NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Menjelaskan

Raut wajah Bintang sudah berubah-ubah saat mendengar penjelasan dari para sahabatnya. Dia tak habis pikir, hidup Sisil begitu sengsara.

Namun yang membuatnya bingung, dari keempat sahabatnya Kenapa dia malah memilih pergi mencari Kara? Di mana dia sangat tahu, jika Kara saat itu masih sangat membencinya.

Kenapa Sisil tidak mencarinya? Jika dia sungkan dengan Dion dan Tama yang sudah menikah.

"Bi, aku tau kamu sedang menabung untuk menikah!" Ucap Sisil dengan serius. Karena Bintang pernah memberi tahunya jika dia akan menikah tahun ini.

Bintang terperangah, "Astaga Siiill.. Semua pria pasti menabung untuk biaya menikah. Tapi kita tidak tau kapan jodohnya datang! Uang bisa dicari lagi, tapi keselamatan Ibumu lebih penting!" balasnya dengan sedih.

"Maaf!" Sisil tak berani menatap wajah Bintang. Ini pertama kali Bintang terlihat sangat kecewa kepadanya.

Bintang mengabaikan dan bertanya lagi, "Bagaimana dengan Dion dan Tama? Mereka tidak ada alasan untuk tidak membantumu!"

Dion dan Tama langsung mengangguk setuju. Mereka pasti membantunya, tapi Sisil benar-benar menghilang tak ada kabar.

Mereka bertiga terakhir bertemu dengan Sisil setahun yang lalu, tapi mereka lost kontaknya baru sekitar setengah tahun.

Sisil masih sempat membalas pesan Bintang, jika dirinya ingin fokus bekerja, ternyata saat itulah Ibu Sisil kecelakaan.

Sisil mendongak dan menatap Dion, dia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ragu, jangan sampai dengan membuka mulut malah timbul masalah baru.

"Katakan saja!" pinta Dion.

"Aku takut kamu jadi marah!" Kata Sisil yang masih ragu.

Tapi dia tidak sadar, dengan tingkahnya yang ragu-ragu malah membuat mereka jadi penasaran, dan memintanya untuk jujur.

"Tidak! Katakanlah! Padahal aku berkerja di rumah sakit ini tapi kita tidak pernah bertemu sekalipun!"

Bagaimana mau bertemu, setiap Sisil melihat Dion, dia langsung menghindar atau melewati jalan yang lain.

"Sebenarnya, seminggu sebelum aku mencari Kara, aku pergi ke rumahmu. Aku sempat mencarimu di sini, tapi perawat bilang kamu sedang cuti."

Dion langsung duduk dengan tegap, dia menatap Sisil sambil mengingat hari yang dimaksud. "Oh itu, aku memang sempat cuti. Tapi kenapa aku tidak melihatmu datang?"

Sisil melirik Dion kemudian Kara. Seolah-olah meminta pendapat, apakah dirinya harus mengantakannya?

"Lebih baik kamu katakan saja!" ucap Aruna yang mengerti arti lirikannya.

"Saat aku datang ke rumahmu, aku langsung diizinkan masuk oleh satpam, mungkin karena dia mengenalku. Tapi saat seorang pelayan masuk melapor ternyata yang keluar adalah Istrimu!" jelas Sisil.

Mendengar istrinya disebut, Dion merasakan firasat buruk. Kenapa dia tahu hal itu, pelayan juga tidak mengatakan apa-apa.

"Apa Istriku mengatakan yang tidak-tidak?" tanya Dion. Karena Istrinya baru sekali bertemu dengan Sisil, itupun saat acara syukuran anak mereka.

Sisil diam sejenak. "Dia, Istrimu memberiku uang 10 rb dan sekotak nasi bungkus! Padahal aku sudah kasih tahu jika aku ingin bertemu denganmu!" Hal itu yang membuat Sisil ragu, karena terkesan membicarakan orang dibelakang.

Tangan Dion terkepal kuat, Istrinya memang tidak suka jika dia bergaul dengan para sahabatnya, tapi tidak juga sampai seperti itu, sudah sangat jelas, jika dia menganggap Sisil pengemis.

"Kamu jangan langsung marah! Karena aku juga salah, karena tidak memperkenalkan diri, malah langsung minta bertemu denganmu. Belum lagi, aku datang di hari yang tidak tepat"

"Untung kamu tidak memperkenalkan diri, jika dia tau itu kamu, mungkin dia sudah menghinamu lebih para!" kata Dion dengan wajah masam.

Kara hanya diam, tapi pikirannya sedang mengingat tentang Istri Dion di masa lalu. Seingatnya istri Dion adalah wanita yang sombong.

Tapi yang membuatnya makin tidak respek, Istri Dion malah selingkuh dengan pria lain. Membuat Dion sangat marah dan kecewa, sehingga dia suka mabuk-mabukan.

Awalnya dia sedang terpuruk, karena saat Bintang kecelakaan dan dilarikan ke Rumah Sakit, Dion masih sempat melakukan operasi, tapi Bintang tidak bisa diselamatkan.

Dion sangat merasa bersalah, karena tidak bisa menyelamatkan sahabatnya. Dari situlah awal perubahannya, ditambah Istri selingkuh sikapnya makin menjadi-jadi.

Dan suatu hari, Dion mengendara mobil sambil mabuk sehingga mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat.

Di tahun ketiga pernikahannya, Sisil bunuh diri. Di tahun keempat Bintang kecelakaan motor, di tahun kelima Dion kecelakaan mobil, dan satu bulan kemudian dia bercerai dengan Tama.

Itulah yang dia katakan pada Sisil, jika dirinya bermimpi, mereka semua pergi meninggalkannya seorang diri.

"Keterlaluan! Ya kali dia tidak ingat dengan Sisil." Sela Bintang dengan sedikit kesal.

Dion tak membela istrinya, karena dia juga setuju yang dikatakan Bintang. "Maaf ya Sil, karena aku tidak tau kamu datang, jadi kamu dihina seperti itu!"

"Tidak masalah, waktu itu aku sangat bersyukur. Karena dengan nasi bungkus itu aku bisa makan!" Ucap Sisil tanpa menyadari rona wajah mereka semua.

Mereka merasa sangat malu dan bersalah pada diri mereka sendiri. Karena tidak tau jika sahabat mereka dalam kesulitan yang begitu parah.

Kara yang sejak tadi diam akhirnya bertanya.."Lalu kenapa kamu tidak langsung mencari Tama?"

"Ya. Padahal aku selalu di Perusahaan..!" sambung Tama.

Sisil terdiam sejenak, "Kamu sudah banyak masalah dan tekanan, jadi aku tidak ingin menambah bebanmu!"

Jawaban Sisil membuat mereka serentak melirik Kara, biang dari segala masalah. Tapi untung saja dia sadar tepat waktu, jika tidak, sudah dipastikan Tante Mira tidak bisa diselamatkan.

"Aku memilih pergi mencari Kara, karena hanya dia yang hidup dengan santai." Sisil memandang Kara dengan sedikit gelisah, takut ucapannya membuat Kara tersinggung.

"Kamu sudah melakukan hal yang tepat! Jika tidak, mungkin di masa depan kami semua merasakan penyesalan!" Kara membalasnya dengan serius.

Sudah bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika Sisil tidak Pergi mencarinya. Mereka hanya bisa saling menyalahkan, dan yang paling bersalah adalah dirinya.

"Hmm sudahlah.. Karena sekarang semuanya baik-baik saja, kita bahas yang lainnya saja!" ucap Bintang yang sudah tidak mempermasalahkan masalah sebelumnya.

"Yaa.!"

Mereka tidak lagi bertanya tentang kondisi atau masalah Sisil, agar suasananya tidak terlalu suram.

Mereka bercerita, dan bernostalgia saat masih kecil dulu. Dari kelimanya, Dion yang paling tua, Tama lalu Kara, dan yang paling muda adalah Sisil.

Makanya Bintang lebih dekat dengan Sisil, Karena dia merasa menjadi seorang Kakak, yang selalu menjaga dan melindungi adiknya.

Mereka berlima bersama sampai tamat SMA, dan baru berpisah saat kuliah, karena mereka mendaftar di kampus yang berbeda, meski tidak satu kampus mereka masih sering berkumpul.

Namun, semua berubah sejak Kara berteman dengan Sarah, awal dari semua masalah terjadi. Mereka akhirnya jarang berkumpul dengan lengkap lagi.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!