NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kelahiran kembali

"Nyonya ayo sebentar lagi!"

"Uhhhhh....sakit..."

"Sedikit lagi nyonya! Bayinya sudah akan keluar...

"Ayo..... dorong....

"Ahhhhhh...!!"

"Nyonya, kepalanya sudah terlihat....

"Selamat Nyonya!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seorang insan yang baru saja terlahir mencoba membuka mata, menetralkan cahaya yang menusuk mata membuat awalnya enggan terbangun tapi terpaksa terbuka, jilatan demi jilatan di wajahnya membuatnya semakin yakin untuk benar-benar terbangun, saat ia akhirnya membuka mata, tiba-tiba tertegun menyadari sedang dikelilingi beberapa orang, anehnya fisik mereka sedikit berbeda dari manusia mempunyai tanduk binatang, ekor, mata berwarna, juga fisik yang mendekati binatang, dan yang paling mengejutkan ada seekor singa besar sedang menjilatinya.

"Akhirnya bangun!" ucap seorang dengan nada ceria dibalut teriakan gembira, fisiknya tegap seperti manusia biasa tapi ada yang berbeda, telinganya panjang berbulu seperti telinga kelinci.

"Selamat Nyonya Patriak,... putri anda akhirnya lahir.... Seekor rubah!"

"Putri...Patriak? Ada apa semua ini..."

Di sela-sela kebingungan Lilyana tiba-tiba merasakan tubuhnya diangkat oleh seseorang wanita, tangannya begitu halus memegang wajahnya membuat membuat tersadar dengan sesuatu yang aneh, saat mengangkat tangannya sendiri tiba-tiba tangannya berbulu, membuat kesulitan mencerna hingga ia berteriak tapi suaranya hanya sekedar rengekan suara binatang.

"Aum....mu...."

Membuat seorang wanita yang memangkunya tersenyum geli merasakan pergerakan awal bayi yang ia lahirkan, fisiknya yang masih lemah akibat kehilangan tenaga saat melahirkan tapi ia memaksa duduk tegak melihat bayinya, rambutnya pirang, matanya kuning keemasan, dengan parasnya yang amat cantik memandangi lembut seorang bayi binatang yang baru ia lahirkan.

"Ada apa binatang kecil? Ingin menyusu ya....

Tangannya perlahan membuka pakaian menampilkan payudara berniat mendekatkan pada anaknya untuk menyusuinya.

Membuat Lily terbelak ngeri akhirnya menghindar berusaha menjauh walaupun hanya gerakan bayi binatang lemah terlihat.

"Tidak! Umurku 35 tahun....

Tapi sejauh apapun gerakannya hanya dianggap sebagai bayi yang aktif membuat sekelilingnya menahan gemas melihat tingkahnya.

Tiba-tiba seseorang dengan fisik tua renta maju melangkah mendekat, tubuhnya memakai jubah berbulu kulit dari beruang, rambut panjangnya sudah memutih, mata kuningnya dengan tajam, postur tubuhnya bungkuk membuat ia memegang tongkat kayu agar bisa berjalan.

"Takdirnya akan sangat buruk.....

Tanpa basa-basi perlahan tangannya mengelus surai berbulu kuning keemasan yang dimiliki Lilyana, hingga tiba-tiba ia mendekatkan dahinya padanya dan meramalkan mantra sihir.

"Argetia...Sholiania, Kirikaremo, anatelo Jimbalia... Grestelina entiro...

Membuat Lilyana terdiam linglung dan kaget merasakan tiba-tiba ada sesuatu yang aneh, kepalanya seperti terisi sesuatu sebuah huruf-huruf kuno yang tidak ia ketahui.

Sedangkan wanita bernama Renove Astrolia, wanita yang mengendong Lilyana sekaligus ibunya terbelalak kaget dan tidak percaya bagaimanapun situasi ini akan terjadi.

Sedangkan orang-orang di sekeliling juga mereka saling menatap tidak percaya dan berbisik.

"Apa?! Patriak memberinya berkat pada seseorang yang baru lahir...

"Padahal ia bukan pewaris selanjutnya, apa yang terjadi? Apa akan terjadi sesuatu perubahan tentang Patriak selanjutnya.."

"Apakah nona kecil begitu hebat sehingga mendapatkan berkat langsung sejak dini...?"

"Teriko lakaksta, manapiro tolera,....Mikaleeenaaaa..." Mulutnya terus terbuka melanjutkan ramalan dan mantra, matanya tertutup hingga akhirnya ia menarik diri sebelum mengecup dahi Lilyana.

"Semoga alam menyertaimu, apapun yang terjadi, nikmatilah hidupmu yang sekarang Nak."

Membuat Lilyana tiba-tiba menatapnya kaget dan bingung menyadari perkataannya ada makna sesuatu membuat bertanya-tanya apakah nenek itu tau sesuatu tentang dirinya, entah mengapa hatinya terasa menghangat mendengar ucapannya tulusnya, membuat mata berkaca-kaca dan terisak-isak.

"Aum...umm..."

Saat Renova masih bergeming dengan apa yang terjadi tiba-tiba menatap bayinya bingung dan lembut karena dari tadi bayi itu tidak menangis membuatnya bingung karena merasa tidak seperti bayi normal, tapi sekarang ia lega setelah mendengar tangisannya.

"Ada apa sayang? Kaget.... tenang saja, nyonya Neina tidak bermaksud apapun....."

Lilyana hanya terdiam air matanya terus mengalir deras mendengar sentuhan dan suara lembut, kasih sayang ibu yang tidak pernah ia rasakan dari dulu karena hidupnya yatim piatu, tersadar ia diberi kesempatan terlahir kembali ke tubuh seorang bayi dengan orang tua lengkap dan lingkungan yang hangat, walaupun aneh apalagi binatang-binatang yang tidak ia ketahui tapi ia bersyukur, wajahnya semakin bergesek ke pakaiannya mencari perlindungan.

"Nona kecil.....

"Anda lucu sekali... karena pasti kaget."

"Uh aku tidak tahan bisakah aku menggendongnya nyonya?"

"Kau pikir orang remeh sepertimu bisa mengendong nona kecil? Jangan bermimpi..."

"Kau...!

Di sela-sela keributan itu tiba-tiba sebuah langkah terdengar berat dan gagah membuat orang-orang menyingkir langsung menunduk hormat dan gugup, surai rambutnya berwarna putih panjang yang tergerai dikepang, wajahnya rupawan, telinganya terdapat sebuah telinga bulat berbulu putih, telanjang dada hanya terpasang rok bulu yang ada di antara kakinya, tidak lupa ekor putihnya juga terlihat menjuntai ke bawah.

"Ada apa ini....." Ucapnya sedikit tegas sembari masuk ke gubuk yang sedang dikerumuni seseorang, tiba-tiba matanya kehilangan fokus melihat istrinya sedang terbaring lemah mengendong bayi binatang di lengannya membuat mendekatinya tergesa-gesa.

"Istri,...ini anak kita?"

Membuat Renova orang yang dipanggil olehnya sedikit cemberut melihat suaminya baru menyadarinya, akhirnya mengangkat menyerahkan Lilyana padanya.

"Tentu anak kita siapa lagi! Dari tadi kau kemana sih?"

Namun pria itu, Roger Danuel Temara, hanya tersenyum lebar fokusnya pada seorang bayi yang sedang menangis di telinganya, perlahan mengendongnya mengangkatnya tinggi-tinggi.

Membuat Lilyana mengerjakan mata berhenti menangis merasakan sentuhan dari tangan kasar seseorang, menatapnya bingung matanya mencoba menanyakan identitasnya, tiba-tiba terkejut saat tubuh diangkat dihadapan orang-orang.

"Akhirnya kita kedatangan seorang puteri kecil, akan kuberi nama Lily Noberia Temara, dia akan jadi simbol kedua suku Nerada ini, yang akan jadi calon penerusku yang kedua..!"

Membuat sekeliling yang tadinya hening terbelak terkejut, akhirnya tersenyum lebar saling berbondong-bondong mengucapkan selamat atas suka cita itu.

"Selamat Patriak, anda akhirnya mendapatkan seorang gadis!"

"Selamat, semoga keberkahan menyinari kalian."

"Semoga keluarga kalian selalu diberikan kesehatan."

"Selamat Nyonya Renova atas kelahiran kedua anak anda."

Sementara wanita tua bernama Neina itu hanya tersenyum kecil sembari menggeleng, akhirnya perlahan pelan-pelan meninggalkan gubuk meninggalkan orang-orang yang sedang berbahagia merayakan kelahiran baru.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat Lily sedang tertidur tiba-tiba terganggu dengan sentuhan seseorang membuat mengerjakan mata, bertanya-tanya itu siapa, lagi-lagi terkejut sadar saat ia menyusu dari seseorang yang diakui ibunya seorang, walaupun ia berwujud bayi tapi entah mengapa tidak terbiasa mengingat umur jiwanya sebenarnya.

"Jadi ini Adikku....Dia sangat kecil terlihat lemah, wujudnya juga binatang, apa dia cacat?" ucap seseorang anak laki-laki kecil bernama Emura Danus Temara polos dan blak-blakan.

Membuat ibunya Renova tersenyum kecil sebelum akhirnya mengelus surai anak pertamanya sembari menjelaskan pelan-pelan.

"Dia masih bayi sayang, wujudnya masih berbentuk binatang, buruh waktu berbulan-bulan agar ia berubah wujud menjadi manusia, dulu kau juga seperti ini, dari serigala perak, jadi pria kecil yang perkasa."

Lily yang sedang dikomentari itu menatap laki-laki yang ia akhirnya paham kakak laki-lakinya kesal melihat sikap tengilnya, tapi ia memaklumi lagipula ia belum dewasa masih polos.

"Oh begitu ya...." Emura hanya mengangguk seolah paham kemudian fokusnya lagi-lagi pada binatang berbulu kecil yang ada di hadapannya, tangannya terus mengelus ragu-ragu seolah takut menyakitinya.

"Namanya Lily ya,.. perkenalkan aku Emura kakakmu,..kau harus memanggilku kakak laki-laki tersayang, harus ya.."

Membuat Ibunya lagi-lagi menggeleng mengamati pertemuan dua saudara itu, perlahan tersenyum lembut.

"Jaga adikmu ya Emura, dia perempuan tentunya hati mereka sangat rapuh dan perasa dibandingkan dengan pria, kau harus ekstra menjaganya baik-baik, bisakah...?"

Membuat pria kecil itu terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk cepat tersenyum lebar, akhirnya ia membungkuk mengecup kepalanya.

"Tentu saja! Aku pasti akan menjagamu baik-baik Lily..., jangan khawatir aku sangat kuat! Akan menjagamu dari berbagai binatang buas dan orang-orang jahat,..kau harus tumbuh besar agar bisa melihat kehebatanku."

Renova hanya terkekeh kecil sebelum tangannya ikut merangkul memeluk keduanya.

Lilyana lagi-lagi terdiam matanya seketika memanas merasakan kehangatan lagi yang membuat matanya memanas, di kehidupan pertamanya hidupnya penuh kesepian, tanpa saudara, teman atau keluarga, dan di kehidupan keduanya dia ternyata diberi kesempatan, membuatnya berjanji tidak akan menyia-nyiakan.

"Ada apa dengannya dia menangis...?"

"Hahaha,..Lily kecil kita memang cengeng..."

Lily bisa merasakan kehangatan, sentuhan yang baru pertama kali ia rasakan di hidupnya, ia berharap walaupun hanya sebentar saja, ia ingin menikmati semua ini, walaupun hanya sedikit saja.

"Tuhan, kuharap aku sedikit lebih lama menikmati semua ini, tolong jangan ambil siapapun lagi orang yang kusayang."

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!