NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku sangat bahagia

" baik hati ini sampai di sini saja, dalam waktu dekat aku akan datang bersama istriku, saat itu tiba bersikaplah seperti kita tidak akrab, dan lakukan transaksi secara umum dengan istriku, selama istriku puas kamu aman." ujar Wira.

" baik baik.... " ujar Harun antusias.

Wira pergi meninggalkan bengkel milik Harun di ikuti oleh Gery dan kelompoknya.

" kak Gery ini uang rokok dan untuk memastikan bengkel itu tidak ada masalah." ucap Wira.

" hahaha karena tuan muda tidak perhitungan maka aku tidak akan sungkan. Tuan muda tenang saja aku akan menjadi mata dan telinga tuan muda." ujar Gery.

" baik lah kita berpisah di sini aku harus segera pulang, kalian baik baik lah." ucap Wira .

" iya hati hati di jalan tuan muda...." ujar Gery di ikuti yang lainnya.

" kalian sudah dengar yang di katakan tuan muda kan." ujar Geri.

" kami mendengar pimpinan." jawab mereka.

" pimpinan boleh aku bertanya." ucap seorang.

" katakan saja." ujar Gery.

" mengapa pimpinan sepertinya begitu menghormati orang itu, bukankah sebelumnya kita juga yang menginjak injaknya." ujar orang itu.

" itu lah letak kengeriannya dari seseorang, tuan muda ibarat seorang petapa yang menyamar, dia sebenarnya bisa melibas kita semua tapi dia tidak melakukan untuk melihat apakah kita layak untuk berada di sekitarnya." ujar Gery.

" asal kalian tau orang seperti tuan muda itu sulit di temukan, jadi bersikaplah baik tapi jangan menjilat, maka kalian akan dapat untung besar seperti sekarang." ujar Gery.

" hahaha pimpinan sungguh luar biasa....."

" kalian baru tau saja.... Sudah ayo kembali." ucap Gery.

" baik pimpinan."

...****************...

" Hay anak ayah yang cantik......" ujar Wira pada Sasa yang asik bermain di sana juga ada ayu sepertinya sedang menggambar.

" yeeeeeiiii, ayah sudah datang...." Sasa begitu gembira.

" uh.... Wangi sekali anak ayah. Apa yang sedang Sasa mainkan ......" ucap Wira bertanya untuk menunjukkan kepedulian seorang ayah pada anaknya.

" Sasa bermain rumah Barbie yang di berikan oleh Tante Santi." ujar Sasa.

" wah ayah akan segera bergabung dan bermain dengan Sasa setelah ayah mengobrol dengan mama. Sebaiknya Sasa tunggu ayah untuk bermain...." ujar Wira.

" yeiiii... Bermain, Sasa tunggu ya...." ucap Sasa.

" ok....." jawab Wira.

Wira pun beranjak untuk menghampiri istrinya yang sudah menyadari kedatangan Wira.

" Hay ay...." ucap Wira meletakkan kotak kayu yang di bawanya di meja lalu mengecup pipi ayu kemudian beralih ke bibir selanjutnya punggung tangan.

" dari mana saja.... mengapa hari ini keluar begitu lama." ujar ayu tidak marah tidak kesal.

" maaf karena sudah membuat istriku ini menunggu dan khawatir. tapi lihat lah yang aku bawa." ujar Wira menggeser kotak lebih dekat kepada ayu."

" apa ini...." tanya ayu.

" lihat lah...." ucap Wira.

Ayu pun melihat isi kotak kayu yang Wira Bawa, di dalam setelah kotak itu di buka beberapa perhiasan dari berbagai jenis perhiasan, mulai dari cincin, gelang, kalung, dan anting.

Ayu mengerutkan dahi ke arah Wira seperti bertanya tanya tapi Wira memberi isyarat untuk ayu melihatnya sendiri.

Setelah beberapa menit ayu kemudian menutup kotak kayu itu kembali, dan mulai mengobrol bersama Wira.

" bagai mana menurutmu." tanya Wira.

" bagus walau modelnya kuno tapi pekerjaannya sangat rapi dan teliti, pekerjaan seperti ini hanya dilakukan oleh profesional yang sudah lama menekuni bidang ini, dari segi penempaan ini lebih ke turun menurun atau di wariskan dan semua di lakukan dengan manual." ujar ayu.

" memang kelazzz istriku ini hanya sekali lihat saja bisa memaparkan semuanya dengan jelas dan terperinci." puji Wira.

" jangan memujiku, aku masih belajar." ucap ayu.

" tapi istriku terlalu luar biasa, aku tidak henti hentinya di buat kagum, dan tidak bisa untuk tidak memberikan pujian, semuanya terlalu luar biasa." ujar Wira.

" sudah berhenti sekarang cerita kan padaku semuanya." ucap ayu.

" baik lah." jawab Wira.

" karena istriku ingin memiliki sebuah toko perhiasan aku mencoba mencari seseorang yang ahli dalam penempaan perhiasan. Dan dari semua yang aku temui aku rasa ini yang sesuai dengan istriku." ujar Wira bercerita dengan sedikit bumbu cinta dan pengorbanan.

" makasi sayang...." ucap ayu senang dan bahagia. Tak lupa kecupan lembut di bibir yang menjadi favorit Wira.

" jadi bagai mana apa kamu suka ay." tanya Wira.

" aku suka, sepertinya bengkel ini cocok dan bisa di jadikan mitra." ujar ayu.

" bagus jika kamu suka." ujar Wira.

" lalu dimana lokasi bengkel ini." tanya ayu.

" masih di kota M daerah pinggiran." jawab Wira.

" tidak jauh.... Ini poin penting." ucap ayu.

" lalu bagai mana...." tanya Wira.

" kita akan datang ke bengkel itu, kemudian mulai kerjasama setelah tanda tangan kontrak dan perjanjian." ujar Ayu.

" kamu yang tentukan kontaknya sudah aku simpan kapanpun kita akan datang tinggal hubungi saja." jelas Wira.

" suamiku ini memang sangat gesit dalam hal membahagiakan istri." ucap ayu menggantung tangannya di pundak Wira kemudian menarik Wira lebih dekat sehingga dahi mereka bersentuhan.

" aku sudah berjanji pasti akan aku lakukan." ucap Wira.

" seperti orang bijak mengatakan, ketenangan sebuah rumah terletak pada istri maka buatlah sebisa mungkin istrimu bahagia. Maka rumahmu akan penuh dengan kenyamanan." ungkap Wira.

" entah orang bijak mana yang mengatakan itu, tapi aku mengucapkan banyak terimakasih karena dengan perkataannya itu membuat suamiku selalu membuat aku bahagia." ujar Ayu.

" hahaha. Itu hasil karangan author." pikir Wira.

dua hari kemudian Wira dan ayu memutuskan untuk kebengkel Harun Wira sudah menghubunginya sehari sebelumnya.

" selamat datang di bengkel kecil ini. Mari silahkan masuk." ujar harus ramah sekali.

" sama sama, silahkan pimpin jalan ....." ujar ayu.

ayu pun mengikuti Harun dan kemudian duduk setelah di persilahkan duduk.

" jadi bagai mana nona, apa barang saya cukup memuaskan untuk nona." ujar Harun sopan.

" sangat memuaskan, jarang sekali menemukan perhiasan yang tanpa cacat di kerjakan secara manual, aku sebagai pemula sangat mengagumi karya tuan Harun." ujar ayu.

" maaf nona dan tuan muda aku tidak seterhormat itu untuk di panggil tuan, jika tidak keberatan panggil saja paman, atau pak tua, Harun saja juga boleh." ucap Harun sangat kagum dengan ketulusan ayu.

" dan juga aku sangat bersyukur jika nona dan tuan muda menyukai hasil pekerjaanku." ujar Harun .

" baik paman, keahlian paman sangat patut di apresiasi dan di lihat banyak orang banya, kedatangan ku hari ini untuk mengajak paman bekerja sama dengan kami." ucap ayu.

" suatu kehormatan untuk aku yang tua ini bisa bekerja sama dengan tuan dan nona, karena itu jika kerjasama ini terjalin nantinya aku akan semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk perusahaan." ujar Harun.

" itu berarti paman setuju untuk bekerja sama, jika begitu coba paman lihat kontrak ini dulu jika tidak ada masalah paman bisa tanda tangan." ujar ayu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!