
lucu kamu fardan .....aduh gifari sampai kamar mamjmu di sadapnya nanti kalau mamahmu sama ayahmu lagi bikin adek buat kamu kamu jangan ngintpnya 🤭
Lia siti marlia
semangat fatdan💪
Uba Muhammad Al-varo
karma dibayar lunas dan langsung di terima Maya dan ibunya
Uba Muhammad Al-varo
Fardan........ inilah perjuangan sesungguhnya baru dimulai

perjuangan
Uba Muhammad Al-varo
Fardan ditinggal pergi oleh Alisa dan Ghifari 😭😭😭
Uba Muhammad Al-varo
good 👍👍👌 Fardan kamu tegas jangan kamu mau dikibulin melulu oleh ibu dan kakak mu
Uba Muhammad Al-varo
baru deh melek matanya Fardan setelah selama ini merem karena diselimuti kelicikan ibu dan Sherly
Uba Muhammad Al-varo
good job Ghifari........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
kemenangan sementara ditangan Ghifari tapi perang ini belum usai /Hey//Hey/
Uba Muhammad Al-varo
pertarungan akan dimulai antara bocah dan CEO dingin 🤔🤔🤔
ceuceu
Anak Maya berapa kok ga ada?
tapi di sebutkan anak anak maya
Uba Muhammad Al-varo
Ghifari.........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
fardan kata CEO tapi kena ogeb 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!